Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
98. Koalisi


__ADS_3

"Ooh rupanya Raja Rui yang datang." Seorang pria tiga puluh tahunan menyambut Pei Zhang Xi saat ia sampai di markas tentara jenderal Wang.


"Benar Jenderal Ji. Aku datang atas nama Biro Yunguang untuk memberikan beberapa penjelasan." Ucap Pei Zhang Xi tenang. Ia sudah mengetahui sifat orang-orang yang ada di bawah Jenderal Wang yang sombong.


"Kalau begitu kami harap penjelasan yang diberikan oleh Raja Rui memuaskan."


"Tentu saja." Pei Zhang Xi mengangkat dagunya tinggi. Menghadapi orang-orang seperti ini kita tidak boleh terlihat lebih lemah dari mereka atau mereka akan terus menginjak-injak sesuka hati. Apalagi Pei Zhang Xi yang acara teknis memiliki status yang lebih tinggi dari mereka.


"Kalau begitu silahkan masuk." Jenderal Ji yang merupakan tangan kanan Jenderal Wang meskipun usianya jauh di atasnya membawa Pei Zhang Xi masuk ke dalam ruang kerjanya.


Pei Zhang Xi menjelaskan semua rencana yang akan dilakukannya untuk dalat menemukan Wei Qian Nian pada JENDERAL Ji. Pei Zhang Xi bahkan tidak menyembunyikan kecurigaannya bahwa ada pihak lain yang membantu Wei Qian Nian melarikan diri. Jenderal Ji dan yang lainnya terbiasa menggunakan otot dan bukan otak. Jadi saat mereka mendengar kecurigaan Pei Zhang Xi mereka semua tersentak kaget. Mereka sama sekali tidak terpikirkan hal itu sebelumnya.


Ketika mereka mengatasi bahwa Jenderal Wang tewas dibunuh di kamar kediamannya mereka semua langsung tersulit emosi. Mereka bahkan hampir membunuh kepala pelayan yang selama ini mengatur KEDIAMAN jenderal Wang ketika ditinggal ke perbatasan. Beruntung nyawa kepala pelayan masih dapat diselamatkan setelah ia mengatakan bahwa pelakunya kemungkinan besar adalah putri Wei Qian nian yang merupakan istri baru Jenderal Wang.


Semua anak buah jenderal Wang mengetahui sisi gelap atasan mereka dengan baik yang mengandung gapapa wanita hanyalah sebuah mainan baginya. Tapi mereka tidak menyangka anda akhirnya jenderal mereka akan dibunuh oleh seorang wanita lemah yang memiliki jadi mainannya.


Setelah mengetahui pelaku pembunuhan yang merupakan istri Jenderal Wang , mereka langsung mencarinya di setiap tempat. Sayangnya mereka tidak begitu mengingat wajahnya karena mereka hanya melihatnya sekali saat berada di gerbang ibukota saat penyambutan itu. Jadi seharian ini bisa dikatakan mereka mencari tanpa tujuan.


"Lalu siapa menurut Yang Mulia yang membantu wanita ja-lang itu?" Jenderal Ji mulai melunak.


"Aku juga tidak tahu dengan pasti. Itulah kenapa aku meminta kerjasama dari Jenderal Ji untuk membantu dalam penyelidikan ini."

__ADS_1


"Jika ini untuk menemukan pelaku yang ruah membunuh Jenderal Wang kami, aku dan para saudaraku akan dengan senang hati membantu."


"Itu bagus. Ini adalah gambar Wei Qian Nian. Tapi jangan hanya terpaku pada penampilannya ini. Aku yakin dia sedang menyamar sekarang. Jika tidak, dengan penampilannya ang mencolok kalian pasti sudah menemukannya sejak ia keluar dari kediaman Jenderal Wang. Periksa dengan  teliti setiap orang yang memiliki ciri ymeskipun itu hanya sedikit yang mirip dengan gambar ini." Pei Zhang Xi menyerahkan gambar Wei Qian Nian pada Jenderal Ji.


"Baik Yang Mulia. Aku akan segera menyebarkan gambar ini agar mereka dapat mengenalinya dengan lebih jelas."


Malam dengan cepat berlalu. Malam itu indah Peri Zhang Xi tidak tidur untuk menyelesaikan masalah ini. Setahun ia keluar dari markas tentara JENDERAL Wang, ia pergi ke biro Yunguang untuk mempersiapkan beberapa surat dan prosedur. Pagi-pagi sekali ia audio datang ke kediaman Jenderal Wang untuk memeriksa semua orang yang mungkin terlibat dalam masalah ini.


