
Zhu Man Xie tersenyum saat ia melihat Pei Zhang Xi yang sedang bingung. Meskipun pria itu tidak lagi diinginkannya, ia tidak boleh bahagia bersama dengan wanita lain. Apalagi bersama dengan Lu Jing Yu. Tidak boleh dibiarkan sama sekali.
Seorang pelayan memasuki aula dengan membawa nampan berisi teh. Ia berjalan dengan tenang ke arah Barisan meja para pangeran. Saat ia melewati meja Zhu Man Xie, ia menyelipkan kertas ke tangan pelayan setia Zhu Man Xie, Hong Xu sesuai dengan rencana mereka. Setelah kertas yang berisi tulisan dimana Lu Jing Yu berada diterima pelayan Zhu Man Xie, Hong Xu segera memberikannya pada Zhu Man Xie.
Zhu Man Xie membaca tulisan di kertas dengan tenang. Lalu ia melirik Hong Xu dengan isyarat. "Ayo pergi." Hong Xu mengerti dan segera membantu Zhu Man Xie berdiri. Pei Qin Yang yang mengetahui Zhu Man Xie akan pergi segera bertanya.
"Xie'er perjamuan baru saja dimulai. Kamu mau pergi kemana?"
"Ke kamar kecil Yang Mulia." Jawab Zhu Man Xie dengan ekspresi tenang.
"Cepatlah kembali setelah itu." Pei Qin Yang melirik dengan peringatan. Ia selalu merasa bahwa istrinya penuh dengan rencana saat ini. Sesuatu yang tidak pernah ia harapkan. Ia berharap gadis polos yang dulu ia nikahilah dapat kembali lagi.
"Hem... tentu saja Yang Mulia." Zhu Man Xie tersenyum setulus mungkin. Untuk saat ini ia tidak boleh menyinggung suaminya bagaimanapun ia tidak puas dengannya. Ia telah memilih untuk memilihnya untuk mencapai cita-citanya yang tinggi. Apapun yang terjadi, ia akan menjadikannya Kaisar dan dirinya adalah Ratunya meskipun seluruh dunia menentangnya.
Zhu Man Xie pergi ke tempat yang tertulis di kertas yang diberikan oleh pelayan itu. Dia dengan penuh percaya diri melangkah dengan langkah stabil dan tidak sabar untuk memulai menghancurkan Lu Jing Yu. Di depan sebuah kamar kosong, seorang pelayan menunggu dengan cemas. Wajahnya tampak.pucat karena ketakutan. Saat ia melihat Zhu Man Xie datang dari jauh, tanpa sadar dirinya semakin gelisah.
"Bagaimana? Apa dia di dalam?" Tanya Zhu Man Xie begitu ia sampai di depan kamar.
"Benar Permaisuri." Pelayan itu mengangguk dengan cepat.
"Bagus. Sekarang pergi dari sini dan lupakan apa ya harus terjadi hari ini. Kalau tidak, kamu akan tahu apa yang akan terjadi pada pengkhianat." Ancam Zhu Man Xie dengan wajah yang sangat berbeda dengan wajahnya yang biasa lemah lembut.
"Hamba mengerti Permaisuri." Hong Xu memberikan kantong berisi uang pada pelayan itu.
Zhu Man Xie mengibaskan tangannya untuk mengusir pelayan itu agar segera pergi. Pelayan itu segera membungkuk sebelum dia pergi sengaja langkah kaki yang cepat. Takut dia akan terlibat lebih dalam lagi. Persaingan para wanita di harem memang mengerikan.
"Sekarang basahi bajuku sesuai rencana."
__ADS_1
"Baik Permaisuri." Hong Xu segera mengambil air dari kolam yang ada di taman halaman itu. Lalu dengan sengaja membasahi hanfu Zhu Man Xie.
"Sekarang pergilah ke tempat yang dekat dengan orang. Lalu berteriaklah dengan keras. Aku akan pergi ke kamar dan melihatnya. Cepatlah pergi."
"Baik Permaisuri." Hong Xu mengangguk sebelum ia berjalan cepat dan berteriak di jembatan dan mengundang keramaian datang. Setelah melihat semua orang memperhatikan arah saudara teriakannya, ia kembali ke depan kamar.
