Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
42. Seseorang Ingin Menangkap Lu Jing Yu


__ADS_3

Pei Zhang Xi memimpin di depan pasukan. Para perwira dan jenderal memimpin pasukan mereka. Semua orang terlihat gagah berani dan tak terkalahkan. Bergerak di depan mereka. Pasukan dengan seluncuran di kaki mereka meluncur seperti anak panah yang bergerak di atas rawa berlumpur. Pasukan di depan mereka terkejut. Pasalnya, mereka tidak menyangka jika pasukan lawan akan menggunakan rawa berlumpur sebagai jalur.


Mereka segera panik. Di seberang, mereka menyimpan akomodasi perang di sana. Mereka tidak berharap pasukan musuh dapat menyeberang rawa-rawa itu. Sudah dapat ditebak apa yang akan mereka lakukan. Tenda akomodasi mereka dalam bahaya!


Sebagian pasukan akhirnya diarahkan ke belakang untuk melindungi tenda akomodasi mereka. Dalam perang, adanya akomodasi sangat berpengaruh. posisinya hampir sama dengan markas. Jadi mereka harus melindunginya.


Namun tiba-tiba, Pasukan yang meluncur di atas rawa berhenti saat mereka sudah dekat dengan pasukan musuh. Mereka menembakkan sesuatu ke udara dan pergi segera setelah itu. Pihak musuh bahkan tidak tahu apa-apa terjadi hingga tiba-tiba tubuh mereka semua gatal.


Di dunia ini, rasa yang paling sederhana yang tidak dapat ditahan adalah rasa gatal. Meskipun itu tidak menyakitkan, tetapi hampir tidak ada yang bisa menahan untuk tidak mengharukan bagian tubuh yang terasa gatal. Dalam sekejap, suara dentingan pedang terdengar dimana-mana. Semua orang mengabaikan perang dan sibuk menggaruk dirinya apapun yang terjadi. bahkan mereka mengabaikan kulit mereka yang mulai terkelupas setelah digaruk berlebihan.


Pasukan yang ada di garis depan segera panik melihat rekan mereka yang malah sibuk menggaruk daripada berperang.


Jenderal Mu Ru Ge menggertakkan giginya. Ia baru akan memberi perintah untuk segera menyerang. Tetapi tiba-tiba ribuan panah api melesat melalui atas kepala mereka. Panah api dilontarkan dari atas bukit tak jauh dari tempat itu. Tapi bagaimana mereka bisa ada di sana? Pasukan Chu Timur juga ditempatkan di sana. Juga pasukan dengan panah. Tetapi arah sasaran mereka adalah tenda akomodasi di seberang rawa. Berarti ini bukan anak buah mereka. Gawat!


Tidak ada cara lain untuk menyelamatkannya. Panah itu lebih cepat dari gerakan mereka meskipun mereka bergegas untuk menghalau panah api, mereka tidak akan sampai tepat waktu sebelum seluruh panah api itu membekas tenda dan sekaligus isinya.


"Jenderal Mu! Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Jenderal Mu Ru Ge menatap tajam pasukan di depan mereka yang belum bergerak sedikitpun. Pasukan yang dibawa Pei Zhang Xi jauh lebih kecil dari pasukan mereka. Hal ini sudah mereka prediksi. Dalam waktu dua hari, mereka tidak bisa mendatangkan banyak pasukan di kamp sekitar untuk membantu. Apalagi, pasukan bantuan dari ibukota tiba-tiba mengalami masalah di tengah jalan dan kemungkinan besar akan terlambat. Mereka juga tahu betul penyebabnya.


Pada pandangan pertama, seharusnya sudah jelas merekalah pemenang yang akan keluar. Tapi mengapa semua jadi berantakan? Perang belum terjadi tetapi pasukan mereka sudah berkurang sepertiga. Karena alasan yang konyol! Jika dunia mengetahuinya, mereka akan ditertawakan seumur hidup mereka. Jadi jika mereka mundur, akan lebih memalukan daripada mereka menderita kekalahan.

