Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
44. Pei Zhang Xi Terluka


__ADS_3

Mu Ru Ge belum pernah bertemu dengan Lu Jing Yu sebelumnya. Tetapi melihatnya berjalan di tengah medan perang, di tahun bahwa dia adalah permaisuri Rui yaang beberapa hari ini hanya dia dengan beritanya saja. Mu Ru Ge sudah membenci Lu Jing Yu bahkan sebelum mereka bertemu karena dia sudah mengetahui jika selama ini, Lu Jing Yu lah yang telah membantu Pei Zhang Xi memberikan ide untuk menghadapi serangan yang pasukannya lakukan.


Niat membunuh terpancar seketika saat melihat Lu Jing Yu. Jika bukan karena gadis ini, dia tidak akan mengalami keadaan seperti ini.


"Yang Mulia jangan dengarkan dia. Ingat apa yang aku katakan. Dia sangat licik. Dia bahkan mengirim orang untuk menangkapku di kamp." Lu Jing Yu berhenti setelah ia cukup dekat dengan Pei Zhang Xi.


"Bagaimana kamu bisa di sini?" Mu Ru Ge menatap penuh kebencian.


"Kenapa? Kamu kira kamu bisa mengancam Yang Mulia menggunakan aku? Sigh! Hanya laki-laki pengecut yang akan melakukannya."


"Kau! Beraninya kau!" Mu Ru Ge marah karena diejek Lu Jing Yu. Ia menggertakkan giginya.


"Yang Mulia tunggu apa lagi? Cepat bunuh Jenderal Mu. Dengan begitu kita akan segera mengakhiri perang."


"Tidak! Jika kalian membunuhku, pasukanku akan menyerang kalian sampai hancur."


"Pasukan mana lagi yang kau bicarakan? Apa kamu tidak melihat Pasukanmu saat ini sudah hancur? Ooh aku tahu. Pasti pasukan berani mati yang kamu sembunyikan di dalam gunung Qiuwu kan? Kamu tenang saja. Kami tidak akan membiarkan kamu sendirian di neraka."


Mendengar apa yang dikatakan Lu Jing Yu, Mu Ru Ge mengepalkan tangannya. Bagaimana mereka tahu bahwa dia masih memiliki pasukan berani mati yang dia sembunyikan di gunung Qiuwu?


Mu Ru Ge adalah seseorang yang tidak akan puas dengan apanya ia capai sebelum ia menginjak semua orang di kakinya. Saat ini, dia sedang membantu kaisar Chu Timur untuk memperluas wilayahnya. Bahkan dia sendirilah yang mengusulkan semua perang yang mereka lakukan. Tetapi sebenarnya, dia sedang membantu dirinya sendiri.


Mu Ru Ge serakah. Dan dia berniat menggulingkan kaisar dan menggantikannya. Dia membangun citra kaisar Chu Timur sebagai seorang yang gila kekuasaan. Dengan begitu, semua negara sekitar akan membencinya. Baru saat itu dia akan memberontak. Dengan pasukan yang dimilikinya, dia akan berhasil mendapatkan tahta itu.


Pasukan di gunung Qiuwu adalah pasukan yang ia bentuk sendiri dengan kemampuannya. Tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka selain kaki tangannya. Bahkan sekutunya melawan Kaisar pun tidak mengetahuinya. Lalu bagaimana gadis ini tahu?


Mu Ru Ge semakin membenci Lu Jing Yu. Tatapan nya nyalang saat memandang Wanita cantik itu.


"Yang Mulia, tunggu apa lagi? Cepat bunuh Jenderal Mu ini. Jika dia dibiarkan hidup, entah apa lagi yang akan dia lakukan."  


"Dasar wanita ja-lang. Aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku." Saat jenderal Mu Ru Ge berteriak, ia mengeluarkan sebuah belati beracun yang dia sembunyikan sebagai senjata rahasilnya. Menembakkannya ke arah Lu Jing Yu.

__ADS_1


"Argh!" Teriakan Jenderal Mu terputus saat kepalanya menggelinding di tanah.


Namun, belati yang ditembakkan jenderal Mu sudah renang dan tidak bisa dihentikan. Belati itu menggores betis Pei Zhang Xi saat ia berusaha menghadang Belati itu. Pei Zhang Xi segera roboh tepat setelah memanggal kepala Jenderal Mu.


