
Berada di sisi hutan yang lain, Pei Shi Liang tidak bisa tidak mengerucutkan bibirnya dengan kesal saat melihat pria yang menunggang kuda di sebelahnya.
Mungkin itu adalah salah Pei Shi Liang sendiri karena ia tidak cepat menemukan kudanya begiti ia kembali dan itu memberi kesempatan bagi Xian Zi Xuan untuk menyandera kudanya dan memaksanya untuk masuk ke dalam timnya jika ia menginginkan kudanya kembali, jika tidak Xian Zi Xuan mengancamnya akan menjual Dark Brown yang merupakan kuda kesayangan Pei Shi Liang untuk disembelih. Akhirnya terpaksa ia mengikuti tim Xian Zi Xuan.
Xian Zi Xuan melirik dan diam-diam tersenyum melihat gadis yang menunggang kuda di sampingnya dengan bibir yang cemberut. Ia yakin gadis itu pasti sedang merutuknya di dalam hati dilihat dari matanya yang terlihat penuh kebencian.
Sementara Xian Mu Xuan malah berada di tempat yang cukup jauh dari mereka. Xian Mu Xuan tidak ingin berada satu tim dengan Pei Shi Liang begitu juga sebaliknya. Melihat kedua gadis itu berada di sisi yang berseberangan, Xian Zi Xuan segera mengiyakan proposal Xian Mu Xuan yang meminta berpisah dengan kelompok mereka. Lagipula adik tirinya itu bukannya tidak memiliki kemampuan berburu dan banyak penjaga yang mengawalnya.
Xian Mu Xuan memiliki kemampuan berburu yang cukup bagus. Tembakan panahnya cukup akurat dan juga cepat. Beberapa binatang buruan berhasil ia dapatkan meskipun hampir semuanya adalah binatang kecil seperti kelinci dan juga burung pegar. Namun bila dibandingkan dengan para gadis pada umumnya, kemampuan itu masih lebih unggul. Apalagi Pei Shi Liang kehilangan minatnya untuk berburu kali ini dan dia tidak membidik satu binatang pun sepanjang jalan.
Saat ini Xian Mu Xuan sedang bersembunyi di balik semak-semak dengan anak panah yang siap ditembakkan. Segera setelah target terkunci, anak panahnya yang tajam melesat dengan cepat. Akhirnya seekor babi hutan yang cukup besar tumbang setelah perutnya ditembus oleh panah.
"Selamat tuan Putri!" Seorang penjaga berkata dengan tulus.
"Hemp! Bawa babi itu kembali." Perintah nya dengan sombong. Ia menatap babi hutan itu dengan bangga.
__ADS_1
"Baik Putri." Para penjaga segera maju dan mengikat babi yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya untuk diikat bersama dengan binatang buruan yang lain.
"Bagaimana? Apa sudah ada yang menemukan jejak keberadaan Putra Mahkota Shao?" Tanyanya kemudian menatap semua pengawal yang mengikuti nya. Semua pengawal saling memandang.
Mereka semua datang dari Kekaisaran Shixian. Tentu saja merupakan anak buah Xian Zi Xuan. Mereka juga mengetahui keputusan junjungan mereka untuk Xian Mu Xuan. Jadi saat Xian Mu Xuan meminta mereka untuk mencari tahu lokasi keberadaan Pei Zhang Xi, mereka melakukannya namun sepakat untuk memberitahunya yang sebaliknya dengan tujuan untuk menjauhkannya. Lagipula ancaman Xian Zi Xuan pada adik tirinya itu tidak main-main. Mereka yang membantu Xian Mu Xuan pasti akan menerima akibatnya....
"Yang Mulia putra Mahkota Shao ada di bagian timur hutan Putri." Jawab kepala pasukan dengan tegas.
"Benarkah?"
"Hem... Kalau begitu kita pergi ke bagian barat." Senyum Xian Mu Xuan membuat semua penjaga terkejut. Tidak ada dari mereka yang menyangka perintah Xian Mu Xuan pada akhirnya akan menuju ke tempat Pei Zhang Xi berada yang sebenarnya.
"Kenapa kalian tidak segera naik kuda?" Xian Mu Xuan yang telah naik ke atas kuda dan membalik arah kudanya berhenti dan melirik semua pengawal yang masih belum bergerak sedikitpun.
"Em... Tuan Putri, apakah kita tidak jadi mencari Yang Mulia Putra Mahkota Shao?" Kepala pengawal bertanya penuh harap. Mereka tidak mungkin membiarkan putri manja itu menemukan Pei Zhang Xi atau mereka tidak akan bisa menjamin apa yang akan terjadi akan baik.
__ADS_1
"Tidak. Siapa yang bilang jika aku ingin menemukan Yang Mulia Putra Mahkota Shao? Kakakku yang baik telah memberikan perhatian nya padaku. Mana mungkin aku berani melewatinya? Tidak apa jika aku tidak mendapatkan banyak binatang buruan asalkan aku tidak bertemu dengan Putra Mahkota Shao. Bukankah begitu?"
"Hemm... Ya. Tapi...." Kepala pengawal itu ingin sekali mempercayai perkataan Xian Mu Xuan tetapi entah mengapa ia merasa jika sebenarnya Xian Mu Xuan sedang menipu mereka.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_206🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1