
Mo Han datang untuk memanggil Pei Zhang Xi sesuai dengan perintah Kaisar malam harinya. Saat itu Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu sedang membicarakan masalah kincir air bersama dengan Mu Lan Feng. Lu Jing Yu menjelaskan cara kerja dan hasil yang akan dicapai dengan menggunakan kincir air. Mendengar penjelasan Lu Jing Yu, gilmmers menari di mata Mu Lan Feng yang tampak penasaran.
Gambar yang dilukis oleh Lu Jing Yu sangat jelas dan mudah dipahami. Dengan melihatnya saja Pei Zhang Xi dan Mu Lan Feng dapat membayangkan cara kerja alat yang belum pernah mereka lihat hanya dengan melihat gambar dan penjelasan rinci dari Lu Jing Yu. Dalam sekejap kedua orang itu setuju untuk membuat kincir air seperti yang direncanakan sebelumnya.
Mu Lan Feng akan segera memanggil ahli kayu untuk membantu mereka bekerja. Mereka tidak mungkin membuatnya asal-asalan tanpa pengamalan meskipun ada penjelasan yang rinci. Tetap harus dikerjakan oleh ahli agar tidak menemui kesulitan dan kesalahan dalam proses pembuatannya.
Mo Han datang saat rencana matang sudah dicapai. Melihat Mo Han Datang, Mu Lan Feng pamit undur diri. Lagipula urusannya di tempat itu sudah tidak ada lagi.
"Yang Mulia hamba datang dengan membawa perintah dari Kaisar." Mo Han datang dan melapor.
"Kita bicara nanti." Melihat wajah Mo Han yang tegang membuat Pei Zhang Xi menjadi serius."Yu'er aku akan mengantarmu ke kamar dulu." Pei Zhang Xi menoleh dan menatap Lu Jing Yu meminta pengertian.
"Tidak perlu mengantarku Yang Mulia. Yang Mulia lanjutkan saja pekerjaan yang Mulia. Aku akan ke kamar bersama dengan Xiao Bei saja."
"Baiklah. Yu'er terima kasih."
"Hemmm." Lu Jing Yu berdiri dan keluar bersama dengan Xiao Bei.
Pei Zhang Xi yang awalnya memiliki pandangan lembut di matanya tiba-tiba menjadi menyeramkan saat ia berbicara dengan Mo Han.
"Ada apa?" Suara tegas Pei Zhang Xi terdengar.
"Jenderal Wang dibunuh dengan cara ditusuk di bagian dadanya. Beberapa luka memar juga ditemukan seluruh wajahnya. Putri Wei Qian Nian diduga kuat sebagai pelakunya karena mayat JENDERAL wang ditemukan di kamarnya. Saat itu Jenderal Wang juga sedang mengunjungi kamar sang putri." Mo Han menjelaskan semuanya dengan jelas.
"Lalu dimana putri Chu Timur itu sekarang? Apa dia kabur?"
"Ya Yang Mulia."
__ADS_1
"Dari kediaman Jenderal Wang?"
"Benar Yang Mulia."
"Mampu kabur tanpa ketahuan dari kediaman Jenderal Wang ada dua kemungkinan. Yang petama adalah bahwa orang itu sangat hebat. Dan kemungkinan yang kedua adalah ada pihak lain yang membantunya." Pei Zhang Xi mengerutkan keningnya berpikir.
"Itulah sebabnya Yang Mulia diperintahkan untuk segera kembali untuk mengurus masalah ini. Kaisar meminta masalah ini diusut sampai tuntas. Tentara di bawah komando Jenderal Wang sangat setia. Takutnya jika masalah ini tidak ditangani dengan baik takutnya akan menyebabkan ketidaksenangan dari para tentara yang dapat menimbulkan pemberontakan." Mo Han menjelaskan.
"Aku mengerti. Aku akan kembali setelah memastikan keselamatan Yu'er di sini. Putri ChunTimur dihukum juga sedikit banyak ada hubungannya dengan kami. Aku yakin dengan sifatnya, ia tidak akan melepaskan dendam ini dengan mudah."
"Baik Yang Mulia." Pei Zhang Xi segera kembali ke kamar setelah itu. Di kamar, Lu Jing Yu juga tidak bisa tidur. Mereka sudah mendapatkan izin untuk pergi ke bungalow Heaven lake untuk berkunjung. Lagipula setelah mendapatkan hadiah ini Lu Jing Yu belum sekalipun melihatnya. Jika Kaisar ternyata meminta Mo Han untuk menyampaikn pesan secara langsung pada Pei Zhang Xi artinya memang ada hal yang mendesak yang harus ditangani langsung oleh suaminya.
