Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 232. Selir Baru Pei Wu Shan


__ADS_3

Qin Sui Lan meninggalkan paviliun Bulan yang merupakan halaman Selir Qiao, ibu kandung Pei Zhong Min. Meskipun Pei Zhong Min telah dikirim ke perbatasan selama lebih dari hampir satu tahun ini, komunikasi mereka terjalin dengan baik. Keduanya masih saling bertukar kabar dan melanjutkan rencana mereka dari jauh. Qin Sui Lan mengetahui apa saja yang dilakukan suaminya itu di luar sana, termasuk rencananya untuk memberontak dan sedang berusaha menghimpun pasukan.


Hari ini dia datang untuk meminta Selir Qiao untuk membantunya melakukan sebuah misi. Misi yang snagat penting dan berbahaya, menukar token pasukan Elang dengan token palsu.


Selama ini token Elang berada di tangan Kaisar Pei An Long. Namun tidak ada yang mengetahui secara pasti dimana Kaisar itu menyimpannya. Namun sebagai seorang istri, meskipun hanyalah seorang selir yang tidak diperhatikan, beberapa informasi pribadi masih memungkinkan untuk menemukannya.


Selir Qiao selalu melayani Kaisar Pei An Long setelah kaisar bermalam di tempatnya, dan dia selalu mengetahui jika ada sebuah token yang selalu dibawa suaminya itu dengan dirinya. Meskipun. Tidak mengetahui secara pasti, ia yakin bahwa itu adalah token Elang yang legendaris. Namun ia tidak pernah mengatakan hal ini pada siapapun, termasuk pada putranya.


Hari ini ketika menantunya, Qin Sui Lan memintanya untuk menukar token Elang dengan palsu, tentu saja ia tidak akan berani. Itu karena sebagai seorang istri, ia memiliki tanggung jawab pada suaminya. Lagipula jika sampai ketahuan bahwa ia telah menukar token itu, ia akan dijatuhi hukuman yang tidak akan pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun setelah memikirkannya, ia pun setuju. Sebagai ibu, ia masih lebih mementingkan kepentingan putranya. Lagipula, belum tentu suaminya akan menyadari bahwa tokennya telah ditukar bukan?


Jadi setelah Qin Sui Lan keluar dari halamannya, ia terus memeras otak bagaimana caranya untuk membuat Kaisar Pei An Long bersedia menemuinya dan bermalam di kediamannya. Dengan Kaisar datang, rencananya sudah pasti akan berhasil.


Setengah hari hampir dihabiskan oleh Selir Qiao untuk berpikir sebelum akhirnya ia menemukan sebuah cara yang pasti akan berhasil.


"Mu Dong, bawakan aku Guzheng rembulan milikku." Selir Qiao setengah berteriak saat memberi perintah pada pelayan setianya yang menunggu di luar ruangan untuk menerima perintah.


"Baik nyonya." Pelayan yang masih cukup muda bernama Mu Dong segera menjawab dan bergerak dengan cepat.


Guzheng rembulan selalu disimpan dengan baik dan sangat jarang digunakan kecuali untuk acara khusus. Selir Qiao adalah pemain Guzheng yang hebat. Karena kemampuan permainan nya yang baik ini lah dulu ia bisa membuat Kaisar Pei An Long yang menyukai Musik Guzheng betah berlama-lama tinggal di halamannya dan membuatnya hamil paling awal dibandingkan dengan para wanita yang datang bersama dengannya.


Hari ini ia berencana untuk berlatih dengan giat dan mengundang Kaisar untuk datang dan memainkan Guzheng untuk nya. Malam ini bulan akan terlihat bulat penuh. Menikmati pemandangan bulan dengan ditemani permainan Guzheng yang lembut, bukan kah merupakan kombinasi yang sempurna?


Dengan cara ini, ia yakin akan berhasil melakukan tugas yang diminta anak dan menantunya untuk dilakukannya. Selain itu, ia juga akan mendapatkan untung. Dengan banyaknya selir di dalam Harem, persaingan selalu ketat. Jika hanya bergantung pada keberuntungan, mungkin ia hanya akan menunggu hingga mereka ditumbuhi lumut. Jadi jika malam ini ia berhasil mengundang Kaisar Pei An Long ke halaman nya, bukan hanya ia berhasil dam misinya, ia juga dapat mendapatkan kasih sayang Kaisar yang selalu didambakan oleh nya.

__ADS_1


Membayangkan malam ini Kaisar akan tersenyum bahagia dan menatapnya dengan lembut, hati selir Qiao semakin bersemangat dan tidak sabar menunggu malam tiba. Di saat itu, di bawah sinar rembulan, hanya dia yang akan memiliki Kaisar Pei An Long sepanjang malam.


Lamunan indah Selir Qiao harus dihancurkan oleh Mu Dong yang datang dengan membawa Guzheng rembulan dengan hati-hati di tangannya. Tatapan mata Selir Qiao melembut saat melihat alat musik ini. Ia mengingat bahwa alat musik ini diberikan oleh Kaisar Pei An Long setelah ia berhasil melahirkan putra pertama untuknya. Alat musik ini dulunya merupakan harta yang tersimpan di dalam gudang perbendaharaan. Sebelumnya Guzheng rembulan merupakan salah satu dari upeti yabg diberikan oleh Kekaisaran Yunan setelah mereka kalah berperang. Mendapatkan Guzheng tersebut sebagai hadiah, membuatnya sangat bangga dan menerima berbagai macam rasa iri dari selir lainnya, termasuk Ratu Zhu muda.


"Nyonya, sudah lama sekali sejak Guzheng rembulan di keluarkan. Apakah akan ada acara spesial beberapa hari ini?" Mu Dong bertanya dengan penasaran.