__ADS_1


"Tidak ada cara yang lain. Kali ini kita sudah mempertaruhkan segalanya pada perang ini. Apapun yang terjadi kita harus menyerang." Jenderal Mu Ru Ge mengangkat dagunya tinggi. Mengangkat pedang di tangannya ke udara. Sebelum memberi perintah perang, ia melirik kaki tangannya dan menganggukkan kepalanya. Memberi isyarat agar rencana mereka dilakukan saat ini. Baru setelah itu Jenderal Mu Ru Ge berteriak keras dan memerintahkan perang. "Semua pasukan Serang!"


Di bawah komando Jenderal Mu Ru Ge, pasukan maju dengan panah dan tombak dengan semangat. Namun tiba-tiba, hal yang tak terduga lain terjadi. Beberapa pasukan tiba-tiba masuk ke dalam tanah. Ternyata mereka tidak menyadari bahwa tanah yang mereka pijak sebenarnya adalah rawa yang sengaja disamarkan.


Meskipun rawa-rawa itu tidak dalam, tetapi lumpur yang tebal di dasar rawa menghalangi pergerakan mereka. Tanpa bantuan orang lain yang berada di luar rawa mereka tidak akan mudah untuk melepaskan diri. Tapi dalam keadaan genting seperti itu, siapa yang akan peduli untuk meluangkan waktu untuk membatu mereka pergi? Jawabannya tentu saja tidak ada.


Kini pasukan yang tersisa sudah sebanding jumlahnya dari pasukan Pei Zhang Xi. Pasukan yang tersisa maju dan menyerang. Pei Zhang Xi mengangkat pedangnya dan memberi perintah perang.


Di kamarnya di kamp militer, Lu Jing Yu entah kenapa merasa tidak tenang. Hatinya begitu gelisah entah apa yang terjadi. Perasaannya benar-benar buruk. Xiao Bei yang sejak tadi melihat majikannya mondar mandir di tengah ruangan mulai merasa pusing karena terus mengikuti gerakan Lu Jing Yu.


"Permaisuri berhentilah mondar mandir. Hamba mulai pusing." Xiao Bei mencoba membujuk Lu Jing Yu agar berhenti. Permaisuri juga akan lelah jika terus berjalan seperti itu.


"Xiao Bei. Aku gelisah. Tolong katakan padaku jika Yang Mulia baik-baik saja." Lu Jing Yu tidak bisa menghentikan dirinya yang cemas.


Semakin memikirkannya, semakin Lu Jing Yu merasa gelisah. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing. Tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh. Untuk saja Xiao Bei cakap menangkapnya.


"Permaisuri!" Teriak Xiao Bei kaget.


"Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolongku."


"Tubuh Permaisuri lemah. Hamba akan memanggil tabib." Xiao Bei membantu Lu Jing Yu duduk di ranjang.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Xiao Bei. Aku hanya merasa pusing tadi. Sekarang sudah tidak apa-apa."


"Tapi Permaisuri..."


"Aku bilang aku tidak apa-apa. Tolong ambilkan aku hanfu pria."


"Apa yang akan Permaisuri lakukan? Permaisuri tidak berniat untuk menyusul ke medan perang kan?"


"Jangan banyak tanya. Lakukan saja apa yang aku minta."


"Permaisuri..." Xiao Bei ragu. Tapi dia masih pergi untuk mengambil apa yang diminta Lu Jing Yu.


Seseorang berjalan mengendap-endap di dalam kamp militer kerajaan Shao. Informasi mengenai Permaisuri Rui yang datang ke kamp ini sudah diketahui oleh musuh dan ingin menjadikannya titik kelemahan Pei Zhang Xi yang terkenal tanpa ampun menghadapi musuhnya di medan perang. Dan orang ini, datang untuk menangkap Lu Jing Yu dan akan dijadikan sandera untuk mengancam Pei Zhang Xi.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_41♡


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .


__ADS_2