
"Salam ibu suri." Semua orang membungkukkan tubuhnya dengan hormat saat mereka melihat ibu Suri datang dan membelah kerumunan sekali lagi.
"Bangun." Suara rendah ibu suri mendominasi. Tatapan matanya menatap tanpa ekspresi mayat pelayan yang ditutupi kain ala kadarnya. Tangannya mengepal saat ia membayangkan bahwa jika Lu Jing Yu tidak cukup cerdas untuk mengetahui apa yang sedang orang-orang itu rencanakan terhadap dirinya serta tidak memiliki keberuntungan untuk lepas dari rencana jahat mereka, Lu Jing Yu lah yang mungkin akan menjadi mayat saat ini.
"Aku benar-benar tidak menyangka saat zaman sudah berubah, menggunakan trik semacam ini masih juga digunakan." Mata teduh ibu suri tidak lagi dapat terlihat. Meskipun tubuh tuanya sudah mulai renta, auranya masih sanggup membuat orang tertekan.
"Mohon maafkan kami atas ketidaknyamanan ini Ibu Suri. Tapi apa maksud yang dikatakan Ibu Suri?" Ibu Suri menoleh saat kasim Song berbicara dan mengalihkan pandangannya dari Zhu Man Xie.
"Panggil Yang Mulia Kaisar kemari." Bukannya menjawab ibu suri meminta Kasim Song untuk memanggil Kaisar sebelum dia duduk di kursi yang diambilnya oleh bibi pelayan.
Semua orang hanya bisa berdiri diam menunggu kedatangan Kaisar yang tentu saja bersama dengan para pejabat lainnya yang masih tinggal di istana setelah teriakan itu terdengar. Ratu dan para selir juga mengikuti di belakang istana.
Saat Kaisar tiba, dua buah kursi sudah di atur di samping ibu Suri. Kursi lain juga diambil untuk tempat duduk Lu Jing Yu karena tidak baik bagi Lu Jing Yu untuk berdiri terlalu lama.
Pandangan mata selir Su langsung tertuju pada Lu Jing Yu dengan khawatir setelah melihat menantunya ini berganti baju entah karena apa. Apalagi melihat wajahnya yang lebih pucat dari saat ia melihatnya saat di aula beberapa saat yang lalu. Namun saat ia melihat mata Pei Zhang Xi yang tampak tenang, ia menghela nafas lega.
"Hormat kami Yang Mulia Kaisar."
"Semuanya bangun. Ada apa ini sebenarnya?" Pei An Long masih belum melihat mayat pelayan dan saat ia sudah melihatnya, ia cukup terkejut hingga ia tanpa sadar mengalihkan pandangannya pada Lu Jing Yu yang duduk dengan wajah pucat. Dengan pengalamannya mengatasi masalah di istana seperti ini, ia dapat menyimpulkan bahwa masalah ini terkait dengan Lu Jing Yu, satu-satunya menantunya yang tengah hamil saat ini.
"Menjawab Yang Mulia, begitu kami bergegas setelah mendengar teriakan minta tolong, kami menemukan pelayan Permaisuri Xuan yang sedang kebingungan karena permaisuri Xuan telah menghilang."
__ADS_1
"Menghilang?"
"Mohon maaf Ayah Kaisar, itu semua salah saya karena membuat Panik Hong Xu hingga membuat keributan. Itu karena saya tidak sengaja melihat teman melatih saya dan lupa untuk memberi tahu Hong Xu." Zhu Man Xie melirik teman yang dia bicarakan untuk memberikan kesaksian.
"Itu benar Yang Mulia. Permaisuri Xuan berbicara dengan hamba dan tidak menyadari bahwa hal itu ternyata membuat pelayannya panik dan membuat keributan. Itu karena kami berdua sudah lama tidak bertemu hingga membuat kami lupa diri."
"Lalu siapa swasta itu? Kenapa pakaian Permaisuri Xuan bisa dipakai olehnya?" Kali ini Pei An Long mengalihkan pandangannya pada Lu Jing Yu.
"Mengenai hal itu biar aku saja yang menjelaskan. Yu'er masih suka setelah mengalami beberapa hal menegangkan ini." Ibu suri angkat bicara. Kaisar menaikkan alisnya saat ia mendengar ibunya yang sangat sulit menerima orang lain ternyata bersedia berbicara atas nama Lu Jing Yu. Tampaknya ia benar-benar meremehkan menantunya itu.
