Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 184


__ADS_3

Semua orang memperhatikan pertukaran antara Kaisar Pei An Long dan Xian Zi Xuan. Tidak ada yang dapat menyangkal jika Xian Zi Xuan adalah kandidat suami yang paling memenuhi syarat. Gadis manapun yang menikah dengan Xian Zi Xuan bahkan jika hanya menjadi selirnya pasti sangat beruntung. Xian Zi Xuan adalah seorang Putra Mahkota yang telah dipilih sejak awal menimbang dari status Keluarga ibunya yang merupakan Ratu saat ini dari kekaisaran Shixian. Besar kemungkinannya suatu hari nanti Xian Zi Xuan akan menjadi Kaisar dan secara otomatis Putri Mahkota maupun selirnya akan memiliki status yang sangat terhormat.


Itulah sebabnya saat topik ini dibahas di permukaan, mereka semua terlihat antusia meskipun mereka tidak dapat ikut berbicara dan menyela antara keduanya. Ia ingin mengetahui bagaimana tanggapan dari pria yang dalam sekejap menjadi calon suami dan menantu ideal semua orang itu. Jika Xian Zi Xuan akhirnya menolak proposal Kaisar Pei An Long untuk Putri-putrinya, mereka akan segera mengusulkan putri mereka yang jug merupakan kebanggaan dari Kekaisaran asal mereka.


"Meskipun saya tidak memungkiri jika hal pertama yang akan diperhitungkan dalam sebuah pernikahan bagi orang seperti kita adalah manfaat yang dapat diambil dari pernikahan ini pada akhirnya, tapi aku masih berharap jika pernikahan ku selain mendapatkan manfaat juga memiliki sesuatu yang manis seperti yang didapatkan oleh Putra Mahkota Shao. Saya tidak akan menyangkal jika saya memang memiliki minat pada salah satu Putri dari Kekaisaran Shao, namun sayangnya putri cantik itu masih belum dapat menerima saya. Jadi Yang Mulia, tolong beri saya kesempatan untuk memenangkan hati putri Anda." Saat mengatakan kalimat terakhirnya, Xian Zi Xuan melirik Pei Shi Liang yang segera memalingkan wajahnya.


Sebagai seorang wanita, tentu saja Pei Shi Liang akan merasa tersentuh saat mengetahui jika seorang pria akan berusaha untuk mendapatkan hatinya. Ia mengakui jika penampilan Xian Zi Xuan terlihat bagus dari manapun. Selain memiliki ketampanan di atas rata-rata, ia juga memiliki aura yang mengesankan khas seorang pemimpin. Namun justru inilah yang membuatnya enggan membuka hati untuk nya.


Pei Shi Liang tidak memiliki keinginan untuk menikah dengan seseorang yang berasal dari lingkungan kekaisaran manapun. Apalagi seorang Putra Mahkota. Ia hanya ingin seorang pria sederhana dari keluarga biasa karena hanya di kalangan seperti itulah ia mendapati para pria yang tidak memiliki wanita lain di rumahnya selain istri sah mereka.


Mengingat status Xian Zi Xuan sekali lagi, Pei Shi Liang menghela napas dengan tanpa daya. Saat ini di istana Xian Zi Xuan memang tidak memiliki wanita bahkan semua pelayannya adalah laki-laki. Namun tidak ada jaminan situasi akan bertahan selamanya. Ia sudah sering menjumpai kasus serupa dimana sebelum menikah sang suami tidak memiliki wanita di dalam hidupnya namun setelah ia menikah dan istrinya tengah hamil, ia akan memasukkan wanita ke dalam kediamannya dengan alasan yang bahkan dibenarkan semua orang. Sang suami merasa kasihan jika istrinya yang tengah hamil harus melayaninya sendiri. Sungguh alasan yang konyol!


Pei Shi Liang ingin memiliki suami yang seperti Pei Zhang Xi, yang hanya memiliki Lu Jing Yu di matanya! Sebenarnya Xian Zi Xuan juga telah hanya memilikinya di matanya. Namun karena ketakutannya sendiri lah ia tidak berhasil melihatnya.


Kaisar Pei An Long menganggukkan kepalanya teratur. Ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Xian Zi Xuan. Ia juga melihat mata yang penuh waspada dan curiga milik Pei Shi Liang. Sebagai ayahnya i juga mengerti apa yang diinginkan putrinya ini. Karena hal ini jugalah ia memiliki kekhawatiran terhadap masa depan putrinya. Ia khawatir tidak akan ada yang bersedia menikahnya dengan egoisme nya yang besar terhadap pasangannya yang tidaklah umum dan bahkan dianggap tidak baik dalam masayarakat umum meskipun ia adalah seorang putri.


