
Lu Jing Yu tidak memperdulikan sama sekali reaksi tidak senang orang terhadapnya. Ia sudah terbiasa mendapatkan tatapan seperti itu. Lagipula mereka tidak ada hubungannya dengannya. Biarkan saja mereka berkata apa. Ia tidak akan memandang baik orang yang memandangnya dengan buruk. Sebaliknya ia akan mengembalikan kebaikan dari orang lain dengan kebaikan yang lebih baik dari yang dia terima. Sedangkan Du Mei dan Lu Jing Yi yang diabaikan sejak awal menggertakkan gigi mereka.
"Bagaimana kabarmu putriku?" Tatapan Lu Jing Yu sejak tadi berpusat pada Lu Qin Hao yang berada di depannya.
"Aku baik ayah. Bagaimana dengan ayah? Aku mendengar bahwa ayah sakit kemarin. Maaf aku tidak bisa pulang fana menjenguk ayah."
"Tidak apa-apa. Ayah baik-baik saja. Ayah hanya sedikit terkena angin malam saja, jadi adiktif flu. Raja Rui juga sudah mengirim banyak gerbang untuk membantu proses penyembuhanku sehingga aku pulih dengan cepat. Sebaliknya, dengan kondisiku kemarin jika aku membiarkannya datang dan membuatmu sakit justru akan membuatku merasa bersalah."
"Syukurlah kalau begitu. Aku juga ikut lega mendengarnya."
"Perhatian semuanya. Yang Mulia Kaisar akan segera hadir." Suara Kasim membuat Lu Qin Hao segera pamit dan kembali ke tempatnya. Sebelum ia pergi, Lu Qin Hao memberikan tatapan hangat pada Putrinya.
Sesuatu yang paling membahagiakan bagi sebagian orang adalah ketika melihat orang yang dibencinya menghadapi sesuatu yang buruk. Sedangkan ia akan merasa sangat marah ketika Melihat orang yang dibencinya bahagia.
"Aku akan membiarkanmu menerima perlakuan baik dari Pei Zhang Xi dan mendapatkan semua tatapan ori dari semua orang itu. Tapi tidak akan lama sampai sekarang orang memandangmu dengan jijik." Zhu Man Xie meremas cangkir tehnya.
Tak lama kemudian Kaisar memasuki aula bersama dengan Ratu dan para selir. Kaisar dan atu duduk berdampingan di tempat tertinggi di aula. Di belakang Ratu, duduk rapi menurut status mereka adalah para selir.
Saat Kaisar dan Ratu sudah duduk di tempat mereka, para tamu yang berdiri segera memberi hormat. "Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar DAN yang Mulia Ratu. Semoga hidup Makmur sampai seribu tahun lagi."
"Duduklah."
"Terima kasih Yang Mulia." Semua orang menerima hormat sekali lagi sbelum mereka kembali duduk di tempat mereka.
Pandangan Kaisar menyapu seluruh tamu sebelum akhirnya mendarat pada Lu Jing Yu yang duduk di barisan depan. Setelah melihat menantu yang dua bulan tidak dilihatnya ini, tatapannya mulai turun dan melihat perut buncit Lu Jing Yu yang tampak lucu. namun saat mengingat wajah cemberut pemilik perut itu, hatinya masam. Wanita hamil ini masih menyimpan dendam padanya.
__ADS_1
Selir Su juga menyadari bahwa Lu Jing Yu sengaja menghindari Pei An Long. Saat melihat wajah Pei An Long yang masam setelah melihat wajah masam Lu Jing Yu, ia hampir tidak bisa menahan tawa. Menantunya ini benar-benar hebat. Dari keseluruhan menantu Kaisar, hanya Lu Jing Yu yang dapat membuat Pei An Long tidak tenang. Dan yang paling penting adalah bahwa hanya Lu Jing Yu yang malah menghindar saat ia sedang hamil di saat para permaisrui lain yang akan mencari perhatian Kaisar saat mereka sedang hamil.
Bukan hanya Selir Su yang memperhatikannya, ratu Zhu juga. Untuk itu ia mengepalkan tangannya erat. Ia melirik Pei Qin Yang dan Zhu Man Xie yang tak kunjung memberinya kabar baik.
"Pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa pada musim panas yang biasanya tidak pernah diadakan perjamuan di istana tiba-tiba saat ini mengadakan perjamuan. Sebab biasanya Pada musim panas akan terjadi bencana kekeringan di bagian barat kekeringan yang menyebabkan banyak nyawa rakyat miskin dalam bahaya dan menyebabkan banyak keluarga yang mengungsi di ibukota." Ucap Kaisar dengan tenang.
