
Pei Zhang Xi menghunuskan pedangnya ke leher Jenderal Mu Ru Ge. Seketika, perang yang sebelumnya bergelora menjadi sunyi. Tatapan mata semua orang melihat pemandangan kekalahan.
Jenderal perang adalah lambang sebuah pasukan. Jika jenderal kalah, itu artinya pasukan yang dipimpinnya juga kalah.
Kebencian di mata Mu Ru Ge tidak dapat disembunyikan. Mu Ru Ge tidak pernah kalah sebelumnya. Perasaan yang memalukan seperti itu baru ia alami pertama kali.
Mu Ru Ge selalu menjadi orang yang di atas sejak ia muncul sebagai seorang Jenderal. Bahkan saat ini, Kaisar Chu Timur tidak berani tidak menghormatinya meskipun dari status jelas dia lebih rendah dari sang Kaisar. Tapi saat ini, dia ditundukkan di bawah kaki seseorang yang hanyalah seorang pangeran biasa. Rasa malu ini menjadi semakin tidak tertahankan.
"Jenderal Mu. Aku telah menjatuhkanmu. Apa yang ingin kau katakan?" Pei Zhang Xi ingin segera mengakhiri perang yang hampir tidak pernah usai ini dan kembali ke ibukota bersama Lu Jing Yu. Tempat seperti ini tidak cocok untuk Lu Jing Yu tinggal.
"Hahahaha Pei Zhang Xi. aku sudah lama mendengar tentang kehebatanmu. Ternyata rumor tidak selalu salah. Kamu memang seperti yang mereka katakan tentangmu. Aku tidak menyangka akan ada hari dimana aku dikalahkan oleh seorang pemuda sepertimu. Tapi sayangnya, aku tidak pernah kalah sebelumnya. Dan aku tidak akan pernah kalah di masa depan. Jangan merasa bangga dulu karena kau telah menjatuhkanku. Karena aku selalu akan membawa pasukanku ke dalam kemenangan. Aku akan membalik keadaan ini dengan segera. Kamu tunggu saja. Aku sudah menyiapkan hadiah besar untukmu." Senyum licik tiba-tiba muncul di bibir Mu Ru Ge saat ia mengingat rencana tersembunyinya.
"Aku benar-benar salut padamu. Sudah berada pada tahap seperti ini masih berkata begitu sombong." Pei Zhang Xi mencibir.
"Percaya atau tidak,aku akan melakukannya. Jika kamu tidak melepaskanku sekarang, kamu dapat yakin bahwa meskipun kamu menang saat ini, kamu tetap akan kalah dariku."
"Apa maksudmu?" Pei Zhang Xi tahu orang yang ada di depannya sangatlah licik. Entah kenapa dia menjadi khawatir setelah mendengar ancamannya.
"Permaisurimu. Bukankah dia berada di kamp militer?" Bibir Jenderal Mu terangkat dengan bangga. Ia mengejek pemuda di depannya yang mulai goyah. Memang langkah yang benar menggunakan Permaisuri Rui untuk mengancamnya. Sepertinya dia sangat mencintainya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." Pei Zhang Xi segera mengembalikan ketenangannya. Lu Jing Yu selalu berkata padanya bahwa Jenderal Mu adalah seorang yag sangat licik. Meskipun ia tidak tahu darimana Lu Jing Yu mengetahuinya, semua yang dikatakannya terbukti benar. Jadi kali ini dia juga tidak akan terpengaruh dan masuk dalam perangkap jenderal Mu Ini.
"Hahahaha. Aku tahu bahwa permaisurimu adalah titik kelemahanmu." Tatapan mata Jenderal Mu sangat angkuh. "Saat ini anak buahku sudah menangkap istri tercintamu. Dan kamu pasti tahu apa yang akan mereka lakukan jika tahu bahwa kamu membunuhku. Jadi sekarang lepaskan aku. Aku akan membawa pasuanku pergi sekarang dan lima hari lagi aku akan datang dan menantangmu kembali."
"Tidak! Jangan dengarkan dia!" Sebuah suara yang jelas tiba-tiba memecah keheningan. Semua orang menoleh dan melihat Lu Jing Yu berjalan dengan dibantu Xiao Bei melewati banyak mayat di sepanjang jalan.
