
Taman di depan halaman Fangyu ditumbuhi berbagai jenis bunga berwarna-warni yang terlihat indah. Apalagi dengan sinar bulan yang bersinar terang malam ini. Harum wangi bunga juga tercium hingga masuk ke dalam bangunan utama di halaman tersebut. Sebuah kolam ikan dengan bunga teratai yang juga mekar di dalamnya terlihat indah dan menyilaukan mata.
Gazebo di halaman itu juga terlihat indah. Belum lagi halaman utama yang ada di tengah halaman tampak sangat elegan sekaligus mewah.
Namun di tengah keindahan yang hampir sempurna ini Suara rintihan seorang wanita terdengar dari bangunan utama di halaman ini membuat orang miris. Di sela-sela rintihan perempuan, suara gelak tawa dan de-sa-han seorang pria terdengar sesekali.
"Ya seperti itu." Jenderal Wang tersenyum puas di atas tubuh seorang wanita cantik. Kulit tubuhnya yang putih mulus kini tidak lagi mulus. Banyak tanda merah yang terlihat di seluruh tubuhnya. Terutama di bagian punggung. Tanda merah itu berbeda-beda. Namun semua orang yang bahkan tidak pernah melihatnya akan tahu jika banyak dari tanda merah itu adalah bekas luka cambuk.
Tidak ada yang tahu jika selain penyimpanan seksual Jenderal Wang yang lebih menyukai jalan belakang, jenderal Wang juga memiliki kecenderungan baru akan memiliki has-rat setelah melihat darah yang ia sebabkan. Jenderal Wang menyukai tubuh yang akan terus menggeliat di bawahnya. Dengan begitu ia akan memiliki keinginan lebih untuk mendapatkannya.
Seperti saat ini, tangan dan kaki Wei Qian Nian yang sudah tidak memakai apapun di tubuhnya diikatnya di ranjang dengan posisi telungkup. Setelah melihat tubuh tidak bisa melawan Wei Qian Nian, Jenderal Wang mengambil cambuk dan menggunakannya untuk mencambuk punggung Wei Qian Nian.
"Ini namanya gaya menunggang sapi. Apa kamu menyukainya putriku sayang?" Jenderal Wang menjilati darah yang keluar dari punggung Wei Qian Nian sambil terus menggerakkan tubuh bawahnya. Membuat Wei Qian Nian tidak bisa berhenti menangis meskipun sudah berusaha sedapat mungkin menahannya.
Sudah satu bulan lebih mereka menikah. Ini adalah kelima kalinya Jenderal Wang mendatangi kamar Wei Qian Nian. Dan setiap kali ia datang, ia akan memiliki cara menyiksa yang berbeda. Dua dari empat gadis yang dibawanya sudah mati bunuh diri satu persatu setelah mereka tidak tahan melayani penyimpangan Jenderal Wang.
"Lepas! Lepaskan aku. Aku mohon." Rintihan Wei Qian Nian membuat orang yang mendengarnya miris.
"Aku belum selesai. Bagaimana aku akan melepaskanmu hem? Ah aku tahu. Kamu belum dmenadpatkan bagianmu kan?" Jenderal Wang menyeringai. Lalu tanpa jeda ia melepaskan cambukan dan menelusupkan tangannya di inti Wei Qian Nian dari belakang. Begitulah cara selaput dara keperawanan Wei Qian Nian hancur satu bulan yang lalu, yang baru ia sadari satu minggu kemudian.
Erangan Wei Qian Nian terdengar memecah keheningan malam. Meskipun begitu air mata yang penuh penghinaan dan rasa jijik tidak berhenti mengalir dari kedua mata indah Wei Qian Nian yang sarat akan kebencian dan amarah.
"Suatu hari aku akan membalas semua rasa sakit dan penghinaan ini." Kedua tangan Wei Qian Nian mengepal erat.
Di dalam kamar kediaman yang lain, kemesaraan yang sebenarnya baru saja berakhir. Setelah melewati bukan ketiga dan memasuki bulan keempat, Pei Zhang Xi akhirnya kembali dapat merasakan dagingnya. Sejak satu minggu yang lalu, hampir setiap hari Lu Jing Yu selalu memohon ampun untuk dilepaskan.
