Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
87. Belangnya Ketahuan


__ADS_3

Seorang pria berjubah biru tua berjalan dengan tergesa-gesa melewati lorong istana. Lu Qin Hao baru saja menemui panglima Jue Yu Zhao yang merupakan kepala keamanan ibukota untuk meminta bantuannya dalam menjaga Lu Jing Yu. Entah kenapa selama beberapa hari ini ia selalu bermimpi buruk mengenai putrinya.


Di dalam mimpi itu, ia melihat Lu Jing Yu yang berlari di sebuah lorong dengan penuh darah di sekujur tubuhnya. Beberapa orang pria berbaju hitam mengejarnya dengan pedang panjang yang terlihat tajam menyilaukan. Tidak ada yang datang nduk menolong putrinya yang tidak berdaya. Sedangkan dia sendiri hanya bisa melihatnya saja. Tubuhnya bagaikan transparan di dalam mimpi itu. Melihat dengan jelas tetapi dia sendiri tidak terlihat.


Mimpi yang mengerikan seperti itu selalu membuatnya sulit tidur dan merasa khawatir. Selir Ye sudah berusaha menghiburnya tetapi dia masih belum bisa tenang. Akhirnya setelah beberapa saat ia berhasil menghubungi Jue Yu Zhao yang merupakan kepala penjaga di ibukota untuk meminta bantuan. Meskipun saat ini ia merupakan besan dari Kaisar, ia masih tidak bisa meminta bantuan atas dasar yang tidak jelas seperti mimpi.


Lu Qin Hao juga sudah menemui Lu Jing Yu untuk memastikan kondisi putrinya tetapi dia baik-baik saja. Keamanan di kediaman Raja Rui hampir tidak bisa diterobos. Tetapi hatinya sebagai seorang ayah tidak bisa tidak merasa khawatir.


Jadi dia akan tetap berusaha untuk mendapatkan bantuan untuk mwmiliki lebih banyak keyakinan. Baru setelah ia berbicara dengan panglima Jue yu Zhao, ia merasa sedikit lega. Wajahnya yang tegang saat ia masuk ke dalam istana saat ini sudah tidak terlihat.


Di bagian lain istana, dua orang tua lainnya juga sedang membicarakan masalah penting. Perebutan posisi putra mahkota di antara para pangeran generasi ini lebih parah dari generasi sebelumnya saat Pensiunan Kaisar masih menjabat sebagai Kaisar. Itu karena Pensiunan Kaisar hanya memiliki tiga putra dari ratu dan tiga selirnya. Putranya dari Ratu atau ibu suri saat ini juga adalah Pei An Long yang memang kompeten.


Selain itu, sejak awal Pei An Long memang sudah dipastikan akan menjadi putra mahkota begitu ia lahir. Setiap pangeran sudah diberi wilayah kekuasaan mereka sejak mereka keluar dari istana. Jadi persaingan antar pangeran dapat diminimalkan.


"Kali ini cucu Zhu tua itu yang bertingkah."


"Aku sudah melihat jika dia penuh ambisi sebelumnya. Tapi aku tidak menyangka jika dia akan berani bermain trik seperti ini."


"Keturunan Zhu tua saat ini sudah memiliki kepercayaan diri. Mereka terbiasa menggunakan nama Zhu Tua untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Sungguh generasi muda yang sombong."


"Aku yakin dia juga sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh cucunya itu. Lihat apa yang akan dia lakukan nanti."


"Benar Paduka. Aku juga ingin lihat kali ini apa yang akan dia pilih. Keluarganya atau kekaisaran." Yang berbicara adalah Luo Yan Qin. Mantan menteri keuangan pada masa pensiunan Kaisar menjabat. Pensiunan Kaisar, Luo Yan Qin dan Zhu Yao Yan adalah para tetua yang dihormati di kekaisaran Shao. Ketiganya adalah teman dekat meskipun memiliki hubungan antara atasan dan bawahan.

__ADS_1


Saat kedua orang tua ini sedang mengobrol, Kasim Sun memberi tahu bahwa Zhu Yao Yan. Zhu tua yang sejak tadi mereka bahas meminta untuk bertemu.  


"Yah orang tua itu memang memiliki umur yang panjang. Bawa dia masuk masuk dan bawakan arak lagi untuk kami." Pensiunan Kaisar melambaikan tangannya dan Kasim Sun segera mengangguk dan pergi.


"Salam Paduka Kaisar." Zhu Yao Yan datang bersama dengan Kasim Sun.


"Hem. Kita sedang bersantai. Tidak perlu terlalu formal." Paduka Kaisar menuangkan arak pada cangkirnya sendiri.  


