
Meskipun sebelumnya mereka semua enggan untuk makan, nyatanya setelah mereka merasakan makanan yang awalnya membuat mereka jijik malah hampir membuat mereka kehilangan diri. Mereka tidak menghentikan gerakan sumpit mereka untuk memasukkan makanan ke dalam mulut untuk mengisi perut. Bahkan, mereka tidak menyadari bahwa makanan yang berada di depan mereka telah habis. Tidak kekurangan akal, pinggiran yang awalnya mereka sisihkan karena tampilannya yang gosong pun tidak luput dari sumpit mereka. Beberapa dari mereka yang memiliki keberanian bahkan meminta pelayan untuk menyajikan makanan pada mereka lagi. PAra wanita dan gadis-gadis juga mulai makan dengan lahap.
Kaisar Pei An Long yang juga menyadari tatapan aneh semua orang pada awalnya mengangkat dagunya tinggi saat melihat wajah mereka. Kaisar Pei An long sendiri juga pernah menglami seperti yang dialami orang-orang ini saat ia pertama kali melihat masakan yang aromanya tanpa sadar memasuki halaman ibu suri. Namun setelah ia merasakannya sendiri, ia sangat terkejut dengan rasa masakan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dimana daging yang garing di luar dan lembut di dalam. Juga dengan perbaduan berbagai rempah-rempah yang kaya dan saling melengkapi.
Untuk mengizikan koki pribadi Pei Zhang Xi memasak di acara perjamuan juga bukan hal yang mudah. Setidaknya, mereka berharga beberapa tanaman herbal langka yang berharga, mutiara dan juga emas. Meskipun pada akhirnya ia hampir menjatuhkan dagunya saat mengetahui jika ternyata hampir semua koki dan tukang masak di istana bisa memasak masakan yang mirip setelah diberitahu resepnya sebelumnya, namun melihat tatapan semua orang malam ini, rasa kehilangannya segera tergantikan.
"Yang Mulia, hamba benar-benar memberikan ingin memberikan penghargaan pada juru masak malam ini. Yang Mulia sungguh memiiki orang-orang yang sangat berbakat." seorang pria paruh baya yang merupakan utusan dari kekaisaran tetangga berkata setelah ia mengisi perutnya hingga berbentuk bulat. Wajahnya dipenuhi dengan kepuasan. Tidak diragukan lagi bahwa makanan malam ini adalah makanan yang paling lezat yang pernah ia rasakan.
"Benar. Juru masak Anda benar-benar membuat kami iri. Yang Mulia sangat beruntung dapat merasakan masakan yang begitu lezat setiap hari." Seorang pria paruh baya lainnya ikut menanggapi.
"Hahaha. Tuan-tuan bisa saja. Namun sayangnya keberuntungan itu juga bukan milikku. Koki utama perjamuan malam ini adalah koki pribadi Putra Mahkota." Kaisar Pei An Long berkata sambil menghela napas. Jika ia bisa, ia juga akan menarik koki itu untuk memasak untuknya setiap hari. Namun seperti apapun ia berusaha, ia masih belum tidak bisa membuat koki itu melayaninya secara pribadi.
Bukankah hanya untuk memasak di acara perjamuan harga yang harus dibayarkan juga sangat tinggi, bagaimana dengan harga untuk menjadikaknya koki pribadinya? Apakah ia harus mengosongkan semua isi perbendaharaan kerajaan hanya untuk memuaskan lidahnya? Memikirkannya saja membuatnya merasa berat. Tiba-tiba aisar Pei An Long merasa jika makanan yang ada di depannya adalah makanan berharga yang sangat mahal.
"Wah! Hamba benar-benar tidak menyangk sebelumnya. Yang Mulia Putra Mahkota, Hamba benar-benar iri." Pria paruh baya itu berdiri dan menangkupkan tangannya. Memberikan hormat.
__ADS_1
"Terima kasih atas pujian Tuan Wen." Ucap Pei Zhang Xi singkat.
"Putra Mahkota Shao, saya penasaran apakah anda mengizinkan saya untuk melihat koki yang hebat itu? Hamba ingin memberikan hadiah padanya." Seorang pria paruh baya lainnya yang merupakan adik dari salah satu kaisar Kekaisaran tetangga berbicara dengan hormat.
"Raja Hong tidak perlu sungkan. Bukankah hanya makanan? Bukan sesuatu yang penting hingga harus mendapatkan hadiah." Yang menjawab bukanlah Pei Zhang Xi melainkan Ratu Zhu.
Sudah sejak lama sejak ia membenci Pei Zhang Xi dari tulang sumsumnya. Dan kebencian itu terus bertambah dari waktu ke waktu. Menumpuk dan hampir membentuk gunung yang akan meletus kapan saja. Ia mengetahui jika putra kesayangannya telah bekerja keras untuk mengatur acara agar acara hari berjalan dengan baik, namun pada akhirnya tidak satupun yang peduli dengan jasa putranya. Jadi mengapa hanya seorang pelayan rendahan yang hanya bertugas menyiapkan masakan pantas mendapatkan hadiah dan pujian yang berlimpah? Dan yang paling penting adalah dia, berasal dari pihk Pei Zhang Xi!
"Salam Yang Mulia Ratu. Saya setuju dengan Yang Mulia mengatakan bahwa masalah ini memang sangat sederhana, bagaimanapun hanyalah makanan. Namun, hamba sangat menghargai bakat apapun itu. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, saya memiliki masalah dengan nafsu makan saya hingga membuat saya terkadang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Berbagai cara telah saya lakukan untuk mengatasinya, namun semuanya berakhir gagal. Namun secara ajaib, untuk pertma kalinya sejak beberapa tahun yang lalu, saya merasa sangat bernafsu makan bahkan tidak sabar untuk segera makan hanya denan mencium aromanya saja. Untuk itulah saya ingin memberikan penghargaan atas itu. Selain itu, saya berharap jika sang koki bersedia untuk megajari juru masak saya. Jadi manurut saya hal ini sangatlah penting." Jelas raja Hong. Tubuhnya memang terlihat kurus. Dan meskipun matanya terlihat tajam, kedua mata itu cekung.
"Terima kasih Yang Mulia Ratu." Raja Hong menganggukkan kepalanya.
"Putra Mahkota, kenapa tidak segera panggil koki itu datang?" Ratu Zhu mengalihkan pandangannya pada Pei Zhang Xi yang sejak awal hanya mendengar keduanya.
"Tentu saja Ibu." setelah berkata, Pei Zhang Xi memberi isyarat pada Mo Ting untuk memanggil koki dari dapur.
__ADS_1
Mereka tidak menyadari bahwa pada saat mereka sedang sibuk membicarakan masalah masakan dan juru masak di dalam hutan, di dalam hutan yang lain yang berada jauh di perbatasan, sebuah pesta lain juga dilakukan dengan meriah. Aroma arak menari di udara. Tarian para gadis cantik dengan penampilan eksotis memanjakan setiap mata kaum laki-laki. Di dalam tenda besar yang hangat, pesta yang merupakan pesta perayaan kerjasama antar dua kelompok dilakukan dengan meriah.
Dua pemimpin dari masing-masing kelompok duduk di du sisi yang berlawanan yang dibatasi dengan sebuah ruang terbuka dimana para penari yang cantik menari dengan lincah di sana. Karena lokasinya yang berada jauh di kedalaman hutan, selain emreka yang terlibat dalam kesepakatan kerjasama tidak ada yang mengetahui bahwa di tengah hutan yang lebat sedang diadakan perayaan yang meriah.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_216🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1