Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 187


__ADS_3

Pei Shi Liang maju dan menangkupkan tangannya di depan Kaisar Pei An Long. Semua orang memperhatikan setiap langkah yang diambil Pei Shi Liang. Di setiap Kekaisaran selalu saja memiliki cara yang sama untuk berurusan dengan orang yang tidak mereka sukai atau mereka anggap sebagai penghalang bagi langkah mereka. Mereka akan melakukan segala cara untuk membuatnya jatuh.


Seperti saat ini, semua orang sepertinya menargetkan Pei Shi Liang ini. Jadi pasti Pei Shi Liang bukan putri sembarangan. Namun meskipun semua orang tahu, mereka juga tidak melakukan apa-apa dan memilih untuk ikut dalam kesenangan. Jika Pei Shi Liang ini memang bukan putri sembarangan, bisa saja di masa depan akan menjadi penghalang mereka juga. Jadi lebih baik biarkan saja orang- orang ini melakukannya.


"Saya memberi salam kepada Ayah dan ibu. Semoga ayah dan ibu diberikan umur yang panjang." Pei Shi Liang dengan lancar memberikan hormatnya.


"Bangunlah putriku." Kaisar Pei An Long tersenyum dan melambaikan tangannya. "Semua orang ingin melihat bakatmu. Bagaimana menurutmu?" Lanjutnya bertanya. Sebagai ayahnya, Kaisar Pei An Long mengetahui jika Putri nya ini tidak menyukai menjadi pusat perhatian sejak ia masih muda. Bahkan ia tidak pernah melihat putrinya ini menampilkan bakatnya di depan umum. Ia tidak menginginkan jika putrinya ini dipermalukan sehingga ia meminta persetujuan nya sebelum memintanya untuk tampil.


"Tentu saja itu bukan sebuah masalah Ayah Kaisar. Jika saya tidak tampil hari ini bukanlah sesuatu yang baik bukan? Semua orang tampil namun saya, putri dari kekaisaran Shao sendiri malah absen dari acara. Saya tidak ingin orang menilai Kekaisaran Shao menjadi tidak sopan dan tidak menghargai para tamu undangan." Jawab Pei Shi Liang dengan tenang.


"Bagus bagus. Sungguh bagus kamu mengerti hal mendasar seperti ini. Lalu kamu bisa memulai menunjukkan bakatmu pada semua orang."


"Baik Ayah Kaisar. Namun saya memiliki satu keinginan." Pei Shi Liang tersenyum penuh maksud.


"Apa itu? Katakan saja padaku."


"Seperti ini. Ayah Kaisar sebelumnya menyebutkan jika bakat kakak ke Tujuh adalah bakat terbaik di kekaisaran ini. Jika diizinkan, saya ingin meminta kesediaan Putri ke tujuh untuk mengiringi saya menari. Ayah Kaisar juga tahu jika Putri ini belum pernah menunjukan bakatnya di depan umum sekalipun. Jika ada kakak ke tujuh yang menemani, putri ini akan menjadi tenang dan menjadi lebih percaya diri." Pei Shi Liang melirik Pei Xiang Ming yang tersenyum menunggu apa yang akan dilakukan oleh Pei Shi Liang yang segera terkejut.


"Ming'er, datanglah dan katakan bagaimana menurutmu?" Kaisar Pei An Long menoleh dan memandang Pei Xiang Ming yang segera berdiri dan datang ke depan. Berdiri di samping Pei Shi Liang dan memberi hormat.

__ADS_1


"Kami adalah saudara bagaimana pun. Apalagi adik ke delapan sebelumnya belum pernah tampil di depan umum. Sebagai saudara nya tentu saja sebagai saudaranya putri ini tidak keberatan untuk membantunya." Pei Xiang Ming menoleh dan tersenyum menatap Pei Shi Liang.


"Kalau begitu, adik mengucapkan terima kasih kepada kakak." Pei Shi Liang menangkupkan tangannya.


"Tidak perlu berdiri di atas upacara denganku. Seperti kataku, kita adalah keluarga. Sesama keluarga tidak perlu mengucapkan terima kasih. Katakan saja bagaimana aku harus melakukannya untukmu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk itu."


"Baiklah kalau begitu. Karena seperti itu adik mungkin akan merepotkan kakak untuk memainkan musik sesuai dengan gerakanku. Namun sebelumnya adik meminta maaf karena adik tidak pandai dalam menari."


"Tidak masalah. Aku bisa memainkan apapun selama itu Sittar. Kamu bisa bergerak dengan santai."


"Baiklah kalau begitu." Pei Shi Liang tersenyum dan mengangguk.


