Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 270. Tekad Xia Xi Lin


__ADS_3

Xia Xi Lin tidak mengetahui identitas Lu Jing Yu sama sekali dan sangat terkejut mengetahui jika mereka masuk ke dalam istana. Sejak awal ia mengira jika Lu Jing Yu hanyalah seorang nyonya muda dari sebuah kediaman bangsawan dan tidak menyangka jika dia adalah anggota keluarga kerajaan. Dia akan lebih terkejut jika dia mengetahui jika orang yang menyelamatkan nya adalah Putri Mahkota Shao yang sebelumnya hanya bisa ia dengar namanya.


Lu Jing Yu memakai satu kereta saat ia keluar. Jadi secara otomatis Xia Xi Lin Dan Bai Mu Yue duduk di dalam kereta bersama dengan Lu Jing Yu. Sedangkan Chu Fei dan Quan Yuan duduk di bagian depan kereka sebagai kusir. Xia Xi Lin langsung terkejut saat ia menyadari jika kereta yang membawa mereka memasuki gerbang istana dengan lancar. Bahkan, para penjaga yang melihat kereta mereka berhenti dan memberi salam. Tanpa sadar, Xia Xi Lin menatap Lu Jing Yu dengan penuh tanda tanya.


Menyadari tatapan Xia Xi Lin yang tampak terkejut, Lu Jing Yu tidak ingin menambah keterkejutan Xia Xi Lin dengan memberitahunya identitasnya yang sebenarnya. Jika ia memberitahunya saat ini, Lu Jing Yu yakin wanita ini pasti tidak akan bisa menerimanya. Jadi pilihan paling tepat adalah membiarkannya mengetahui identitas nya secara perlahan. Untuk pertama, biarkan dia menerima menenangkan dirinya terlebih dahulu.


"Yang Mulia, kita sudah sampai." Quan Yuan menghentikan kereta di dalam istana timur. Chu Fei segera turun dan membantu Lu Jing Yu turun dari kereta.


Xia Xi Lin juga segera turun dan berdiri dengan canggung. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Namun dia bukannya orang yang bodoh yang tidak segera mengerti situasi. Dia tidak memiliki pilihan lain selain tinggal di istana menjadi seorang pelayan saat ini. Jika dia keluar dari istana, ia tidak tahu kemana ia akan pergi setelah itu. Dia akan menjadi pelayan yang baik dan setia. Bisa dikatakan jika Lu Jing Yu telah menyelamatkan nyawanya, jadi dia juga akan menyerahkan seluruh hidupnya untuk membalas apa yang telah dia lakukan untuknya.


"Nyonya Xia, untuk sementara tinggallah di sini. Kamu juga bisa bekerja di sini sampai kamu bisa cukup kuat untuk tinggal di luar sana bersama dengan putrimu." Lu Jing Yu berkata dengan lembut. Ia mengelus kepada Bai Mu Yue membuat gadis kecil itu tersenyum senang.


"Ter terima kasih Yang Mulia. Hamba berjanji akan bekerja dengan baik di sini." ucap Xia Xi Lin dengan tegas. Di dalam hatinya, ia bertekad bahwa apapun yang harus dia lakukan untuk Lu Jing Yu, ia tidak akan memiliki keraguan untuk melakukannya.


"Baiklah. Yang terpenting adalah merawat putri mu dengan baik." Lu Jing Yu tersenyum sebelum menoleh pada pelayan di belakangnya. "Shi Ma, bawa nyonya Xia istirahat terlebih dahulu. Lalu beritahu apa saja yang harus dia perhatikan di sini."


"Baik Yang Mulia." Pelayan bernama Shi Ma itu mengangguk dan segera pergi memimpin Xia Xi Lin pergi ke kamar yang ada di halaman lainnya yang merupakan kamar para pelayan berada. Xia Xi Lin dengan patuh mengikuti Shi Ma dengan Bai Mu Yue berada di gendongannya.


Setelah Xia Xi Lin pergi, Lu Jing Yu juga segera kembali ke kamar Pei Zhi Hui untuk menemui putranya. Ia telah keluar dari istana selama setengah hari hari ini, dan dia sangat merindukan putranya yang lucu.


***

__ADS_1


Di tempat kediaman di pinggiran ibukota Kekaisaran Shao, Pei Zhong Min sedang berbicara dengan seorang penjaga yang merupakan anak buah dari sekutunya. Pada saat ini, semua anak buah Pei Zhong Min telah ditangkap dan ditahan di penjara bawah tanah untuk menerima hukuman. Jadi pria berkuasa itu hanya bisa mengandalkan bantuan orang lain.


