
Seorang wanita cantik menghampiri Pei Zhang Xi sambil mengelap air mata di sudut matanya dengan sapu tangannya. Hidungnya yang putih memerah setelah menangis. Pei Zhang Xi sudah mengganti seragam kerjany di biro Yunguang dengan pakaian putih seperti yang lain. Dia baru datang dan telah selesai memberi penghormatan terakhir sebelum berdiri di samping Pei Qin Yang yang tampak tegar.
"Salam Yang mulia putra mahkota." Wanita itu membungkuk hormat.
"Bangunlah Selir Yue." Salah satu selir Pei Qin Yang. Dia juga masuk ke istana bersama dengan Ratu Zhu dan selir Su serta tiga selir lainnya.
"Yang Mulia, jika tidak keberatan hamba ingin menanyakan sesuatu."
"Tentang apa?"
"Mohon maaf Yang Mulia, hamba mendengar jika anda lah yang memeriksa kematian nona Zhu."
"Ya. Lalu?"
"Begini, Hamba benar-benar penasaran apakah kematian ini wajar atau disengaja oleh seseorang?"
"Memangnya kenapa?" Pei Zhang Xi mengernyitkan alisnya.
"Yang Mulia, nona Zhu memang baru saja menerima hukuman. Tetapi hukuman itu hanyalah dua puluh kali cambukan. Jika dengan dua puluh kali cambukan bisa membuat seseorang meninggal,,..." Semua orang melirik ke Selir Yue. Mereka semua juga penasaran dan memikirkan hal yang sama. Apalagi selir Yue adalah seorang selir yang mengerti sedikit banyak tentang pengobatan.
__ADS_1
"Seperti nya selir Yue memiliki pendapat mengenai masalah ini. Tolong beri aku penjelasan."
"Hamba melihat di leher nona Zhu ada lubang yang mirip dengan lubang jarum. Hamba tahu jika hanya dengan jarum saja tidak akan dapat membunuh seseorang. Tetapi setelah kejadian putri mahkota di istana hari itu, pandangan hamba mengenai jarum berubah total. Entah bagaimana putri mahkota membunuh dengan menggunakan jarum, tapi hamba merasa putri mahkota pasti sangat ahli melakukan nya."
"Jadi, apakah Selir Yue menuduh permaisuri ku yang membunuh Nona Zhu?" Alis Pei Zhang Xi merapat saat ia mendengar apa yang dikatakan Selir Yue. Ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya, tetapi saat seseorang dengan sengaja menuduh Lu Jing Yu berbuat kejahatan di depannya membuat hatinya merasa sakit.
"Tidak tidak. Hamba tidak berani. Hanya saja hamba hanya berpikir, siapa lagi di kekaisaran ini yang memiliki kemampuan membunuh menggunakan jarum selain putri mahkota?" Selir Yue mengelak dengan cepat. Tetapi tidak lupa memberikan umpan sebelumnya.
"Kematian nona Zhu memang disengaja. Tapi bagaimana selir Yue dapat menyimpulkan jika orang itu menggunakan jarum untuk membunuh Nona Zhu? Luka bekas jarum di leher seorang wanita bukanlah hal yang aneh ditemui. Seorang wanita memakai berbagai macam hiasan yang menggunakan jarum atau sesuatu yang memiliki ujung runcing seperti jarum yang sering tanpa sengaja melukai lehernya. Jadi apa yang membuat selir Yue begitu yakin jika jarumlah senjata yang digunakan untuk membunub nona Zhu?" Pei Zhang Xi menyipitkan matanya menatap Selir Yue dengan curiga.
Selir Yue meraba lehernya sendiri tanpa sadar dan baru menyadari memang di lehernya ada bekas luka yang disebabkan jarum.
"Aku... Aku... Aku hanya menebak saja. Aku tidak.. aku tidak..." Selir Yue langsung panik. "Aku hanya sangat penasaran dengan kemampuan Putri mahkota. Aku hanya berkata sekilas saat mengingat kemampuan hebat putri Mahkota. Aku tidak berkata jika nona Zhu dibunuh oleh orang dengan menggunakan jarum."
"Aku... Aku tidak gugup. Aku hanya merasa takut mengingat kematian nona Zhu yang misterius."
"Baiklah anda tidak gugup. Tapi sebanarnya tebakan selir Yue benar. Nona Zhu dibunuh dengan menggunakan jarum oleh seseorang."
"Ah!" Pekik semua orang terkejut. Mereka semua melihat ada bekas jarum di leher Zhu Man Xie dan mulai memikirkan kemungkinan tentang cara pembunuhan yang sama dengan yang pernah Lu Jing Yu lakukan. Lalu semakin yakin saat mendengar apa yang dikatakan Selir Yue pada semua orang sebelum Pei Zhang Xi datang.
__ADS_1
"Lalu... Siapakah yang membunuhnya? Di kekaisaran ini siapa lagi yang memiliki kemampuan membunuh seseorang dengan menggunakan jarum?" Diskusi kembali terjadi. Pembicaraan mulai berkembang menjadi tak terbatas masalah pembunuhan yang menjadi kasus pertama.
"Memiliki kemampuan seperti ini sangat menakutkan. Jika dapat melatih satu pasukan yang mampu melakukannya, pasti akan menjadi pasukan tangguh yang tidak terkalahkan."
"Itu benar. Putri mahkota sudah pernah membunuh orang dengan cara itu. Jika putra mahkota..." Selir Yue hanya diam memperhatikan perkembangan yang terjadi. Namun hatinya tersenyum puas setelah mendengar ke arah mana pembicaraan mengarah. Sesuai dengan yang ia harapkan.
Apapun statusnya, kejahatan pemberontakan tidak dapat dimaafkan. Meskipun pemberontakan itu dilakukan oleh seorang putra mahkota yang kelak akan menjadi kaisar, memberontak juga tidak dibenarkan. Bahkan jika seseorang memiliki sesuatu hal yang mengarah pada kejahatan pemberontakan, hal ini juga tidak dapat dibenarkan.
"Ssst.... Hati-hati. Jangan bicara macam-macam."
"Tapi aku benar-benar penasaran siapa orang yang begitu hebat itu."
"Kenapa ribut sekali di sini? Apa tidak ada lagi yang memandang keluarga Zhu sehingga semua orang mebuat ribut pada saat upacara penghormatan bagi anggota keluarga Zhu?" Suara Zhu Yao Yan membuat semua orang diam seketika. Mendengar nama keluarga Zhu saja membuat semua orang menjaga diri apalagi jika yang bersangkutan adalah Zhu Yao Yan yang merupakan kepala keluarga Zhu yang sangat dihormati.
Zhu Yao Yan tidak memperpanjang masalah dan mengangguk samar pada Pei Zhang Xi sebagai isyarat. Wajahnya yang datar seperti biasanya memiliki riak di matanya yang terlihat menyimpan emosi. Pei Zhang Xi mengangguk sebagai gantinya.
*
*
__ADS_1
~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_144#~
Please like, share, vote and comment 😊