
Namun dibandingkan keterkejutan semua orang, yang paling terkejut dalam hal ini adalah Pei Yu Chen yang merupakan putra dari selir Yue. Namun selain merasa terkejut, Pei Yu Chen justru memiliki banyak kekecewaan di dalam matanya.
Selir Yue bukanlah selir kesayangan Kaisar Pei An Long. Tapi juga bukan merupakan selir yang dilupakan dan tidak mendapatkan kasih sayang. Tetapi selama lima belas tahun ia masuk ke istana setelah dikirim oleh orang tuanya yang merupakan salah satu pejabat kelas menengah dengan harapan untuk mendapatkan dukungan dan meningkatkan statusnya, selir Yue hanya pernah hamil dan melahirkan sekali yaitu pangeran Pei Yu Chen yang merupakan pangeran termuda yang masih berusia dua belas tahun.
Namun meskipun pangeran Pei Yu Chen masih sangat muda, dia mengerti satu hal. Saat wanita pemilik penginapan itu mengatakan bahwa tuan Li yang mengakui anak di perut nyonya Li yang mengacu pada ibunya, artinya... Dirinya bukanlah anak kaisar melainkan putra Selir Yue dengan Li Zhi Jin.
Pei Yu Chen jatuh ke lantai dengan suara plop membuat semua orang terbangun dari linglung mereka dan mulai mengalihkan pandangan mereka dari wanita pemilik penginapan ke arah Pei Yu Chen dan Li Zhi Jin bergantian hingga mereka mulai menemukan beberapa kesamaan antara dua orang itu dan mulai menyimpulkan argumen mereka.
"Yu Chen... Tenangkan dirimu." Pei Qin Yang selalu menyayangi suarada tirinya itu karena dari sifatnya, keduanya hampir mirip satu sama lainnya.
"Tidak kakak kelima. Meskipun aku masih muda, aku mengerti apa yang terjadi di sini." Pei Yu Chen berdiri mengabaikan tangan Pei Qin Yang yang mengambang di udara. Kemudian dia berjalan hendak meninggalkan tempat sebelum Selir Yue memanggilnya dengan suara bergetar.
"Chen'er... Dengarkan ibumu." Selir Yue meraih tangan Pei Yu Chen dan menghentikan putranya itu.
"Tolong jangan hentikan aku. Aku tidak sanggup lagi berada di sini Bu. Tidak. Aku bahkan tidak memiliki muka untuk terus tinggal di istana dan menikmati kenyamanan milik para pangeran karena aku bukanlah bagian dari mereka." Pei Yu Chen menghempaskan tangan ibunya.
"Tidak Chen'er. Kamu adalah putra kaisar yang berarti kamu adalah seorang pangeran yang berhak atas itu. Dengarkan ibumu, oke."
"Tidak ibu. Aku mengerti apa yang selalu aku pertanyakan sekarang kenapa aku paling berbeda di antara para pangeran lainnya. Dulu aku berpikir jika aku memiliki kemiripan dengan ibu lebih banyak. Dan aku menerimanya meskipun aku masih tidak menemukan kesamaan antara aku dan kamu bu. Kini aku mengetahuinya. Itu karena aku memang berbeda dengan para pangeran. Aku bahkan tidak memiliki darah kaisar."
"Chen'er tidak. Tolong dengarkan ibumu. Ibu tidak mengenal wanita itu sama sekali. Ibu juga tidak mengenal pria itu. Jadi bagaiamana kamu bisa menjadi putranya?" Selir Yue meraih tangan Pei Yu Chen sekali lagi dan mencoba yang terbaik untuk menjelaskan pada putranya sekaligus semua orang di sana. Jika dia tidak mengakuinya, tanpa bukti, dirinya tidak akan pernah terekspos kan...
__ADS_1
"Heh..." Pei Yu Chen mencibir saat ia melirik wanita pemilik penginapan yang tampak terkejut seperti dirinya baru menyadari ada yang salah dengan keadaan di sekitar. Dari wajah perempuan itu ia sudah mengetahui jika apa yang dijelaskan ibunya adalah kebohongan semata untuk membodohinya lagi.
"Tidak Bu. Tolong jangan mempermalukan aku lagi. Maaf." Pei Yu Chen menghempaskan tangan selir Yue sekali lagi dan terus berjalan keluar tanpa menghiraukan panggilan selir Yue padanya.
"Yang Mulia." Lu Jing Yu menarik ujung Pei Zhang Xi dengan khawatir.