__ADS_1
"Aku tidak akan lagi percaya pada bujukan Yang Mulia." Ucap Lu Jing Yu dengan susah payah.
"Maaf. Malam ini kelepasan lagi." Tubuh Pei Zhang Xi yang penuh dengan keringat memeluk erat tubuh tenang Lu Jing Yu. Bibirnya mengecup lembut kening wanita yang masih mencoba menstabilkan napasnya.
"Jika Yang Mulia terus seperti ini, keselamatan bayi kita juga akan terancam." Ucap Lu Jing Yu tanpa daya.
"Aku benar-benar minta maaf. Tanpa sengaja aku hampir mencelakai kalian." Tangan Pei Zhang Xi mengelus perut Lu Jing Yu dengan lebih rasa bersalah.
"Aku akan membersihkan dirimu sebagai kompensasi."
"Hemmm. Aku mengantuk. Besok lagi saja." Lu Jing Yu sudah menutup matanya hanya bergumam untuk menjawabnya.
"Tidak boleh. Tidak akan nyaman tidur dalam keadaan seperti ini." Pei Zhang Xi segera turun dari ranjang dan memakai kain untuk menutupi bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah sebelum membungkus Lu Jing Yu dengan selimut dan membawanya masuk ke dalam bilik mandi dan memasukkannya ke bak mandi yang sudah berisi air hangat dan juga kelopak ribuan kelopak mawar yang mengambang di dalam air.
Perasaan hangat dan segera yang menyatu berhasil membuat Lu Jing Yu membuka matanya lebar. Rasa kantuknya juga telah tidak terasa lagi.
Lu Jing Yu merasa rileks setelah kulitnya menyerap air langsung terasa. Apalagi dengan pijatan yang diberikan Pei ZHANG Xi sangat efektif. Begitu lembut tapi memiliki kekuatan yang pas. Yang sangat cocok untuknya.
Tangan Pei Zhang Xi yang pada saat itu sedang mengelus Perut Lu Jing Yu tiba-tiba berhenti. Lu Jing Yu juga menatapnya dengan mata yang bersinar.
"Apa itu tadi?" TANYA Pei Zhang Xi dengan tangan yang tanpa beralih dari benjolan perut Lu Jing Yu.
"Apa Yang Mulia mendengarnya tadi?" Lu Jing Yu sedikit tidak percaya dengan apa yang dirasakannya barusan.
"Ya. Aku mendengarnya. Apa kamu salah makan tadi?"
__ADS_1
"Bukankah Yang Mulia sendiri yang memberiku makan." Lu Jing Yu mengernyitkan alisnya.
"Aku rasa dia sudah mulai bergerak." Lanjut Lu Jing Yu dengan mata yang berbinar bahagia.
"Benarkah?"
"Hem. Coba Yang Mulia mengelusnya lagi. Sepertinya dia akan bereaksi jika Yang Mulia menyentuhnya." Lu Jing Yu meletakkan tangannya di atas punggung tangan Pei Zhang Xi.
"Apa kamu masih belum puas dan masih ingin melanjutkan?" Tangan kPei Zhang Xi bukannya menurut menyentuh bagian perut dan malah berkeliaran.
"Hentikan!" Lu Jing Yu mencipratkan air ke wajah Pei Zhang Xi. "Kenapa Yang Mulia menjadi semakin mesum!? Kalau tidak mau menyentuhnya ya sudah."
"Bagaimana lagi? Aku sudah berpuasa lama." Ucap Pei Zhang Xi dengan wajah memelas.
"Sudahlah sudahlah. Aku tidak mengerti bagaimana Yang Mulia yang dingin sekarang berubah menjadi Yang Mulia sang raja drama."
"Bukannya kamu yang telah merubahku, hem? Aku akan mengangkat dulu. Airnya sudah mulai dingin. Jangan sampai masuk angin." Pei Zhang Xi menggendong Lu Jing Yu kembali ke kamar. Lalu dengan sabar memakaikan pakaian Lu Jing Yu satu persatu.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_86♡
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..