
Yun Ying akhirnya mengerti setelah mendengar perkataan Lu Jing Yu. Apalagi dengan melihat reaksi Pei Shi Liang yang panik. Sedangkan Lu Jing Yu masih menunggu Pei Shi Liang mengambil umpan dan segera mengatakan apa yang terjadi tanpa dia harus berusaha lebih keras. Menunggu gadis polos menceritakan isi hatinya. Namun saat mendengar jika nyatanya Pei Shi Liang menolak lamaran Xian Zi Xuan pada akhirnya, ia masih saja terkejut meskipun sebenarnya ia sudah memikirkan kemungkinan ini sebelumnya karena ia memang mengetahui keinginan adik iparnya itu pada calon suaminya. Namun saat mendengar secara langsung dari mulut Pei Shi Liang, ia masih saja terkejut. Karena ia mengira jika Xian Zi Xuan telah berhasil mengambil kesempatan yang ia ciptakan untuk menghilangkan jarak antara kedua orang ini.
Terapi meskipun ia mendengar jika lamaran itu telah ditolak, ia masih saja penasaran dengan kelanjutannya. Apalagi setelah melihat wajah Pei Shi Liang yang terlihat aneh.
"Kakak ipar sudah tahu jika aku ingin seperti kakak ipar yang hanya akan menjadi satu-satunya istri dari kakakku. Aku juga memiliki keinginan yang sama seperti itu. Aku menginginkan suami yang hanya akan memiliki aku sebagai istrinya. Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus berbagi suami dengan wanita lainnya. Aku sejak kecil sudah cukup dengan semua drama dari para wanita yang saling berebut perhatian dari suami mereka. Dan aku tidak ingin menjadi seperti mereka." Pei Shi Liang menjelaskan sambil menunduk kan kepalanya.
Yun Ying segera terdiam setelah mendengar alasan Pei Shi Liang menolak lamaran seorang pria hebat seperti Xian Zi Xuan. Dia tidak memiliki bahkan sedikit keberanian seperti Lu Jing Yu maupun Pei Shi Liang. Di masyarakat, jika ada seorang istri yang menghalangi suaminya menikah lagi akan dianggap sebagai seorang wanita yang berpikiran sempit dan egois.
Pandangan masyarakat atas masalah ini yang menganggap jika seorang pria memiliki derajat yang berkali-kali lipat dari seorang wanita membuatnya berhak melakukan apapun yang dia lakukan, termasuk menikah dengan beberapa wanita. Terkadang, banyaknya istri menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan seorang pria. Semakin banyak istri dan anak yang dimilikinya, menandakan bahwa ia telah berhasil dalam hidupnya. Pada umumnya, seorang laki-laki dengan status tinggi akan memiliki tiga orang istri dan empat selir. Juga beberapa gundik yang tinggal di halaman belakang nya. Namun ada yang memiliki lebih daripada itu.
Tahun ini adalah tahun ke tujuh pernikahannya. Setelah ia melahirkan putri mereka, Selir Yao yang merupakan ibu mertuanya telah mencarikan dua orang selir untuk Pei Wu Shan dengan alasan bahwa ia telah gagal memberikan seorang putra untuk suaminya. Meskipun Pei Wu Shan selalu menolak jika rencana itu kembali disebutkan. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu akan terjadi mengingat ibu mertuanya tidak pernah berhenti untuk berusaha memberikan selir pada putranya.
Jika suatu saat Pei Wu Shan akhirnya tidak tahan dengan desakan ibunya dan membawa masuk beberapa selir ke kediaman mereka, Sebagai seorang istri, Yun Ying bahkan tidak akan memiliki hak untuk berbicara. Apalagi melarang suaminya untuk menerima kedua selir itu. Pada akhirnya, bahkan ia lah yang harus membuat jadwal bermalam suaminya tidak peduli betapa sakit hatinya.
"Lalu apa yang dikatakan putra Mahkota Shixian? Apakah dia menerima begitu saja dia kamu menolaknya?" Lu Jing Yu bertanya.
"Tidak. Dia berkata bahwa dia akan berusaha dan memintaku untuk menunggunya." Pei Shi Liang menggelengkan kepalanya dengan cepat. Matanya menunjukkan bahwa ada kebahagiaan yang tersembunyi di sana.
"Bagus. Itu artinya dia memang benar-benar mencintaimu. Buktinya ia memintamu untuk menunggunya. Dia pasti sedang menyelesaikan masalah di Kekaisaran Shixian. Dia adalah seorang Putra Mahkota yang pada umumnya diharuskan memiliki banyak istri. Jika dia memilih hanya akan memiliki satu istri, pasti akan banyak masalah yang muncul. Banyak orang yang akan menentangnya juga. Aku yakin dia menyelesaikan masalah ini sebelum dia menjemputmu untuk menjadi istrinya."
"Entahlah kakak ipar. Tapi aku juga berpikir seperti itu meskipun aku sebenarnya tidak yakin jika hubungan ini akan berhasil."
__ADS_1
"Jika dua orang saling mencintai, tidak akan ada masalah yang dapat menghancurkannya. Percaya lah."
