Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 224


__ADS_3

Gadis itu memandang mayat adiknya dengan iba sebelum dia melihat dirinya sendiri. Pakaiannya berantakan dengan sobekan besar di beberapa bagian. Sekujur tubuhnya terasa sakit dan perih dnegan memar biru yang menjijikkan terlihat dimana-mana. Dibandingkan bau darah adiknya, bau yang tercium dari dirinnya sediri bahkan tercium lebih kuat. Membuat dirinya sendiri membenci tubuhnya.


Dengan bodohnya ia percaya pada sekelompok laki-laki bejat itu dan memberikan harta paling berharganya pada mereka semua dengan jaminan ditukarkan keselmatan adiknya. Namun nyatanya, setelah ia tersadar dari pingsan setelah dipaksa melyani nafsu bejat beberapa orang pria itu, ia mendapai adiknya yang terbujur kaku denga keadaan yang sangat mengenaskan. Ia sangat membeci dirinya sendiri. Ia tidak hanya tidak dapat menjaga kesuciannya tapi juga bahkan gagal melindungi adiknya pada akhirnya. Memikirkan nasib buruk dan ketidakberdayaannya, Gadis itu menyeka air matanya saat ia mengambil cangkul yang tergeletak tidak jauh dari mayat adiknya yang sebelumnya digunakan untuk menggarap kebun mereka dan mulai menggali tanah untuk membuat kuburan untuk mengubur adiknya.


Setelah beberapa saat, sebuah lubang besar yang cukup dalam telah terbentuk. Dengan hati-hati, gadis itu memasukkan adiknya ke dalam lubang seakan adiknya masih hidup dan akan kesakitan denga gerakan yang sembarangan. Bahkan kaki dan legan adiknya yang telah terpotong diangkatnya dengan hati-hati. Meletakkan kedua bagian itu kembali ke tempat sebelum mereka dipotong. Setelah itu, gadis itu menutup tubuh adiknya dengan papan sebelum mengisi lubang dengan tanah hingga membentuk gundukan dengan batu nisan yang terbuat dari sebuah batu besar. Setelah memasang batu nisan, gadis itu pergi ke satu sisi halaman rumahnya dan memetik beberapa tangkai bunga yang tumbuh dengan indah di sana dan meletakkannya di atas kuburan adiknya. Menangkupkan tangannya dengan membungkuk untuk mmeberi penghormatan terakhir.


Sepanjang proses itu, gadis itu tampak tanpa ekspresi di wajahnya. Bagaimanapun, setelah mengalami kejadian yang paling menyusakkan itu, mungkin perasaan apapun itu tidak akan lagi dimilikinya. Ia seperti tubuh tanpa nyawa.


Plop....


Gadis itu berlutut di depan pusara adiknya. Berkata denan pilu. "Xiao Chen. Maafkan kakak karena kakak telah gagal melindungimu. Kakak bukanlah kakak yang baik untukmu. Tapi aku, Xia Yuan An berjanji akan menjadi kakak yang baik untukmu di kehidupan selanjutnya." Meski sebuah senyuman akhirnya terlihat di bibir pucat gadis itu, senyum itu terlihat hambar dan sinis.


Xia Yuan An berdiri setelah nya dan kembali membungkukkan tubuhnya sebelum ia berbalik dan mengambil sabit yang juga biasa digunakan di kebun. Xia Yuan An biasa menggunakan sabit untuk melakukan banyak hal dan terbiasa memegangnya setiap hari, namun kali ini, tangan yang memegang sabit itu bergetar. Bagaimanapun, ia tidak pernah menggunakan sabit itu untuk membunuh.


Ya!


Xia Yuan An ingin membunuh. Tapi orang uang dia bunuh bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri. Ia ingin bunuh diri dengan menggunakan sabit di tangannya.


Pada tahap ini, dia merasa bahwa tidak ada gunanya lagi ia hidup di dunia ini. Adik satu-satunya yang merupakan satu-satunya keluarganya di dunia ini telah tiada. Ia juga telah kehilangan kesuciannya yang merupakan satu-satunya harta yang ia miliki. Jadi lebih baik untuknya mengakhiri hidupnya yang menyedihkan ini. Berharap ia segera dilahirkan kembali dan menjadi kakak yang baik untuk adiknya. Sekaligus menjadi manusia yang lebih baik bagi dirinya sendiri.


Setelah memantapkan niatnya, Xia Yuan An mengambil napas dalam-dalam. Setelah menutup mata, ia mengangkat sabit dengan keras ke arah lehernya.


Xia Yuan An sudah bersiap dengan rasa sakit yang akan dirasakan nya dan menutup matanya lekat-lekat. Namun rasa sakit yang dia tunggu tidak juga dia rasakan meskipun ia telah menekan sabit itu. Anehnya, dia juga tidak merasakan sesuatu yang menyentuh lehernya.


Baru setelah itu ia berpikir jika dia kurang menggunakan tenaga, jadi dia menambah kekuatannya saat ia menekan sabit di depannya. Masih dengan mata tertutup.

