
Pei Zhang Xi menatap Lu Jing Yu dengan tatapan rumit sejak mendengar apa yang terjadi dari ibu suri. Ia merasa sangat bersalah bahwa Lu Jing Yu ternyata mengalami banyak hal itu sementara dia tidak ada. Lu Jing Yu bahkan harus berjuang sendirian untuk menyelamatkan dirinya dan bayi mereka. Seketika, Pei Zhang Xi merasa bahwa dirinya adalah suami dan ayah yang gagal yang tidak bisa diandalkan oleh keluarga kecilnya. Dia telah membiarkan anak dia istrinya mengalami hal semacam ini dan bahkan membiarkan istrinya begitu menderita.
Kejadian selanjutnya, Pei Zhang Xi benar-benar tidak dapat merasakannya. Ia tidak memiliki ekspresi saat melihat pelayan wanita itu yang mati bunuh diri. Bukan karena ia memang terbiasa melihat kematian sebelumnya, tetapi karena dia sendiri saat ini merasa bahwa dirinya lebih baik mati jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan anak mereka kali ini.
Lu Jing Yu yang berada di dalam dekapan Pei Zhang Xi merasakan tubuh Pei ZHANG Xi yang bergetar. Dia melihat tatapan mata suaminya yang kosong dan penuh rasa bersalah. Ia segera melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dan menenggelamkan dirinya semakin dalam.
"Aku tidak apa-apa. Kami tidak apa-apa. Yang Mulia tidak perlu merasa bersalah." Pei Zhang Xi menurunkan pandangannya dan melihat tatapan Lu Jing Yu yang tenang di bawah matanya. Perasaannya semakin bersalah. Bagi seorang wanita, setelah mengalami hak semacam itu pasti sangat sulit untuk bertahan. Namun istrinya ini masih tanyakan tenang seperti yang baru saja mengalahkan dua orang pelayan dalam keadaan hamil besar untuk menyelamatkan dirinya bukanlah dirinya.
"Kamu telah mengalami bahaya dan kesulitan tetapi aku tidak berada di sisimu. Maafkan aku Yu'er. Aku bukan suami yang baik untukmu." Pei Zhang Xi mengelus pipi Lu Jing Yu dengan penuh kasih sayang.
"Omong kosong apa yang Yang Mulia katakan? Justru aku mendapatkan kekuatan dari Yang Mulia dan bayi kita. Aku tidak boleh lemah yang hanya dapat mengandalkan Yang Mulia untuk melindungi diri. Hal semacam ini tidak mengenal waktu dan tempat. Jika aku tidak mampu menghindarinya, bagaimanapun Yang Mulia berusaha menjagaku, aku juga tidak akan selamat suatu saat." Lu Jing Yu berkata dengan senyum lebar penuh percaya diri. Lagipula dia sudah membaca Novel dan mengetahui apa yang akan terjadi di depannya. Jadi ia dapat bersiap menghadapi bahaya di masa depan. Seperti saat ini karena saat ini ia sudah semakin mengerti jalan cerita yang sebenarnya. Dia sudah semakin mengenal siapa lawan dan siapa kawan saat ini. Tidak seperti di masa kalu yang dia pahami secara salah.
"Bagaimanapun, aku lah yang bersalah. Aku yang terlalu ceroboh. Mulai sekarang aku akan berjanji hal seperti ini tidak akan lagi terjadi."
"Aku percaya Yang Mulia. Aku tahu Yang Mulia aman melakukan semua yang terbaik untukku kan?"
"Hem. Bagaimana kalau aku memijatmu nanti malam sebagai kompensasi karena aku telah gagal melindungimu dan membuatmu harus bersusah payah menyelamatkan diri. Aku juga akan melihat apa ada yang tidak beres dengan tubuhmu. Aku bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh."
__ADS_1
"Pemeriksaan menyeluruh apa? Jangan berbicara mesum sembarangan."
"Aku tidak berbicara mesum. Aku benar-benar khawatir terjadi sesuatu padamu. Siapa tahu kamu tidak sengaja terbentur sesuatu dan membuat luka yang kamu tidak sadari. Jadi lebih baik biarkan aku melakukannya malam nanti."
"Yang Mulia bisakah menjaga sedikit imagemu? Apa cocok saat ini membicarakan hal memalukan seperti ini di saat serius begini?"
