Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 168


__ADS_3

Semua pelayan yang ada di dalam ruangan diam sejak Pei Zhang Xi masuk. Apalagi ketika Lu Jing Yu mulai mengeluh pada Pei Zhang Xi yang di mata semua orang adalah pria yang kejam. Mereka takut menyinggung nya dan membuatnya marah. Semua pelayan yang datang bersama bibi pelayan menundukkan kepala mereka saat mereka menarik kehadiran mereka.


Bibi pelayan yang bertanggung jawab merias wajahnya membela dirinya dengan terus mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan aturan dan Ratu Zhu lah yang telah memerintahkannya untuk datang dan menjalankan tugas.


Lu Jing Yu mendengus melihatnya. Sejak bibi pelayan datang ke ruangannya, bibi pelayan itu sudah mencoba mencari masalah dengannya dan membuatnya marah. Ia yakin jika itu adalah perintah Ratu Zhu untuk membuatnya malu di depan semua orang. Awalnya Lu Jing Yu mencoba bersabar selama tidak keterlaluan. Tapi semakin lama, semakin bibi pelayan itu keterlaluan.


Melihat bibi pelayan itu terlihat seperti dialah yang dianiaya saat Pei Zhang Xi datang, Lu Jing Yu tidak tahan lagi. Ia tidak akan membiarkan bibi pelayan itu terus bertingkah dan menjadikan dirinya orang yang tidak masuk akal dan banyak tingkah. Ia pun menatap Pei Zhang Xi dengan keluhan. Sama seperti yang dilakukan bibi pelayan itu. Ia harus menunjukkan bahwa ia tidak semudah itu ditindas sehingga jika di masa depan ada orang yang ingin menindaknya, orang itu akan berpikir dua kali sebelum melakukannya.


Pei Zhang Xi memperhatikan istrinya yang mengeluh di depannya. Ia juga bukannya tidak tahu apa niat istrinya itu. Setelah lama bersama dengan Lu Jing Yu, ia mengenal betul istrinya bukanlah seseorang yang akan bertingkah tanpa alasan. Ia juga tahu istrinya ingin menunjukkan pada bibi pelayan yang dikirim Ratu Zhu bahwa dirinya ada di belakang Lu Jing Yu.


"Hem... Itu memang tidak cocok untukmu." Pei Zhang Xi meraih dagu Lu Jing Yu dan mengangkatnya agar ia bisa melihatnya dengan lebih jelas.


"Xiao Bei, hapus gambar alis yang sangat jelek ini. Permaisuri ku menjadi terlihat buruk padahal seharusnya ia sangat cantik." Pei Zhang Xi berbicara pada Xiao Bei tetapi matanya menatap Bibi pelayan dengan sinis. Bibi pelayan itu tahu bahwa Pei Zhang Xi sedang memberi peringatan padanya. Ia cukup terkejut. Ia tidak percaya bahwa Pei Zhang Xi akan memihak pada Lu Jing Yu dan secara tidak langsung melawan Ratu Zhu.

__ADS_1


Bibi pelayan begitu berani karena ia mendapatkan perintah langsung dari Ratu Zhu untuk merias Lu Jing Yu, namun sebelum ia berangkat pagi ini, ratu Zhu secara langsung memberinya perintah untuk merias Lu Jing Yu dengan baik. Tapi tentu saja makna dari perintah itu adalah kebalikan nya. Jadi sejak ia datang, ia sudah mulai membuat masalah dengan Lu Jing Yu tanpa merasa khawatir. Lagipula ada ratu Zhu di belakangnya.


"Pu...putra Mahkota, bukannya ini tidak benar? Yang Mulia juga mengetahui jika acara penobatan adalah acara yang sangat penting dan memiliki beberapa aturan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah riasan untuk Putri Mahkota. Jika riasan nya tidak sesuai, bagaimana jika hal ini dilihat oleh utusan Kerajaan lainnya dan menjadikan masalah?" Bibi pelayan masih bersikeras jika dirinya tidak melakukan kesalahan dan hanya melakukan tugasnya sesuai aturan.


"Kamu sudah tahu jika tidak boleh membuat masalah dan memberi kesempatan kerajaan lain untuk mengeluh dan menilai buruk Kekaisaran Shao. Tapi kamu mendandani Putri Mahkota seperti badut. Apakah maksud kamu jika dandanan Ibu Ratu di masa lalu seperti ini?" Pei Zhang Xi menatap Bibi pelayan itu dengan sinis.


Plop....


Bibi pelayan itu segera jatuh berlutut di atas lantai. Ia segera membenturkan kepalanya dengan keras hingga berdarah.


"Huh! Pergilah menemui ibu Ratu. Katakan padanya jika bawahannya sudah tua dan sudah waktunya pensiun. Sampaikan padanya jika dia tidak dapat menemukan bawahan yang kompeten, aku bisa membantunya mencarikannya untuknya." Pei Zhang Xi menatap Bibi pelayan itu dengan tajam.


"Terima kasih Yang Mulia. Terima kasih atas belas kasih Yang Mulia." Bibi pelayan itu kembali memebnturkan dahinya ke lantai sebelum berdiri dan pergi setelah melihat Pei Zhang Xi melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Yang Mulia, bukankah jika Yang Mulia melakukan ini sama saja dengan menyinggung ibu Ratu?" Lu Jing Yu merasa sedikit khawatir. Entah apa yang dilakukannya hingga membuat wanita paruh baya itu mengirimkan bibi pelayan nya untuk berurusan dengannya.


"Lalu apa? Aku sudah mengambil posisi sebagai Putra Mahkota. Jika dengan posisiku saat ini aku masih tidak mampu melindungi orangku dan hanya melihatnya tertindas, bukankah posisi ini tidak akan berguna?" Pei Zhang Xi mengelus pipi Lu Jing Yu dengan lembut. Tatapan matanya yang tadi menatap tajam bibi pelayan telah menghilang sama sekali.


"Benar juga. Tapi bagaimana dengan alisku? Aku tidak mau keluar dengan alis seperti ini."


***


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_168🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2