
Kaisar masih menyimpan kesal pada Pei Zhang Xi mengenai masalah Wei Qian Nian. Meskipun pada akhirnya masalah dapat diselesaikan, itu menimbulkan banyak desas desus dan ketidakstabilan keadaan. Tetapi saat ini melihat Pei Zhang Xi yang datang dengan menuntun Lu Jing Yu dengan penuh kasih membuat hatinya sedikit lebih baik. Apa lagi setelah melihat benjolan kecil yang tampak lucu itu. Ia seperti sudah bisa membayangkan dirinya yang menggendong cucu kecilnya.
"Sudah berapa usia kandunganmu?"
"Ini memasuki bulan keempat, Ayah Kaisar." Lu Jing Yu yang menjawab.
"Bulan keempat? Kenapa sudah terlihat besar? Bukankan secara bertahap perut akan terlihat setelah memasuki bulan kelima?" Meskipun Kaisar tidak begitu peduli pada Selir-selirnya pada hari biasa, di saat mereka sedang mengandung anaknya, ia akan memberikan perhatian lebih.
"Ini karena kondisi awal Yu'er tidak stabil. Yu'er mengalami kesulitan untuk makan. Setiap makanan yang susah payah berhasil masuk seringkali lebih banyak keluar. Itu sebabnya tubuh Yu'er menjadi sangat kurus." Pei An Long memperhatikan Lu Jing Yu dan memang terlihat jelas jika Lu Jing Yu sangat kurus.
"Apa bukan karena kamu yang tidak mampu?" Setiap mendengar suara Pei Zhang Xi, Kaisar akan kesal entah kenapa.
"Tentu saja tidak. Aku sebagai suami sangat memperhatikan istriku. Aku tidak memiliki wanita lain jadi semua perhatianku adalah miliknya tidak seperti..."
"Kenapa? Apa kamu juga menginginkan Selir? Aku bisa memberikanmu beberapa." Kaisar segera memotong perkataan Pei Zhang Xi sebelum dia menyindirnya.
"Tidak tidak. Terima kasih atas niat baik ayah Kaisar. Aku tidak mampu memiliki banyak istri seperti beberapa pria di luar snaa. Aku sudah berjanji pada Yu'er akan selalu setia padanya. Jika tidak, aku akan diceraikan olehnya dan menjadi pria termiskin di dunia. Saat itu terjadi aku akan kembali ke istana untuk mengungsi."
"Enak saja. Cepat pergi sana. Aku tidak ingin lagi berbicara denganmu."
"Terima kasih AYAH Kaisar." Pei Zhang Xi terburu-buru membawa Lu Jing Yu yang bingung keluar. Lu Jing Yu baru bertemu dengan Pei An Long beberapa kali dan tidak memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh. Tetapi dia tidak menyangka bahwa Pei An Long yang seorang Kaisar akan memiliki sikap seperti ini. Lagipula di dalam novel juga tidak banyak dibahas mengenai Kaisar. Tetapi saat memberikan hukuman pada Lu Jing Yu di novel aslinya, dia pasti kejadian. Tidak disangka...
"Kakak sudah datang? Kami baru saja menemui Ibu Ratu." Pei Qin Yang yang lembut segera menyapa saat ia melihat Pei Zhang Xi da Lu Jing Yu di depan halaman ibunya. Di sampingnya, Zhu Man Xie melirik benjolan kecil itu dan mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Permaisuri Rui, bukankah kandunganmu masih berusia tiga bulan? Kenapa sudah terlihat sebesar itu?" Setidaknya kandungan sebesar itu sudah menginjak lima bulan. Apa mungkin itu bukan milik Raja Rui melainkan milik pria liar yang entah dari mana?
Tentu saja kalimat terakhir tidak ia katakan di depan umum. Tapi sejak awal suaranya yang lembut sudah diucapkan dengan keras agar semua orang memperhatikannya. Dengan begitu ia tidak perlu bersusah payah dan semua orang sudah akan memiliki penilaian mereka sendiri.
"Hati-hati dengan ucapan Permaisuri Yuan. Kondisi awal Yu'er tidak baik dan kehilangan banyak berat tubuhnya di awal kehamilan. Jadi perutnya memang sedikit menonjol. Raja Yuan, Lain kali ajari istrimu sopan santu agar sebelum berbicara dapat memperhatikan kata-katanya agar tidak menimbulkan spekulasi yang tidak benar karena ucapan yang dikatakan dengan santai." Setelah mengatakan itu, Pei Zhang Xi segera menuntun kembali Lu Jing Yu untuk segera pergi dan masuk ke halaman Ratu.