"Tidak. Aku hanya berpikir akan mengundang Yang Mulia untik menikmati bulan bersama. Malam ini bulan purnama akan sempurna dan pasti akan terlihat sangat indah. Melihat bulan dengan ditemani musik Guzheng adalah perpaduan yang sempurna. Apalagi sudah lama sejak terakhir kali aku memainkan Guzheng untuk Yang Mulia. Beberapa hari ini di dalam Kekaisaran Shao terjadi banyak masalah yang menyita waktu istirahat Yang Mulia. Dengan sedikit menghiburnya, aku berharap dapat mengurangi sedikit beban beratnya." Selir Qiao berbicara sambil mengelus Guzheng di tangannya. Sesekali ujung jarinya memetik senar Guzheng dengan lembut. Sentuhan-sentuhan itu, bahkan telah menghasilkan suara yang sangat merdu, sudah dapat dipastikan jika pemain handal memainkan Guzheng dengan terampil.


"Nyonya benar. Permainan Guzheng nyonya adalah yang terbaik di kekaisaran ini. Yang Mulia paling menyukai permainan Guzheng yang nyonya mainkan."


"Hem. Sekarang pergilah. Sampai kan undanganku pada Yang Mulia. Aku akan mulai berlatih dari sekarang." Selir Qiao melambaikan tangan nya. Memberi isyarat agar Mu Dong segera pergi dari hadapannya dan memberinya ketenangan untuk berlatih dengan baik.


Sementara Selir Qiao sedang berlatih dengan giat, selir lainnya yang baru saja masuk di kediaman Raja Wei sedang menangis tersedu-sedu. Air matanya dengan lancar mengalir melalui sudut mata bulatnya yang memerah. Pelayan yang melayaninya dengan panik menenangkannya dari kedua sisi. Namun wanita cantik itu seakan tidak mendengar bujukan dari para pelayan dan masih menangis dengan menyedihkan.


"Tidak. Aku tahu bukan seperti itu. Seharusnya aku tidak setuju saja saat Selir Yao datang dan menjadi selir di kediaman Raja Wei saat aku mengetahui jika cinta Raja Wei hanyalah milik permaisuri Wei. Memang aku yang terlalu bodoh hingga berharap aku juga bisa mendapatkan cinta." Gadis itu terus berkata sambil menekan tangannya di atas meja.


"Nyonya, anda adalah nona muda dari kediaman Menteri Ke yang dipilih secara langsung oleh Selir Yao untuk menjadi selir Yang Mulia Raja Wei. Hamba dapat meyakinkan bahwa anda tidak akan mendapatkan perlakuan yang buruk di sini." Yang berbicara adalah seorang pelayan senior yang dikirim selir Yao untuk membantunya di kediaman Raja Wei. Tugasnya adalah untuk memastikan jika Raja Wei menghabiskan malam lebih banyak dengan selir baru yang dipilih secara langsung oleh nya ini daripada dengan Yun Ying, istri sah yang hanya bisa memberinya seorang cucu perempuan saja.


Karena dukungan dari selir Yao pulalah yang menjadikan Ke Mei Jia merasa bahwa dirinya lebih tinggi dan merupakan seorang yang penting. Itulah mengapa ia berani membuat masalah di hari keduanya menjadi selir. Jika itu orang lain, jangan kan menangis, mengeluh tentang kasih sayang suaminya saja tidak akan berani dilakukan oleh seorang selir.


"Apakah bibi Niang berbohong padaku?" Ke Mei Jia menatap Bibi Niang dengan mata bulatnya yang merah. Tampak putus asa.


"Tentu saja tidak. Nyonya bisa percaya pada hamba bahwa hamba akan mengurus semuanya di sini. Nyonya tenang saja. Malam ini hamba akan memastikan apapun yang terjadi, Raja Wei akan mengunjungi nyonya, jadi nyonya bisa bersiap dari sekarang."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan percaya karena bibi Niang adalah pelayan yang dikirim Selir Yao." Ke Mei Jia segera menghapus air matanya saat mendengar janji Bibi Niang.


"Tentu saja nyonya." Ucap Bibi Niang sambil tersenyum sebelum ia mundur dengan perlahan dan segera pergi untuk menjalankan tugasnya.


"Tunggu apa lagi? Cepat dandani aku! Bagaimana jika malam ini aku terlihat buruk di depan Raja Wei? Apa kalian bisa menanggung konsekuensi nya hah?" Wajah yang tampak putus asa segera berganti saat ia mulai memarahi para pelayan yang hanya diam padahal mereka tahu bahwa penampilan nya saat ini sangat buruk semantara raja Wei akan datang.


"Mohon maafkan kami Nyonya. Kami akan segera bergegas." Para gadis pelayan yang berjumlah tiga orang segera berlutut. Mereka adalah pelayan yang baru masuk ke dalam kediaman Raja Wei dan masib belum begitu terbiasa dengan semua hal di masalah di kediaman para bangsawan. Yang mereka ketahui adalah bahwa mereka tidak boleh menyinggung majikan mereka. Jadi saat mereka melakukan kesalahan, mereka segera berlutut memohon ampun dengan panik.


"Huh! Kalian pikir permintaan maaf saja dapat menyelesaikan semuanya?! Cepat bangun dan siapkan aku air mandi!"


"Baik nyonya. Baik nyonya." Gadis pelayan itu saling menoleh sebelum mereka berlari keluar. Menyiapkan air mandi seperti yang diajarkan pelayan senior pada mereka sebelumnya.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_232🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉

__ADS_1


__ADS_2