
Lu Jing Yu memegang mangkuk berisi minyak Zaitun yang telah ia beri dengan minyak mawar di atas pahanya. Xuan Yuan baru saja keluar dari kamarnya setelah melaporkan bahwa Pei Zhang Xi akan telat pulang karena ada tugas baru dari kaisar. Ia menatap mangkuk itu sambil menghela napas.
"Permaisuri, Yang Mulia tidak akan pulang cepat hari ini, Permaisuri lebih bak tidur lebih awal."
"Hem. Bantu aku menyiapkan air mandiku."
"Baik Permaisuri."
Urusan penyambutan yang kelihatan sederhana ternyata memiliki banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari undangan pemberitahuan bagi semua menteri untuk datang pada saat penyambutan. Juga hadiah apa saja yang akan diberikan. Pun hiburan penyambutan. Masih ada rakyat yang juga harus dijaga agar menjaga ketertiban selama penyambutan. Untuk itu dibutuhkan perekrutan pasukan untuk menjaga keamanan.
Untuk mempersiapkan semuanya, setidaknya dibutuhkan waktu satu minggu. Khususnya untuk memberikan waktu bersiap bagi tim penari yang akan tampil. Juga mempersiapkan pasukan mengenai bentuk pengaturannya.
Pei Zhang Xi kembali ke kediaman Raja Rui setelah larut malam dengan tubuh yang lelah. Saat ia masuk ke dalam kamar, Lu Jing Yu sudah tidur dengan gelisah. Pei Zhang Xi meresa bersalah. Ia mengerti jika Lu Jing Yu tidak akan bisa tidur dengan tenang jika tidak bersamanya. Dan dialah yang membuatnya seperti itu. Jadi melihat Lu Jing Yu yang tidak bisa tidur tenang membuatnya bersalah karena ia tidak bisa menemaninya. Ia pun naik ke atas ranjang dan langsung menarik tubuh Lu Jing Yu. Memberi kenyamanan untuk istrinya.
"Yang Mulia kembali?" Lu Jing Yu yang merasa pelukan hangat Pei Zhang Xi terbangun.
"Hem. Masih larut. Tidurlah kembali." Pei Zhang Xi mengelus kepala Lu Jing Yu saat ia semakin mengeratkan pelukannya. Lu Jing Yu merasakan kehangatan yang ditunggunya dan segera menutup matanya kembali.
Pagi harinya saat Lu Jing Yu membuka matanya di lagi hari, tempat tidur di sampingnya sudah kosong. Dan saat ia menyentuhnya itu sudah dingin. Apakah ia hanya berhalusinasi bahwa Pei Zhang Xi kembali tadi malam?
Tetapi ia benar-benar yakin bahwa yang memeluknya semalam adalah Pei Zhang Xi dari aroma dan sentuhan yang sangat dia kenali.
"Xiao Bei." Xiao Bei yang menunggu di luar segera masuk.
"Permaisuri sudah bangun? Yang mulia kembali larut malam semalam. Dan pagi-pagi sekali Yang Mulia juga sudah berangkat. Yang Mulia berpesan untuk tidak membangunkan Permaisuri, jadi kami menunggu di luar."
__ADS_1
"Kemana Yang Mulia pergi?"
"Yang Mulia pergi ke gerbang kota untuk membuat persiapan di sana."
"Hem...baiklah. Nanti bantu aku menyiapkan makanan untuk dikirim pada Yang Mulia."
"Baik Permaisuri."
***
Menyiapkan Wei Qian Nian juga merupakan salah satu yang harus dilakukan oleh Pei Zhang Xi. Karena Pei Zhang Xi tidak mungkin melakukannya sendiri, ia meminta bantuan pada Ratus Zhu untuk merekrut beberapa pelayan yang akan membantunya.
Wei Qian Nian menerima perlakuan yang berbeda tiga hari sebelum penyambutan. Para pelayan ini begitu cakap meskipun mereka semua melakukannya dengan tanpa ekspresi dan rasa hormat padanya. Baginya tidak mengapa selama mereka tidak menyakitinya atau sengaja Melawannya seperti Meng Ran.
Menanggapi perlakuan berbeda dari para pelayan lah yang membuat Wei Qian Nian kembali terbang menembus awan. Ia menjadi semakin tidak sabar untuk menikah dan masuk ke drama kediaman Jenderal Wang dan menjadi nyonya di sana.
