
"Ah!" Lu Jing Yu tidak bisa bergerak lagi. Ia terpojok di antara dinding dan Long Wei Xuan. Ia semakin panik dan takut.
"Aku sudah memberimu pilihan sebelumnya tetapi kamu masih keras kepala dan bahkan melukai wajahku. Apa kamu tahu apa hukuman bagi orang yang menggores wajahku sedikit saja?!" Long Wei Xuan memainkan ujung pedangnya di pipi Lu Jing Yu. Sedikit tekanan saja, ujung pedang itu akan merobek kulit Lu Jing Yu. Lu Jing Yu dengan takut melihat ujung pedang yabg bergerak tanpa arah di pipinya.
"Takut hah?" Long Wei Xuan mencibir. Lu Jing Yu tidak punya waktu untuk menjawab. Mata dan perhatiannya hanya tertuju pada ujung pedang yang sangat menakutkan.
"Kamu sudah melukai wajah ku dengan sangat parah. Aku akan membuatmu merasakan hal yang sama." Setelah selesai berbicara, Long Wei Xuan menambah kekuatannya pada pedang. Membuat ujung itu dengan kejam membuat garis tipis sekitar tiga senti di pipi kanan Lu Jing Yu.
"Ah!" Lu Jing Yu berteriak kesakitan.
"Ha-ha-ha-ha. Itu hanya luka goresan tipis yang tidak sebanding dengan luka yang telah kamu buat di wajahku. Kamu sudah berteriak histeris seperti itu?!" Long Wei Xuan berteriak marah.
"Sekarang aku akan membuat kamu membayar apa yang telah kamu lakukan!" Long Wei Xuan menarik pedangnya tinggi. Mengayunkannya dengan cepat ke arah wajah Lu Jing Yu. Pedang itu, jika sampai mengenai Lu Jing Yu akan membuat garis miring dari atas kanan ke sebelah kiri bawah. Yang akan secara otomatis membuat luka yang sangat mengerikan.
Pada saat ini, Lu Jing Yu sangat berharap keajaiban datang dan Pei Zhang Xi datang untuk menyelamatkan nya. Andai saja dia tidak keras kepala dan memberitahu Pei Zhang Xi segalanya sebelumnya, semaunya tidak akan menjadi seperti ini.
Lu Jing Yu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menutup rapat kedua matanya dan bersiap untuk menerima rasa sakit yang akan terasa saat pedang tajam itu merobek kulit wajahnya dengan keras. Namun rasa sakit yang telah ia tunggu tidak hanya tidak ia rasakan tetapi ia mendengar Long Wei Xuan berteriak keras dan suara pedang yang jatuh di lantai. Lu Jing Yu membuka matanya segera dan melihat Long Wei Xuan jatuh tersungkur di lantai di sampingnya. Pedang tajamnta berada di lantai tidak jauh darinya. Tetapi pandangan Lu Jing Yu terpaku pada sosok tinggi yang berdiri satu meter di depannya.
Melihat seseorang yang sangat ia harapkan, Lu Jing Yu tidak dapat menahan perasaannya lagi. Ia segera berdiri dan berlari memeluk Pei Zhang Xi sambil menangis dengan sedih. Pei Zhang Xi memeluk Lu Jing Yu dan mengelus kepala istrinya itu saat ia menatap tajam Long Wei Xuan yang baru saja bangun.
"Tunggulah di samping oke. Aku masih ada sedikit urusan yang harus ditangani." Setelah mengatakan ini, Pei Zhang Xi menarik Lu Jing Yu dari pelukannya dan membawanya ke pinggir. Sedangkan Pei Zhang Xi sendiri menatap Long Wei Xuan dengan tatapan tajam.
"Aku sangat memanjakan istriku bahkan seekor semut saja tidak aku izinkan untuk menggigit nya. Tapi kamu? Kamu berani melukainya seperti itu? Sungguh berani!" Tanpa aba-aba dan persiapan, ia mengayunkan pedang di tangannya ke arah Long Wei Xuan. Menancapkan pedang di dada kiri Pria itu. Membunuh Long Wei Xuan dalam sekali gerakan.