Bukan hanya Kaisar yang terkejut, hampir semua orang di sana juga. Tetapi dibandingkan dengan rasa terkejut mereka, rasa penasaran mereka tentang apa yang terjadi lebih besar. Mereka diam dan menunggu dengan penasaran.
"Huh.... pelayan itu sebelumnya berniat untuk mencelakai Yu'er. Untung saja Yu'er cerdas dan berhasil meloloskan diri dan bahkan bisa membalik keadaan." Semua orang terkejut. Pandangan mereka semakin tidak percaya.
"Ibu, sebenarnya apa yang terjadi?" Kaisar bertanya dengan penasaran.
"Saat ibu memerintahkan bibi Nuo untuk mengambilkan beberapa bunga untuk persembahan besok, ia tidak sengaja bertemu dengan Yu'er yang berjalan dengan kesusahan dan memakai pakaian pelayan. Lalu Yu'er dibawa ke halamanku. Lalu Yu'er menceritakan padaku bahwa ada pelayan yang sengaja menjebaknya, pertama membuat Xi'er menjauh dari Yu'er lalu membuat Yu'er mengikuti mereka ke tempat sepi ini dengan alasan jika Xi'er yang memerintahkannya untuk memanggilnya." Semua orang berbisik-bisik dan membenarkan apa yang terjadi karena mereka memang menyaksikan hal itu terjadi.
"Untung saja Yu'er bisa membuat kedua pelayan itu pingsan dan membuatnya memakai pakaiannya karena selain untuk menyelamatkan diri juga untuk mengungkap orang di belakangnya."
"Dua pelayan?"
__ADS_1
"Benar. Bawa pelayan itu kemari." Bibi di samping Ibu Suriah mengerti dan memberi isyarat pada penjaga Untuk menyeret pelayan yang berhasil mereka tangkap sebelumnya.
Zhu Man Xie menggerakkan giginya. Pelayan ini adalah pelayan yang pernah melihatnya. Jika dia membuat mulutnya, dia akan hancur pada saat itu. Tidak! Dia tidak boleh membiarkan pelayan itu mengungkapnya di depan umum. Tapi bagaimana caranya? Ia harus mencari cara.
Benar! Ia tidak boleh terekspos sekarang. Zhu Man Xie telah membuat perencanaan yang matang. Dia sudah memastikan bahwa semua orang yang terlibat tidak akan pernah menyebutkan namanya apapun yang terjadi. Mengingat hal ini, Zhu Man Xie menghela napas lega saat ia memberi pandangan mata penuh ancaman pada pelayan yang dibawa dengan paksa oleh dua orang penjaga bertubuh kekar.
Pelayan itu melihat kode ancaman di mata Zhu Man Xie dan kembali menggigil. Nasibnya telah dipastikan saat ia tertangkap. Baik dia diam maupun berbicara, nyawanya sudah dapat dipastikan akan menghilang. Tetapi jika dia memilih diam, bayi yang diam-diam ia lahirkan dan sembunyikan di luar istana juga akan ikut mati menyusulnya.
Matanya meredup. Saat dia berjalan dengan tenang, tanpa sepengetahuan semua orang, dia menggigit lidahnya dan mengerang sebelum tubuhnya yang tidak bernyawa jatuh terkulai. Semua orang kembali terkejut. Hari ini mereka semua melihat dua kali aksi bunuh diri pelayan yang menolak untuk berbicara.
Zhu Man Xie adalah satu-satunya orang yang memiliki senyum samar di sudut bibirnya saat melihat kematian itu di saat semua wanita berteriak histeris. Termasuk Lu Jing Yu yang segera bersembunyi di dalam pelukan pei Zhang Xi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran orang-orang ini yang terlalu menganggap remeh sebuah nyawa.
"Bagaimana ini? Pelayan itu telah bunuh diri. Bagaimana mengetahui siapa orang yang menyuruhnya sekarang?"
"Permaisuri Rui dengan bantuan Ibu suri telah berhasil menangkap pelayan itu. Tetapi pada saat ini pelayan itu bahkan bunuh diri."
"Kasus ini begitu mengerikan. Dua nyawa pelayan melayang begitu saja."
"Sayang sekali. Sayang sekali dia telah memilih jalan yang salah."
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_112♡
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..