__ADS_1


Kembali mengernyit dan menunggu rasa sakit datang. Namun lagi-lagi bukan rasa sakit yang dirasakannya tetapi suara rintihan seorang pria.


Dengan terkejut, Xia Yuan An pun membuka matanya dan melihat seorang pria yang berdiri sangat dekat dengannya.


Yang paling mengejutkan adalah, pria itu menjadikan tangannya sebagai tameng yang menahan sabit di depan lehernya.


Mata Xia Yuan An membola saat melihat banyak darah yang keluar dari tangan pria tak dikenal itu. Sabit yang dia pegang seketika terjatuh saat ia mundur dan melepaskannya. Dia menatap pria itu dengan waspada. Bagaimana pun, ia baru saja mengalami hal yang tidak mengenakkan dengan beberapa pria asing yang juga tiba-tiba menerobos masuk ke halamannya.


"Apakah begitu caramu menatap penyelamatmu heh?" Xia Yuan An terkejut.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu menghalangi ku bunuh diri?"


"Itu salahmu sendiri karena bunuh diri di saat yang tidak tepat."


"...." Xia Yuan An tidak tahu harus berkata apa. Memangnya adakah waktu yang tepat untuk bunuh diri? Apakah ada orang yang akan merencanakan bunuh dirinya secara matang?


"Ini tidak ada hubungannya denganmu. Pergilah sekarang. Aku tidak butuh kamu mengurus masalahku."


"Jika kamu bunuh diri saat aku tidak tahu, ini memang tidak asa hubungannya denganku dan bukan merupakan urusanku. Tetapi sekarang aku sudah mengetahuinya. Jika majikanku tahu bahwa aku membiarkan seorang gadis menyedihkan bunuh diri tepat di depanku dan aku membiarkan saja, aku akan segera dihabisi olehnya."


"Kalau begitu pergilah. Aku tidak ingin hidup lagi. Aku sendirian di dunia ini. Dan aku sudah hancur sekarang. Tidak ada alasan untuk ku bertahan di dunia yang kejam ini. Tidak ada!" Teriak Xia Yuan An histeris. Air mata kembali meluncur dari matanya yang putus asa.


"Kamu salah. Apa kamu pikir adikmu akan senang melihatmu mati dengan cara seperti ini? Aku yakin adikmu akan lebih tenang jika kamu menjalani hidup dengan lebih baik lagi." Pria itu merasa tangannya perih. Merobek ujung jubah luarnya dan membalut lukanya dengan sederhana. Mengernyit saat ia mengencangkan tali agar darah tidak keluar dari lukanya yang terbuka.


"Apakah itu sakit?" Xia Yuan An bertanya dengan wajah yang penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja. Dan aku dapat meyakinkan padamu bagaimana rasa sakit yang diderita adikmu bahkan ribuan kali lebih besar dari luka kecilku ini."


Mendengar perkataan pria asing ini, tangan di samping tubuh Xia Yuan An mengepal erat. Matanya memerah dengan niat membunuh yang kuat menguat dari tubuhnya ketika ia mengingat kembali keadaan adiknya yang meninggal dengan cara mengenaskan.


"Lalu, daripada kamu membunuh dirimu sendiri yang bahkan tidak ada jaminan bahwa kamu akan kembali menjadi kakak bagi adikmu, kenapa kamu tidak memilih untuk menjadi kuat dan mencari keadilan bagi adikmu?"


"Mem... Membalas dendam?" Bibir Xia Yuan An bergetar. Jauh di dalam lubuk hatinya, tentu saja ia sangat ingin membalaskan dendam untuk kematian adiknya. Jika ia bisa, ia akan membiarkan para pembunuh bejad itu merasakan penderitaan yang berkali-kali lipat dari rasa sakit yang diderita adiknya. Namun dirinya hanyalah seorang gadis biasa yang tidak memiliki kekuatan untuk itu. Ia bahkan tidak tahu kemana ia harus mencari pembunuh adiknya dan membalaskan dendamnya. Karena itulah ide itu akhirnya terpendam dan tidak tersampaikan yang malah digantikan dengan bunuh diri.


Tapi sekarang, pria asing yang baru ditemuinya ini mengingatkan nya lagi. Tapi apa?.....


"Ya balas dendam. Apa kamu tidak ingin mencari keadilan bagi adikmu dan membiarkan adikmu tenang di alam sana?" Pria itu berjalan mendekati Xian Yuan An yang tampak ragu-ragu.


"Tentu saja aku ingin. Tetapi aku bahkan tidak mengetahui siapa orang-orang itu. Meskipun aku tidak memiliki kekuatan yang besar, jika aku diberi kesempatan untuk membunuh mereka, aku tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan nya."


"Aku bisa membantumu." Mata Xian Yuan An memancarkan sinar saat menatap pria asing itu terkejut. Siapa pria ini sebenarnya?


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_224🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2