"Kamu benar. Masalah ini harus diselesaikan dengan benar baru aku dapat memeriksamu dengan tenang malam ini." Lu Jing Yu memutar bola matanya. Mendengar nada datar Pei Zhang Xi saat membicarakan hal itu. Semakin lama ia menyadari bahwa setiap kali apa yang dia bicarakan dengan Pei Zhang Xi akan mengurus ke utusan ranjang mereka tidak peduli apa itu. Sebenarnya seberapa jauh Pei Zhang Xi yang asli telah melenceng dari sifatnya yang ada di dalam Novel?
Tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua saat ini karena semua orang terfokus pada oerkembangan kasus selain Xiao Bei yang selalu memerah bahkan meskipun ia telah berusaha menulikan telinganya dan membutakan matanya agar dia tidak terpengaruh. Tetapi pasangan di depannya ini memang terlalu romantis.
"Karena satu-satunya saksi telah tiada,kita hanya bisa mencari bukti lainnya." Kaisar menghela nafas melihat tanpa daya satu lagi mayat pelayan.
"Apa maksud ibu dengan mengatakan bahwa kita tidak perlu mencari bukti lain?"
"Ibu, menantu tahu ibu pasti sangat marah mengenai hal ini. Sekarang sudah larut, biarkan Menantu ini mengantar ibu kembali ke halaman untuk beristirahat." Ratu Zhu sudah memiliki gambaran siapa pelaku di balik semua ini meskipun ia tidak mengetahui secara pasti. Ia pasti akan memberi Zhu Man Xie pelajaran karena tidak melakukan sesuatu dengan hati-hati. Tetapi karena semua sudah terjadi dan berkembang sejauh ini, ia harus meminimalkan dampaknya. Pertama-tama ia harus membawa pergi Ibu Suri agar ibu mertuanya tidak mengetahui apa yang terjadi. Jadi dia akan secara pribadi mengantarnya kembali.
"Berhenti di sana. Kenapa? Kenapa Ratu ingin segera akau pergi dari sini? Apakah itu karena Ratu mengetahui siapa pelaku sebenarnya?" IBU Suri memicingkan matanya. Menatap tajam Ratu Zhu hingga membuat wanita nomor satu di KEKAISARAN Shao itu melangkah mundur dua langkah dengan takut.
__ADS_1
"Tidak ibu. Tentu saja menantu ini tidak mengetahuinya. Menantu hanya khawatir tentang kesehatan ibu. Besok pagi ibu berencana untuk mengunjungi kuil dewi untuk berdoa. Jika ibu tidak beristirahat dengan baik malam ini, Menantu khawatir itu akan mengganggu kesehatan ibu." Ratu Zhu segera berpikir dan berhasil mendapatkan alasan di saat-saat terakhir.
"Kesehatanku tidak bermasalah. Apalagi jika aku masih belum mendapatkan keadilan bagi cucu menentukan dan juga calon cucu buyutku, aku tidak akan dapat beristirahat dengan baik. Tetapi karena Ratu sangat mengkhawatirkan Kesehatan ibu mertuanya ini, bagaimana jika besok menggantikan aku untuk berdoa di kuil dewi selama satu minggu. Aku rasa Yang Mulia Ratu tidak akan keberatan kan?"
Ratu Zhu Menggertakkan giginya saat senyum oaksa ditunjukkan di bibirnya yang merah. "Tentu saja tidak ibu. Besok pagi, Menantu ini akan memulai perjalanan ke kuil dewi untuk berdoa meminta kemakmuran kekaisaran."
"Baguslah kalau begitu. Aku bisa tenang jika menyerahkan tugas ini pada Ratu sehingga aku dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik." Ibu Suri memiliki senyum licik di bibirnya.
Ratu Zhu yang gagal membawa Ibu Suri pergi dan malah mendapatkan hukuman darinya menjadi sangat marah. Amarahnya naik dan membuat matanya sedikit memerah. Ia melirik Zhu Man Xie dengan kesal. Jika keponakan sekaligus menantunya itu tidak terlalu ceroboh hingga rencananya bisa gagal, ia tidak harus turun tangan membantu dan imut menjadi pelampiasan amarah IBU suri.
"Bibir An, katakan semua yang kamu lihat malam ini." Suara rendah Ibu Suri mengalihkan pandangan semua orang pada sosok bibi An yang dari tadi berdiri di samping Ibu Suri.
Tubuh Zhu MAN xie bergetar. Bagaimana mungkin gini ibu suri bisa ikut campur dalam masalah ini? Dia tidak boleh hancur kali ini. Dia harus bertahan dan mendaki sampai puncak tidak peduli apapun!
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_113♡
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..