Di bungalow Heaven Lake, Lu Jing Yu juga tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan Pei Zhang Xi. Apalagi ia sudah terbiasa tidur degan dipeluk oleh suaminya. Jadi ketika Xiao Bei datang untuk membangunkannya,  ia sudah bangun dengan lingkaran hitam di bawah kantung matanya yang sedikit bengkak.


"Jika Yang Mulia mengetahui bahwa Permaisuri menangis di sini, Yang Mulia tidak akan bisa tenang menyelesaikan masalahnya." Ucap Xiao Bei dengan disengaja agar Lu Jing Yu mendengarnya.  


"Yang Mulia berpesan agar hamba memberitahukan jika sesuatu terjadi pada Permaisuri. Jika Hamba tidak memberitahukan mengenai hal ini, bukankah hamba bersalah dan pantas dihukum?"


"tidak Xiao Bei. Aku akan menjaga diriku dengan baik kali ini. Semalam aku hanya tidak bisa menahan diri saja."


"Baiklah Permaisuri. Kali ini hamba akan diam saja. Tapi hamba nominal Permaisuri tidak akan menangis lagi ya?"


"Tentu saja. Sekarang siapkan air. Aku ingin mandi." Mendengar jawaban Lu Jing Yu, Xiao Bei tersenyum lega. Jika Pei Zhang Xi mengetahui jika ia membiarkan Permaisuri nya menangis sepanjang waktu, ia akan dihukum dengan berat saat pria itu kembali nanti.


Pei Zhang Xi meninggalkan Quan Yuan untuk menjaga Lu Jing Yu ketika mereka berpisah sementara ini. Pagi ini Lu Jing Yu juga makan dengan baik agar Quan Yuan tidak mmelaporkannya pada Pei Zhang Xi dan dapat menambah beban pikirannya.  Setelah makan ia juga memanggil Mu Lan Feng untuk membahas mengenai kincir air yang akan mereka buat. Ia sudah berjanji akan memberinya rincian barang yang harus mereka beli untuk membuat kincir air sebelum Mu Lan Feng turun gunung untuk menemui pengrajin kayu dan tukang bangunan.

__ADS_1


Masih di pagi yang sama. Pertengkaran kecil terjadi diantara sepasang suami istri yang baru menikah. Sejak Ibu suri mengirim tidak hanya seorang selir untuk Pei Qin Yang melainkan tiga sekaligus Zhu Man Xie selalu dalam hati yang buruk. Dengan datangnya para selir ini, Zhu Man Xie bukan hanya harus membagi suaminya, bahkan ia juga yang harus membuat pengaturan untuk ketiga wanita yang juga akan melayani suaminya bersamanya. Setiap kali melihat ketiganya, amarah Zhu Man Xi membara. Bukan hanya Zhu Man Xie yang tidak senang. Pei Qin Yang juga merasa tidak nyaman.


Pei Qin Yang adalah tipe laki-laki yang tidak mudah akrab dengan seorang wanita. Baginya cukup hanya memiliki Zhu Man Xie sebagai istrinya. Tapi entah dengan alasan apa ibu suri mengirim para selir ini ke kediamannya. Membuat dirinya ikut merasa pusing. Untuk menyenangkan para wanita ini sangat sulit baginya. Hanya karena masalah sepele mereka akan mulai diam-diam bertengkar.  


"Xie'er aku yakin kamu tahu apa yang yerjadi hingga membuat atau ibu Suri mengirim para wanita ini kan?" Pei Zhang Xi yang baru kembali dari halaman salah satu selirnya langsung pergi ke halaman Zhu Man Xie.


"Mohon maafkan aku Yang Mulia, aku tidak tahu."


"Aku ingat kamu dipanggil ibu suri untuk datang beberapa hari sebelum para wanita ini datang. Apa benar kamu tidak tahu?"


"Yang Mulia, berhentilah menanyakan hal ini. Aku sudah cukup menahan diri setelah kedatangan mereka. Lihat apa yang mereka lakukan? Mereka bahkan berani meninggalkan bekas mereka. Hiks hiks. Aku harus bagaimana?" Zhu Man Xie mulai terisak saat ia tanpa sengaja melihat kissmark di dada Pei Qin Yang yang jelas tidak dibuat olehnya.


"Xie'er aku minta maaf. Tidak seharusnya aku menyalahkanmu." Pei Qin Yang menarik Zhu Man Xie ke dalam pelukannya. Zhu Man Xie mengepalkan tangannya. Semua ini karena Lu Jing Yu.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_98♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..

__ADS_1


__ADS_2