
...Sebelum mulai membaca. Author mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi Kaum Muslimin dan Muslimat. Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita semua manusia yang bermanfaat dan selalu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Aamiin 🤲...
Selamat Membaca 😘
Menteri Ke adalah salah satu menteri yang memiliki cukup banyak pasukan di belakangnya. Di masa lalu, keluarga Ke adalah keluarga yang berbasis militer. Kakek buyut Ke Mei Jia adalah genderal besar Ke. Namun haluan keluarga Ke beralih menjadi politik pada masa kakek Ke Mei Jia. Namun meskipun begitu, masih ada beberapa anggota keluarga Ke yang masih bertahan di bidang militer dan mengambil alih tentara kediaman Ke, tentara Xun.
Meskipun sudah turun beberapa generasi, tentara Xun yang merupakan tentara keluarga Ke masih setia pada keluarga Ke dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mengakui perintah selain dari pemegang token tentara Xun. Bahkan mereka tidak akan mengakui perintah dari Kaisar Pei An Long sekalipun.
Pasukan Kekaisaran Zhao saat ini datang dengan kekutan penuh. Meskipun Pei Zhang Xi yakin jika pasukannya mampu melawan mereka, namun dalam perang masih terlalu awal untuk menentukan siapa pemenangnya. Harus selalu menyiapkan rencana cadangan dan rencana rahasia untuk menghadapi situasi terburuk.
Untuk itulah Pei Zhang Xi harus memastikan jika semua pasukan di Kekaisaran Shao berpihak pada istana dan ikut membantu pasukan melawan musuh untuk mereka. Dan jika pada saat genting seperti saat ini mereka mencari masalah dengan Ke Mei Jia, takut nya kediaman ke tidak hanya tidak bersedia membantu dengan mengerajkan pasukan Xun, namun bisa jadi mereka ikut menjadi musuh istana. Dan kemungkinan itulah yang saat ini harus dihindari terlebih dahulu. Sedangkan masalah Yun Ying, setelah masalah ini selesai, ia berjanji akan menyelesaikan nya dengan baik untuk menebus kesalahan.
Setelah mendapatkan surat dari Pei Zhang Xi, Lu Jing Yu menghela napas berat. Pei Zhang Xi memang tidak bisa membantu Yun Ying saat ini, tetapi dia bisa! Sementara ini, ia akan memerintahkan orang untuk melindungi Yun Ying sambil terus mencari bukti keterlibatan Ke Mei Jia dalam keguguran nya Yun Ying.
"Apa Yang Mulia kembali malam ini?" Lu Jing Yu bertanya pada Quan Yuan.
"Ya Putri Mahkota, Yang Mulia berkata bahwa malam ini akan kembali sebelum besok apfi bernagkat ke perbatasan." Jawab Quan Yuan dengan hormat.
"Aku mengerti. Kamu silahkan lakukan pekerjaan mu, aku akan pergi melihat Hui'er dulu. Siang tadi aku belum sempat menemaninya bermain." Ucap Lu Jing Yu sambil berdiri. Quan Yuan segera mundur dan memberi jalan setelah ia menjawab.
Pei Zhi Hui saat ini sedang belajar berjalan. Perkembangan anak laki-laki kecil itu relatif lebih cepat dari anak seusianya. Di saat bayi di usia delapan bulan masih belajar merangkak, Pei Zhu Hui justru sudah hampir bisa berjalan. Sejak Pei Zhi Hui sudah mulai berdiri dan menviba meraih benda di sekitarnya, Lu Jing Yu telah membantunya berlajar berjalan. Tindakan Lu Jing Yu diikuti oleh bibi pengasuh dan para pelayan di sekitar Pei Zhi Hui.
Seperti biasanya, halaman yang paling ramai dan ceria adalah halaman Seribu Bintang yang merupakan halaman tempat tinggal Pei Zhi Hui. Halaman seribu Bintang berada di sebelah halaman Longbai yang merupakan halaman tempat tinggal Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu. Hanya butuh beberapa langkah setelah keluar dari gerbang istana Longbai untuk sampai ke istana Seribu Bintang.
Pei Zhi Hui sedang berada di taman ketika Lu Jing Yu datang bersama dengan Chu Fei dan Xiao Bei. Ketika melihat ibunya datang, Pei Zhi Hui segera tertawa, memanggil ibunya dengan suaranya yang lucu dan berdiri dengan cepat. Bibi pengasuh juga melihatnya dan segera memegang tangan kecil Pei Zhi Hui untuk membantunya berjalan menghampiri Lu Jing Yu.
__ADS_1
"Ib-bu... Ib-bu..." Pei Zhi Hui sudah bisa berbicara beberapa kata. Namun suaranya masih belum terlalu jelas, hanya saat memanggil Lu Jing Yu saja yang jelas. Memanggil Pei Zhang Xi, Pei Zhi Hui malah masih belum pernah sekalipun. Sepertinya, bayi laki-laki itu memang tidak mau memanggil ayahnya. Karena hal ini, Lu Jing Yu seringkali tertawa bahagia ketika melihat Pei Zhang Xi yang masam karena putra mereka tidak mau memanggil nya seperti saat Pei Zhi Hui memanggil Lu Jing Yu.
"Oh Sayangku. Sini peluk ibu." Lu Jing Yu berhenti beberapa meter dari putranya itu membiarkan putranya berusaha menghampirinya meskipun sebenarnya ia sudah tidak sabar untuk datang dan memeluk putranya yang menggemaskan itu.
"Ib-bu~ Ib-bu~" Pei Zhi Hui semakin senang melihat Lu Jing Yu yang merentangkan tangannya. Bayi itu semakin bersemangat dan berjalan dengan cepat. Melihat putranya yang begitu lincah, Lu Jing Yu sangat bahagia.
