
Suasana hati Pei Zhang Xi yang buruk masih berlanjut. Bahkan saat Lu Jing Yu berinisiatif menyuapinya buah-buahan maupun kue, Pei Zhang Xi mengunyah semua itu seperti dia sedang menunyah Nyonya Feng dengan marah. Lu Jing Yu yang duduk di sampingnya merasa hal ini sedikit lucu. Ia belum pernah melihat sisi Pei Zhang Xi yang begitu ekanak-kanakan yang akan menyimpan denda di hatinya dan melampiaskan dendamnya pada apapun yang ada di sekitarnya seakan mereka sedang memberi pelajaran pada orang yang bersangkkutan.
Memikirkan hal ini, Lu Jing Yu tidak bisa menghentikan sudut bibirnya untuk tertarik dan membuat lesung pipit di kedua pipinya terlihat. Pei Zhang Xi menyadari perubahan di sampingnya dan segera meliriknya demi melihat Lu Jing Yu dengan wajah yang memandangyna dengan berbinar. Apa yang terjadi pada istrinya? Apakah dia begitu senang jika dibandingkan dengan wanita lain?
"Apa yang kamu tertawakan?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya dan bertanya.
"Tidak ada. Hanya aja apakah Yang Mulia merasa jika YangMulia yang seperti ii terlihat sangat imut." Lu Jing Yu tidak menutupi di depan Pei Zhang Xi.
"Imut? Kekanak-kanakan?" Pei Zhang Xi menaikkan alisnya. Ia selalu merasa jika Lu Jing Yu selalu terlihat imut di matanya, dan setiap kali, hatinya akan terasa mengelitik. Namun ia tidak pernah membayangkan jika Llu Jing Yu juga kan memandangnya dengan tatapan yang menurutnya imut. sebagai seorang pria bukankah ini sangat aneh? Apalagi dengan tambahan kata kekanak-kanakan. Bagian mana yang terlihat dia bertingkah seperti kekanak-kanakan?
"Hem." Lu Jing Yu megangguk membenarkan. Namun yang tidak ia ketahui adalah bahwa Pei Zhang Xi ternyata salah memahai maksudnya.
Kekanak-kanakan yang dia maksud adalah seperti yang orang lain maksud. Yaitu orang dewasa yag bertingkah seperti anak-anak dalam hal tertentu. Seperti Pei Zhang Xi yang marah pada seseorang dan menyimpan kebencian itu dalam lalu melapiaskannya dengan cara yang mungkin tidak akan dibayangkan sebelumnya. Tetapi Pei Zhang Xi yang sejak kecil hidup dengan lurus tidak mudah mengerti hal kecil seperti ini dan mengartikan kekanak-kanakan dengan menyamakan seseorang dengan anak-anak.
__ADS_1
Wajah Pei Zhang Xi terlihat aneh saat mengkonfirmasi bahwa Lu Jing Yu menganggapnya kekanak-kanakan. Bibirnya mengerut karena ia tidak suka. Dan yang terjadi selanjutnya adalah bahwa Lu Jing Yu bahkan tidak dapat menahan tawanya. Tangannya juga secara reflek mencubit pipi Pei Zhang Xi dengan gemas.
"Jangan marah lagi." Lu Jing Yu menepuk lembut pipi Pei Zhag Xi yang baru saja ia cubit dengan gemas.
"Kamu menyebutku seperti anak kecil. Menurutmu, bagian mana yang terlihat kecil?" Rahan g Lu Jing Yu hampr jatuh sat mendengar pertanyaan Pei Zhang Xi. Apalagi saat tangan Pei Zhang Xi menarik pinggangnya mendekat sambil menghembuskan napas panas di telinganya. Membuat warna merah menjalar dari akar telinganya menyebar ke seluruh wajahnya. Terutama kedua pipi putihya yang dalam sekejap terlihat merona.
"Bukan seperti itu maksudku Yang Mulia." Lu Jing Yu menatap PEi Zhang Xi dengan mata melotot. Ia benar-benar tidak menyangka jika Pei Zhang Xi akan salah paham dan bahkan berusaha untuk menjelaskan dirinya dengan cara yang ambigu seperti itu. Saat ini mereka berada di depan umum. Berada di tempat yang paling strategis dan paling terbuka? Tidakkah dia merasa malu?
Para kasim dan pelayan yang melayani mereka sudah sejak lama menundukkan kepala mereka. Menulikan telinga mereka. Dan mengubur rasa malu jauh di dalam hati mereka. Sebagai bawahan yang sudah cukup lama menikmati makanan an-jing, mereka sudah hafal jika majikan mereka akan mengabaikan semua orang jika mereka berdua. Apalagi Pei Zhang Xi yang bahkan seperti kehilangan rasamalunya jika dia sudah menggoda Lu Jing Yu.
"Yu'er, kamu belum menjawab pertanyaanku." Pei Zhang Xi berbisik kembali di dekat telinga Lu Jing Yu. Sedangkan Lu Jing Yu masih memiliki kesadarannya. Ia mendorong Pei Zhang Xi untuk lepas darinya.
"Yang Mulia tolong hentikan. Kita di depan umum saat ini. Tidak sopan dilihat orang."
__ADS_1
Pei Zhang Xi tidak terima dan mengerucutkan bibirnya. Memeluk Lu Jing Yu semakin erat. "Untuk apa malu memeluk istri sendiri. Jika mereka mau, mereka juga bisa memeluk istri mereka. Untuk apa memikirkan prang lain?"
Haaah... lupakan saja. Jika berdebat denga Pei Zhang Xi masalah ini, sudah lama Lu Jing Yu menyadari jika ia tidak akan pernah menang. Lu Jing Yu akhirnya menyerah dan berbaring nyaman di pelukan Pei Zhang Xi.
Meskipun banyak orang tanpa sadar melirik ke arah Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu berada yang masih menebar makanan an-jing gratis di depan semua orang, mereka masih tidak bisa sepenuhnya melupakan untuk membahas beberapa masalah yang terjadi. Yang paling banyak mereka perbincangkan adalah masalah Xian Mu Xuan yang telah menyelamatkan Feng Fei Yi. Selain itu, aroma yang menggoda dari daging binatang buruan yang dibakar dengan bumbu istimewa juga tidak sedikit orang yang membicarakannya. Mereka sibuk berbicara hingga Kasim mengumumkan kedatangan Kaisar Pei An Long beserta denan ratu Zhu dan para selir.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_214🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
__ADS_1
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