"Kamu belum tidur?" Ucap Pei Zhang Xi ketika ia baru masuk ke dalam kamar. Lu Jing Yu yang sudah merebahkan diri dengan membelakanginya berbalik. Matanya terlihat mengantuk tapi keningnya berkerut memikirkan banyak kemungkinan.
"Aku tidak bisa tidur." Lu Jing Yu menarik tubuhnya menjadi setengah duduk. Bersandar pada kepala ranjang. Pei Zhang Xi menghela napas. Lalu ia baik di atas ranjang tanpa melepas jubah luarnya menyiramkan bahwa ia akan segera pergi.
"Yang Mulia akan pergi?" Lu Jing Yu menengadahkan kepalanya.
"Kenapa? Apa karena ayah Kaisar akan mengirim selir untuk Yang Mulia dan Yang Mulia takut aku menghalangi lalu menghancurkan di sini?" Tanya Lu Jing Yu emosi.
"tidak Yu'er tidak. Ini demi kebaikanmu." Wajah serius Pei Zhang Xi membuat Lu Jing Yu ikut merasa panik.
"Apa yang terjadi?"
"Jenderal Wang dibunuh dan putri Chu Timur yahh diduga kuat sebagai pembunuhnya melarikan diri dan belum ditemukan sampai sekarang."
"Apa? Jenderal Wang yang itu?"
__ADS_1
"Iya. Aku khawatir masalah ini tidak sesederhana yang terlihat. Keamanan di kediaman jenderal Wang sangat ketat. Sangat sulit menerobos ke sana. Siapapun yang masuk tidak akan bisa keluar tanpa izin. Kemampuan Putri Chu Timur tidak sehebat itu untuk keluar dari kediamannya itu sendirian. Pasti ada pihak lain yang membantunya. Itulah kenapa kita harus berhati-hati. Bagus kamu ada di sini. Kepergian kita ke tempat ini juga dirahasiakan. Sampai situasi tenang dan aman, akan lebih baik kamu berada di sini." Pei Zhang Xi menjelaskan keadaan sambil mengelus kepala Lu Jing Yu dengan lembut.
"Aku mengerti Yang Mulia. Jika ini memang yang terbaik, aku akan menuruti pengaturan yang diatur oleh Yang Mulia." Lu Jing Yu menundukkan kepalanya. Mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang. Saat ini bukan hanya dirinya yang ada dalam bahaya. Tetapi anak yang ada di dalam kandungannya. Jadi meskipun enggan ia harus tetap bertahan.
"Aku akan menemanimu sampai kamu tidur. Istirahatlah dengan baik. Jaga dirimu dan bayi kita hem?"
"Jangan bicara seperti itu Yang Mulia. Atau aku akan merasa Yang Mulia akan pergi lama. Yang Mulia tidak akan meninggalkanku lama kan?"
"Tidak. Maafkan aku. Aku hanya terbawa suasana. Kita tidak pernah terpisah sebelumnya. Seharipun tidak pernah. Saat ini tiba-tiba aku harus meninggalkan kalian berdua di sini. Tapi mau bagaimana lagi."
"Kau mengerti Yang Mulia. Aku akan menjaga kain berdua dengan baik di sini. Yang Mulia tenang saja. Kami akan baik-baik saja saat Yang Mulia datang menjemput kami nanti. Jadi berjanjilah untuk segera kembali."
"Terima kasih Yu'er. Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu. Aku berjanji akan segera datang dan menjemput kalian." Pei Zhang Xi mengecup kepala Lu Jing Yu. Tangannya juga mengelus perut Lu Jing Yu yang semakin terlihat besar.
"Hem."
"Sudah malam. Tidurlah dulu." Pei Zhang Xi menarik Lu Jing Yu ke dalam pelukannya. Meletakkan kepala Lu Jing Yu di atas lengannya.
Tak berapa lama Lu Jing Yu sudah tertidur. Pei Zhang Xi perlahan-lahan memindahkan kepala Lu Jing Yu di atas bantal sebelum ia turun dari ranjang dengan sangat berhati-hati untuk meminimalkan suara dan gerakan yang ia timbulkan. Pei Zhang Xi membungkuk untuk mencium kening Lu Jing Yu lama sebelum mencium perut Lu Jing Yu sebelum akhirnya ia keluar dari kamar dengan menutup pintu dengan pelan.
Setelah Pei Zhang Xi keluar kamar, Lu Jing Yu dengan perlahan membuka matanya seiring jatuhnya air mata dari kedua matanya yang sembab. Perpisahan ini.... tidak pernah ia sangka akan sangat menyakitkan.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_96♡
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..