"Zhu tua ada apa dengan wajahmu itu? Jika kamu menunjukkan wajahmu yang seperti itu pada cucu buyutmu, aku yakin mereka akan segera lari dan tidak akan berisi mendekat." Luo Yan Qin meledek saat melihat wajah jelek Zhu Yao Yan. Wajah Zhu Yao Yan yang sudah berkeringat semakin terlihat jelek saat ia memiliki tiga garis hitam di keningnya.


Di antara ketiga orang tua itu, meskipun mereka memiliki usia yang hampir sama, Zhu Yao Yan memiliki tubuh yang paling sehat tetapi wajah yang paling tua karena tubuhnya yang kurus dan rambutnya yang hampir penuh dengan uban. Saat Pensiunan Kaisar turun tahta beberapa tahun yang lalu, Luo Yan Qin juga ikut mengundurkan diri. Hanya Zhu Yao Yan yang masih menjabat sebagai penasehat.


"Huh! Ini semau gara-gara anak-anak ku yang memiliki keturunan yang tidak kompeten. Mereka sudah bermain menggunakan namaku untuk memerintahkan orang demi keuntungan mereka."


"Ibu Suri mencarinya. Mana berani aku bertindak. Aku akan mengirimnya kepada Ibu Suri."


"Sebagian seorang kakek bukankah kamu cukup kejam? Apakah kamu lupa jika ibu Suri paling tidak menyukai hal semacam ini?"


"Tentu saja aku tidak lupa. Tetapi sesekali para anak muda memang harus diberi pelajaran berharga agar mereka tidak lupa asal usulnya."


***


Zhu Man Xie kembali dari kediaman Zhu dengan mata merah dan wajah yang tegang. Kakeknya jarang bisa ditemui. Tetapi hari ini saat ia sedang berkunjung ke Kediaman Zhu, ia baru saja sampai dan Kakeknya sudah memanggilnya untuk menemuinya di ruang kerja. Saat itu ia sudah memiliki firasat buruk.

__ADS_1


Kakeknya biasanya jarang ikut campur dengan urusan orang. Karena keluarga Zhu merupakan keluarga terpandang yang disegani di kekaisaran bahkan jika orang membicarakan kekaisaran Shao, mereka tidak akan lupa membicarakan keluarga Zhu. Itulah mengapa sebagai generasi yang lahir di keluarga ini, generasi muda menjadi sombong. Mereka terbiasa dihormati dan dipuja di setiap tempat. Akhirnya mereka melakukan apapun semau mereka seperti merekalah pemilik Kekaisaran. Selama ini Kakeknya bahkan diam meskipun mengetahui hal ini. Tetapi saat dirinya yang dipanggil, ia memiliki rasa takut yang datang entah dari mana.


Dia lah yang menyuruh pelayannya untuk menyebarkan rumor bahwa anak yang dikandung Lu Jing Yu kemungkinan besar bukanlah anak dari Pei Zhang Xi melihat dari ukuran perutnya saat ini. Dia mengetahui bahwa ibu Suri akan keluar dari halamannya untuk pergi ke kuil Buddha hari itu. Dia mengetahui jika ibu Suri sangat memperhatikan kehormatan Keluarga Kerajaan yang pasti tidak akan tinggal diam jika mengetahui hal ini.


Awalnya para pelayan di istana tidak mau membantu karena mereka takut memfitnah keturunan keluarga kerajaan. Karena itulah, tanpa sepengetahuan Zhu Man Xie, pelayanannya memggunakan nama kakeknya untuk mengancam para pelayan. Karena inilah kakeknya memarahinya dan memintanya untuk datang dan menerima ibu Suri untuk mengakui kesalahan.


Zhu Man Xie selalu menjaga citra baiknya dimanapun. Ia selalu menganggap diri betapa kesal atau tidak tahannya dia. Saat ini nama baiknya akan hancur!


Ketika ia masuk ke dalam halamannya di istana Raja Yuan, pelayannya pun menjadi sasaran amarahnya. Dengan tangannya sendiri ia menampar kedua pipi pelayannya dengan keras. Membuat kedua pipi pelayannya bengkak dan hampir tidak sadarkan diri.


"Mohon ampuni hamba Permaisuri. Hamba mengaku salah." Pelayan itu merangkak dan meraih kaki Zhu Man Xie. Ia tahu sejak dulu jika majikan yang dialaminya sbeanrsny adalah seorang gadis yang kejam.


"Apa gunanya kamu mengakui kesalahanmu? Pergi! Aku tidak ingin melihatmu lagi!" Zhu Man Xie menendang pelayan itu hingga terguling di lantai.


Melihat pelayan yang pergi dengan menyeret tubuhnya, pandangan mata Zhu Man xie tetap tidak berubah. Ia memijat pekipisnya yang berdenyut. Memikirkan alasan yang tepat untuk melindungi gelar Permaisurinya di depan Ibu suri.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_87♡


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..


__ADS_2