Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 254. Pemberontakan 5


__ADS_3

Pei Zhong Min akhirnya menyadari bahwa ia telah kalah. Namun ia masih ingin mengetahui bagaimana ia kalah dalam hal ini. Apa yang membuat Pei Zhang Xi selalu unggul darinya. Bahkan saat ia telah dengan susah payah mendapatkan dukungannya hingga mampu mengumpulkan banyak orang untuk mendukungnya, pada akhirnya ia masih kalah.


"Bagaimana kamu melakukan nya?" Pei Zhong Min bertanya.


"Cukup mudah. Sebenarnya hanya karena kakak pertama yang telah membuat langkah dengan sangat jelas dan membuatku waspada. Aku selalu memperhatikan apa yang terjadi meskipun itu hanyalah sesuatu yang paling sederhana. Prinsip utama untuk mengalahkan musuh adalah dengan memahami musuh itu sendiri." Pei Zhang Xi berbicara dengan tenang.


"Dalam kasus ini, aku telah menempatkan kakak pertama sebagai musuh. Dan aku yakin kakak pertama pasti telah melakukan hal yang sama denganku dengan menempatkanku sebagai musuh kan? Tapi bedanya adalah, aku tidak pernah memandang rendah musuhku. Aku tidak akan pernah bermain-main dengan menganggap diri sendiri lebih hebat dari mereka dan meremehkannya. Tetapi aku justru memperlakukan mereka seakan mereka memiliki kemampuan lebih hebat dari pada aku. Dengan begitu, aku akan selalu memiliki sikap mawas diri dan terus berusaha dan pantang menyerah. Dengan begitu, aku akan mengenali musuh ku luar dan dalam. Saat aku menyadari bahwa kakak pertama sangat lah tenang berada di perbatasan sedangkan menurut pemahamanku terhadap kakak, kakak pertama tidak akan tahan meskipun hanya satu hari di sana. Dari situ lah aku sudah menyadari ada yang salah dan mengirim Jenderal Yuan menyusup. Perlahan-lahan berusaha membuktikan diri untuk memperoleh kepercayaan. Dengan begitu, semuanya akan mudah bagiku."


"Kau! Kau sudah mengetahui sejak lama. Tetapi justru diam saja selama ini?"


"Yah... Untuk hasil yang memuaskan, tidak apa-apa jika harus menunggu sedikit lebih lama." Jawab Pei Zhang Xi dengan senyum memandang Pei Zhong Min dengan senyum misterius.


"Hasil apa lagi yang bisa didapatkan? Bukankah dengan aku berhasil menyerbu masuk ke dalam istana, kerugian akan besar. Apa kamu tidak takut jika aku melukai warga selama perjalanan ke istana?"


"Ha ha ha ha... Tentu saja tidak. Itu karena aku telah mengantisipasi nya sebelumnya." Pei Zhang mengerutkan bibirnya. Kalah ya kalah saja. Untuk apa menanyakan begitu banyak hal padanya? Sungguh merepotkan. Ia hanya ingin segera mengakhiri semua ini dan menjemput putranya kembali dan berkumpul dengan anak dsn istrinya dengan nyaman di dalam istananya. Mungkin ia akan meminta cuti selama beberapa bulan pada Ayah Kaisar nya setelah ini. Ah tidak. Itu tidak akan cukup. Ia setidaknya membutuhkan waktu sekitar satu mungu atau setidaknya satu bulan untuk liburan. Ya. Itu baru benar.


"Mengantisipasi nya? Bagaimana itu?" Pei Zhong Min tidak mengerti.


"Yah. Aku rasa sudah cukup. Itu tidak penting lagi untuk saat ini. Intinya adalah aku membiarkan kakak pertama menyelesaikan rencananya dengan pemberontakan ini agar kakak pertama tahu kemampuan sendiri sekaligus memberi tahu dunia bahwa Kekaisaran Shao tidak mudah untuk dilawan. Itu saja. Bukankah kakak pertama sekarang sadar jika kemampuan sendiri tidak lebih baik dariku?" Pei Zhang Xi membungkam Pei Zhong Min dengan kata-katanya.


"Kamu! Kamu tunggu saja pembalasan ku."


"Pembalasan apa? Menteri Zhu, jawab aku sebagai menteri keamanan, Bukankah hukuman bagi setiap pemberontak adalah hukuman mati?"

__ADS_1


"Benar Yang Mulia Putra Mahkota. Hukuman bagi seorang penghianat apalagi seorang pemberontak adalah hukuman mati dengan seluruh keluarga nya."


Mendengar apa yang dikatakan Menteri Zhu sebagai jawaban, seluruh orang yang awalnya menjadi pendukung Pei Zhong Min segera membeku. Mereka tidak menyangka keadaan akan berbalik dengan begitu cepat. Dengan seluruh upaya yang telah dilakukan, mereka pikir pemberontakan kali ini pasti akan berhasil dan mereka dengan cepat akan menerima banyak keuntungan. Kenaikan pangkat mereka seperti yang dijanjikan Pei Zhong Min pada mereka. Mereka tidak pernah menyangka jika mereka salah dalam memihak. Namun selama mereka mengaku salah dan tidak mengakui bahwa mereka terlibat, hukuman mati pasti masih bisa dihindarkan dan hanya hukuman biasa sebagai gantinya. Tidak mengapa untuk sementara ini. Yang paling penting adalah nyawa merek dapat diselamatkan terlebih dahulu.


