Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 140


__ADS_3

Seluruh aula jatuh dalam keheningan saat Pei Zhang Xi menapakkan kakinya satu persatu naik ke atas panggung tempat singgahsana Kaisar berada. Ratu Zhu memiliki wajah yang begitu gelap dengan tangan yang mengepal erat membuat buku tangannya memutih dan telapak tangannya memerah karena terkena pegangan kursi yang terbuat dari kayu. Semua selir menatap Selir Su dengan tatapan iri. Mereka merutuki putra mereka yang tidak memberikan cucu laki-laki pada mereka.


Selir Su yang ditatap dengan iri oleh semua wanita kaisar lainnya bahkan tidak sempat memperhatikan mereka. Matanya juga tertuju pada wajah bayi kecil yang berada di dalam dekapan putranya. Benar-benar mengingatkan nya pada Pei Zhang Xi yang masih bayi. Keduanya sangat mirip. Seperti versi besar dan versi kecilnya. Tetapi setelah melihat alis bayi itu yang tajam, bibir selir Su mengerucut. Lalu memandang Lu Jing Yu dengan simpati. Sepertinya menantunya juga akan merasakan apa yang dia rasakan saat membesarkan Pei Zhang Xi yang tidak pernah ada lucu-lucunya sedikitpun.


"Hahahaha." Suara tawa kaisar Pei An Long menggema di seluruh aula saat ia memangku bayi yang baru saja bangun dan menatapnya dengan mata yang bersinar penuh keingintahuan.


"Akhirnya aku memiliki cucu laki-laki. Dan dia memang pntas menjadi cucuku. Lihatlah betapa miripnya dia denganku. Hahaha."


"Tidak. Putraku tentu saja mirip denganku. Tidak boleh mirip dengan Ayah kaisar?!" Pei Zhang Xi tidak terima. Dia sudah sangat bangga saat Semua orang berkata bahwa putranya benar-benar mirip dengannya. Sekarang tiba-tiba saja pria tua ini ingin merebut putranya darinya. Tidak bisa dibiarkan.


"Anak kurang ajar! Memangnya kamu pikir darimana kamu mewarisi wajahmu yang tidak begitu tampan itu kalau bukan dariku hah? Masih berani merebut cucu ku dariku."


"Dia adalah putraku. Bagaimana bisa disebut aku yang merebutnya." Pei Zhang Xi benar-benar tidak mau mengalah.

__ADS_1


"Uhuk! Mohon maaf Yang Mulia, waktu yang baik akan segera berlalu." Melihat pasangan ayah dan anak yang saling berebut bayi yang hanya menatap mereka dengan bingung, kasim Song terbatuk ringan untuk menghentikan keduanya bertingkah seperti anak kecil.


"Ooh... Kalau begitu Bacakan titahku sekarang." Wajah Pei An Long kembali serius. Begitu juga dengan Pei Zhang Xi. Keduanya tidak lagi mendebatkan hal yang tidak penting itu.


"Mohon Raja dan permaisuri Rui untuk maju dan menerima titah." Ucapan Kasim Song membuat semua orang mendongak. Mereka melihat tidak percaya pada Lu Jing Yu dibantu dengan Xiao Bei maju dan berdiri sejajar dengan Pei Zhang Xi yang sudah turun dari panggung. Masalah baru-baru ini terjadi terus menerus dan selalu melibatkan kedua orang yang saat ini sedang dipanggil oleh Kaisar untuk menerina titah setelah menyelesaikan begitu banyak masalah yang mencoba mencelakai mereka. Kali ini pasti tidak lah sederhana.


"Kami siap menerima Titah." Ucap Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu bersama-sama. Biasanya saat menerima titah, semua orang harus berlutut untuk menerimanya. Tetapi karena kondisi Lu Jing Yu yang tidak memungkinkan, bisa dimaklumi jika keduanya berdiri dengan Pei Zhang Xi yang membantu Lu Jing Yu menopang dirinya.


"Pangeran Pei Zhang Xi, putra keempat yang Mulia Kaisar Pei An Long, yang memiliki gelar Raja Rui, berbudi baik, memiliki jasa yang tak terhitung jumlahnya demi mengamankan kedaulatan kekaisaran Shao. Berdedikasi tinggi menjalankan tugasnya sebagai ketua utaman Biro Yunguang yang telah berhasil memecahkan banyak kasus yang sulit. Terbukti mampu menjadi pemimpin suatu bangsa. Dengan titah suci ini, kaisar akan menganugerahkan posisi Putra Mahkota kepada yang Mulia Raja Rui. Mulai saat ini, Raja Rui akan menjadi Yang Mulia Putra Mahkota kekaisaran Shao."


"Nona Lu Jing Yu, putri pertama perdana menteri Lu Qin Hao yang memiliki gelar Permaisuri kehormatan Rui, berbudi luhur dan memiliki belas kasih terhadap sesama. Memiliki pengetahuan luas dan berkontribusi dalam menyelesaikan mslaah publik. Serta menantu yang memberikan cucu laki-laki pertama bagi kekaisaran Shao, memberi kebahagiaan dan harapan bagi kekaisaran Shao. Dipandang pantas dan layak untuk menjadi calon ibu negara. Menimbang dengan seksama atas kelebihan yang dimiliki, dengan titah suci ini, Kaisar akan menganugerahkan posisi Putri Mahkota kepala Yang Mulia Permaisuri Kehormatan Rui. Mulai saat ini, Permaisuri Kehormatan Rui akan menjadi Yang Mulia Putri Mahkota kekaisaran Shao."


"Saya, Lu Jing Yu, menerima titah suci kaisar."

__ADS_1


"Upacara penobatan resmi akan dilakukan tanggal lima bulan depan. Satu Minggu dari sekarang dan akan diadakan bersamaan dengan pemberian nama untuk bayi putra dan putri Mahkota yang akan dilaksanakan di istana." Lanjut Kasim Song dengan suara lantang. Menyapu pandangannya ke seluruh aula.


"Terima kasih atas berkah Yang Mulia Kaisar." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu mengucapkan terima kasih secara bersamaan.


"Panjang umur Yang Mulia Kaisar. Panjang umur Yang Mulia Putra Mahkota. Panjang umur Yang Mulia Putri Mahkota."


Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu saling memandang. Keduanya menghembuskan napas mengingat kesepakatan yang mereka bicarakan semalam. Setelah Pei Qin Yang menghadap Kaisar dan menentukan keputusan untuk tetap berdiri di sisi Zhu Man Xie, kaisar dengan sengaja meminta Kasim Song menyampaikan berita ini ke kediaman Raja Rui untuk membuat Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu mengambil keputusan untuk membiarkan Pei Qin Yang menerima hukuman atau datang ke istana untuk menyelamatkan saudaranya itu. Tetapi dengan pertimbangan jika mereka datang, mungkin kesempatan itu tidak akan dilepaskan oleh Kaisar untuk mengangkat Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu menjadi putra dan putri Mahkota.


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_140#~

__ADS_1


Please like, share, vote and comment 😊


__ADS_2