
Penutup nampan perlahan dibuka. Sebuah patung Dewi welas asih yang terlihat indah muncul di hadapan semua orang. Melihat dari tampilannya yang halus dan tanpa cela, patung itu sudah pasti tidak dibuat dari bahan sembarangan dan oleh sembarang pengrajin. Patung Dewi welas asih itu membuka tangannya memberi berkat.
Setelah melihat apa yang dibawa Selir Su selain hadiah mainan yang dicela karena dianggap tidak berharga, mereka semua terdiam tidak dapat mengatakan apa-apa lagi. Hadiah mereka yang sebelumnya mereka merasa percaya diri menunjukkan nya kini terlihat bisa saja. Bahkan jika dibandingkan dengan hadiah yang diberikan Ratu Zhu sebelumnya.
"Ibu, ini benar-benar indah." Lu Jing Yu tidak bisa tidak memujinya saat pertama kali melihatnya.
"Aku secara pribadi datang ke kediaman Su sebelumnya dan meminta kakekmu memberikan batu giok surgawi yang merupakan harta keluarga Su untuk membuatnya. Untuk membuatnya membutuhkan waktu hampir setengah tahun. Aku juga telah menunjukkan nya pada Biksu Ye Gui dari kuil Sejahtera di atas gunung Giza untuk meminta berkatnya. Letakkan patung Dewi ini di dalam altar leluhur di kediaman baru kalian nanti." Jelas Selir Su.
"Tentu ibu. Terima kasih atas hadiahnya yang sangat berarti ini. Ibu selalu sangat baik padaku."
"Kita keluarga sekarang. Tidak perlu menyebutkan." Selir Su menepuk pundak Lu Jing Yu sekali lagi sebelum ia mundur untuk memberi jalan kepada wanita lainnya.
Ratu Zhu berada dalam suasana hati yang buruk sejak awal upacara. Zhu Man Xie, menantunya tersayangnya itu ternyata hanyalah seorang racun dan benalu yang hinggap dan menghisap habis kediaman Raja Yuan. Dia bahkan memberi makan para selir Pei Qin Yang dengan ramuan mandul setelah ia menggugurkan paksa janin-janin yang dikandung para selir itu hanya untuk memastikan jika suaminya hanya akan memiliki anak darinya yang membuat kediaman Pei Qin Yang sampai saat ini masih belum memiliki kabar baik sama sekali. Mengingatnya selalu membuat nya sangat marah hingga darah muda akan melonjak pada detik berikutnya.
"Itu adalah Putri Shixian Yang Mulia Ratu. Kabarnya dia dikirim ke Kekaisaran Shao selain untuk menghadiri acara penobatan Putra Mahkota, juga untuk mendapat kan suami dalam acara ini." Pelayan kepercayaan Ratu Zhu berbisik di telinganya dan mengembalikannya dari alam lamunannya saat Xian Mu Xuan maju dan memberikan hadiah yang dibawanya dari Shixian.
"Sungguh pantas apa yang mereka lakukan. Mereka memanfaatkan acara seseorang demi keuntungan mereka. Tapi tidak mengapa, aku akan Mengabulkan nya. Nanti sampaikan pesanku padanya dan minta dia datang ke paviliun Phoenix untuk menemuiku setelah acara."
"Baik Yang Mulia Ratu. Hamba akan segera melakukan tugas hamba."
"Hem. Pergilah." Ratu Zhu melambaikan tangannya.
Xian Mu Xuan memberikan mutiara laut selatan serta beberapa barang berharga lainnya. Yang membuat semua orang memujinya. Semua hadiah yang dibawanya merupakan barang mewah yang tidak hanya mahal tetapi juga jarang didapatkan.
__ADS_1
"Memang pantas menjadi Kekaisaran yang sebanding dengan Kekaisaran Shao. Hadiah yang mereka berikan pada pangeran kecil sangatlah murah hati."
"Mereka adalah Kekaisaran yang besar. Jika hadiah mereka tidak baik bukankah akan buruk di mata Kekaisaran lain dan mereka mungkin menganggap Kekaisaran Shixian sudah jatuh miskin setelah semuanya."
"Tapi dari yang aku dengar, pangeran dan putri Kekaisaran Shixian datang kali ini tidak hanya untuk menghadiri acara penobatan melainkan juga untuk melihat adakah pasangan yang sesuai untuk mereka. Jangan-jangan mereka memberi banyak hadiah untuk membujuk agar putri mereka dapat menikah dengan Putra Mahkota."
"Sett... Jangan bicara sembarangan. Jika ada yang mendengar kita akan mendapatkan masalah di sini."
"Salam Putri Mahkota Shao. Hamba adalah putri dari Kekaisaran Shixian. Xian Mu Xuan." Xian Mu Xuan membungkuk sekedarnya di depan Lu Jing Yu. Sebagai seorang putri
"Tolong bangun Putri. Anda adalah tamu Kekaisaran ini."
