
Lu Jing Yu telah menunggu Pei Shi Liang dengan tidak sabar. Saat melihat adik iparnya itu berjalan di sekitar tendanya, ia segera menyembulkan kepalanya dan dengan tidak sabar memanggilnya untuk datang.
"Ada apa kakak ipar?" Pei Shi Liang masuk ke dalam tenda dengan segera. Ia tidak pernah melihat kakak iparnya yang begitu tidak sabaran seperti sekarang ini. Pagi tadi ia mendapati kakak iparnya yang seperti tukang gosip yang dengan semangat mengorek masalah pribadi orang lain. Sekarang ia melihat jika kakak iparnya seperti anak kecil yang tidak sabar menunggu ibunya kembali dari pasar.
"Liang'er, dimana kamu mendapatkan kue-kue itu tadi?" Lu Jing Yu bertanya dengan tidak sabar setelah ia menarik Pei Shi Liang duduk di atas ranjang di tengah tenda.
"Bukankah kakak memintaku untuk membelinya di toko kue nona Lan. Ada apa kak? Apakah ada yang salah?" Pei Shi Liang mengernyitkan alisnya merasa aneh.
Lu Jing Yu awalnya hanya menyebutkan nama dengan santai setelah ia tidak sengaja membaca nama kedai di pinggir jalan. Dan secara kebetulan ia mencium aroma harum dan hangat dari aroma roti yang lezat. Jadi saat ia memutuskan pada manir terakhir bahwa ia akan membantu Xian Zu Xuan dengan itu, ia menyebutkan nama toko ini dengan sembarangan. Jadi setelah ia memberitahu pada Pei Shi Liang, ia sudah melupakannya.
"Ini... Tidak. Bahkan kue-kue itu sangat bagus. Apakah kamu tahu mengenai toko ini... Emmm.... Khususnya pemilik nya." Lu Jing Yu berkata dengan sedikit ragu.
"Yah.... Jika mengenai pemilik toko itu, Aku juga tidak mengetahui nya kak. Tetapi cara pelayanan di toko itu memang sangat berbeda dari toko lainnya." Pei Shi Liang mengetuk dagunya dan mengingat perbedaan di toko kue nona Lan yang dia lihat tadi.
"Berbeda?" Lu Jing Yu mengernyitkan alisnya.
"Ya kakak ipar. Yang paling mudah terlihat adalah bagaimana mereka melayani para pembeli. Jika di toko makanan pada umumnya para pelanggan akan duduk sementara pelayan menghampiri mereka untuk mencatat pesanan mereka. Lalu pelayan juga lah yang akan menyiapkan pesanan pelanggan dan menyediakan mereka di meja makan mereka. Tetapi pemandangan ini tidak akan terlihat di toko nona Lan ini. Karena di toko kue nona Lan justru pelangganlah yang akan sibuk dengan semuanya. Pelanggan akan mengantri untuk membuat pesanan mereka ada seorang pelayan, Setelah membuat pesanan, mereka akan membayar sekaligus. Tidak sampai di situ, para pelanggan bahkan mengambil dan membawa makanan mereka secara pribadi ke meja makan mereka. Bukankah ini sangat berbeda?" Pei Shi Liang menjelaskan pajang lebar. Dia rtidak pernah melihat cara yang begitu aneh sebelumnya dan dengan semangat mmbaginya dengan Lu Jing Yu.
__ADS_1
Sedangkan Lu Jing Yu juga mendengarkan dengan seksama dengan ekspresi yang berubah-ubah beberapa kali. Meskipun Lu Jing Yu tampak sangat penasaran, ia dengan sabara menunggu Pei Shi Liang menyelesaikan kalimatnya dan menunggunya di samping. Ia tidak menyelanya sama sekali.
"Tapi aku sama sekali tidak melihat para pelanggan yang keberatan dengan cara yang menurutku snagat merepotkan para pelanggan ini. Aku juga heran mengapa para pelanggan ini dapat dengan mudah menerima pengaturan seperti ini." Lanjut Pei Shi Liang mengerutkan keningnya.
