Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 197


__ADS_3

Setelah Kaisar Pei An Long mempersilahkan para tamu untuk berjalan-jalan di taman istana, hampir semua generasi muda yang tidak berkepentingan untuk tetap tinggal di dalam aula dan akan kebosanan mendengar pembicaraan para tetua di sana kelar aula dan pergi berjalan-jalan di sekitar taman.


Di taman istana saat ini ada banyak sekali orang. Semuanya berpakaian mewah dan tampak bergengsi. Baik pria maupun wanita sepetinya berlomba dalam penampilan. Kesempatan langka seperti ini belum tentun datang dua kali untuk mereka. Yang dapat hadir dalam acara besar seperti itu tidak diragukan lagi semuanya memiliki latar belakang dan status yang tinggi. Jadi jika dapat menjalin hubungan dengan mereka, itu adalah hal yang menguntungkan bagi mereka di masa depan.


Namun selain keuntungan dari menjalin kerjasama dengn orang-orang penting, pemandangan taman istana juga tidak kalah indahnya. Sseorang tidak akan merasa rugi melihat pemandangan yang sangat indah itu. Bunga-bunga yang bermekaran malam itu menyebarkan aroma harumnya begitu mereka baru saja menginjakkan kaki mereka di taman. Selain itu, bulan yang malam/itu bersinar dengan terang dengan bentuk bulat penuh turut menambah hal menakjubkan yang patut mereka nikmati malam itu.


Namun ada beberapa orang selain Pei Shi Liang yang tidak ikut dalam kerumunan. Xian Mu Xuan juga lngsung kembali ke tempat peristirahatannya bersama dengan sekelompok pelayan yang melayaninya baik dari pelayan yang dibawanya dari kekaisaran Shixian atau pelayan yang dikirim oleh pihak istana untuk melayaninya.


Xian Mu Xuan kembali dengan wajah yang merah karena marah, ia yang kakinya bahkan terluka dan dengan suasana hati yang buruk mana mungkin memiliki keinginan untuk menikmati hal seperti melihat bunga di bawah sinar bulan? Karena itulah ia langsung kembali ke tempat peristirahatannya di istana Kekaisaran Shao.


Begitu ia kembali, ia juga tidak melakukan hal lain selain meminta para pelayan untuk menyiapkan tempat mandinya. Tubuhnya sudah berkeringat saat ia mulai menari dan ia merasa risih jika dia tidak cepat membersihkan dirinya dan mengganti semua pakaiannya. Selain itu, berendam dengan air hangat yang sudah diberi aroma terapi akan membuat pikiranya sedikit rileks.


Namun baru saja ia berusaha keras untuk menenangkan diri dan menikmati waktu bersantai, pelayan yang melayani di luar masuk ke dalam bilik mandi dan mengatakan jika Xian Zi Xuan datang dan memintanya untuk segera menemuinya. Meski mereka adalah adik kakak secara hukum, namun dia adalah kakak yang paling ia takuti. Jadi meski pun ia sangat marah dan sangat enggan untuk menemuinya, ia masih harus mematuhi perintah dan segera keluar dari kolam air setelah membersihkan dirinya dengan singkat.

__ADS_1


Saat Xian Mu Xuan hampir sampai di ruangan utama, Xian Zi Xuan duduk menyesap tehnya di tengah ruangan. Beberapa orang yang ada di sekitarnya diam seperti patung yang berdiri tano bergerak sedikitpun. Suasana di dalam ruangan itu sangat canggung. Terlalu sepi untuk sebuah ruangan dengan enam orang di dalamnya. Namun hampir tidak ada suara apapun selain suara cangkir yang bergesekan dengan meja atau suara teh yang baru saja dituangkan. Berpikir untuk menghadapi situasi yang sangat menegangkan seperti itu, Xian Mu Xuan mengambil napas. Bersiap menerima konsekuensi yang harus ditanggungnya karena ia telah melanggar larangan dan peringatan yang diberikan oleh Xian Zi Xuan padanya.


"Tuan Putri, silahkan masuk." Kasim yang menunggu di luar segera mengintruksikan agar Xian Mu Xuan segera masuk menemui Xian Zi Xuan yang telah menunggu di sana. Lagipula ia tidak akan dapat menanggung apapun konsekuensi jika sampai Xian Zi Xuan kehilangan kesabarannya dan meluapkan amarah mereka.


"Mm." Xian Mu Xuan mengangguk pelan dan segera melanjutkan langkahnya meskipun di dalam hatinya dia sangat ingin melarikan diri dari keadaan yang sangat menakutkan seperti itu.


Mendengar suara langkah kaki yang datang dari luar memecah keheningan malam, Xian Zi Xuan mengangkat matanya yang langsung bertemu pandang dengan mata Xian Mu Xuan yang ketakutan.


"Adik memberi salam kepada kakak." Xian Mu Xuan membungkukkan tubuhnya dengan pantas. Baru berdiri setelah Xian Zi Xuan mengizinkannya bangun setelah ia membungkuk selama lima menit.


"Lihat baik-baik." Xian Zi Xuan melemparkan setumpuk dokumen di atas meja. Matanya menatap Xian Mu Xuan dengan tatapan menyuruhnya untuk membuka dokumen-dokumen itu.


Dengan ragu-ragu, Xian Mu Xuan mengambil dokumen itu dan kembali ke tempatnya. Namun baru saja ia membuka dan melihat isinya, matanya melotot tidak percaya.

__ADS_1


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_196🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi cerita, pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉

__ADS_1


__ADS_2