"Terima kasih Yang Mulia. Saya telah mendengar jika Putri Mahkota Shao adalah seorang yang sangat cantik, setelah bertemu secara pribadi saya mendapati jika sebenarnya Putri Mahkota Shao tidak hanya cantik tetapi juga rendah hati. Tidak heran semua rakyat memuja anda begitu banyak."
"Putri Shixian terlalu memuji."
"Eh...?" Lu Jing Yu terkejut. Ia tidak menyangka jika Xian Mu Xuan akan begitu terang-terangan menyampaikan niatnya di depan banyak orang yang melihat. Apa dia tidak takut dinilai orang?
"Ehem. Saya hanya sembarang bicara. Saya terbiasa berbicara apa yang ada di dalam hati pada saat pertama tanpa berpikir. Tolong tidak memasukkan nya dalam hati." Xian Mu Xuan juga sadar jika apa yang aka dikatakannya akan memberikan dampak besar bagi semua orang. Jadi dia segera berdehem dan menjelaskan dirinya meskipun sebenarnya apa yang dikatakannya sama sekali bukanlah sebuah gurauan.
"Tidak mengapa Putri Shixian. Itu juga bukan masalah besar."
"Sayang sekali Putra Mahkota mencintai Putri Mahkota dengan dalam dan menolak gadis lainnya untuk memasuki halamannya. Jika tidak Putri Shixian akan dapat melayani Putra Mahkota bersama-sama dengan Putri Mahkota sebagai saudara. Namun putri Shixian tidak perlu khawatir jika ingin menjadi keluarga bagi Putri Mahkota karena meskipun Para raja lainnya telah memiliki istri sah, Pangeran Ke Lima, yaitu putraku sendiri Pei Qin Yang masih belum memiliki istri sah." Ratu Zhu pertama mengingatkan Xian Mu Xuan jika Pei Zhang Xi tidak akan menerimanya di kediamannya dan bahkan jika bersikeras hanya akan menjadi seorang selir yang menurut harga diri dan kebanggaannya tidak mungkin untuk menerima posisi rendah seperti itu. Lalu dia akan memberikan solusi pada Xian Mu Xuan sesuai dengan tujuannya yang sebenarnya.
__ADS_1
"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia Ratu Zhu. Namun saya hanya seorang gadis yang tidak dapat menentukan pernikahan saya. Saya masih harus mengandalkan para tetua untuk mendapat kan jodoh yang tepat untuk saya."
"Itu bagus. Seorang gadis memang harus pandai menjaga diri."
Xian Mu Xuan tidak ingin berbicara terlalu banyak dengan ratu Zhu. Ia sudah mengetahui mengenai status Pei Qin Yang yang telah diturunkan. Bagaimana dia bisa menikah dengan seorang pangeran yang bahkan hampir tidak memiliki status sama sekali sedangkan yang dia butuhkan untuk mengembalikan kasih sayang ayahnya padanya, ia harus menikah dengan pria dengan status tinggi?
Pei Zhi Hui akhirnya tertidur di tengah acara pemberian hadiah setelah Lu Jing Yu memberinya ASI. Bahkan hingga acara berakhir bayi tampan itu masih tertidur nyenyak di pangkuan Lu Jing Yu.
Setelah acara pemberian nama selesai, semua orang kembali ke halaman yang telah dipersiapkan untuk para tamu sambil menunggu acara Penobatan Putra Mahkota yang akan dilaksanakan malam harinya. Begitu juga dengan Lu Jing Yu yang membawa Pei Zhi Hui yang masih tertidur dengan lelapnya ke istana Timur yang sudah dipersiapkan untuk kediaman Pei Zhang Xi setelah resmi menjadi Putra Mahkota. Di masa depan hingga ia naik tahta dan menjadi Kaisar, ia dan keluarganya akan tinggal di sana.
"Tuan Putri, utusan dari Ratu Zhu datang untuk menyampaikan pesan." Pelayan Xian Mu Xuan melapor padanya pada sore harinya.
Mendengar laporannya, Xian Mu Xuan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. "Apa dia begitu putus asa hingga menjadi gila dan berpikir jika aku akan menerima putranya yang tidak memiliki kualifikasi apapun? Huh!" Gumam Xian Mu Xuan.
"Putri, hamba mengerti apa yang Putri maksud kan. Tetapi tidak akan baik jika Putri menolak secara terang-terangan. Apalagi Yang Mulia Putra Mahkota selalu mengawasi Anda." Pelayan itu mengikuti Xian Mu Xuan sejak ia masih muda dan tahu bagaimana temperamen majikannya.
"Huh! Aku tahu. Lalu, Biarkan dia masuk." Ucapnya dengan kesal.
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_177🍀~
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