
Tanpa terasa sudah terhitung satu bulan lebih sejak Lu Jing Yu masuk ke dalam istana sejak ia mendapatkan tugas untuk merawat Ibu Suri. Sejak itulah ia mengetahui jika sebagai anggota istana, setiap satu minggu sekali, setiap wanita yang tinggal di dalam istana mulai dari para putri dan selir kaisar berkumpul di istana Ratu untuk memberi hormat dan perjamuan pagi hari. Namun karena satu bulan itu Lu Jing Yu belum terhitung sebagai anggota istana, ia masih belum diwajibkan untuk mengikuti acara tersebut. Dan hari ini adalah pertama kali baginya. Selir Su secara pribadi datang ke istana timur kemarin untuk mengingatkannya. Ia tidak ingin menantunya mendapatkan masalah jika sampai tidak menghadiri acara tersebut. Ratu Zhu telah ama tidak menyukainya, sebagai menantunya, besar kemungkinan Lu Jing Yu akan terkena imbasnya juga.
Hari ini pagi-pagi sekali Xiao Bei sudah muncul di hadapannya. Menarik selimutnya dan mendorongnya untuk segera mandi dan pergi bersiap. Sedangkan Pei Zhang Xi juga sudah bangun lebih awal dan pergi bersiap.
Lu Jing Yu duduk dengan pasrah di depan meja rias. Membiarkan Xiao Bei dan Chu Fei merias wajahnya dengan sedikit lebih tebal. Jika Lu Jing Yu merias wajahnya seperti biasanya, jika Lu Jing Yu kalah dalam hal penampilan dar wanita-wanita yang akan mengikuti acara tersebut, Lu Jing Yu pasti akan dicela. Awalnya Lu Jing Yu ingin menolaknya, namun belum sempat sepatah katapun yang keluar dari mulutnya sebagai wujud protes, ceramah yang lebih panjang dari kereta api sudah dikatakan oleh Xiao Bei. Pada akhir setiap poin, Xiao Bei bahkan tidak lupa untuk menambahkan kalimat 'Seperti yang dikatakan selir Su' sehingga Lu Jing Yu tidak memiliki sesuatu yang dapat dikatakan untuk menyangkalnya dan berakhir dengan kata menyerah.
Setelah satu jam berlalu, Lu Jing Yu tidak tahan untuk menguap. Untung saja riasan diselesaikan tidak lama setelah itu. Jika masih membutuhkan lebih lama lagi, Lu Jing Yu pasti akan tertidur tidak bisa menahan kantuk.
"Selesai Yang Mulia." Xiao Bei tersenyum puas melihat hasil karyanya. Setelah lama mengikuti Lu Jing YU, Xiao Bei telah belajar banyak teknik dan cara merias yang baik. Bahkan pada saat ini kemampuan Xiao Bei telah melebihi harapan Lu Jing Yu, gadis pelayan ini sangat cepat belajar. Lu Jing Yu bahkan selalu berpikir jika Xiao Bei hidup di dunia aslinya, dia pasti aka segera terkenal dan menjadi MUA yang paling banyak dicari.
"Syukurlah sudah berakhir. Aaaah.... aku mengantuk sekali." Andai ada kopi. Lanjtu Lu Jing Yu dalam hati dan mendesah. Akhir-akhir ini ia sering mengingat bahkan memimpikan kehidupan aslinya di dunia nyata.
Setelah melihat keseluruhan wajahnya yang tampak sempurna, Lu Jing Yu mengangguk dan tersenyum. "Kemampuanmu setiap hari semakin baik saja." Puji Lu Jing Yu dengan tulus.
"Yang Mulia, jangan memuji hamba. Itu karena Yang Mulia memang sudah cantik. Hamba hanya memakaikan riasan tipis saja." ucap Xiao Bei malu-malu. Kedua pipinya merah. Lu Jing Yu tertawa melihatnya. Meski ia telah sering melihat gadis-gadis di sini memerah dengan alasan yang sangat sederhana, ia masih selalu merasa mereka semua imut. Melihat Lu Jing Yu menertawakan nya, Xiao Bei bahkan menjadi semakin memerah.
"Yang Mulia, minumlah teh herbal ini." Chu Fei memberikan cangkir teh yang masih mengepul dengan aroma teh yang kuat. Lu Jing Yu melihatnya dengan penuh perasaan. Ia bersyukur di dunia ini banyak sekali orang yang menyayangi dan perhatian padanya sehingga ia tidak begitu merasa kesepian sejak awal.
"Terim kasih Chu Fei. Kamu memang selalu tahu apa yang aku perlukan." Lu Jing Yu dengan senang hati menerima cangkir dari Chu Fei dan meminumnya perlahan. Dalam sekejap, rasa kantuknya akhirnya dapat teratasi.
__ADS_1
"Itu adalah tugas Hamba. Yang Mulia tidak perlu berterima kasih." Sedangkan Chu Fei sudah kebal dengan kata-kata manis Lu Jing Yu. Meskipun ia juga merasa malu, namun rasa hormat yang dia berikan pada Lu Jing Yu lebih besar lagi. Jadi rasa bangganya lebih besar daripada rasa malunya.
