
Lu Jing Yu duduk di atas ranjangnya dengan linglung. Sejak tabib wanita keluar dari kamarnya, tangangnya masih tidak lepas memeluk perutnya tanpa bergerak sedikitpun. Xiao Bei yang khawatir melihat keadaan Lu Jing Yu tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Lu Jing Yu sudah menyuruhnya keluar dari kamar sejak setengah jam yang lalu. Dan sekarang ia hanya berjalan mondar mandir di depan kamar Lu Jing Yu sambil menggigit kuku jarinya.
"Quan Yuan, apa sudah ada kabar dari Yang Mulia? Kapan Yang Mulia akan kembali?" Xiao Bei berhenti berjalan saat melihat Quan Yuan datang.
"Acara perjamuan sudah selesai. Sebentar lagi pasti Yang Mulia akan sampai." Xiao Bei mengangguk paham.
"Sebenarnya ada apa? Apakah keadaan Permaisuri bermasalah? Ah!" Quan Yuan berteriak setelah tangannya dipukul dengan keras oleh Xiao Bei.
"Jangan bicara sembarangan. Kondisi Permaisuri sangat baik." Sarkas Xiao Bei memelototi Quan Yuan.
"Iya iya. Tapi tidak harus memukul juga kan? Lalu bagaimana kondisi Permaisuri saat ini?" Quan Yuan semakin penasaran.
"Kamu tidak perlu tahu. Kalau acara perjamuan sudah selesai, Yang Mulia pasti akan segera sampai. Pergi dan sambut Yang Mulia. Sampaikan padanya untuk segera datang kemari begitu Yang Mulia sampai. Cepat cepat pergi!" Xiao Bei tidak tahan menghadapi Quan Yuan yang terlalu banyak tanya. Pikirannya sudah kacau. Sekarang Quan Yuan seperti lebah yang terbang di depan telinganya. Sangat berisik!
"Iya iya. Aku akan pergi sekarang. Buat apa marah-marah? Kalau tidak mau memberi tahu aku ya sudah. Huh!" Quan Yuan pergi dengan merajuk. Xiao Bei yang melihat Quan Yuan pergi dengan menghentakkan kaki tiba-tiba menyadari bahwa sikap Quan Yuan mirip dengan seorang gadis yang sedang datang bulan.
Pei Zhang Xi menunggang kudanya dengan cepat dan sampai ke kediaman dalam waktu setengah jam. Dia langsung turun begitu sampai di kediaman dan membiarkan kudanya dibawa oleh pengawal. Tabib Fang yang baru saja akan keluar untuk membeli beberapa ramuan sekaligus mencari bidan wanita kenalannya melihat Pei Zhang Xi dan segera menghampiri nya.
"Wah-wah. Aku tidak menyangka kalian melakukannya setiap malam saat berada di kamp militer." Pei Zhang Xi menghentikan langkah kakinya setelah mendengar ucapan Tabib Fang.
"Apa maksudmu?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya tidak faham.
"Hahahaha. Jangan pura-pura tidak tahu. Kamu dan Lu Jing Yu. Kalian ini benar-benar. Situasi di perbatasan sangat genting. Dan kalian masih sempat membuat anak." Tabib Fang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum miring.
"Uhuk! Omong kosong apa? Kami tidak pernah melakukannya di tempat seperti itu!" Wajah Pei Zhang Xi memerah.
"Hah? Jadi ini menang benar-benar karena ramuan Selir Su yang manjur?" Tabib Fang mengetuk dagunya berpikir.
"Sebentar, apa sebenarnya yang ingin kau katakan? Jangan berbelit-Belit. Katakan saja intinya."
"Selamat Yang Mulia, sebentar lagi kediaman ini akan ramai oleh suara tangis dan tawa seorang bayi, Permaisuri tengah hamil satu bulan sekarang. Selamat selamat." Tabib Fang tiba-tiba berbicara serius dan membungkukkan tubuhnya.
"..." Pei Zhang Xi mengalami LoLa alias Loading lama. Untuk beberapa saat hanya ada suara bip bip di kepalanya yang saat ini sedang kosong.
"Yang Mulia. Xiao Xi." Tabib Fang melambaikan tangannya di depan Pei Zhang Xi saat dia memanggilnya.
__ADS_1
"Ji Yuan, kau tahu hukumanmu karena membohongiku kan? Jangan berani mempermainkanku!" Pei Zhang Xi melirik tajam Tabib Fang.
"Tidak tidak! Aku tidak bohong. Istrimu, permaisurimu, nona Lu Jing Yu sedang hamil saat ini. Bukankah saat kalian melakukan itu sudah satu bulan yang lalu? Ini tepat seperti perhitungan tabib wanita kediaman." Tabib Fang mundur dua langkah.
