
Dalam sekejap, acara perjamuan penutupan acara penobatan Putra Mahkota berakhir. setelah orang-orang mengetahui jika kemampuan Koki Lim berasal dari Lu Jing Yu, tidak ada lagi yang membicarakan mengenai kepahlawanan Xian Mu Xuan. Bahkan Shen Li juga tidak terdengar lagi suaranya. Setelah membuat keributan di depan umun di depan Pei Zhang Xi dan tanpa sengaja telah memprovokasi Pei Zhang Xi dengan merendahkan Lu Jing Yu, tidak mungkin jika Feng Luo Cuan akan membiarkan Shen Li kembali berulah dan membuat masalah untuknya. Dan dengan ancaman yang diterima dari Feng Luo Cuan, Shen Li diam seribu bahasa duduk diam di tempatnya.
Keesokan harinya, satu persatu tamu undangan dari kekaisaran lain bergerak meninggalkan hutan. Acara penobatan telah usai, jadi secara otomatis Mereka akan kembali ke Kekaisaran mereka masing-masing. Begitu juga dengan Xian Zi Xuan.
Sebelum kepulanannya ke kekaisaran Shixian, Xian Zi Xuan menemui Pei Shi Liang di tendanya untuk mendapatkan kepastian pada gadis itu. Namun setelah mengetahui jika syarat yang diajukannya jika dirinya memang bersikeras untuk menikah dengannya, ia harus berjanji bahwa tidak akan ada wanita lain yang akan menjadi istrinya di masa depan. Meskipun Xian Zi Xuan memang tidak berniat untuk menikah dengan banyak wanita, namun tidak dipungkiri jika posisinya sebagai seorang putra mahkota yang dianggap bertaggung jawab atas kelangsungan garis keturunan kerajaan diharuskan memiliki banyak istri agar memiliki banyak peluang mendapatkan keturunan yang cakap.
Bisa saja Xian Zi Xuan langsung bersumpah saat itu juga dan denfan begitu ia dapat segera mengusulkan pernikahan untuknya, namun untuk mencegah masalah di masa depan, ia harus menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin akan timbul di istana karena syarat yang diajukan Pei Shi Liang. Bahkan bukan tidak mungkin akan ada banyak yang menentang pernikahannya. Lalu meskipun pada akirnya ia manikah dengan Pei Shi Liang, tidak ada jaminan untuk keselamatan Pei Shi Liang. Sedangkan konsekuensi Yang paling ringan, banyak orang yang akan mencari masalah dengan Pei Shi Liang setiap harinya. Jadi untuk mengantisipasi semua hal itu, Xian Zi Xuan lebih memilih kembali terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah sebelum kembali dan meminang Pei Shi Liang dengan bangga.
"Bagaimana perasaanmu?" Pei Shi Liang sangat terkejut mendnegar suara yang tiba-tiba di sebelahnya. Ia mundur dua langkah dengan kedua pipi merahnya yang nampak imut di wajahnya.
Lu Jing Yu mendengar jika Xian Zi Xuan pergi menemui Pei Shi Liang di tendanya pagi itu dan segera tertarik. Pada saat itu ia sedang bersama dengan Pei Zhang Xi untuk memberikan salam megantarkan para utusan ini di gerbang keluar hutan. Setelah mendengar laporan itu dari Xiao Bei, ia segera mencari alasan untuk pergi terlebih dahulu dan segera pergi untuk melihat-lihat.
Lu Jing Yu tidak mungkin akan secara terbuka datang untuk menguping dan mengintip, secara alami ia pergi mengunjingi Yun Ying yang tendanya berada paling dekat dari tenda Pei Shi Liang dan melihat dari sana. Dan setelah melihat Xian Zi Xuan kelar dari tenda Pei Shi Liang setelah beberapa waktu, Lu Jing Yu segera datang bersama dengan Yun Ying yang juga ingin tahu. Mereka tidak menyangka jika Pei Shi Liang pada akhirnya akan pergi dan mengantarkan Xian Zi Xuan secara diam-diam hingga pria itu menghilang di kejauhan dibawa pergi oleh kuda hitam yang gagah.
Ketika mereka mendekat, mereka mendengar jika Pei Shi Liang menghela napas dengan wajah yang sama sekali sulit untuk dibaca. Melihat Lu Jing Yu dan Yun Ying yang datang, Pei Shi Liang segera panik. Ia khawatir jika kedua kakak iparnya ini mengetahui apa yang dikatakan Xian Zi Xuan padanya. Jika mereka mendengarnya, ia pasti akan sangat malu. Oleh karena itu, tanpa dapat ia kendalikan, rona merah segera munsul di kedua pipi putihnya. Tersipu.
"Hei, kenapa wajahmu memerah? Apakah kamu demam?" Yun Ying bertanya dengan khawatir. Ia mengulurkn tangannya untuk menyentuh dahi Pei shi Liang namun reaksi yag didapatnya justru Pei Shi Liang yang kembali mundur dan menghindari setuhannya. Membuat Yun Ying mengerrutkan alisnya. Ia berpikir jika adik iparnya ini tidak menyukainya lagi.