"Aku tahu, tapi.... Bukankah kakak ke tiga dan kakak ipar juga saling mencintai tapi juga harus mengalami hal yang sama?" Meskipun Pei Shi Liang bergumam di akhir kalimatnya, baik Lu Jing Yu dan Yun Ying berdiri di dekatnya dan dengan samar mendengar gumaman nya. Membuat wajah Yun Ying yang sudah murung sejak awal semakin terlihat layu.
"Kakak ipar. Maafkan aku. Bukan maksudku untuk menyinggungmu." Pei Shi Liang segera meminta maaf. Memegang tangan Yun Ying dengan permintaan maaf yang tulus.
"Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu. Sayangnya Aku lah yang tidak memiliki keberanian seperti kalian berdua." Yun Ying tersenyum meskipun dengan senyum getir.
"Kakak ipar. Meskipun selir Yao selalu mendesak Raja Wei untuk menikah lagi, tapi aku merasa jika Raja Wei sangat mencintai Kakak ipar dan tidak akan membiarkan kakak ipar merasakan keluhan. Kan?" Lu Jing Yu ikut bersimpati.
"Itu tidak akan berhasil." Yun Ying menggelengkan kepalanya. "Aku sudah banyak berpikir selama ini. Setelah tujuh tahun kami menikah, aku hanya berhasil melahirkan Pei Qing Xing. Bahkan sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kehamilan. Aku juga merasa kasihan pada Wu Shan yang selalu saja dipojokkan oleh ibu. Aku tidak ada pilihan lain selain mencarikan selir untuknya. Saat ini aku sudah menemukan kandidat yang sepertinya sesuai dengan harapanku. Aku hanya berharap selir itu pada akhirnya akan memberikan seorang putra untuk Wu Shan. Dengan begitu, ibu tidak perlu khawatir bahwa tidak akan ada yang mewarisi keturunannya."
"Benar kakak ipar. Apa kakak ke tiga sudah mengetahui hal ini?" Pei Shi Liang bertanya. Ia menyipitkan matanya. Mengingat betapa besar rasa cinta kakaknya pada istrinya ini, ia yakin bahwa ia tidak akan mau menikah dengan wanita lainnya. Dan memang benar seperti dugaan nya, Yun Ying menggeleng pada akhirnya yang menunjukkan bahwa kakak ke-tiga nya tidak mengetahui jika di belakangnya, istrinya sedang mencarikan selir untuknya.
"Tidak. Tentu saja Wu Shan tidak tahu. Jika dia tahu dia pasti akan..."
"Marah! Kalau kakak ipar tahu kakak ke tiga akan marah, kenapa kakak ipar masih melakukan nya?" Pei Shi Liang tersulut emosi. Ia tidak mengerti jalan pikiran kakak iparnya yang dulu sangat ia kagumi. Ia segera menggenggam tangan Yun Ying untuk menenangkannya.
"Aku tidak ada pilihan lagi. Kamu belum menikah. Kamu tidak akan mengerti." Yun Ying menarik tangannya. Memalingkan wajahnya.
"Aku memang belum menikah kak. Tapi aku sudah melihat banyak hal yang bahkan mungkin belum pernah kakak lihat. Kakak ipar tinggal di kediaman seorang sarjana. Ayah kakak ipar tidak memiliki istri lain selain ibu kandungmu kan? Kakak ipar tidak akan mengerti jika sebenarnya, dibandingkan dengan Medan perang, halaman belakang dengan para wanita bahkan lebih berbahaya. Tidak peduli berapa banyak nyawa yang harus diinjak demi status, bahkan bayi yang masih di dalam kandungan pun tidak akan diampuni demi status. Apa kakak tahu? Apa kakak pernah membayangkan suatu hari Qing Xing akan berada dalam bahaya karena selir yang penuh ambisi? Apa kakak ipar pernah..."
__ADS_1
"Sudah cukup! Aku mohon jangan diteruskan lagi. Aku tidak tahu. Aku tidak ingin tahu." Yun Ying menangis. Menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
"Tapi ini adalah kenyatannya. Jika kakak ipar membawa selir masuk ke dalam kediaman Raja Wei, bukan hanya rumah tangga kakak ipar yang akan berada dalam bahaya, bahkan Qing Xing yang masih kecil." Pei Shi Liang melepaska tangan Yun Ying dari telinganya. Membuat wanita itu tidak memiliki pilihan lain selain mendengar perkataan Adik iparnya.
"Bukankah ini hanyalah masalah keturunan? Bagaimana jika aku berkata jika aku memiliki cara yang dapat membuat kakak ipar cepat hamil?" Lu Jing Yu hanya menjadi pendengar sejak awal. Sudah cukup Pei Shi Liang yang berbicara. Tidks perlu baginya untuk menambah beban bagi Yun Ying.
"Apa yang kamu katakan Putri Mahkota? tolong Katakan sekali lagi." Ketika mendengar perkataan Lu Jing Yu, Yun Ying segera menoleh dan menatap Lu Jing Yu yang tampak percaya diri.
"Aku berkata jika aku memiliki cara yang dapat membuat kakak ipar cepat hamil."
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_219🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1