Wajah Zhu Man Xie terdistorsi. Dia tidak pernah sejak kecil dikatakan tidak memiliki sopan santun sebelumnya. Dia selalu menjadi orang yang menjadi kebanggaan semua orang di manapun ia berada. Entah itu penampilannya, bakatnya maupun sopan santunnya. Ini adalah pertama kalinya, yang paling penting adalah bahwa yang mengatakannya tidak memiliki sopan santun adalah Pei Zhang Xi yang sudah dibuangnya.
"Xie'er jangan marah. Kamu tahu sendiri sikap kakakku. Jangan terlalu diambil hati. Semua orang tahu di kekaisaran ini Xie'er lah yang paling memiliki sopan santun dan hati nurani yang bersih." Pei Qin Yang menyentuh bahu Zhu Man Xie dengan hati-hati dan menghiburnya.
"Tidak apa Yang Mulia. Aku hanya sedih karena aku tadi tidak bisa bersikap dan mempermalukan Yang Mulia." Zhu Man Xie menatap Pei Qin Yang dengan mata berkaca-kaca yang menyedihkan.
"Jangan merasa bersalah seperti itu. Kamu adalah seorang pendamping yang paling sempurna." Pei Qin Yang tidak tahan melihat Zhu Man Xie yang hendak menangis dan segera menariknya ke dalam pelukannya.
Jika Lu Jing Yu melihat hal ini, dia pasti tidak akan bisa menahan mual melihat pasangan drama yang membosankan. Juga, kesan awal Lu Jing Yu terhadap Zhu Man Xie yang merupakan tokoh protagonis wanita di dalam cerita akan segera runtuh. Dulu Lu Jing Yu selalu merasa kagum jika Zhu Man Xie muncul di dalam cerita. menurutnya, Zhu Man Xie adalah contoh terbaik bagi seorang nona muda. Jika semua nona muda berbudi luhur sepertinya, tidak akan ada keserakahan dan pertarungan yang dingin di dalam harem yang hangat.
Namun ternyata kenyataan tidak seperti yang dibayangkan.
Sayangnya, Lu Jing Yu tidak memiliki kesempatan untuk menjadi penonton drama yang menarik itu. Saat ini ia sedang menatap tangan Pei Zhang Xi yang menggenggam tangannya erat dengan perasaan yang sulit untuk dikatakan.
"Ada apa?" Pei Zhang Xi berhenti dan memandang Lu Jing Yu penuh tanya.
"Tidak. Tidak apa-apa." Lu Jing Yu menggelengkan kepalanya pelan. Ia hanya tidak percaya jika Pei Zhang Xi akan membelanya di depan Zhu Man Xie bahkan sampai memarahi wanita cantik itu demi dirinya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu cemberut? Apa kamu masih memikirkan perkataan Permaisuri Yuan tadi?"
"Tidak. Tapi...terima kasih telah membelaku tadi."
"Hem?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya bingung. "Kamu adalah permaisuri ku. Jika ada seseorang yang berniat merusak nama baikmu, aku juga tidak terima. Lagipula aku tahu betul aku sendirilah yang telah merobekmu. Menghamilimu. Yang ada di dalam perutmu ini adalah anakku. Bagaimana bisa aku membiarkan orang lain membuat keributan dengan mempertanyakan garis keturunannya?"
"Bagaimanapun terima kasih. Aku tidak salah mempercayakan hatiku pada Yang Mulia." Air mata Lu Jing Yu mengalir tanpa dapat ia bendung. Tetapi air mata ini adalah air mata bahagia.
Sejak awal ia datang ke tempat ini ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan cinta yang sangat tulus dari orang yang tidak pernah ia duga. Bahkan sempat ia ingin menjauh sejauh jauhnya demi menghindari nasib buruk. Dia juga berniat akan segera pergi begitu ia menyatukan pria ini dan juga Zhu Man Xie. Tetapi kenyataan ternyata berkata lain. Dia tahu jatuh cinta pada pria yang dengan sabar menerima kekerasan kepalaan dan ketidakpekaan dirinya.
"Apa itu artinya kamu mengakui jika kamu mencintaiku?" Fluktuasi ekspresi Pei Zhang Xi bergejolak. Matanya jelas menyiratkan bahwa dia sangat senang. Teramat senang.
Lu Jing Yu tidak berbicara atau pun menjawab sepatah katapun saat ia mengangguk dengan malu-malu dengan kedua pipinya yang memerah.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_83♡
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..