Flash Back On...
__ADS_1
Saat Lu Jing Yu dan Xiao Bei keluar dari kamar, mereka melihat orang yang mengendap-endap. Lu Jing Yu segera menarik Xiao Bei bersembunyi.
Di dalam novel, sebenarnya Pei Si Liang berada di dalam kamp sebelumnya. Lalu seseorang datang untuk menangkapnya. Karena Pei Si Liang memiliki kemampuan beladiri yang mumpuni ia dapat mengalahkan orang ini dan tahu bahwa Pei Zhang Xi dalam bahaya. Itulah sebabnya Pei Si Liang pergi ke medan perang dan saat ia sampai di sana ia melihat panah yang diarahkan padanya lalu dia bergegas untuk menghalangi panah untuk Pei Zhang Xi.
Saat ini, Pei Si Liang tidak ada di kamp. Melainkan dirinya. Jadi apakah orang ini datang untuk menangkapnya?
Tidak. Dia tidak boleh sampai tertangkap dan menjadi kelemahan Pei Zhang Xi.
Lu Jing Yu mengambil pedang yang ada di dinding. Jika keadaan mendesak ia akan menggunakannya. Ia pernah berlatih anggar sebelumnya. Dan kemampuannya juga tidak buruk. Menggunakan pedang mungkin tidak jauh berbeda dari menggunakan Anggar.
"Permaisuri, apa yang akan anda lakukan?"
"Xiao Bei. Dia datang untukku. Ingin menangkapnya dan menjadikanmu untuk mengancam Yang Mulia. Aku harus menghalanginya."
"Tapi Permaisuri ini sangat berbahaya."
"Tapi..."
"Lakukan saja seperti yang aku katakan."
"Ba baik Permaisuri. Hamba akan mencari bantuan. Anda tolong berhati-hatilah."
"Em." Lu Jing Yu mengangguk dan melihat Xiao Bei pergi.
Lu Jing Yu mencengkeram pedang di tangannya dan meyakinkan hatinya. Ia yakin ia bisa.
"Apa yang kamu cari?" Orang itu menoleh da melihat seorang wanita cantik memakai hanfu pria. Melihat penampilannya, pasti inilah permaisuri Rui itu. Dia pun memiringkan senyumnya.
__ADS_1
"Permaisuri, aku datang kesini untuk membawamu menemui Raja Rui. Mari ikuti aku dan letakkan pedangmu. Pedang itu sangat tidak cocok dengan anda yang cantik."
"Aku tahu pasti Jenderal Mu yang menyuruhmu datang untuk menangkapku. Tetapi, Kamu sekarang ada di dalam kamp militer musuh. Apa tidak takut aku akan memanggil penjaga dan mengepungmu sekarang?"
"ternyata memang benar kabar bahwa permaisuri Rui adalah seorang yang cerdas yang langsung tahu bahwa aku dikirim oleh Jenderal Mu untuk datang menangkapmu. Tapi tidak masalah. Kalau begitu aku tidak akan berlama-lama lagi." Orang itu segera maju dan menyerang Lu Jing Yu.
Lu Jing Yu mengangkat pedangnya dengan kuat. Bersiap untuk melawan. Tetapi tiba-tiba, beberapa orang berpakaian hitam muncul di depannya. Melindunginya dari bahaya.
"Permaisuri, kami adalah prajurit bayangan yang dikirim Yang Mulia untuk melindungi anda. Apa anda tidak apa-apa?" Seorang dari mereka menoleh dan menjelaskan.
"Terima kasih sudah datang. Aku tidak apa-apa."
"Permaisuri sebaiknya pergi dari sini. Biarkan orang ini kami urus."
"Kalau begitu terimakasih. Aku akan pergi sekarang." Lu Jing Yu pergi. Tetapi ia tidak tinggal di kamp melainkan pergi ke medan perang. Ia harus memastikan Pei Zhang Xi baik-baik saja. Xiao Bei yang memiliki getahnya niat Lu Jing Yu berusaha menahannya tetapi tidak bisa. Jadi dia pergi dengan Lu Jing Yu. Ia harus pergi kemanapun majikannya pergi.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_42♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .
__ADS_1