
Bibi An menceritakan apa yang terjadi dari semenjak ia bertemu dengan Lu Jing Yu yang baru saja terlepas dari bahaya dengan lancar. Semua orang terutama para gadis dan wanita menutup mulut mereka tidak percaya atas apa yang telah menimpa Lu Jing Yu dan keberanian Lu Jing Yu yang mungkin mereka bahkan tidak ada yang akan memilikinya. Dan jika mereka berada di posisi yang sama dengan Lu Jing Yu saat itu, mereka pasti tidak akan dapat terlepas dari bahaya dan berakhir dengan memalukan.
Lu Jing Yu hanya bisa tersenyum sambil menengadahkan kepalanya menghadap Pei Zhang Xi yang memiliki ekspresi yang semakin gelap dari waktu ke waktu. Apalagi saat bibi An mengatakan bahwa ia melihat Zhu Man Xie datang dan menemui pelayan yang telah tiada itu. Pria itu menatap tajam wanita yang memiliki kulit pucat pasi akibat ketakutan.
"Sekarang, apa kamu masih mau mengelak Permaisuri Yuan?" Ibu Suri menatap tajam Zhu Man Xie ya gak berdiri dengan tubuh bergetar. Ratu Zhu menatap Keponakannya dengan rumit. Jika ia membantunya, dirinyalah yang akan terkena imbasnya lagi. Sudah cukup baginya untuk diberi hukuman karena ikut berusaha melindungi Zhu Man Xie sebelumnya. Ia tidak boleh melakukan hal yang sama yang akan membahayakan nasibnya. Jadi untuk saat ini ia hanya bisa membiarkan nasib yang menentukan nasib Zhu Man Xie.
Pei Qin Yang menatap dengan kecewa istri yang sangat ia cintai. Ia tidak menyangka jika istrinya bahkan bisa melakukan hal yang keji seperti ini. Bagaimana bisa seorang wanita merencanakan plot untuk menjebak wanita lain yang bahkan sedang hamil untuk dilecehkan oleh seorang laki-laki? Ia bahkan tidak pernah berpikir bahwa kejadian seperti itu benar-benar muncul.
"Xie'er tolong katakan bahwa itu tidak benar. Bukan kamu yang melakukannya kan? Ini pasti sembuh kesalahpahaman saja. Katakan pada Bibi An apa yang kamu lakukan di sana sebenarnya." Pei Qin Yang masih menolak untuk percaya. Ia tidak yakin istrinya mampu melakukan hal itu.
"Yang'er apakah kamu meragukan orangku? Bibi An sudah mengatakan bahwa dia mendengar dengan jelas bahwa permaisuri Yuan menyuruh pelayan ini pergi setelah menanyakan apakah Permaisuri ada di dalam Kamar. Jadi tidak perlu lagi bertanya padanya. Tapi apakah kamu mulai tidak mempercayai apa yang nenekku ini katakan?" IBU suri melirik Pei Qin Yang dengan sinis. Cucunya ini erlalu bodoh. Memang tidak akan dapat menjadi Kaisar mengingat sifatnya yang naif.
"Nenek bukan begitu. Tetapi aku hanya tidak mempercayai semua ini. Ini terlalu cepat untukku nek."
__ADS_1
"Huh! Kaisar masalah ini sudah jelas. Pelaku yang berniat mencemarkan nama keluarga kerajaan sudah diketahui. Jadi sekarang tolong ambil keputusan untuk menyelesaikan masalah ini."
"Aku juga berpikiran seperti itu. Permaisuri Yuan, sekarang aku ingin mendengar darimu sendiri apa benar kaulah dalang dibalik semua ini?" Kaisar bertanya dengan tenang saat matanya yang penuh dominasi.
Zhu Man xie semakin mengeratkan tangannya di balik lengan bajunya yang lebar saat matanya yang penuh dengan air mata nya yang dengan menyedihkan.
"Tidak ayah Kaisar. Aku tidak melakukannya. Kita tidak bisa hanya percaya pada satu perkataan seorang pelayan. Bisa saja dibenerin perintah dari seseorang untuk memfitnahku kan?"
"Kamu memang benar. Tapi kamu salah jika tidak ada bukti yang lain." Ibu Suri melirik bibi An sekali lagi.
Bukan lagi orang-orang yang mendengar perkataan bibi An yang terkejut. Bahkan Zhu Man Xie pun terkejut. Pasalnya ia tidak pernah memberikan apapun pada pelayanan itu selain uang koin yang semua orang juga memilikinya. Ia tidak mungkin dengan bodohnya memberikan barang yang memiliki ciri khusus yang menunjukkan bahwa itu adalah miliknya. Tetapi japit itu memang miliknya. Bagaimana bisa?
Tentu saja hiasan rambut itu memang tidak diberikan oleh Zhu Man Xie pada pelayan itu melainkan seorang pelayan yang mengambilnya dari kereta yang digunakan untuk menyimpan barang-barang Zhu man Xie saat tidak ada yang mengetahuinya untuk dijadikan sebagai bukti atas perintah langsung dari ibu suri.
__ADS_1
"Xie'er bukankah itu memang hiasan rambut milikmu? Aku sangat ingat bahwa aku memberikannya padamu dan aku memikihnya secara pribadi. Jadi apakah benar bahwa kamulah yang meminta pelayan-pelayan itu untuk mencelakai Permaisuri Rui?" Tatapan Pei Qin Yang jelas terlihat sangat suram. Ia benar-benar tidak ingin percaya.
"Tidak Yang Mulia. Itu benar-benar bukan aku. Tolong selidiki dengan benar. Huhuhu... hiasan itu memang milikku. Tetapi aku tidak pernah memberikannya pada pelayan ini apalagi aku tahu bahwa hiasan rambut ini diberikan langsung oleh Yang Mulia." Zhu Man Xie melihat tahapan kecewa di mata Pei Qin Yang dan membuat hatinya tenggelam.
"Kakek... kakek tolong aku kek. Itu bukan aku?" Zhu Man Xie mengalihkan pandangannya pada Zhu Yao Yan. Namun ia lupa bahwa kakeknya adalah pria berdarah dingin yang sesungguhnya yang tidak akan memandang hubungan apapun saat ia berdiri di antara nyawanya dan kekaisaran. Kakeknya akan memilih kekaisaran tanpa berpikir dua kali. Zhu Yao Yan hanya meliriknya dengan dingin. Saat itulah ia tahu bahwa tidak ada yang akan melindunginya selain dirinya sendiri.
Semua orang juga sama. Mereka yang biasanya menjilati karena posisinya saat ini memalingkan wajah mereka satu persatu. Mereka menjauh sejauh-jauhnya seakan mereka tidak pernah saling mengenal.
Zhu Man Xie tersenyum getir saat semua orang meninggalkannya. Lalu ia mulai tertawa terbahak-bahak di bawah tatapan aneh semua orang sebelum akhirnya tubuhnya limbung saat pandangan matanya perlahan menggelap.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_114♡
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..