Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 204


__ADS_3

Sementara peburuan berlangsung, Lu Jing Yu yang sejak awal memiliki niat utuk segera menyusul Pei Zhi Hui pergi tidur justru tidak dapat memejamkan matanya sama sekali. Ia sudah berada di dunia ini selama hampir satu tahun lamanya, dan pada tahap ini ia sudah hampir melupakan masa lalunya dari mana dia berasal.


Seiring berjalannya waktu, keinginannya untuk dapat kembali ke dunia aslinya dan bertemu dengan kedua orang tua dan semua orang yang dia sayangi tanpa disadari telah menghilang. Apalagi sejak Pei Zhi Hui lahir. Secara perlahan kenangannya di masa lalu secara bertahap menghilang dan berganti dengan kenanngannya di dunia ini sepenuhnya. Ia tidak lagi mencari tahu bagaimana caraagar ia bisa kembali ke dunia asalnya.


Namun hanya karena sebuah kue yang dilihat dan dimakannya hari ini, seluruh ingatan di masa lalu tiba-tiba kemabli muncul seperti sebuah film yang diputar tepat di depannya. Tidak bisa dihindari dan memaksanya untuk mengingat semua kenangan yang dengan susah payah perlahan ia lupakan. Perasaan emosional yang datang entah dari mana membuat uluh hatinya sakit.


Meskipun saat ini ia memiliki kehidupan yang membahagiakan, namun tidak dapat dipungkiri jika ini semua bukanlah kehiduapannya, dirinya di sini hanyalah seoang pengganti asing yang datang dari dunia nyata. Ia bahkan tidak yakin sampai kapan ia akan berada di dunia ini dan terus menjadi Lu Jing Yu yang ada di novel atau apakah ia akan ditarik menghilang seperti d masa lalu entah karena apa dan oleh siapa.


Bagaimana jika dia akan kembali ditarik dari raga Lu Jing Yu suatu hari nanti?


Apakah dia rela?


Tetapi jika dia tidak kembali, bagaimana dengan keluarga dan orang-orang yang dia tinggalkan? Apakah mereka juga merasakan hal yang sama dengannya?


Namun jika dia kembali, bagaimana dengan cintanya, Pei Zhang Xi? Juga buah cinta mereka, Pei Zhi Hui yang telah dia kandung dan dia lahirkan dengan taruhan nyawanya?


Semua pikiran ini membuat pikirannya bercampur aduk.


Tetapi dari semua hal, Kejadian yang dialaminya sangat aneh dan di luar nalar. Sampai saat ini ia tidak mengetahui bagaimana ia bisa berada di tempat yang aneh ini? Jika dia mengalaminya, apakah ada orang lain yang juga mengalami hal yang sama dengannya?

__ADS_1


Pasti mungkin. Mungkin saja bukan hanya dia yang merupakan pejelajah duni sepertinya. Jika dia saja bisa mengalami hal yang tidak dapat dijelaskan dengan cara yang sangat sepele, hanya membaca sebuah buku, mungkin juga seseorang mengalami hal yang sama dengannya, melakukan hal sepele lain dan tiba-tiba Puf! Dia telah berpindah dan mnjadi seseorang yang buka dirinya di dunia yang lain seperti ini. Bisa jadi Pembuat kue itu juga! Jika tidak, bagaimana dia bisa memiliki ide untuk membuat Burger yang seharusnya tidak ada di dunia yang memiliki latar belakang Tiongkok kuno....


"Uuuh...." suara lenguhan Pei Zhi Hui membuyarkan lamunannya. ia segera menoleh dan mendapati bayinya yang sangat imut itu sedang menggeliat. Kedua matanya yang cerah terbuka lebar pada detik berikutnya. Kedua mata Pei Zhi Hui menatapnya dengan gembira. Meskipun bayi itu baru saja bangun tidur, dia sama sekali tdak terlihat seperti baru saja bangun melihat betapa semangatnya dia.


Kata orang, ibu dan anak memiliki hubugan batin yang tidak dapat dijelaskan namun sangat terasa. Keduanya seperti memiliki benang transparan yang menghubungkan mereka dan memungkinkan mereka merasakan perasaan dan suasana hati masing-masing. Mungkin karena hubungan yang tidak terlihat itu, Pei Zhi Hui dapat merasakan jika ibunya, Lu Jing Yu sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Ibunya saat ini sedang gelisah. Mata Pei Zhi Hui yang cerah pada detik berikutnya terlihat layu saat air mata mengalir dengan mulus dari kedua sudut matanya sebelum suara isakannya yang terdengar menyedihkan mulai terdengar.


