Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 141


__ADS_3

Selir Su tersenyum dengan manis semenjak ia kembali dari aula pengadilan. Meskipun ia sebenarnya tidak begitu menginginkan putranya ikut dalam perebutan tahta yang kejam dan tidak mengenal saudara. Jika selir Su mau, bisa saja dialah yang menjadi ratu saat ini. Tetapi ia lebih memilih untuk diam karena ia tidak ingin dirinya dan putranya dalam bahaya.


Namun itulah kesalahan terbesarnya yang sampai saat ini ia sesali. Karena ia yang menolak tahta demi menghindari bermusuhan dengan orang lain, Pei Zhang Xi kecil hampir berada dalam bahaya karena dia dianggap menjadi batu penghalang bagi saudara tirinya. Namun meskipun dia mengetahui siapa yang telah menargetkan putranya, ia masih tidak bisa melawan sebab posisinya yang tidak menguntungkan.


Ternyata Pei Zhang Xi juga memiliki pemikiran yang sama dengannya yang tidak begitu menginginkan tahta. Namun karena ia sudah pernah memilih pilihan yang salah dengan melewatkan kesempatan, ia tidak akan membiarkan Pei Zhang Xi melakukan kesalahan seperti dirinya. Itulah sebabnya saat Pei Zhang Xi meminta izin padanya untuk pergi ke perbatasan untuk ikut menjaga perbatasan, dia tidak menolak keinginan itu seperti para ibu pada umumnya yang mengkhawatirkan keselamatan putra mereka, selir Su justru sangat senang dan meminta Pei Zhang Xi untuk segera berangkat.


Di perbatasan memang sangat berbahaya. Nyawa bisa hilang kapan saja di perbatasan. Selir Su sebenarnya juga mengkhawatirkan Pei Zhang Xi sama seperti para ibu lainnya. Tetapi, meskipun di perbatasan sangat berbahaya, seseorang yang tinggal di sana akan memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi setelah berlatih menghadapi banyak masalah di sana. Itulah tujuan selir Su mengizinkan Pei Zhang Xi pergi. Setelah meningkatkan kemampuan di perbatasan, Pei Zhang Xi akan memiliki kemampuan untuk bertahan di istana. Selain itu jika memang memiliki kemampuan, kekuasaan dari jalur militer juga tidak bisa diabaikan. Jika dapat mengukir namanya, Pei Zhang Xi akan memiliki pendukung yang kuat.


"Selamat nyonya, harapan nyonya akhirnya tercapai." Bibi Gu ikut merasa bahagia melihat selir Su tersenyum.


"Bibi Gu, bagikan ini kepada rakyat miskin. Minta mereka mendoakan keberkahan bagi keluarga putra mahkota." Selir Su memberikan setumpuk uang kertas kepada bibi Gu.


"Baik nyonya. Apakah ada yang lain lagi?"


"Setelah ini temani aku ke kuil Wuyuan untuk meminta jimat keselamatan."


"Baik nyonya." Bibi Gu keluar setelah itu. Di luar ia berpapasan dengan Kaisar Pei An Long yang hendak pergi ke halaman Selir Su.

__ADS_1


"Salam Yang Mulia." Bibi Gu membungkuk memberi salam.


"Berdirilah. Dimana..."


"Selir Su memberi salam kepada Yang Mulia." bibi Gu belum menjawab saat Selir Su terburu-buru datang setelah mendengar Kaisar Pei An Long datang.


"Aku tahu hari ini aku melakukan kesalahan padamu." Ekspresi Pei An Long jatuh. Kaisar Pei An Long selalu melarang Selir Su untuk memberi salam padanya. Wajah kaisar Pei An Long terlihat tidak berdaya. Ia mengerti selir kesayangannya itu tidak


"Omong kosong. Malahan Aku sangat senang." Selir Su mendekat dan memukul lengan Kaisar Pei An Long sebelum menggamitnya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya. Para Kasim dan pelayan yang mengikuti Kaisar tahu diri dan tidak ikut masuk.


"Hm...?" Kaisar Pei An Long menaikkan alisnya.


"Aku sangat senang akhirnya kesayanganku dewasa juga." Kaisar Pei An Long mengelus kepala Selir Su. Membuat wanita yang baru menjadi nenek itu mengerucutkan bibirnya.


"Jadi selama ini Yang Mulia menganggap ku masih kecil?"


"Tentu saja tidak. Kalau kamu masih kecil bagaimana bisa menemaniku bermain hem?" Pei An Long meniup telinga selir Su untuk menggodanya.

__ADS_1


"Hentikan. Jangan main-main. Yang Mulia mengumumkan masalah ini hari ini, takutnya seseorang akan merasa tidak senang dan..." Selir Su mendorong kaisar Pei An Long dan bertanya dengan serius.


"Tenang saja. Setelah aku mengumumkan Xi'er menjadi putra mahkota. Pasukan Elang yang selama ini bersembunyi di dalam bayang-bayang akan segera mengakui pengangkatan dan bergerak untuk melindungi keselamatan Xi'er. Jadi kamu tenang saja."


"Syukurlah kalau begitu. Aku bisa tenang memikirkan nama untuk cucu laki-laki ku sekarang."


"Hei hei.... Aku yang bekerja keras selama ini. Jadi akulah yang akan memberikan nama pada cucuku." Lagipula nama yang diberikan selir kesayangannya ini mungkin adalah nama yang aneh. Sama dengan nama yang dia berikan pada bayi seorang rakyat yang melahirkan di jalan saat ia sedang berjalan-jalan di luar istana. Biasanya ia akan selalu mengalah dengan selir Su, tetapi demi kebaikan cucunya, ia harus mengeraskan hatinya kali ini.


"Siapa bilang yang Mulia yang bekerja keras? Jika bukan aku yang memberikan ramuan kesuburan pada Xi'er dan Yu'er setiap hari, apa yang mulia pikir putra nakal itu akan berhasil menghamili Yu'er dalam percobaan pertamanya? Jadi sudah terbukti jika ini adalah hasil kerja kerasku."


Di saat dua orang di dalam kamar berdebat mengenai siapa yang akan memberi cucu laki-laki mereka nama, seseorang datang menghadap Kasim Song yang menunggu di luar kamar untuk melaporkan tentang kematian Zhu Man Xie. Mayat Zhu Man Xie akhirnya ditemukan ketika seorang pelayan datang untuk mengantarkan makan untuk wanita itu. Seketika, kematian Zhu Man Xie membuat geger seluruh kediaman.


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_141#~

__ADS_1


Please like, share, vote and comment


__ADS_2