
Makanan yang dimasak Lu Jing Yu selalu enak. Apalagi warga desa yang memasak dengan cara yang sederhana. Apalagi para istri mereka sedang mengungsi sehingga mereka hanya bergantian memasak jika tidak ada wanita yang datang mendekat menolong. Saat ini mereka dengan senang menyantap makanan yang telah dimasak Lu Jing Yu untuk mereka. Mereka tidak bisa berhenti untuk tidak memuji keterampilan memasak Tuan Muda Yu.
Dibandingkan dengan mereka, orang yang memasak bahkan belum makan setegukpun.
Lu Jing Yu menundukkan kepalanya. Makanan di depannya sudah hampir dingin. Di seberangnya, Pei Zhang Xi menatapnya dengan marah. Mereka saat ini duduk berdua di dalam ruang tamu rumah kepala desa.
"Katakan, apa yang kamu rencanakan?" Pei Zhang Xi menghela napas dan bertanya. Lagipula tidak ada gunanya ia marah saat ini. Lu Jing Yu sudah ada di sini.
"Maafkan aku. Aku sudah datang kemari tanpa izin. Tapi aku tidak memiliki niat lain selain ingin membantu." Lu Jing Yu masih belum berani mengangkat kepalanya. Ia meremas jarinya di bawah meja.
"Apa kamu tahu tempat apa pangkalan militer? Apa kamu tahu ada banyak bahaya yang bisa saja datang kapan saja. Musuh kali ini cukup tangguh. Mereka memiliki banyak trik licik dan tak terduga."
"Aku tahu. Makanya aku datang. Aku tidak boleh hanya menunggu sedangkan Yang Mulia berada di sini dan menantang bahaya."
"Ck. Apa kamu mulai mengkhawatirkanku?" Pei Zhang Xi melirik Lu Jing Yu yang kini tampak bersemangat saat menjelaskan dirinya. Sepertinya kucing kecil ini sudah mulai mengeluarkan cakarnya.
"Tentu saja. Yang Mulia adalah suamiku. Jika terjadi sesuatu pada Yang Mulia di sini, apalagi jika sampai Yang Mulia.... " Lu Jing Yu menggigit bibirnya dan tidak jadi mengucapkan kata 'mati'. "Aku akan menjadi janda kan? Lalu sepanjang sisa hidupku hanya akan memakai pakaian putih. Aku tidak mau."
Pei Zhang Xi berkedut. Jadi yang paling dia takutkan bukan tentang keselamatannya tapi justru takut jika dia akan memakai pakaian putih selama sisa hidupnya? Pei Zhang Xi melirik Lu Jing Yu penuh ejekan.
"Apa semudah itu mendapatkan nyawaku? Apa kamu pikir aku ini tidak kompeten?"
__ADS_1
"Tidak tidak. Tidak begitu." Lu Jing Yu segera melambaikan tangannya. Kepalanya menggeleng cepat.
"Lalu?"
"Begini musuh yang dihadapi kali ini tidak seperti biasanya. Tidak akan cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan saja. Mereka licik.lagi dan sulit untuk dikalahkan. Tapi aku berpikir aku tahu bagaimana cara mengalahkan mereka."
"Kamu tahu?" Pei Zhang Xi menaikkan alisnya. Ia mengetahui jika Lu Jing Yu suka membaca buku tentang perang selama ini. Tapi semua buku-buku juga pernah dibacanya Sebelumnya. Apalagi dia memiliki pengalaman secara langsung. Secara alami dia lebih unggul daripada Lu Jing Yu yang hanya mempelajari materi.
"Aku akan jelaskan."
"Aku tidak memiliki cukup waktu luang untuk mendengar omong kosongmu. Sekarang cepatlah makan. Nanti aku akan meminta Quan Yuan untuk membawamu kembali pulang." Pei Zhang Xi yudisium akan percaya begitu saja. Lu Jing Yu tidak boleh tinggal terlalu lama di sini. Jika terjadi apa-apa padanya, ibunya pasti tidak akan memaafkannya. Selama ini PEI Zhang Xi akhirnya menyadari jika posisinya sebagai anak kandung telah lama tersisih.
