
Dengan mata yang berbinar, Selir Su menghampiri Lu Jing Yu yang berdiri di samping Pei Zhang Xi dengan senyum canggung. Setelah sekian lama ia masih belum terbiasa dengan sikap ibu mertuanya yang sangat mudah akrab. Sedangkan dirinya sendiri memiliki kecenderungan tidak mudah bergaul dengan orang lain. Jujur, Lu Jing Yu terkadang merasa tidak nyaman.
"Menantuku Yu'er yang baik, sini biar ibu bantu kamu duduk. Ibu sudah menyiapkan makanan dan camilan lezat untukmu." Selir Su membawa Lu Jing Yu ke aula samping dimana makanan-makanan yang dia siapkan sejak pagi sudah tertata dengan rapi.
**
Ibu suri jarang keluar dari halamannya ataupun menerima tamu pada hari biasa karena usianya. Ibu suri juga sering pergi ke kuil Buddha untuk berdoa demi kemakmuran kekaisaran Shao. Kecuali untuk urusan penting, ia tidak akan pernah ikut campur.
Hari ini ketika ia akan berangkat ke kuil Buddha, ia mendengar banyak hal mengenai istri dari salah satu cucunya. Ia biasanya tidak terlalu memperhatikan masalah seperti ini. Tetapi kali ini, masalah ini bisa saja mempengaruhi reputasi keluarga kerajaan yang sangat dihargainya.
Para pelayan hari ini membicarakan Lu Jing Yu yang memiliki perut sedikit lebih besar dibandingkan dengan perut wanita hamil dengan usia yang sama. Setelah Zhu Man Xie membahasnya pagi ini, semua orang memiliki perspektif sendiri jika kemungkinan besar bayi yang dikandung Lu Jing Yu bukan milik Pribadi Zhang Xi mengingat bagaimana sikap Pei Zhang Xi di allah pernikahan mereka.
Jika masalah ini tersebar, bukankah akan merusak nama baik keluarga kerajaan?
Mendengar gosip ini membuat Ibu Suri sangat marah dan meminta seseorang untuk memanggil Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi menghadapnya. Pada saat kasim yang diminta IBU Suri untuk memanggil mereka, keduanya baru akan naik ke dalam kereta. Hari ini Selir Su menjadi selain lengket dan tidak pernah bosan untuk menyentuh perut Lu Jing Yu dari waktu ke waktu. Sehingga mereka baru bisakeluar dari istana setelah makan siang.
"Nenek? Tidak biasanya nenek memanggil seseorang. Ada apa?" Tanya Pei Zhang Xi pada kasim.
"Hamba juga tidak mengetahuinya Yang Mulia."
"Ada apa nenek memanggil kita Yang Mulia?" Lu Jing Yu sedikit khawatir. Karena di dalam novel, sosok ibu suri digambarkan sebagai wanita tua yang kejam yang memberi saran pada Pei Zhang Xi bagaimana Lu Jing Yu yang asli dieksekusi pada akhirnya.
Di dalam novel, ibu suri digambarkan dengan seorang yang selalu menaati aturan dan sangat disiplin. Dia sangat menjunjung tinggi harga diri dan membenci seorang yang merusak reputasi keluarga. Jika ada orang yang melanggar di depannya, ia tidak akan segan untuk memberikan hukuman berat.
Sekarang, Lu Jing Yu benar-benar panik. Apa yang akan dilakukan Ibu Suri?
"Aku juga tidak tahu. Tapi pasti ada masalah penting yang ingin disampaikan pada kita. Sudahlah. Karena nenek memanggil kita untuk datang, ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan istr
iku padanya. Dia pasti sangat menyukaimu." Pei Zhang Xi melihat kecemasan di mata Lu Jing Yu dan menghiburnya.
Jika itu adalah Lu Jing Yu yang sama dengan rumor yang beredar tentangnya, ibu suri akan membencinya. Sama seperti dirinya. Tetapi pribadi Lu Jing Yu dengan rumor yang beredar sangat berbeda jauh. Mengenal neneknya, Pei Zhang Xi sudah menebak apa yang akan menyebabkan Ibu suri memanggilnya.
__ADS_1
Paviliun Cun Yang berada di tempat yang cukup sepi dan tersembunyi. Halamannya tidak begitu luas tetapi terlihat indah dan tertata dengan dengan rapi. Paviliun utamanya juga tidak terlalu besar. Itu cukup sederhana bagi seorang Ibu suri yang merupakan ibu kandung dari Kaisar.