Setelah hanya kurang setengah meter dari Lu Jing Yu, Pei Zhi Hui sepertinya sudah tidak sabar dan dia pun segera berlari. Melepaskan tangan bibi pengasuh dan berlari dengan mengandalkan kemampuannya sendiri.
"Wow putra ibu hebat sekali." Lu Jing Yu segera mendekap putra kesayangannya. Menepuk punggungnya hingga membuat anak laki-laki itu tertawa bahagia. Bibir kecilnya juga terus memanggil Lu Jing Yu dengan sebutan ibu. Semua orang yang melihat pemandangan ini tidak bisa tidak menghangat. Bagaimana pun, kisah tentang kasih sayang antara anak dan ibu selalu berhasil menyentuh hati.
Bahkan Xia Xi Lin yang juga merupakan ibu masih bisa tersentuh melihat kasih sayang antara ibu dan anak ini. Ia mengeratkan pelukannya pada putrinya yang usianya tidak jauh berbeda dengan Pei Zhi Hui namun memiliki tubuh yang relatif lebih kecil karena ia kurang makan di masa lalu.
"Wah sayang, berapa lama ibu tidak melihatmu sehingga kamu bahkan sudah bisa berjalan tanpa ibu ketahui. Ibu ketinggalan perkembanganmu lagi." Lu Jing Yu mengelus rambut Pei Zhi Hui yang halus. Meskipun Lu Jing Yu menyatakan kekecewaannya pada dirinya sendiri, tetapi senyum di bibirnya sangat tulus.
"Tidak putri Mahkota, sebenarnya pangeran juga baru kali ini berjalan dengan kedua kakinya sendiri. Jadi bisa dikatakan jika pangeran berjalan untuk pertama kalinya di depan anda, Putri Mahkota." Bibi pengasuh berkata sambil tersenyum lembut. Setelah menemani Pei Zhang Xi selama ini, ia memang cukup dekat dengan Pei Zhi Hui. Rasa sayangnya pada bayi yang sejak kecil diasuhnya itu telah tumbuh secara alami dan mengakar di dalam hati nya. Apalagi Pei Zhi Hui adalah tipe bayi yang mudah dirawat dan tidak mudah rewel. Sangat berbeda dengan bayi pada umumnya.
"Waah! Putra ibu memang hebat." Puji Lu Jing Yu dengan tulus. Dipuji oleh ibunya, Pei Zhi Hui sepertinya mengerti dan menjadi semakin senang. Namun setelah ia melampiaskan rindunya pada ibunya, ia segera berbalik dan mencoba berjalan mendekati Bai Mu Yue yang sednag digendong oleh Xia Xi Lin. Dia berteriak dengan keras saat ia menarik tangan Lu Jing Yu untuk membantunya berjalan.
"Eh... Aku terlalu fokus pada Hui'er hingga aku tidak menyadari jika Yue'er juga ada di sini. Sungguh aku minta maaf pada kalian berdua karena telah mengabaikan kalian." Lu Jing Yu baru menyadari jika selain Pei Zhi Hui dan para pelayan, Xia Xi Lin Dan Bai Mu Yue ada di sana. Jadi dia merasa sangat tidak enak hati.
"Salam Putri Mahkota." Xia Xi Lin segera memberi hormat dengan membungkukkan tubuhnya. "Yang Mulia Putri Mahkota tolong jangan pernah meint maaf pada hamba. Hamba benar-benar tidak pantas menarimanya. Hamba dan putri hamba mendapatkan tempat tinggal dan kehidupan yang layak semuanya karena berkat Yang Mulia." Xia Xi Lin menundukkan kepalanya.
"Ah baiklah. Berhenti membahas ini. Sepertinya anak-anak sangat akrab satu sama lainnya." Lu Jing Yu tersenyum tak berdaya. Ia segera mengubah topik pembicaraan. Jika topik pembicaraan tidak segera diganti, Lu Jing Yu yakin jik Xia Xi Lin tidak akan berhenti membicarakan hal yang membuatnya sangat tidak nyaman.
"Mm. Iya Yang Mulia. Pangeran sangat baik pada Yue'er. Padahal sepertinya usia mereka sama, tetapi pangeran sepertinya beberapa tahun lebih tua. Pangeran sangat bijaksana." Puji Xia Xi Lin tulus. Sejak ia bertemu dengan pangeran cilik itu. Entah dari mana ia melihat, ia sangat menyukainya. Bahkan jika dia diminta untuk memilih satu di antara Pei Zhi Hui dan Bau Mu Yue, putri kandungnya sendiri, ia maish belum bisa memastikan akan memilih siapa di antara mereka.
__ADS_1
Lu Jing Yu tentu saja tidak mengetahui hal itu, jika ia tahu, mungkin ia akan merasa semakin bertambah tidak berdaya menghadapi Xia Xi Lin. Lu Jing Yu juga tidak akan menyangka jika suatu hari nanti, wanita yang dengan tulus ia tolong ini melakukan sesuatu yang benar-benar tidak pernah ia pikirkan sebelumnya....
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_287🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...☘️Keistimewaan Bulan Ramadhan☘️...
... dari...
... 🌾Ali Bin Abi Thalib ra.🌾...
...🍃Malam pertama🍃...
...🌸Orang Mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti dia dilahirkan oleh Ibunya~🌸...
__ADS_1
......🍃Malam Kedua🍃......
...🌸Pada malam kedua, ia akan diampuni dan juga kedua orang tuanya (diampuni dosa-dosanya) jika keduanya mukmin.🌸...