"Yang Mulia!" Semua orang panik. Lu Jing Yu segera menghampiri Pei Zhang Xi untuk menopang tubuhnya.


"Aku tidak apa-apa." Pei Zhang Xi menatap Lu Jing Yu yang sudah menangis di depannya. "Urus sisanya." Pei ZHANG Xi memberi perintah pada Mo Han dan Mo Ting.


"Baik Yang Mulia."


Jenderal mereka sudah gugur, jadi pasukan Chu Utara bisa dikatakan kalah. Sebagian dari mereka bunuh diri. Sebagian lagi menyerah dan memilih tunduk. Mo Han dan Mo Ting mengawasi penyerahan diri para prajurit ini. Mereka berdua juga mengirim pesan pada Chu Timur tentang kematian jenderal Mu dan bukti pemberontakan mereka.


Sedangkan Pei Zhang Xi yang terluka segera dibawa kebalik ke kamp untuk diobati. Belati yang menggores kaki Pei Zhang Xi telah dilumuri racun sebelumnya dan racun itu adalah racun yang ganas. Jadi meskipun hanya hanya sedikit racun yang masuk ke dalam tubuh, Pei Zhang Xi sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri sesaat setelah ia memberi perintah.


Tabib yang ada di kamp biasanya hanya mengobati luka akibat senjata. Hanya sedikit penawar racun yang tersedia di kamp. Jadi mereka membutuhkan waktu untuk mengeluarkan racun dan menawar efek racunnya.


"Bagaimana kondisi Yang Mulia tabib?" Lu Jing Yu yang sejak awal menunggu Pei Zhang Xi di sampingnya serta bertanya  setah dokter selesai mengobati Pei Zhang Xi dan mengelap keringatnya.


"Terima kasih banyak tabib."


"Sama-sama permaisuri. Saya akan kembali dulu untuk mengobati para prajurit. Saya akan datang lagi nanti. Kemungkinan besar Yang Mulia akan demam malam ini. Jadi kita harus mempersipakan segalanya terlebih dahulu."


"Baiklah. Xiao Bei tolong antar tabib keluar."


Ruangan hening setelah Tabib dan Xiao Bei keluar. Lu Jing Yu memandang Pei Zhang Xi dengan sendu. Jika Pei Zhang Xi tidak menggunakan tubuhnya untuk melindunginya, dialah yang akan terbaring sekarang.


"Xiao Bei tolong panggil Mo Ting untukku."


"Baik permaisuri."


Pei Zhang Xi tidak sadarkan diri pov...

__ADS_1


Setelah racun berhasil dikeluarkan oleh tabib, Pei Zhang Xi sebenarnya sudah mendapatkan kesadarannya tetapi masih belum memiliki kekuatannya sepenuhnya. Ia mengetahui bahwa Lu Jing Yu menunggunya di sampingnya tapi dia tidak bisa mengatakan apapun.


Saat Lu Jing Yu memerintahkan Xiao Bei untuk memanggil Mo Ting, Pei Zhang Xi sudah memiliki firasat buruk.


"Permaisuri, Mo Ting ada di sini." Xiao Bei masuk bersama dengan Mo Ting.


"Hm. Mo Ting. Tolong tunggu Yang Mulia di sini."


"Apa Permaisuri merasa tidak enak badan?" Mo Ting merasa ada yang tidak beres. Kenapa Permaisuri malah memintanya menjaga Yang Mulia? Kenapa bukan Permaisuri sendiri?


"Yang Mulia tidak akan senang jika aku yang menjaganya. Lagipula aku tidak bisa melakukan apa-apa dibandingkan dengan kalian."


"Permaisuri...." apa yang Mulia bertengkar dengan Permaisuri?


"Xiao Bei ayo pergi."


Pei Zhang Xi, yang masih tidak bisa membuka mulutnya ingin melarang Lu Jing Yu pergi dan mengakui bahwa ia menyesal pernah membandingkan dirinya dengan penjaga tidak bisa melakukan apa-apa.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_44♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .


mohon maaf hanya bisa up satu episode. author sedang ada acara jadi repot beberapa hari ini, doakan semoga semuanya cepat selesai ya man teman 😊

__ADS_1


__ADS_2