Para pejabat memang sedikit heran pada awalnya. Tetapi setelah mereka mengetahui bahwa kekeringan di daerah barat dapat segera diatasi hingga tidak sampai menimbulkan banyak korban, mereka berpendapat jika perjamuan ini adalah bentuk rasa syukur.
"Namun pada tahun ini seolah keajaiban terjadi. Sebuah solusi ditemukan dalam mengatasi bencana kekeringan yang mengancam daerah barat setiap tahunnya."
"Benar sekali. Aku juga mendengar hal ini. Aku dengar mereka menggunakan alat untuk mengalirkan air dari sungai ke sawah. Ini menakjubkan."
"Yang paling membuat takjub adalah bahwa masalah ini ternyata terselesaikan tanpa adanya campur tangan pihak istana yang membuatku malu. Karena itulah pihak istana akhirnya memutuskan untuk mengadakan perjamuan ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada rakyat. Di beberapa tempat di luar istana, juga diadakan perjamuan yang sama." Lanjut Kaisar. Semua orang membenarkan ucapan Kaisar.
"Bauklah tidak perlu basa basi lagi. Dengan ini, perjamuan ini resmi dimulai." Kaisar mengangkat cangkir araknya dan meneguknya yang segera diikuti dengan para pria.
"Kemampuan koki di KEDIAMAN masih jauh lebih baik. Tapi masih bisa diterima." Pei Zhang Xi menyuapi makanan untuk Lu Jing Yu dengan telaten.
"Akhir-akhir ini aku mudah sekali lapar. Mengenai rasa makanan juga tidak begitu masalah." Ucap Lu Jing Yu setelah menelan makanan di mulutnya.
"Tidak apa-apa. Yang butuh makan bukan cuma kamu, anak ini juga."Pei Zhang Xi mengelus perut Lu Jing Yu.
"Tapi aku merasa nafsu makanku ini benar-benar keterlaluan. Jika aku makan dengan begini terus, saat anak ini lahir, aku juga pasti gemuk."
"Tidak masalah. Jadi kamu bisa menyusui anak kita menjadi bayi yang gemuk dan lucu. Lagipula kamu terlalu kurus dulu, aku lebih menyukaimu yang berisi seperti ini."
__ADS_1
"Yang Mulia juga harus makan sesuatu. Jangan hanya memberiku makan." Lu Jing Yu mengangkat sumpitnya dan menyuapi makan PEI Zhang Xi.
Seorang pelayan berjalan dengan membaca pot arak di atas nampan. Ia berjalan menuju ke meja meja Pei Zhang Xi berada. Saat ia semakin dekat, ia melirik Zhu Man Xie yang tersenyum ke arahnya dengan licik.
Pelayan itu berjalan dengan hati-hati. Gerakannya terlatih seperti pelayan istana yang lain. Tetapi gerakannya tiba-tiba tidak stabil saat ia berada di samping Pei Zhang Xi dan diapun terjatuh. Arak di nampaknya tumpah dan mengenai jubah luar Pei Zhang Xi.
"Mohon maafkan hamba Yang Mulia." Pelayan itu segera bersujud dan mengetukkan kepalanya di atas lantai hingga membuat suara yang keras. Kejadian ini langsung menjadi pusat perhatian semua orang di dalam aula.
Mereka bersimpati pada pelayan itu, sebab mereka mengingat bahwa dulu Pei Zhang Xi pernah menghukum pelayan yang telah membuat bajunya terkena air dengan hukuman cambuk.
Wajah Pei Zhang Xi juga sudah gelap saat ini. Ia menatap pelayan itu dengan marah. Ia baru akan berteriak marah saat ujung bajunya ditarik oleh Lu Jing Yu. Ia menoleh dan mendapati pandangnya Lu Jing Yu yang mendamaikan.
"Yang Mulia jangan marah. Pelayan itu pasti sudah lelah sejak tadi. Bukankah itu hanya pakaian? Mari aku bantu Yang Mulia berganti baju."
"Huh! Pergilah. Jangan melakukan hal ceroboh seperti ini lagi lain kali." Pei Zhang Xi melambaikan tangannya. Pelayan itu tidak menyangka ia dapat lepas dengan mudah. Ia segera berteriak kasih dan pergi dari aula itu dengan dibantu temannya karena tubuhnya yang gemetar ketakutan.
"Kamu di sini saja. Xiao Bei bantu permaisuri makan. Aku akan pergi mengganti baju dengan Mo Han."
"Baik Yang Mulia."
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_106♡
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .