Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 154


__ADS_3

Malam ini berbeda dengan malam lainnya. malam ini keadaan mencekam memberikan rasa mencekik yang sangat menakutkan. Suara angin malam yang berhembus perlahan bahkan menimbulkan ketakutan tersendiri. Suara binatang malam yang terdengar di sepanjang lorong-lorong di dalam istana seperti suara kematian yang mengiris hati.


Selir Yue duduk gemetar dengan pakaian serba putih tanpa corak di tubuhnya. Bahkan ruangan yang digunakan untuk melaksanakan hukuman juga merupakan ruangan khusus dengan dinding berwarna putih tanpa ornamen apapun yang tanpa sadar akan memberikan tekanan tersendiri pada orang yang berada di dalamnya. Para pelayan yang melayani di paviliun nya sudah dihukum pukulan papan sesuai dengan tingkat kesalahan mereka. Pelayan yang paling dekat dan setia padanya bahkan menerima hukuman pukulan papan hingga mati.


Setelah ratu Zhu mengambil alih kasus perselingkuhan selir Yue, ,saru persatu kesalahan salah satu wanita kaisar itu mulai terbongkar. Namun kejahatan seorang selir yang berselingkuh tidak bisa disebarkan Demi menjaga reputasi baik Kaisar, kejahatan seperti ini tidak bisa diekspos secara umum.


Semua orang yang hadir dalam pemakaman Zhu Man Xie semuanya adalah para pejabat dan bangsawan yang mengetahui peraturan tidak tertulis ini. Secara alami mereka akan menutup mulut mereka jika mereka masih menginginkan kehidupan yang makmur di dalam kekaisaran.


Nantinya selir Yue akan dilaporkan mati karena sakit mendadak. Sedangkan pelayannya bunuh diri demi kesetiaan. Jadi tidak akan ada berita yang menyebar di masyarakat yang akan mengatakan jika Kaisar yang agung sebenarnya telah dihianati oleh selirnya atau akan sangat memalukan jika berita ini sampai menyebar.


Di depan ruangan, ratu Zhu dan beberapa selir dengan status yang lebih tinggi duduk menyaksikan bagaimana selir Yue akan menerima hukumannya. Hal ini juga sebagai pengingat bagaimana jika seorang wanita Kaisar melakukan kesalahan. Hukuman Harem akan tetap berlaku.


"Selir Yue, kamu memiliki satu kesempatan untuk meminta sebuah keinginan." Suara ratu Zhu yang rendah namun mendominasi. Tatapan matanya jelas menujukkan ejekan pada salah satu wanit suaminya itu.


Selir Yue mendongak dan bertemu dengan mata Ratu Zhu. Kebencian jelas terlihat di matanya yang merah. "Biarkan aku bertemu dengan Yang Mulia." Bibir pucat Selir Yue tersenyum. Sebuah harapan muncul di matanya.


"Tidak mungkin. Tidak layak bagi pendosa seperti dirimu untuk bertemu dengan Yang Mulia." Ratu Zhu berkata dengan acuh.


Sudah biasa jika para selir yang akan mendapatkan hukuman akan meminta permintaan seperti itu. Mereka akan selalu delusi bahwa mereka akan bisa merayu Kaisar sehingga mereka dapat terlepas dari hukuman. Namun yang mereka lupakan adalah bahwa mereka bukanlah satu-satunya wanita yang dimiliki oleh Kaisar. Sebagian dari mereka bahkan tidak memiliki tempat di dalam hati Kaisar hingga mereka merasa kekurangan kasih sayang yang menyebabkan mereka akhirnya berselingkuh untuk mengobati rasa kesepiannya.


"Heh! Bukankah sebenarnya adalah kamu takut jiika Yang Mulia mengingat kasih sayang kami dan mengampuniku kan? Aku jelas lebih menarik dari kamu yang sudah tua. Itulah alasan kamu tidak mengizinkanku bertemu dengan Yang Mulia." Selir Yue berusaha memprovokasi ratu Zhu agar ia diizinkan bertemu dengan Kaisar. Ia tidak percaya kaisar yang biasanya lembut akan begitu saja melupakan belasan tahun yang pernah mereka habiskan bersama.

__ADS_1


"Apa kamu sudah cukup berangan?" Ratu Zhu menopang dagunya dengan sebelah tangan. Menatap Selir Yue dengan malas. "Apa kamu pikir kamu layak mengayakan omong kosong seperti itu padaku?" Lanjutnya dengan tawa mengejek di akhir kalimat nya.


"Sejak kamu masuk ke dalam istana sebagai selir, seharusnya kamu mengetahui betul tentang statusmu dan bagaimana kamu bersikap. Seharusnya kamu menyadari jika kamu hanyalah sebuah alat bagi keluarga mu untuk bertahan hidup. Yang Mulia mau menerimamu di dalam haremnya sudah merupakan suatu keberuntungan yang harusnya kamu hargai sepenuhnya. Bukannya kamu melambung dan menjadi delusi."