__ADS_1
Lu Jing Yu tidak polos seperti Yun Ying yang tidak gagal memahami apa yang membuat pipi pei Shi Liang memerah di hari yang sangat sejuk. Diam-diam ia tersenyum di hatinya. Membuat matanya yang cerah tampak bersinar. Melihat senyum Lu Jing Yu, Pei Shi Liang bertambah malu dan segera, warna merah tidak hanya menghiasi kedua pipinya namun juga mewarnai seuruh wajahnya hingga ke kedua telinga. Membuat Yun Ying semakin panik.
"Shi Liang, aku akan mengantarmu beristirahat. Lihatlah wajahmu sangat merah. Demammu pasti parah. aku akan segera menemukan tabib untukmu." Yun Ying memegang lengan Pei Shi Liang untuk dibawanya pergi, tapi lagi-lagi Pei Shi Liang tidak bekerja sama dan menolak untuk pergi.
"Aku tidak apa-apa kak. sungguh." Ucap Pei shi Liang menarik tanganya dari Yun Ying karena khawatir kakak iparnya ini akan benar-benar memanggil tabib untuknya. Lalu pada saat tabib datang dan memeriksanya tidak menemukan masalah padanya, dia kan bingung mencari alasan.
"Tidak apa-apa bagaimana? Wajahmu merah dan tanganmu sangat panas. Bagaimana ini disebut baik-baik saja. Ayo, aku akan membawamu beristirahat dan memanggil tabib untuk memeriksamu."
"Tidak kakak ipar, aku baik-baik saja."
"Liang'er, jangan keras kepala. Putri mahkota kenapa kamu hanya diam saja melihat anak ini kerasa kepala? Tolong bujuk dia untuk menurut. Dengan Kondisinya saat ini harus segera diobati sebelum menjadi parah dan sulit diobati." Melihat Pei Shi Liang yang terus menolak, Yun Ying menoleh pada Lu Jing Yu yang hanya jadi menonton setia di samping. Dia tidak bisa tidak untuk merasa sedikit kesal dan meminta bantuannya.
"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin aku salah meminta tolong hanya untuk membujuknya? Apakah Putri Mahkota tidak melihat wajah merah Liang'er. Jika dia tidak diobati segera, aku khawatir keadaanya akan menjadi parah." Yun Ying menatap Lu Jing Yu bingung.
"Apa yang pelu dikhawatirkan? Wajah Liang'er memerah bukan karena dia demam. Tidak perlu diobati dan tabib bahkan tidak akan menemukan penyakitnya. Apakah aku benar Liang'er?" Lu Jing Yu tersenyum menggoda. Mengedipkan sebelah matanya.
Yun Ying akhirnya melepaskan tangan Pei shi Liang dan mulai memperhatikannya. Benar saja, wajahnya memang merah tapi tidak terlihat pucat sama sekali. Juga tidak juga terlihat seperti orang sakit. Tapi ia masih tidak bisa menebak alasan dibalik memerahnya wajah seorang gadis. Dia adalah gadis yang polos pada dasarnya, tidak pernah jatuh cinta pada laki-laki selain suaminya, ia juga tidak begitu suka bergaul dengan gadis lainnya dan lebuh suka menenggelamkan diri dengan bacaan. Jadi bahkan dia tidak menyadari jika dia juga akan memerah jika suaminya sedang menggodanya.
__ADS_1
"Aduh kakak iparku yang malang, Pei Shi Liang memerah karena dia malu telah ketahuan jika dia telah bersama dengan Yang Mulia Putra Mahkota Shixian, benar kan?" Lu Jing Yu memang tidak mengetahui apa yang terjadi, tapi ia akan segera mengetahuinya dengan beberapa trik sederhana. salah satunya adalah membuat yang bersangkutan mengaku.
"Tidak! Aku... Kami tidak." Pei Shi Liang semakin panik dan wajahnya semakin merah. Lu Jing Yu diam saja melihatnya dan malah tersenyum dengan senyuman yang aneh. Membuat Pei Shi Liang merasa bahwa mata Lu Jing Yu mengarah padanya dan sebenarnya kakak iparnya ini pasti sudah menduga hal yang salah. Jadi Pei Shi Liang berpikir jika ia harus menjelaskan nya agar dirinya tidak disalahkan pahami.
"Xian Zi Xuan datang dan berkata bahwa dia ingin melamarku pada ayah. Tapi aku sudah menolak nya." Di akhir kalimat, nada bicara Pei Shi Liang menunjukkan jika ia menolak karena terpaksa. Bukan berasal dari lubuk hatinya. Yang artinya, gadis itu juga menyukai Xian Zi Xuan. Mendengar jawaban Pei Shi Liang, Lu Jing Yu bertanya dengan setengah berteriak.
"Apa?! Kenapa kamu menolaknya?"
"Karena aku..."
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_218🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
__ADS_1
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