Saat ini setelah mendengar jawaban Xian Zi Xuan, ia merasa sebagian beban di pundak nya akhirnya terangkat. Ia akan memanggilnya secara pribadi setelah acara berakhir untuk berbicara padanya bukan sebagai seorang Kaisar melainkan sebagai seorang ayah.

__ADS_1


"Tentu saja Putra Mahkota Shixian. Begitu juga dengan harapan saya. Anda menikahi putri saya bukan hanya karena kepentingan politik semata karena bagi saya, seorang anak tidak peduli siapapun itu adalah mata hati yang akan selalu saya sayangi. Saya juga berharap jika anak-anak saya akan bahagia di dalam pernikahan mereka nantinya."


"Mohon Yang Mulia memberi saya kehormatan. Mari bersulang untuk kesepakatan ini." Xian Zi Xuan mengangkat mangkuk araknya yang segera disambut oleh Kaisar Pei An Long.


Kali ini Pei Shi Liang tidak dapat menentukan apapun. Ia tidak bisa memutuskan apa yang terbaik untuknya saat ini. Xian Zi Xuan tidak dapat dipungkiri adalah calon suami yang sempurna. Tetapi masih mengenai statusnya.... Ia benar-benar tidak akan mentolerir suami yang akan membawa pulang wanita lain dalam kehidupan rumah tangganya.


Lu Jing Yu yang sejak awal telah mengabaikan Pei Zhang Xi memperhatikan adik iparnya ini dan dia sedikit banyak mengerti apa yang sedang dihadapi nya. Namun, ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya. Ia juga tidak dapat menjamin apakah Xian Zi Xuan akan setia padanya sampai akhir atau justru akan menyakitinya dengan snagat parah di masa depan. Ia pun menghela napas.


"Aku akan mengatasi masalah ini. Kita harus memastikan apakah pria ini benar-benar layak untuk Shi Liang atau tidak. Jika nanti aku menemukan jik dia hanyalah ba-ji-ngan lainnya yang hanya ingin main-main, aku sendiri yang akan memastikan dia tidak akan dapat mendekati Shi Liang dalam radius sepuluh kilometer." Pei Zhang Xi menarik pundak Lu Jing Yu agar ia menoleh dan fokus padanya.


"Ehem. Kamu begitu lakukan yang terbaik."


"Apa?" Lu Jing Yu bertanya dengan ragu.


"Bagaimana menurutmu jika kamu berjanji untuk mengabulkan satu permintaanku?" Lu Jing Yu langsung memiliki firasat buruk. Ia tanpa sadar menjauhkan dirinya dari Pei Zhang Xi yang langsung membuat pria itu tidak senang. Namun untuk menghadapi Lu Jing Yu, ia sudah mengetahui caranya.


"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahasnya. Secara alami seluruh rangkaian acara perjamuan Penobatan ini akan berakhir dua hari kemudian. Aku yakin Putra Mahkota Shixian itu pasti memanfaatkan waktu dua hari ini untuk mendekati Shi Liang atas izin Ayah Kaisar. Jika informasi yang dibutuhkan tidak didapatkan sebelum itu, aku takut dengan melihat betapa polos dan naifnya Shi Liang, ia akan mudah tertipu." Lanjutnya dengan segera untuk membuat Lu Jing Yu menyetujui permintaan nya.

__ADS_1


"Baiklah. Aku berjanji untuk itu. Tapi aku tidak akan menyetujuinya jika itu tidak masuk akal." Lu Jing Yu memiliki firasat jika sesuatu yang diminta Pei Zhang Xi pasti tidak akan mudah. Jadi dia memberikan syarat sebelum menyetujuinya.


"Apa yang Yu'er pikirkan untuk aku minta Hem? Apakah Yu'er sendiri yang sebenarnya menginginkannya?" Pei Zhang Xi tersenyum menggoda Lu Jing Yu, ia bahkan mengulurkan tangannya untuk mengajar dagu Lu Jing Yu dan mendekatkan wajahnya. Snagat dekat. Seperti dia akan menciumnya.


"Yang Mulia. Tolong jangan seperti ini. Semua orang ada di sekitar dan melihat." Lu Jing Yu mendorong Pei Zhang Xi sebelum memalingkan wajahnya yang memerah.


"Jadi, jika tidak ada orang yang ada di sekitar aku bisa melakukan nya?"


"Berhenti main-main. Segera lakukan apa yang direncanakan. Suruh seseorang untuk mendapatkan informasi dengan lengkap sekarang juga." Lu Jing Yu tidak berani mengangkat wajahnya. Ia hanya bisa mengganti topik dengan segera. Pei Zhang Xi mungkin tidak malu. Tetapi dia sangat malu!


"Baiklah-baiklah. Aku akan serius sekarang." Pei Zhang Xi melambaikan tangannya untuk memanggil Mo Han datang dan membisikkan perintah padanya.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_184🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2