Tubuh Long Wei Xuan merosot ke tanah saat matanya melotot ketika dia kehilangan nyawanya.
__ADS_1
"Yu'er maafkan aku. Aku datang terlambat dan membuatmu terluka." Pei Zhang Xi menghampiri Lu Jing Yu dan kembali menariknya ke dalam pelukan yang mendominasi. Menutupi Lu Jing Yu di dalam pelukannya seakan tidak akan ada orang yang bahkan akan memberinya mata jahat.
Lu Jing Yu menghirup aroma Pei Zhang Xi dalam. Seperti ia sudah sangat lama tidak berada di sisinya. Padahal baru pagi ini ia mengantar suaminya itu pergi sampai di gerbang istana. Namun setelah ia mengalami berbagai hal setelah itu, ia menyadari bahwa dia, tidak akan sempurna tanpa ada Pei Zhang Xi di sisinya.
Merasakan keamanan yang menyelimuti, Lu Jing Yu tidak menahan lagi tangis ketidakberdayaan yang sejak tadi ia pendam sendiri. Ia menumpahkan keluh kesahnya pada Pei Zhang Xi yang dengan sabar menepuk punggungnya dengan lembut.
"Sudah. Sudah. Jangan menangis lagi. Bukankah sekarang sudah aman?" Ucap Pei Zhang Xi pelan sambil mengusap kepalanya.
"Aku sangat takut Yang Mulia. Mereka sangat banyak. Mereka memegang pedang mereka. Mereka... Mereka... Hiks hiks hiks." Lu Jing Yu tidak dapat menyelesaikan kalimatnya dan menangis. Seluruh kalimatnya tercekat di tenggorokan.
"Tidak apa. Aku di sini sekarang. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi. Hm?" Pei Zhang Xi berusaha menghibur Lu Jing Yu, namun wanita itu masih tidak berhenti menangis.
"Hei, bukankah Yu'er ku yang memimpin semua pasukan kita dengan gagah berani? Kemana perginya dia tadi? Kenapa dia jadi berubah cengeng dan menjadi anak kecil heum?"
Setelah melihat keadaan kacau di luar gerbang, Pei Zhang Xi tidak menunggu lama dan terus masuk ke dalam gerbang. Hatinya jatuh saat melihat bahwa pasukan mereka pada dasarnya telah terpojok. Namun, itu masih belum terlambat untuk membalikkan keadaan. Pei Zhang Xi memimpin pasukannya untuk membantu.
Pengawal Lin melihat Pei Zhang Xi datang dan segera mencari jalan mendekati Pei Zhang Xi untuk memberitahunya bahwa Lu Jing Yu berada di atas gerbang kota bersama dengan Quan Yuan. Dia juga melihat bahwa Long Wei Xuan bersama pasukannya bergerak naik. Sebenarnya Quan Yuan juga berusaha untuk naik dan membantu Lu Jing Yu di atas, namun ia tidak bisa karena serangan intens yang dilakukan oleh pasukan musuh.
Mendengar kabar itu, Pei Zhang Xi segera berlari ke atas dan melihat pemandangan Lu Jing Yu yang telah terpojok, dengan luka di pipi dan beberapa bagian tubuhnya. Melihat kondisinya, hati Pei Zhang Xi sakit untuknya. Pei Zhang Xi tidak dapat menahan amarahnya saat melihat pedang Long Wei Xuan menghunus pada Lu Jing Yu. Putra Mahkota Kekaisaran Zhao ini benar-benar tidak mencintai nyawanya lagi! Berani mencari masalah dengan Lu Jing Yu artinya dia mencari kematian. Untuk itu, Pei Zhang Xi tidak akan segan-segan mengabulkan permintaannya.
Mengingat beberapa saat krisis yang lalu, Pei Zhang Xi tidak dapat melupakan kekacauan yang ada di luar dan di dalam gerbang kota. Seketika hatinya bertanya, Apakah ini benar-benar dibuat oleh istrinya yang saat ini menangis dengan sangat sedih di dalam pelukannya?
*
*
__ADS_1
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_301🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke delapan🍃...
...🌸Pada malam ke delapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim As. 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1