"Tidak! Tidak Yang Mulia! Tolong ampuni kami. Kami hanya tersesat sesaat. Kami tidak benar-benar mendukung pemberontak dan hanya takut akan kematian kami dan anggota keluarga kami." Menteri Fu menjatuhkan dirinya di atas lantai saat ia memohon belas kasihan. Dengan menteri Fu sebagai contoh, Menteri yang lain segera mengikuti dengan cerdas.


"Benar Yang Mulia. Kami tidak tahu apa-apa mengenai pemberontakan ini. Kami tidak ada hubungannya sama sekali yang Mulia. Tolong selidiki dengan baik." Menteri lain menambahkan saat dirinya berlutut di depan Kaisar Pei An Long.


"Kami mengaku salah Yang Mulia. Tapi mohon ampuni kami. Tolong selamatkan kamu demi tahun-tahun yang kami berikan saat kami mengabdikan diri pada kekaisaran ini. Kami telah melakukan banyak hal demi kemajuan Kekaisaran ini dengan sepenuh hati. Mohon belas kasih Yang Mulia."


"Mohon belas kasih Yang Mulia." Suar para menteri yang sebelumnya membelot ini dengan kompak. Mereka menjatuhkan diri mereka dengan dalam sampai menempelkan kening mereka di atas lantai.


"Tentu saja. Masalah ini tentu akan diselidiki dengan baik." Kaisar Pei An Long menatap para menteri ini dengan senyum sinis. Namun di mata para menteri ini, senyum itu begitu menghangatkan sehingga mereka merasa lega.


"Kembali berlutut! Siapa yang menyuruh kalian bangun?" Suara Kaisar Pei An Long terdengar menakutkan. Membuat kaki mereka terasa lunak seperti jeli.


"Yang Mulia, ini...." Menteri Fu mengangkat kepalanya dan menatap Kaisar Pei An Long dan menyadari bahwa ada yang salah dengan senyum nya. Tiba-tiba hawa dingin menghempas belakang tubuhnya. Membuatnya menggigil.


"Bukankah sudah kubilang jika aku akan menyelidiki masalah ini dengan baik. Tentu saja aku akan menyelidiki masalah ini dengan sangat baik hingga tidak ada lagi perhitungan yang belum kita selesaikan." Jawaban Kaisar Pei An Long membuat menteri Fu yang awalnya berani menatap Kaisar Pei An Long menundukkan kepalanya dengan cepat.


Di tempat terpencil di dalam Harem, selir Qiao sedang bersembunyi dari para penjaga yang sedang mengejarnya. Sebagai salah satu dari orang yang terlibat langsung dalam pemberontakan, tentu saja Selir Qiao akan diadili seperti para pemberontak ini bersama dengan mereka.


Awalnya, di saat para pemberontak ini menerobos masuk ke dalam Harem, selir Qiao adalah satu-satunya orang yang bisa tenang. Apalagi ia telah mengetahui bahwa pasukan Pei Zhong Min akan menyerang hari ini. Itulah mengapa ia bahkan tidak bisa tidur semalaman memikirkan masalah ini berdoa sepanjang malam untuk mendoakan pemberontak An Pei Zhong Min berhasil dan tujuannya tercapai. Dengan begitu, ambisinya untuk menjadi ibu suri masa depan tidak hanya akan menjadi mimpi baginya.

__ADS_1


Di saat para pemberontak ini masuk ke dalam satu persatu halaman di dalam Harem, selir Qiao manatap semuanya dalam kegelapan dengan tenang. Bahkan saat para pemberontak ini masuk ke dalam halamannya sendiri, dia hanya menatap mereka dengan acuh.


"Apa putraku yang mengirim kalian kemari?" Selir Qiao memandang semua pemberontak yang masuk ke dalam halamannya dengan percaya diri.


"Ya nyonya. Kami akan membawa nyonya keluar untuk menemui Yang Mulia." Jawab seorang pemberontak itu. Tanpa curiga, selir Qiao mengikuti para pemberontak ini. Namun semakin lama ia berjalan, ia merasa bahwa ada yang salah dengan para pemberontak ini. Mereka sering diam dan tidak menjawab saat dia menanyakan sesuatu pada mereka mengenai situasi pemberontakan.


Kecurigaan nya semakin memuncak saat mereka hampir keluar dari lingkungan Harem. Lalu, setelah ia semakin yakin jika ada yang tidak beres, ia pun mencari cara untuk segera melarikan diri dari para pemberontak ini.


Selir Qiao memperhatikan para pemberontak dan memanfaatkan saat mereka sedikit lengah dan mendorong pelayannya untuk menjatuhkan pemberontak itu dan melarikan diri dengan cepat.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_254🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉

__ADS_1


__ADS_2