"Menurutku cara ini cukup efektif. Dengan cara ini tidak diperlukn banyak pelayan di toko. Lalu pengeluaran untuk gaji pelayan akan ditekan sehingga kualitas makanan yang mereka jual sepadan dengan harganya. Terbukti, kue-kue yang mereka jual sangat enak. Bukankah begitu?" Lu Jing Yu menganggukkan kepalanya.
"Benarkah begitu? Apa memang sangat enak?" Pei Shi Liang yang sejak kecil telah memakan segala macamam makanan yang paling mewah di kekaisaran tidak begitu memperhatikan masalah rasa. Tetapi mendengar Lu Jing Yu yang sepertinya sangat menyukai kue-kue itu dan memujinya dengan begitu tulus, ia sedikit tertarik.
"Hem. Apakah kamu tidak membeli untuk dirimu sendiri?" Lu Jing Yu menatap Pei Shi Liang dan bertanya. Dan Pei Shi Liang menggeleng dengan cepat. Ia hanya membeli satu paket komplit. Apalagi engan pesanan khusus, yang baru dimasak dan juga hangat. Pei Shi Liang tidak akan membuat banyak permintaan yang akan membuat semuanya menjadi semakin lama.
"Huuuh... sayang sekali kamu tidak merasakannya. Semua kuenya sangat lezat." Sekali Lagi Lu Jing Yu memuji kue itu dengan mata yang berbinar. Ia memang mengakui jika kue-kue yang dijual di tko itu memang memiliki rasa yang sangat enak. Memiliki tampilan dan jenis kue tradisional yang bisa dijual di daerah itu tetapi memiliki sentuhan dan gaya kue yang dijual di dunia aslinya yang modern. Namun perpaduan itu tidak mengurangi satupun dari mereka dan bahkan membuat keduanya seperti saling melengkapi. Ia menjadi semakin penasaran dengan nona Lan ini. Apakah ia seperti yang ia duga, sama denganya yang seorang pelintas?
Setelh Pei Shi Liang keluar dari tendanya, Lu Jing Yu menoleh dan bertanya pada Chu Fei yang berdiri tidak jauh darinya.
"Bagaimana Chu Fei, apakah kamu mengetahui sesuatu?" Para pelayan biasanya akan berbincan dengan pelayan lainnya. Mereka juga terkadang pergi keluar istana untuk beberapa kepentingan, jadi mungkin saja Chu fei mengetahui sesuatu. Lagipula melihat bagaimana perbedaan toko kue dan betapa lezatnya kue mereka, tidak mungkin berita mengenai mereka tidak akan tersebar.
"Hamba mendengar pemilik kue berasal dari sebuah desa di pinggiran ibukota dan baru datang ke kota dan mendirikan tokonya satu tahun belakangan. Pada awalnya pemilik toko akan pulang pergi setiap harinya dan tidak memiliki pelayan untuk membantunya, namun setelah beberapa bulan bisnisnya berhasil dan tidak hanya mampu membeli rumah mewah di ibukota juga mendirikan banyak toko kue di beberapa tempat." Chu fei mengatakan apa yang ia dengar dari pelayan lainnya karena ia jarang keluar istana.
__ADS_1
Lu Jing Yu mendengarkan sambil mencerna informasi. Akhirnya ia berhasil mncapai satu kesimpulan, kemungkinan besar Nona Lan ini sama sepertinya. Seorang pelintas dunia.
"Chu Fei, bantu aku mengatur pertemuan dengan nona Lan. Bawa token ini dan katakan padanya untuk menemuiku di istana jika memiliki waktu senggang." Chu Fei menautkan alisnya dan menggantung tangannya yang hendak menerima token dari Lu Jing Yu. Kualifikasi apa yang dimiliki nona Lan hingga membuat Lu Jing Yu yang merupakan seorag putri Mahkota menunggu?
Chu Fei hendak menyela karena hal ini sangat tidak pantas dan tidak bisa diterima tetapi Lu Jing Yu dengan cepat memotongnya karena ia tahu jika Chu Fei pasti akan keberatan. Ia khawatir gadis itu akan merusak rencananya.
"Katakan juga padanya Burger buatannya sangat enak."
Chu Fei tidak mengerti tetapi tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan dan hanya berkata bahwa ia menerima perintah Lu Jing Yu dan akan berusaha melakukan perintah itu dengan baik.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_209🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
__ADS_1
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