"Sudah larut. Mari segera berangkat. Ini adalah pertama kalinya aku mengikuti acara ini. Aku tidak boleh terlambat sama sekali." Xiao Bei dan Chu Fei mengangguk setuju dan segera mengikuti Lu Jing Yu yang sudah berdiri dan mulai berjalan. Ketiganya segera meninggalkan istana timur.
Dari jauh terdengar sayup-sayup suara tawa yang rendah. Semuanya adalah suara perempuan. Lu Jing Yu segera mempercepat langkahnya.
Saat Lu Jing Yu tiba, Kasim yang menunggu di luar segera mengumumkan kedatangannya. Semua wanita yang ada di dalam aula segera berdiri. Lu Jing Yu memiliki status yang lebih tinggi dari mereka semua. Di antara semua wanita yang ada di istana, hanya Ratu Zhu yang berada di atas Lu Jing Yu, bahkan Selir Su masih harus memberi hormat padanya dalam acara resmi.
Lu Jing Yu berjalan dengan anggun. Berjalan dengan mantap dan terlihat percaya diri. Berada di antara semua orang secara resmi membuat aura pemimpin yang agung secara alami keluar. Membuat semua orang memandang Lu Jing Yu dengan berbeda.
"Kami memberi hormat kepada Putri Mahkota. Semoga
putri Mahkota selalu diberkahi dengan kabahagiaan dan kebijaksanaan." Semua wanita berdiri dan membungkukkan tubuh mereka.
Penataan tempat duduk di aula utama Istana Ratu Zhu berbeda dengan biasanya. Tempat duduk yang paling tinggi adalah milik Ratu dan Kaisar yang biasanya mengikuti acara ini. Di masa lalu, sisi sebelah kanan merupakan kursi milih Ibu Suri, namun karena kondisinya, tempat itu dibiarkan kosong selama beberapa bulan. Di sebelah kiri barulah kursi milih putri Mahkota yang baru saja disiapkan kali ini karena sebelumnya belum ada Putri Mahkota. Sedangkan para selir dan putri duduk di depan sesuai dengan posisi mereka. Barisan sebelah kanan untuk para Selir sedangkan untuk para putri duduk di sebelah kiri.
Setelah Lu Jing Yu duduk di tempatnya, Ratu Zhu akhir nya tiba. Kasim berteriak kerasa mengumumkan kedatangannya. Semua orang termasuk Lu Jing Yu kembali berdiri. Mereka menundukkan kepalanya menunggu wanita nomor satu di Kekaisaran Shao duduk di tempatnya sebelum mereka memberi hormat seperti yang mereka lakukan saat Lu Jing Yu tiba.
"Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Setelah sekian lama kosong, akhirnya kursi untuk Putri Mahkota akhirnya ada yang menempati. Dengan adanya Putri Mahkota yang baru dilantik diharapkan dapat mendapatkan kontribusi demi kemajuan Kekaisaran." Ucap Ratu Zhu mengawali acara perjamuan pagi itu.
__ADS_1
"Hidup Yang Mulia Ratu. Hidup Yang Mulia Putri Mahkota.
"Karena Putri Mahkota baru bergabung pada hari ini, kita akan memperlakukan perjamuan pagi ini sebagai perjamuan penyambutan. Untuk itu kita tidak perlu saling sungkan dan saling tegang. Kita harus dapat memperlakukan diri sendiri dengan baik. Untuk itu aku tidak akan mengulur waktu lebih lama lagi, pelayan sediakan jamuan sekarang." Ratu Zhu memberi isyarat pada pelayan dan segera. Barisan pelayan dengan nampan di tangan mereka maju dan menyajikan berbagai macam hidangan. Karena semua yang hadir adalah wanita, tidak ada arak yang disajikan meskipun terkadang para wanita juga meminum arak.
Makanan yang disajikan secara alami merupakan jenis makanan yang semuanya mewah. Sebelum koki Lim masuk ke dalam istana, kemampuan koki di dapur Ratu Zhu lah yang dikatakan memiliki kemampuan paling baik. Secara otomatis semua makanannya terasa lezat.
Padaasa dasarnya Lu Jing Yu bukan orang yang pemilih makanan. Selagi makanan itu masih layak dimakan dan tidak terlalu buruk, ia akan makan. Apalagi saat ini ia menyusui Pei Zhi Hui yang membuatnya lebih cepat lapar. Juga ada andil Pei Zhang Xi di dalamnya yang hampir semalaman menyiksanya di atas tempat tidur, secara alami perut Lu Jing Yu sudah keroncongan begitu ia membuka matanya. Dan saat ini, ia makan dengan lahap.
"Memang sebagian orang dilahirkan dengan nasib yang baik dilahirkan di dalam keluarga yang baik. Namun sayangnya beberapa orang tidak memiliki keberuntungan yang bagus dan dilahirkan dalam keluarga yang biasa-biasa saja sehingga saat melihat hidangan yang mewah, langsung melupakan sopan santunnya. Sungguh memalukan." Suara sinis seorang gadis terdengar jelas berasal dari barisan putri di bagian depan. Menunjukkan posisi tinggi yang dimiliki gadis itu. Lu Jing Yu mendongak dan melihat tatapan seorang gadis yang tidak asing baginya sedang menatapnya dengan tatapan mengejek. Sudut bibir Lu Jing Yu berkedut.
'Apakah gadis ini membicarakan tentang dirinya?'
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_221🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
__ADS_1
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