"Sayang, pa ibu membuatmu takut?" Lu Jing yu segera mengangkat bayinya dan didekap di dadanya. Berusaha memberikan kehangaan dan kenyamanan untuknya. Mendengar bayinya yang menangis, ia tidak bisa membantu namun merasa hatinya ikut sakit. Ia merasa bersalah pada bayinya yang masih kecil.


Bagaimanapun, apapun yang terjadi, bayi ini adalah miliknya, darah dagingnya yang ia lahirkan dengan penuh perjuangan. Apapun yang terjadi di masa lalu, tidak seharusnya membawa dampak bagi bayinya ini. Dia adalah ibu bayi ini dan tidak ada yang bisa menyangkalnya, lagipula, di dalam novel, bayi ini tiak pernah disebutkan yang berarti bayi ini adalah milik Lu Jing Yu setelah dia berganti jiwa. Memikirkan ini hatinya sedikit lebih tenang.


"Yang Mulia, apakah pangeran menangis?" Chu Fei yang menunggu di luar masuk bersama bibi pengasuh. Lu Jing Yu dan Pei Zhi Hui berada di dalam tirai tipis yang menghalangi mereka dari luar, dan pelayan juga tidak diizinkan masuk tanpa iin dari majikan. Jadi Chu Fei dan bibi pengasuh hanya berdiri di luar tirai.


Pei Zhang Xi tidak megetahi apa yang terjadi pada Lu jing Yu saat ia pergi. Saat ini ia sedang mengarahkan panahnya untuk membidik seekor rusa jantan yang sedang memakan rumput di balik semak-semak.


Matanya yang dibingkai oleh sepasang alis berbentuk pedang yang menawan memandang rusa yang terlihat acuh namun sebenarnya selalu waspada dengan tajam. Setelah mengunci targetnya, anak panahnya yang runcing segera melesat membelah udara dengan cepat. Namun sayangnya, rusa jantan itu ternyata bergerak dengan lebih cepat saat ia mulai mengangkat kaki belakangnya dan mendorong seluruh tubuhnya untuk menjauh segera dari tempat itu.


"Sial!" Pei Zhang Xi mengumpat saat anak panahnya gagal mengenai sasaran dan malah menancap pada sebauh pohon yang ada di belakang rusa itu sebelum dia melarikan diri.


"Berikan kudaku. Aku akan mengejar rusa itu." Pei Zhang Xi menoleh pada Mo Han yang ikut mengepalkan tangannya saat melihat rusa itu melarikan diri dengan melompat ke dalam hutan.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia." Mo Han segera memberi isyarat pada penjaga yang bertugas untuk membawa kuda Pei Zhang Xi.


Setelah mendapatkan kudanya, ia seera menungganginya dan membawanya pergi ke arah dimana rusa itu pergi. Mo Han dan penjaga yang lain juga segera bergerak. amereka bertugas untuk menjaga keselamatan Pei Zhang Xi. Jadi mereka tidak boleh berada terlalu jauh dari Pei Zhang Xi.


Rusa itu bergerak dengan cepat dan dalam sekejap dia telah berada cukup jauh dri tempatnya berasal, namun meskipun begitu, Pei Zang Xi masih bisa menemukannya. Dan saat melihat rusa yang kembali berada di balik semak-semak, Pei Zhang Xi segera turun. Setelah hampir menjadi korban perburuan sebelumnya, rusa itu meningkatkan kewaspadaannya. Dia memasang telinganya lebar-lebar dan segera berhenti mengunyah setelah mendengar suara ranting kering yang tidak sengaja diinjak oleh salah satu penjaga, merasakan bahaya untuk yang kedua kalinya, rusa itu segera berlari pada detik berikutnya meskipun kali ini kecepatan larinya juh lebih lambat dri sebelumnya.


Mengetahui buruannya kabur karena anak buahnya, Pei Zhang Xi melirik kesal pada para penjaga di belakangya. Di masa lalu, penjaga yang terus mengikutinya hanya beberapa, namun setelah menjadi putra mahkota, ia masih belum terbiasa diikuti dengan banyak orang yang tiba-tiba di sekelilingnya terasa sangat ramai.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_204🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi cerita, pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2