"Nah kalau begitu jangan biarkan para tamu menunggu. Segera bersiap untuk penampilan."


Penampilan Pei Shi Liang tidak berbeda dari saat pertama kali pesta dimulai. Tidak seperti kebanyakan yang lainnya yang akan berganti pakaian yang sesuai dengan penampilan mereka. Pei Shi Liang masih memakai hanfu berwarna kuning cerah. Namun semua pakaian Pei Shi Liang sebenarnya sangat berbeda dengan pakaian gadis lain pada umumnya. Itu mengikuti pola seorang pendekar wanita.


Pei Shi Liang berdiri di tengah area. Lalu menoleh pada seorang penjaga yang berdiri di pinggir aula dan menatapnya dengan tegas.


"Berikan pedangmu." Pei Shi Liang berkata sambil mengulurkan tangannya. Penjaga yang ditatap Pei Shi Liang secara tidak sadar menurut. Melepaskan pedang dan sarungnya dari pinggangnya dan melemparkannya pada Pei Shi Liang seperti ketika ia melempar pedangnya pada rekannya.

__ADS_1


Pei Shi Liang memegang pedang itu tanpa terlihat canggung. Lalu saat Pei Xiang Ming mulai memainkan Sittarnya, Pei Shi Liang membuka sedikit kakinya. Membuat kuda-kuda yang kokoh. Setelah itu ia mulai menggerakkan kaki dan tangannya. Dengan pedang yang masih berada di sarungnya. Tidak ada yang menyangka jika gerakannya akan seanggun seorang putri namun tegas seperti seorang pahlawan.


Tarian pedang memang sudah biasa ditampilkan dalam unjuk bakat. Namun di antara mereka tidak ada satupun dari golongan perempuan. Hanya pria yang akan melakukan tari pedang. Meskipun tarian yang mereka mainkan adalah sama, konteks antra laki-laki dan perempuan jauh berbeda dalam hal ini. Selama ini orang-orang terbiasa melihat tarian pedang yang tegas dan bertenaga. Yang lebih mirip dari demontrasi gerakan jurus pedang hanya memiliki iringan musik sebagai bedanya. Namun Pei Shi Liang melakukan hal yang berbeda. Ia memiliki keanggunan dalam ketegasan nya.


Melihat semua orang terpukau dengan penampilan Pei Shi Liang yang mengejutkan, Pei Xiang Ming mulai marah. Bukannya ia melihat ejekan dari semua orang, ia bahkan melihat semua orang yang mengagumi Pei Shi Liang. Dengan menggertak kan giginya ia meningkatkan nada musiknya.


Gerakan tangannya semakin keras. Secara otomatis musik yang dihasilkan juga semakin cepat. Pei Shi Liang tersenyum melihat perbedaan yang begitu besar. Ikan besar telah memakan umpannya. Jika Pei Xiang Ming, saudari yang baik ini ingin mempermalukan nya, ia akan memberitahunya bagaimana membuat orang memakan sendiri obatnya.


Pedang tercabut dari sarung menimbulkan suara yang khas. Tidak berhenti di situ. Dibandingkan gerkama pertama yang anggun namun tegas, gerakan kali ini berbeda lagi. Setiap tebasan bertenaga. Bahkan udara yang terkena pedang seakan menjadi terbelah karenanya. Hentakan kaki yang mantap menghasilkan suara tersendiri. Membuat semua hati yang mendengar hentakan kakinya seakan bergetar. Mereka ikut larut. Namun meskipun setiap gerakan terlihat kuat dan mematikan, namun sisi keanggunan tidak pernah lepas dari Pei Shi Liang. Hanfu yang berkibar, gemerincing gelang kaki. Hiasan rambut yang bergerak-gerak dengan bebas. Setiap yang ada di diri Pei Shi Liang seperti memberikan aura yang sangat mengesankan.


Awalnya Pei Shi Liang masih bergerak sesuai dengan lagu yang dimainkan oleh Pei Xiang Ming. Namun secara bertahap Pei Shi Liang secara pribadi menambah kecepatan gerakan nya. Membuat Pei Xiang Ming secara tidak sadar berusaha untuk menyamakan kecepatan nya dan menggerakkan jarinya semakin cepat dan semakin cepat.


Pei Xiang Ming tidak diragukan lagi memang pemain Sittar yang baik. Ia mampu mengejar gerakan cepat Pei Shi Liang. Melihat tarian dan lagu yang begitu serasi. Semua orang tdiak bisa tidak memperhatikan keduanya dengan seksama. Penampilan mereka sungguh menakjubkan.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_187🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2