Ini adalah batas terakhir kesabaran Lu Jing Yu yang menginginkan berada di sisi Pei Zhang Xi. Kali ini ia tidak tahan untuk tidak menangis bersedih. Melihat Pei Zhang Xi yang sibuk menyelesaikan banyak hal setiap hari, Lu Jing Yu merasa sakit. Apalah Kaisar sengaja memberinya pelajaran karena tidak patuh?
Semakin memikirkannya semakin membuat perasaan Lu Jing Yu yang sensitif semakin ia bersedih. Dia hanya ingin memiliki suaminya hanya untuknya meskipun saat ini ia belum dapat meyakinkan diri tentang perasaan apa yang dimilikinya untuk Pei Zhang Xi. Tetapi jika ia memikirkan Pei Zhang Xi bersama dengan wanita lain sudah membuatnya tidak tahan.
Malam ini tiba-tiba Pei Zhang Xi pulang. Dan mendapat laporan bahwa saat ini Lu Jing Yu sedang menangis di dalam kamar mereka. Xiao Bei dan Chu Fei tidak dapat membuatnya berhenti menangis. Bujukan Bibi Wu juga tidak mempan untuknya.
"Apa aku salah jika aku tidak ingin suamiku memiliki istri lain? Kenapa Kaisar menghukumnya?" Ucap Lu Jing Yu di sela-sela isak tangisnya.
"Permaisuri tenangkan dirimu. Mohon jangan menangis lagi." Bibi Wu dengan panik membujuk. Sudah lama sejak Lu Jing Yu tidak lagi muntah. Tetapi tabib Xue mengatakan jika dalam usia kehamilan ini masih cukup rentan. Jadi semua orang diwanti-wanti untuk selalu menjaga kondisi di sekitar Lu Jing Yu untuk tetap kondusif.
__ADS_1
"Kasihan Yang Mulia. Aku bahkan tidak bisa melihatnya saat aku akan tidur. Saat aku tidur juga tidak bisa. Aku harus pergi begitu jauh hanya untuk melihat suamiku. Kenapa semua orang tega memisahkan suami dan istri seperti kami. Hiks hiks." Lu Jing Yu mmebungkukkan badannya di atas meja. Meletakkan kepalanya di sana dan menangis sesenggukan seperti seorang anak kecil yang baru dimarahi ibunya karena diam-diam memakan permen dan permen itu akhirnya diambil darinya.
Pei Zhang Xi mendengar semua yang dikatakan Lu Jing Yu dengan perasaan bahagia. Saat Chu Fei yang pertama kali melihat kedatangan Pei Zhang Xi ingin segera memberi tahukah kedatangannya tetapi segera diberi isyarat agar ia diam dan memberinya isyarat untuk membawa Bibi Wu dan xiao Bei keluar dari kamar.
Ketiga orang itu dengan sadar berjalan mundur dengan tenang. Mereka menutup pintu kamar di belakang mereka. Lu Jing Yu sama sekali tidak menyadari bahwa orang di belakangnya sudah berbeda dan masih terus mengoceh.
"Merindukanku hm?" Pei Zhang Xi menunduk dan memeluk Lu Jing Yu dari belakang. Mengelus perutnya dengan lembut.
"Pergi! Kenapa aku selalu merasa Yang Mulia ada di sini?" Lu Jing Yu berteriak tanpa melihat ke belakang. Sudah terlalu sering ia merasa bahwa Pei Zhang Xi ada di sisinya padahal itu hanyalah halusinasinya. Jadi saat ini dia masih berpikir bahwa itu juga sama. Hanya sekedar bayangannya saja.
"Karena aku memang di sini." Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya dengan bingung. Lalu ia menyadari bahwa Lu Jing Yu mungkin menganggapnya ilusi. Jadi ia menggigit cuping telinga Lu Jing Yu. Membuat istrinya itu berteriak kaget dan menoleh dengan segera.
"Ini asli Yang Mulia?" Lu Jing Yu tidak percaya dan mulai menepuk pipi Pei Zhang Xi.
"Iya. Ini aku."
"Huhuhu... " Hal yang tak diduga oleh pei Zhang Xi terjadi, Lu Jing Yu menubruknya dan menangis di pelukannya.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_78♡
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .