Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 132


__ADS_3

Kaisar Pei An Long menatap semua bukti yang diberikan Pei Zhang Xi padanya, juga pelayan yang menjadi saksi atas kejadian yang terjadi hari itu dengan menghela napas. Sebenarnya dia juga sudah dapat menebak siapa yang bersalah pada kejadian itu meskipun bukti-bukti itu tidak dihadapkan padanya. Tetapi untuk menghukum Zhu Man Xie yang tengah mengandung cucu kekaisaran nya, ia tidak akan bisa.


Selama beberapa bulan belakangan ini ia selalu memikirkan masalah penerus kekaisaran Shao. Sedikit bebannya sudah terangkat saat bayi Pei Zhang Xi adalah seorang laki-laki. Namun jika hanya ada satu laki-laki pada garis keturunannya, itu masih belum cukup.


Pei An Long memandang sekilas Pei Zhang Xi sebelum mengalihkan pandangannya saat ia berkata dengan tegas dan tidak memberikan kesempatan untuk menyela. "Apa yang kamu bawa ke hadapanku saat ini anggap saja tidak pernah ada. Bayimu sudah lahir dengan sehat. Lu Jing Yu juga sudah sadar. Jadi masalah ini sebaiknya dilupakan saja."


Pei Zhang Xi mendongak tidak percaya mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan semua yang terjadi?


Di depan matanya ia melihat perjuangan istrinya melahirkan bayi mereka dengan susah payah. Melahirkan ketika belum saatnya melahirkan membuat rasa sakit yang dirasakannya lebih besar dari kebanyakan wanita yang melahirkan lainnya. Bahkan karena bayi nya yang tidak bisa keluar, perut istrinya harus dibelah untuk mengeluarkan nya. Meskipun tahun Fang sudah memberinya ramuan untuk mengurangi rasa sakit, Lu Jing Yu masih harus menahan rasa sakit saat pisau tipis yang tajam itu membelah perutnya.


Pei Zhang Xi tidak berani mengingat kejadian mengerikan itu. Tetapi saat kaisar memintanya untuk melupakan semuanya, dalam sekejab ingatan yang dengan susah payah ia ingin hilangkan karena setiap kali ia mengingatnya, ia akan memiliki niat membunuh yang hampir tidak dapat ia tahan muncul di dalam pikirannya.


Sekali lagi, niat membunuh muncul di mata Pei Zhang Xi. Ia menatap Pei An Long dengan permusuhan. Siapa yang menghalanginya menghukum Zhu Man Xie harus berhadapan dengannya.


"Semoga Yang Mulia Kaisar tidak akan menyesali apa yang Yang Mulia putuskan saat ini. Permisi." Pei Zhang Xi membungkuk samar sebelum ia berbalik dan keluar dari ruang kerja kaisar tanpa menoleh lagi. Meninggalkan semua bukti yang dia bawa di ruang kerja Kaisar.


Mo Han memandang khawatir Pei Zhanv Xi yang keluar dari ruang kerja kaisar Dengan wajah yang suram. Sepertinya ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di dalam ruang kerja kaisar. Pei An Long memandang semua bukti mulai dari bukti pembelian herbal yang digunakan untuk menggugurkan kandugan. Juga beberapa surat yang dikirimkan Zhu Man Xie yang berisi perintahnya pada seseorang di dalam kediaman Rui untuk memberikan ramuan itu untuk mencelakai bayi Lu Jing Yu. Hingga dua orang pelayan yang tidak sengaja berada di dekat tempat kejaidan saat Zhu Man Xie yang dengan sengaja menarik Lu Jing Yu agar terlihat jik Lu Jing Yu lah yang mendorong Zhu Man Xie.


"Yang Mulia, apa Yang Mulia Raja Rui mendapatkan semua bukti itu?" Kasim Song yang masuk beberapa saat setelah Pei Zhang Xi keluar segera bertanya.

__ADS_1


"Ya. Anak itu memang mampu." Pei An Long menganggukkan kepalanya. "Tapi aku harus tega padanya kali ini." Wajah Pei An Long tenggelam. Hidup dalam lingkungan istana memang htus bisa menjadi kejam. Bahkan jika mengetahui hitam dan putih dengan jelas masih harus menutup matanya.


***


Di kediaman Raja Rui, Pei Zhang Xi saat ini sedang menyandarkan di bahu Lu Jing Yu yang tengah berbaring. Sebelum Pei Zhang Xi datang, bayi mereka yang masih belum diberi nama sedang tertidur setelah menyusu dari Lu Jing Yu. Tapi setelah Pei Zhang Xi datang, pria itu meminta bibi pengasuh membawanya ke kamarnya sendiri.


"Mungkin ayah Kaisar memiliki pertimbangannya sendiri." Lu Jing Yu berkata setelah mendengarkan keluh kesah Pei Zhang Xi yang tidak puas dengan sikap Kaisar Pei An Long padanya.


"Meskipun begitu tetap saja tidak dibenarkan untuk menutup mata begitu saja."


"Meskipun pada akhirnya Zhu Man Xie tidak dihukum, tetapi aku sangat bahagia mengetahui bahwa Yang Mulia bekerja dengan begitu keras untuk memberikan keadilan padaku." Lu Jing Yu berkata dengan senyum di bibirnya. Perasaan bahagianya tidak dia tutup sama sekali.


"Apa maksud Yang Mulia? Tolong ceritakan bagaimana kejadian saat itu secara lengkap?"


Lu Jing Yu terkejut saat mendengar apa yang terjadi. Ia belum mendengar apa yang terjadi setelah kejadian itu. Ia tidak menyangka jika karena kejadian itu namanya menjadi begitu buruk di masyarakat dan bahkan dimaki oleh semua orang. Yang paling membuatnya terkejut adalah bahwa semua orang tidak menyadari bahwa Zhu Man Xie sebenarnya sudah tidak hamil saat kejadian itu dan menganggap Lu Jing Yu lah yang telah membuatnya kehilangan bayi.


"Yang Mulia, apa Yang Mulia akan percaya dengan apa yang akan aku katakan?"


Pei Zhang Xi mengernyitkan alisnya bingung. "Tentu saja aku percaya. Ada apa?"

__ADS_1


"Zhu Man Xie saat kejadian itu sebenarnya tidak hamil." Pei Zhang Xi terkejut mendengar apa yang dikatakan Lu Jing Yu.


"Apa yang kamu katakan Yu'er? Bagaimana itu bisa terjadi? Tabib kekaisaran sendiri memastikan jika dia keguguran."


"Tapi aku dengan jelas mencium darah menstruasi saat Zhu Man Xie mendekat saat itu."


"Itu artinya ini memang rencana Zhu Man Xie untuk menjadikanmu kambing hitam. Dia benar-benar jahat."


"Hem.... aku takut RAJA Yuan juga tidak tahu kebenaran itu dan juga ikut menyalahkanku."


"Tidak mungkin. Meskipun Yang'er kelihatan polos, dia tidak bodoh. Takutnya dia memang sudah tahu kejahatan istrinya tetapi sengaja menyembunyikannya."


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_132♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..

__ADS_1


__ADS_2