"Tidak. Tolong jangan kirim aku pulang. Aku benar-benar tahu bagaimana cara mengalahkan mereka. Yang Mulia pasti sudah tahu kan kalau aku yang membuat warga di sini akhirnya bisa menyelesaikan masalah dengan mudah. Ayolah beri kesempatan."
"Kenapa kamu malah membiarkan Pei Zhang Xi datang ke pangkalan militer? Bagaimana jika dia berhasil mengalahkan mereka dan mendapatkan dukungan lebih banyak?" Seorang pria paruh baya bertanya pada keponakannya.
"Paman tenang saja. Dalam satu tahun belakangan, Chu Timur tidak pernah kalah. Entah dari mana mereka dapat membalikkan keadaan dengan begitu cepat. Meskipun kekuatan Pei Zhang Xi kuat selama ini. Tapi Aku yakin Pei Zhang Xi juga tidak akan mampu mengalahkan mereka kali ini. Jika Pei Zhang Xi mati dalam perang itu, bukanlah itu akan baik. Pada saat itulah aku akan datang sebagai pahlawan. Lagipula setelah berperang cukup lama mereka tidak akan lagi kuat. Jadi akan mudah mengalahkannya pada saat itu.
"Zhong Min benar kakak. Chu Timur memiliki pasukan yang tak terkalahkan saat ini. Seberapa hebatpun Pei Zhang Xi, dia hanya seorang diri. Tidak akan dapat menahan serangan yang datang terus menerus." Selir Agung Xing Ruo menenangkan kakaknya.
"Aku harap memang seperti itu." Xing Lang menghela napas.
__ADS_1
"Sudahlah kak. Jangan terlalu khawatir. Kita tunggu stengah bulan lagi. Istri Zhong Min akan segera melahirkan. Setelah itu barulah Zhong Min akan pergi ke perbatasan untuk membantu. Selama ini yakinlah bahwa pasukan Pei Zhong Xi sudah akan hancur."
"Aku dengar istrinya menyusulnya ke perbatasan. Bagaimana dengan kemampuannya?" Xing Lang mengernyitkan alisnya. Meskipun kepergian Lu Jing Yu dirahasiakan, tetapi bagi orang seperti Xing Lang, mencari informasi seperti itu semudah membalikkan tangan.
"Hang! Kemampuan apa yang kakak bicarakan? Gadis Lu itu sudah lama memiliki rumor yang buruk. Dia tidak hanya bodoh dan tidak mengerti apa-apa. Tetapi juga memiliki sifat yang buruk. Aku yakin kepergiannya ke perbatasan hanyalah kedok. Sebenarnya dia hanya tidak tahan karena Pei Zhang Xi pergi dan tidak ada yang menghangatkan tempat tidurnya. Jadi dia terburu-buru pergi untuk mencari pria liar di luar sana dengan alasan menyusul Pei Zhang Xi. Dia hanya seorang wanita. Apa yang bisa dia lakukan di sana? Paling-paling hanya akan menggoda para prajurit saat Pei Zhang Xi tidak ada."
Sementara itu, Lu Jing Yu yang dikatakan hanya merayu para prajurit saat ini sedang berada di depan para petinggi di ruang rapat. Sebuah peta medan terpapar di depannya. Lu Jing Yu menggunakan tingkat kayu panjang untuk menunjuk beberapa tempat dan menjelaskan situasi dan rencana miliknya.
Setelah meyakinkan Pei Zhang Xi untuk membawanya ke pangkalan militer, Lu Jing Yu menjelaskan strategi perang yang dimilikinya. Awalnya Pei Zhang Xi mengabaikannya. Tetapi setelah mendengar beberapa saat, Pei Zhang Xi mulai memperhatikan dengan seksama dan akhirnya dia setuju untuk menggunakan strategi yang Lu Jing Yu sampaikan.
Pada saat Pei Zhang Xi membawa Lu Jing Yu masuk ke dalam ruang rapat, semua orang juga meremehkannya. Tetapi setelah mereka mendengar semua penjelasan Lu Jing Yu, mereka tidak bisa tidak merasa terkesan.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_39♡
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .