Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 298. Serangan Di Gerbang Kota Part 2


__ADS_3

Melihat trik aneh kembali merobohkan banyak pasukan mereka, Long Wei Xuan sangat marah dan dia tidak lagi memerintah melalui jenderal Rong melainkan dirinya sendiri. Ia segera memerintahkan pasukannya untuk maju. Menyerang bagaimanapun caranya. Semua orang termasuk Jenderal Rong tidak memiliki keberanian untuk tidak mengakui perintah Long Wei Xuan dan segera maju seperti yang dia katakan. Membawa tangga kembali. Menaikkan tangga untuk mangganti tangga yang telah terbakar. Bagaimanapun, minyak tanah terbatas dan pasti akan segera habis. Pada saat itu, mereka tidak akan bisa dihalangi lagi untuk naik ke atas dinding. Dengan keyakinan tersebut, semua orang menjadi kembali bersemangat dan pantang menyerah.


"Yang Mulia, kita kehabisan minyak tanah." Seorang jenderal melapor pada Lu Jing Yu.


"Hmm. Aku mengerti." Lu Jing Yu mengangguk sambil menghela napas panjang.


Menyadari tidak ada lagi minyak tanah dari lawan, Long Wei Xuan memerintahkan segera menambah tangga mereka. Dengan cepat, hampir semua pasukan maju mendekati dinding.


Melihat pasukan musuh mulai mendekat, Lu Jing Yu mengangkat tangan kanannya dan memberi isyarat pada para pemanah untuk bersiap. Di bawah, pasukan musuh juga melihat jika pasukan pemanah telah bersiap dan segera melindungi kepala mereka dengan menggunakan tameng. Meskipun kemungkinan besar mereka masih akan tekena panah tersebut, namun itu bukanlah luka yang serius.


"Jangan ragu! Cepat maju!" Long Wei Xuan berteriak dari belakang. Ia mencibir pada Lu Jing Yu. Hanya panah, bagaimana bisa mengalahkan pasukannya yang sangat banyak? Jika panah mereka habis seperti minyak tanah mereka, mereka juga akan berhenti menyerang.


"Baik Yang Mulia!" Mereka dengan tegas menjawab dan dengan cepat bergerak maju. Dengan tameng di atas kepala mereka dan pedang di tangan yang lainnya.


"Tembak!" Lu Jing Yu dengan tegas memberikan perintah. Dengan cepat, ratusan anak panah melesat di udara. Melihat ratusan anak panah yang melesat dengan cepat, pasukan musuh segera merapatkan tubuh mereka. Membuat pagar tameng untuk melindungi diri mereka saat mereka berjalan perlahan.


Tetapi entah siapa yang memulai, tameng di tangan mereka satu persatu jatuh saat tangan mereka sibuk menggaruk. Ya. Ini adalah salah satu trik yang Lu Jing Yu berikan juga. Dua jam sebelumnya, ia telah memerintahkan banyak warga desa untuk mengumpulkan daun talas yang dapat dengan mudah ditemukan di pinggir sungai hingga di pekarangan mereka. Lalu menggilingkan menjadi pasta dan memasukkannya ke dalam daun yang mereka ikatkan di ujung mata panah. Meskipun mereka tidak mengetahui untuk apa Lu Jing Yu memerintahkan hal ini, mereka tetap melaksanakannya dengan patuh. Saat ini mereka tahu apa rencana Lu Jing Yu setelah melihat bagaimana daun berisi pasta daun talas itu hancur di udara dan menghujani semua orang.


Long Wei Xuan sangat terkejut sekaligus bingung melihat hal ini. Ia tidak tahu apa yang membuat pasukannya tiba-tiba menurunkan tameng mereka dan bahkan berperilaku seperti orang gila yang tidak terkendali.


"Apa yang terjadi? Ada apa dengan mereka semua?! Katakan padaku cepat!" Long Wei Xuan berteriak marah. Ia menarik rambutnya dengan marah. Menggeram emosi menatap Lu Jing Yu yang masih tampak tenang di atas sana.

__ADS_1


"Wanita ja-lang! Berani sekali dia mempermainkanku seperti ini. Aku berjanji aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dengan mudah." Gumam Long Wei Xuan rendah saat matanya menatap tajam Lu Jing Yu yang kali ini balas menatapnya dengan tajam.


"Jenderal Long, kirim lebih banyak pasukan. Aku tidak percaya dengan pasukan sebanyak ini kita bahkan tidak berhasil menembus masuk gerbang kota." Long Wei Xuan menoleh dan berkata dengan serius pada Jenderal Rong. Kali ini ia tidak berani meremehkan pasukan lawan. Begitu juga dengan jenderal Rong yang segera mengirim pasukannya maju. Namun kali ini, ia hanya mengirim sebagian kecil saja karena ia menyadari jika pasukan musuh, tidak, lebih tepatnya adalah jebakan yang disiapkan oleh musuh tidaklah tidak ada habisnya.


Seperti yang diperkirakan oleh Jenderal Rong, pasta daun talas yang telah disiapkan akhirnya habis. Lu Jing Yu kembali menarik napas dalam. "Tidak ada cara lain lagi. Lagipula pasukan lawan telah berkurang lebih dari setengah. Perintahkan semua pasukan untuk menyerang. Namun ingat, jangan lupa untuk memperingatkan pasukan kita untuk menjauh dari gerbang kota sementara waktu." Lu Jing Yu memberi perintah pada Pengawal Lin dengan tidak lupa memberi peringatan.


"Baik Yang Mulia."


Sementara itu, di saat Lu Jing Yu sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan dan mengakahkan pasukan musuh sebanyak mungkin, ia tidak mengetahui jika putranya telah memasuki mata jahat seseorang yang telah lama menaruh dendam padanya.


Memanfaatkan keadaan yang kacau dimana-mana, Pei Zhong Min menyelinap ke dalam istana. Pada saat ini, ia telah mempertaruhkan segalanya dan tidak takut menghadapi apapun. Pada tahap tertentu, ia bahkan bahagia meskipun ia pada akhirnya akan kehilangan nyawanya asalkan ia berhasil melukai Pei Zhi Hui, putra dari orang-orang yang telah menghancurkan semua rencananya. Hidupnya! Yah. Mereka harus merasakan apa yang dia rasakan.


Namun pada saat ini, tujuan Pei Zhong Min bukan untuk membunuh Pei Zhi Hui. Itu terlalu mudah untuk mereka. Sebaliknya, Pei Zhong Min berencana untuk menculik Pei Zhi Hui. Dia akan membawanya pergi jauh dan membesarkan nya. Namun tentu saja tujuannya tidak sesederhana itu, ia akan membesarkan anak itu menjadi anak yang akan memusuhi orang tuanya saat ia dewasa dan akan melawan mereka demi dirinya. Bukankah itu rencana yang sangat hebat? Membayangkannya saja sudah membuatnya bahagia.


"Dimana kira-kira Pei Zhang Xi menyembunyikan anak dan istrinya?" Gumam Pei Zhong Min pelan sambil melirik ke kanan dan ke kiri sampai tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Selir Su. Benar. Pei Zhang Xi pasti menyembunyikan anak istrinya di tempat selir Su saat ini." Dengan keyakinan penuh. Pei Zhong Min pun pergi ke tempat tinggal selir Su tanpa ada yang curiga.


*


*

__ADS_1


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_298🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Keenam🍃...


...🌸Pada malam Keenam, Allah Ta'ala akan memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2