Pei Zhang Xi mengerti dan mengangguk. Lalu menoleh pada Mo Han di belakang nya. "Ikuti pengeran Yu Chen."
"Baik Yang Mulia. Hamba mengerti." Mo Han mengangguk. Membungkukkan tubuhnya sebelum mengundurkan diri untuk mengikuti Pei Yu Chen seperti perintah Pei Zhang Xi padanya.
"Selir Yue, apa masih ada pembelaan darimu?" Pei Zhang Xi menatap Selir Yue yang menangis tersedu-sedu. Ia hampir kehilangan pijakannya dan terjatuh. Beruntung pelayan setianya menopang tubuhnya tepat waktu.
Saat mendengar suara Pei Zhang Xi, selir Yue memiliki mata penuh amarah menatap Pei Zhang Xi. "Putra mahkota, aku tidak pernah mengharapkan ini darimu. Melihat bagaiaman baiknya hubungan mu dengan Chen'er selama ini, aku tidak percaya Yang Mulia tega menciptakan plot untuk menghancurkan hubungan yang baik ini. Aku tidak menyangka Yang Mulia dapat melakukan tindakan tercela ini. Aku tidak tahu dimana Yang Mulia menemukan wanita tua ini dan membuat cerita yang menggelikan."
"Eh?" Pei Zhang Xi tidak menyangka selir Yue masih akan mengelak dan bahkan melempar umpan padanya.
"Aku adalah wanita Kaisar. Meskipun anda adalah putra mahkota yang terpilih, anda tidak bisa merusak reputasi wanita kaisar begitu saja atau orang akan menilai Kaisar buruk karena memiliki wanita yang membiarkannya memakai topi hijau. Apa Yang Mulia sudah memikirkan konsekuensinya?" Selir Yue tersenyum puas. Ekspresi Pei Zhang Xi juga berubah. Bagaimana pun ia tidak menduga keadaan akan berkembang sampai sejauh itu. Ia tidak pernah menduga jika selir Yue akan memiliki hubungan seperti itu dengan Li Zhi Jin.
"Apa yang membuat selir Yue sangat yakin mampu menekan Yang Mulia dengan reputasi Yang Mulia Kaisar?" Lu Jing Yu yang sejak tadi memperhatikan angkat bicara. Ia berdiri dibantu dengan Pei Zhang Xi.
"Kamu... Kamu wanita tercela yang menjebak Yang Mulia untuk mendapatkan posisi. Kamu tidak berhak ikut campur dalam masalah ini!"
__ADS_1
"Chu Fei, selir Yue tidak memiliki etika dan tidak menghormati putri mahkota. Beri dia dua puluh tamparan sebagai hukuman." Lu Jing Yu menatap Selir Yue dengan tajam saat ia memberi perintah pada Chu Fei di belakangnya.
"Dimengerti Yang Mulia." Jawab Chu Fei sambil mengepalkan tangannya.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan!?" Teriak Selir Yue panik saat melihat Chu Fei berjalan ke arahnya.
"Hentikan! Nyonyaku adalah selir kaisar. Pelayan rendah seperti mu tidak berhak memberinya hukuman." Pelayan Selir Yue memblokir Chu Fei.
"Ooh. Bagus sekali. Seorang pelayan selir berani melanggar perintah Putri Mahkota? Dengarkan ini baik-baik. Selir Yue bersalah karena tidak menghormati ku, putri mahkota dan dihukum dua puluh tamparan. Siapapun yang menghentikan pelayanku hari ini, aku tidak keberatan untuk memerintahkan penjaga untuk memberinya pelajaran."
"Ah!" Selir Yue terpental saat tangan Chu Fei dengan keras memukul pipinya begitu pelayannya menyingkir dari jalan.
"Ah!" Selir Yue memegangi pipinya yang merah dan mulai bengkak setelah beberapa tamparan didapatnya. Setelah mendengar ancaman Lu Jing Yu, semua orang hanya menontonnya tanpa melakukan apapun. Mereka benar-benar melihat aura mendominasi Lu Jing Yu yang mengesankan.
Sebenarnya Lu Jing Yu tidak begitu marah mendengar selir Yue menghinanya mengenai kejadian itu. Yang membuatnya marah adalah bahwa wanita itu benar-benar tidak tahu malu dan masih saja mengelak setelah semua terbuka di depan semua orang.
*
*
~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_148#~
__ADS_1
Please like, share, vote and comment 😊