Tepat setelah ia dibawa ke tempat itu, ia telah memerintahkan orang untuk mencari tahu keadaan ibunya di istana. Dia telah mendengar jika ibunya membunuh ibu suri dengan tangannya sendiri dan dia tahu pasti hukumannya tidak akan mungkin ringan. Terakhir kali, ia mendengar jika ibunya dihukum untuk berlutut di depan ruang persemayaman ibu Suri. Saat ini, empat hari telah berlalu. Apa yang terjadi pada ibunya saat ini?


"Jadi ibuku jatuh pingsan dan dibawa ke dalam penjara?" Pei Zhong Min mengepalkan tangannya saat ia berbicara.


"Benar."


"Lalu apakah kabar mengenai kaburnya diriku saat iniu sudah tersebar?"


"Tidak Yang Mulia. Hamba yakin jika mereka sengaja menyembunyikan nya. Lagipula saat ini Kekaisaran Shao berada dalam masa berkabung. Mereka tidak mungkin akan mengekspos berita yang akan merusak kestabilan kerajaan."


"Tidak apa. Ini malah menguntungkan bagi kita." Pei Zhong Min mengangguk paham. "Kapan kita akan pergi?" Lanjutnya sambil berbalik.


Pei Zhong Min bukan orang yang bodoh sama sekali. Ia mengetahui jika seseorang tidak akan membantu orang lain tanpa adanya keuntungan yang bisa didapat. Jadi meskipun saat ini ia tidak memiliki kekuatan apapun di belakangnya, ia masih merasa memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Sebagai buktinya, meskipun ia tidak meminta bantuan, ada orang yang bersedia membantunya meskipun harus ada imbal balik untuk itu.


Tetapi, kerjasama dengan seseorang tidak semudah yang terlihat. Kedua belah pihak harus saling mengerti dan memahami batasan satu sama lain. Harus ada pembagian yang jelas antara tugas dan keuntungan. Untuk itu, mereka harus bertemu secara langsung.


"Jika Yang Mulia mau, kita bisa berangkat sore ini sehingga besok pagi kita sudah sampai di sana." Jawab orang itu dengan serius. Tapi sebentar kemudian, dia mengerutkan alisnya dan bertanya. "Apa Yang Mulia tidak ingin menyelamatkan selir Qiao terlebih dahulu sebelum pergi dari sini?" Lanjutnya.


"Tidak perlu. Ibuku adalah salah satu wanita Kaisar. Dia tidak akan mati dengan mudah." Pei Zhong Min menjawab dengan acuh.

__ADS_1


"Tetapi hamba mendengar jika selir Qiao menderita di dalam penjara. Apa Yang Mulia tidak ingin melakukan sesuatu?"


"Tidak perlu. Kita akan menyelamatkan nya setelah semuanya selesai. Untuk saat ini biarkan saja ibu tinggal di penjara."


Meskipun pria itu sedikit terkejut melihat respon Pei Zhong Min, ia tidak memiliki hak apa-apa untuk menyangkal maupun mengkritik nya. Tugasnya hanyalah untuk membantu Pei Zhong Min selama di sini. Masalah apakah ia akan membantu ibunya atau tidak, itu sama sekali bukan urusannya.


"Baiklah Yang Mulia. Kalau begitu hamba akan pergi untuk melakukan persiapan yang dibutukan selama perjalanan sehingga sore ini kita bisa segera berangkat."


"Mm." Pei Zhong Min mengangguk ringan. Pria itu segera keluar dari ruangan dan mempersiapkan apa yang diperlukan selama perjalanan seperti kereta, perbekalan, para prajurit dan yang paling penting adalah memikirkan cara bagaimana bisa membawa Pei Zhong Min keluar dari kekaisaran Shao dengan aman.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_270🐣


Terima Kasih sudah mampir😘 Maaf tidak bisa balas chat satu persatu. Semua chat sudah aku baca. Terima kasih atas apresiasinya buat par Readers semuanya 🥰. Semoga saran dan kritik kalian semua dapat bermanfaat untuk semakin baiknya karya Author. Terima kasih juga untuk Vote, bunga, kopi dan untuk koin yang sangat berharga. Love You All 💘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2