Suara Hong Xu cukup keras dan sampai ke aula. Membuat semua orang saling memandang dengan tanya.
"Apa yang terjadi?" Kaisar juga mendengar teriakan keras Hong Xu.
"Mohon maaf Yang Mulia. Hamba akan segera melihat apa yang terjadi." Kasim Song segera pergi bersama dengan beberapa Kasim dan penjaga.
Pei Qin Yang yang merasa suara orang yang berteriak tidak asing bereaksi. Ia berdiri dan keluar dari aula. Begitu juga dengan Pei Zhang Xi dan sebagian besar orang di aula.
Setelah sampai di depan kamar, Hong Xu tidak berhenti berteriak. Kepalanya celingak celinguk mencari Zhu Man Xie yang seharusnya ada di sekitar. Tetapi ia tidak menemukan majikannya itu bagaimana ia mencari. Padahal rencana mereka batu bisa dilaksanakan saat Zhu Man Xie ada dan memastikan rencana mereka telah sempurna.
Pei Qin Yang adalah yang pertama bergegas saat ia melihat Cukong Xu dari jauh. Ia melihat Hong Xu yang selalu bersama dengan Zhu Man Xie itu sedang berdiri dengan bingung di sana tetapi ia tidak melihat Zhu Man Xie di sekitar. Apakah itu karena Zhu man Xie sedang berada dalam masalah? Melihat Pei Qin Yang yang bergegas semua orang ikut bergegas.
Hong Xu tidak menyangka rencana Zhu Man Xie akan mengalami seperti itu. Zhu Man Xie juga tidak berkata apa-apa saat mereka berpisah terakhir kali membuatnya bingung untuk menjawab.
"Hong Xu dimana Permaisuri? Kenapa kamu tidak menjawab. Diamati dia?"
"Ini... yang Mulia. Hamba kehilangan jejak permaisuri saat Permaisuri meminta hamba mengambilkan baju ganti."
"Baju ganti? Baju ganti untuk apa?"
"Tadi baju permaisuri tidak sengaja terkena tumpahan air sehingga basah. Lalu Permaisuri meminta hamba mengambilkan baju ganti di dalam kereta. Tetapi saat hamba datang, Permaisuri sudah tidak ada."
__ADS_1
"Lalu Kenapa Lalu berteriak?" Kasim Song tidak peduli senang cerita itu. Yang penting adalah kenapa pelayan itu berteriak. Tidak mungkin karena dia kehilangan majikannya saja.
Hong Xu kembali bingung saat Kasim Song bertanya. Lalu sebelum ia menjawab, sebuah teriakan meminta tolong yang lain terdengar dari kamar yang di dalamnya terdapat Lu Jing Yu. Ia semakin panik karena tidak mengetahui apa yang sendang terjadi. Rencana Permaisuri tidak pernah bermasalah sebelumnya.
"Suaranya dari dalam kamar. Bukankah itu adalah kamar yang disiapkan untuk para tamu undangan?" Bisik-bisik mulai terdengar dari belakang.
"Kira-kira siapa yang ada di dalam kamar?"
"Dari suaranya itu adalah suara seorang gadis. Mungkinkah sedang terjadi pelecehan di dalam?"
"Itu sangat mengerikan. Semoga gadis itu selamat."
"Tapi kenapa pelayan Permaisuri Xuan ada di sini sementara Permaisuri Xuan tidak ada?"
"Apa kamu tidak mendengar bahwa tadi pelayan itu bilang bahwa Permaisuri Xuan hilang."
"Mungkinkah...."
Suara di belakang semakin riuh saat mereka sibuk menebak siapa sebenarnya yang ada di dalam kamar. Kaisar tidak ada di sana jadi Kasim Song lah yag mewakiliknya dan bukan para pengeran.
"Penjaga, buka pintu kamar ini." Kasim Song menoleh pada para penjaga dan memberi perintah. Dua orang penjaga maju dan berusaha membuka pintu tetapi pintu itu terkunci dari dalam. Karena pintu tduaubisa dibuka, penjaga itu segera mendobrak pintu dengan sekali tendangan.
Seketika semua orang terkejut saat melihat seorang wanita dengan baju yang robek-robek seperti sedang menghindar dari seorang pria jelek yang berpakaian seperti pengemis.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_109♡
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..