Ucapan Ratu Zhu memang benar. Diantara banyak selir yang masuk ke dalam istana, hampir tidak ada yang masuk karena hati mereka. Lalu, mereka juga tidak pernah memakai hati dalam hubungan itu. Termasuk Kaisar yang hanya melakukan tanggung jawabnya untuk meneruskan harus keturunan dan bukan karena ia mencintai para wanita ini. Bahkan Ratu Zhu, wanita yang menjadi istri utama Kaisar saja tidak mendapatkan hati sang Kaisar. Hubungan mereka tidak lebih dari hubungan politik semata. Jadi selir yang telah melakukan kesalahan perselingkuhan tidaklah pantas membicarakan cinta sedikit pun.


"Baiklah. Karena kamu tidak menginginkan apapun, lakukan sekarang dan ambil nyawamu sendiri atau kamu membutuhkan bantuan ku untuk melakukannya dan memilih cara yang keras?" Ratu Zhu melambaikan tangannya memberi isyarat pada pelayan untuk membawa masuk arak beracun yang akan digunakan untuk mengambil nyawa Selir Yue.


Selir Yue menatap horor cangkir arak yang dibawa pelayan dan diletakkan di atas meja kecil di depannya. Matanya dipenuhi ketakutan yang terlihat jelas. Tubuhnya tanpa sadar mengambil langkah mundur menjauh sejauh-jauhnya dari arak beracun itu.


"Kenapa?" Ratu Zhu mengerucut kan bibirnya saat melihat selir Yue yang mundur.


"Tidak! Aku tidak bersalah. Sejak awal aku tidak ingin masuk ke dalam istana dan menjadi wanita kaisar. Jadi bukan salahku jika aku akan kembali pada kekasihku. Kami saling mencintai. Jangan pisahkan kami!" Selir Yue mendorong cangkir arak dan menumpahkan arak di dalamnya. Ratu Zhu segera memberi isyarat pada para Kasim untuk mengamankan selir Yue begitu wanita itu mulai menggila.


"Huh! Rupanya kamu memilih cara yang keras." Ratu Zhu berdiri dan melemparkan cangkir tehnya yang langsung memberikan menimbulkan denting keras yang menakutkan. Semua orang segera menggigil ketakutan. Hal semacam ini memang bukan pertama kalinya terjadi. Namun melihatnya lagi masih akan mampu membuat setiap orang merasa tertekan.


"Tidak... Tidak... Tolong maafkan aku. Ampuni nyawaku." Selir Yue menumpahkan air matanya.


"Ampuni nyawamu? Heh! Dimana tadi kesombongan yang kau tunjukkan pergi? Masih memiliki muka untuk meminta belas kasihan?" Ratu Zhu tersenyum miring.


"Penjaga, selir Yue sudah menentukan pilihannya. Lakukan segera. Aku ingin segera tidur setelah semuanya selesai." Ratu Zhu menoleh dan memberi perintah pada penjaga sebelum berbalik dan menguap seperti apa yang akan terjadi adalah sebuah hal sepele seperti meminta pelayan mengupaskan buah untuknya.

__ADS_1


Para penjaga tidak berani membuang waktu. Mereka bergegas maju dengan sebuah tali panjang di tangan salah satu dari mereka. Setelah itu mereka dengan cepat memasang tali pada leher Selir Yue dan menautkan ujung yang lain pada tiang yang berada tidak jauh dari selir Yue berada. Tiang itu memang sudah dipersiapkan di sana sebelumnya.


Selir Yue terus memberontak. Ia mencoba melepaskan tali yang melingkar di lehernya namun seperti apapun ia berusaha, ia masih akan gagal dan gagal lagi.


"Yang Mulia, ini sudah siap." Penjaga yang bertugas memasang tali melapor dengan menangkupkan tangannya. Membuat semua wanita yang ada di dalam ruangan mulai gemetar. Mereka akan memegang tangan satu sama lainnya tanpa berani melihat apa yang sedang terjadi tepat di depan mata mereka. Selir Su yang sejak tadi diam menutup matanya. Hatinya bergetar ketika mendengar suara ratu Zhu yang dalam.


"Bagus. Kalian bisa melakukannya sekarang."


"Baik Yang Mulia."


Salah satu ujung tali yang ditautkan di atas tiang ditarik perlahan. Selir Yue memberontak saat tali di lehernya mulai tertarik.


"Ti..tidak. Am...pu..ni ak...kku." runtuh selir Yue saat tali semakin kencang melilit lehernya. Namun seperti apapun ia memohon, suaranya hanya semakin lama semakin melemah.


Para selir yang ada di dalam ruangan tidak berani mengangkat kepala mereka. Mereka hanya mendengar sura selir Yue yang semakin melemah lalu yang mereka lihat hanyalah kaki Selir Yue yang terangkat dan mulai mencari tempat berpijak hingga kedua sepatu bordir selir Yue yang akhirnya terlempar jauh n kaki telanjang selir Yue yang pucat berhenti bergerak bersama dengan kepala selir Yue yang terkulai.


*


*


~πŸ€Permaisuri Tidak Ingin Mati_154πŸ€~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ‘£ like πŸ‘ komentar πŸ“ vote 🌟


__ADS_2