Di dalam paviliun utama, ibu Suri yang memakai jubah sederhana berwarna cokelat duduk dengan terarah yang tegang dilihat dari keningnya yang berkerut. Rambutnya yang sebagian sudah memutih digulung dengan rapi dan dihias dengan tusuk konde indah bertahtakan mutiara biru yang langka.
Setelah tinggal di istana selama hampir seluruh hidupnya, Ibu Suri memiliki keagungan dan keanggunan tertinggi yang dimilikinya oleh seorang bangsawan wanita yang mulia. Meskipun suasana hatinya sedang tidak baik, seluruh tingkah laku dan tidak tanduknya terlihat sangat elegan secara alami.
Pelayan tua yang usianya hampir sama dengannya menghadap dan berbicara dengan sangat hati-hati. "Ibu Suri, Raja dan permaisuri Rui sudah hadir."
"Hm. Bawa mereka masuk." Ibu Suri mengangguk samar.
Tak lama kemudian pelayan tua masuk memimpin Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu. Setelah itu, ia berdiri di belakang Ibu Suri menunggu perintah.
"Kami memberi dalam kepada Ibu Suri." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu memberi salam dengan membungkukkan badannya. Ibu Suri menaikkan alisnya. Memperhatikan Lu Jing Yu tepat di bagian perutnya yang menonjol.
"Bangunlah."
"Terimakasih Ibu Suri."
"Kami datang kemari sebagai pasangan. Jika ibu Suri belum memberikan restu pada kami, maka kami juga tidak memiliki pilihan lain."
"Anak nakal! Sepertinya kamu sudah tahu kenapa aku memanggil kalian kemari."
"Jika aku tidak salah menebak, bukankah itu karena gosip yang tersebar di istana?"
"Masih bisa begitu tenang? Sekarang beri penjelasan pada wanita tua ini dengan benar. Jika wanita tua ini tidak puas dengan jawaban yang kalian berikan, jangan harap bisa keluar dari halaman ini dengan mudah." Ibu Suri memicingkan matanya.
"Sebelum memberikan penjelasan yang Ibu Suri inginkan, aku akan memperkenalkan istriku. Ini adalah Lu Jing Yu. Nona pertama dari kediaman Perdana Menteri Lu dari istri pertamanya. Yu Qi. Aku yakin Ibu suri pasti sudah mengetahui bagaimana rumor yang beredar mengenai istriku ini. Tapi aku dapat meyakinkan Ibu Suri bahwa apa yang ada di masyarakat tidaklah benar."
"Kamu begitu yakin pada istrimu."
"Tentu saja. Meskipun aku hanya beberapa bulan ini mengenalnya, aku sudah mengenalnya dengan baik."
__ADS_1
"Ohh...lalu?" Ibu Suri melirik perut Lu Jing Yu sedikit curiga.
"Ibu suri bisa tenang. Aku bisa pastikan cucu buyut Ibu suri ini memang benar-benar anakku." Saat Pei Zhang Xi bicara, tangannya mengelus perut Lu Jing Yu dengan lembut. Pandangannya juga melembut seiring kebanggaan yang terlihat di matanya.
Selir Su adalah keponakannya sendiri. Jadi dibandingkan dengan cucunya dari menantunya yang lain ia paling menyayangi Pei Zhang Xi. Dan selama ini ia mengenal Pei Zhang Xi, cucunya ini bukanlah seorang rapi yang akan bersedia merawat anak dari pria lain. Jika Pei Zhang Xi mengatakan bahwa anak yang dikandung Lu Jing Yu adalah anaknya, itu artinya rumor yang beredar di istana tidaklah benar.
Mendengar betapa percaya diri Pei Zhang Xi menjelaskan dirinya, ia ingin Suri menghela napas lega. Wajahnya yang sebelumnya terlihat penuh beban saat ini sudah terlihat lebih santai. Pandangannya saat memperhatikan Lu Jing Yu sekali lagi juga sudah berubah.
"Cucu menantuku, aku pasti membuatmu takut."
"Tidak Ibu Suri. Ibu Suri melakukan semua ini juga demi keluarga kerajaan."
"Bagus. Aku senang dengan wanita yang bijaksana. Mulai sekarang panggil aku nenek seperti Xi'er."
"Terima kasih nenek." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu saling berpandangan dan tersenyum lega.
"Cari tahu siapa yang memiliki niat buruk yang menyebarkan rumor yang tidak benar ini. Siapapun itu aku tidak akan mengampuninya. Bawa dia kemari. Aku ingin lihat siapa yang berani memfitnah keturunan keluarga kerajaan ini." Ibu Suri memandang Pelayan tua dan memberi perintah dengan tegas.
"Baik Ibu Suri."
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_85♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..
__ADS_1