Pei Zhang Xi menoleh dengan tajam setelah ia memastikan bahwa pikirannya tidak salah. "Katakan sekali lagi dengan benar."
"Permaisuri Rui tengah hamil. Anda akan menjadi seorang ayah segera. Apa itu cukup?" Tabib Fang menyerah saat dia menjelaskan sekali lagi.
"Jadi dia benar-benar hamil?"
"Iya. Bukankah akhir-akhir ini dia memang tidak enak badan. Itu karena hormonnya mengalami perubahan. Jadi tubuhnya bereaksi seperti itu. Kau suaminya. Apa kamu tidak tahu selama di perbatasan kemarin dia tidak enak badan?"
Wush....
"..." Tabib Fang menoleh dan melihat punggung Pei Zhang Xi yang melesat seperti anak panah. Melewati Quan Yuan yang datang untuk menjemputnya seperti yang diminta oleh Xiao Bei.
"Tabib Fang, apakah yang barusan itu adalah Yang Mulia?" Quan Yuan menunjuk arah dimana Pei ZHANG Xi pergi.
"..." Tabib Fang hanya menganggukkan kepalanya untuk membenarkan.
"Mana aku tahu." Tabib Fang menyerah untuk menjelaskan. Menjelaskan pada Quan Yuan lebih memeras otak.
"Huh! Aku harus segera menyusul Yang Mulia. Jika Yang Mulia tidak segera datang ke kamar Permaisuri seperti kata Xiao Bei, aku akan dimarahi lagi nanti." Gumam Quan Yuan. "Tabib Fang saya permisi. Saya masih harus menemui Yang Mulia."
"Yah yah. Pergilah cepat. Kamu membuatku pusing." Tabib Fang melambaikan tangannya.
Tabib Fang pergi ke istana setelah menemukan bidan temannya untuk membantunya merawat Lu Jing Yu ke depannya. Ayahnya adalah tabib kekaisaran, jadi dia bebas keluar masuk istana
"Ada Ji Yuan di luar?" Selir Su bertanya pada pelayannya.
"Benar Nyonya."
"Bagus! Suruh dia cepat masuk. Dia pasti membawa kabar tentang kehamilan Yu'er."
"Baik Nyonya." Pelayan itu segera keluar dan kembali masuk dengan tabib Fang.
__ADS_1
"Salam Selir Su."
"Bangunlah. Jadi bagaimana? Apa Yu'er benar-benar hamil saat ini?" Selir Su sudah tidak sabar ingin mendengarnya.
"Ini yang akan saya sampaikan pada Selir Su. Memang awalnya Yang Mulia tidak tahu kalau Permaisuri sedang hamil."
"Jadi dia awalnya benar-benar berbohong? Tapi kenyataannya Yu'e benar-benar hamil? Bagus! Aku akan segera mendapatkan cucuku! Sudah berapa minggu usianya?"
"Sudah sekitar satu bulan. Sebenarnya saat berada di kamp tanda-tanda kehamilan sudah terlihat. Tetapi karena Yang Mulia dan Permaisuri mungkin terlalu sibuk, mereka tidak ada yang menyadarinya."
"Aku tahu itu. Berdasarkan otaknya, dia tidak akan menyadari perubahan pada Yu'er. Ck ck. Sungguh kasihan sekali menantuku. Tidak masalah. Karena putraku tidak bisa menjaga menantuku dengan baik, aku yang akan melakukannya. Aku akan pergi me.."
"Mau pergi kemana?" Semua orang di dalam ruangan menoleh dan melihat Pei An Long berdiri di ambang pintu.
"Yang Mulia, tolong izinkan hamba untuk pergi ke kediaman Raja Rui untuk merawat Yu'er." Selir Su segera menghilangkan wajah antusiasnya yang semangat dan berganti dengan wajah polos penuh harap.
Bagaimanapun, Fang Ji Yuan tumbuh bersama dengan Pei Zhang Xi, dia juga sudah hapal sifat ibu temannya itu. Jadi dia dengan sadar diri pergi dari sana.
"Tidak."
"Ayolah Yang Mulia." Tatapan penuh harap tidak berhasil. Selir Su semakin merapatkan tubuhnya. Menyandarkan kepalanya di dada Pei An Long dan menggambar lingkaran di dadanya dengan menggigit bibir bawahnya.
"Kamu bisa melihatnya, tetapi tidak bisa tinggal di sana. Bagaimanapun juga hubungan mereka baru saja dimulai. Jangan menjadi obat nyamuk." Selir Su mengerucutksn bibirnya, tetapi tidak menentangnya bagaimanapun dia merasa tidak puas.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_51♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .
__ADS_1