Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 10_Melawan Bodyguard Ganteng


__ADS_3

Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Tanpa disadari Tara menyandarkan kepalanya pada pundak Anand dan memejamkan matanya. Sikap tara membuat semua orang salah paham. Wartawan siap memotret Tara yang bersandar pada Anand, tentu ini akan menjadi berita yang paling dicari esok hari. Beberapa orang bertanya-tanya dan berspekulasi, apakah Anand yang terpilih. Tidak akan ada yang menyadari apa yang sebenarnya Tara rasakan. Semua karena kecemburuan yang tidak dia sadari, cemburu yang hadir karena melihat Gala dan Rani yang begitu dekat.


Tara baru menyadari kesalahannya ketika dia merasa banyak kamera berbunyi dan lampu blitz menerangi wajahnya. Tara reflek menghentikan dansanya dan memegangi kepalanya, dia pura-pura pusing. Tara harus menyelamatkan harga dirinya, Anand tidak boleh menang karena kesalahpahaman ini. Detik itu juga Gala menghentikan dansanya, meninggalkan Rani karena mengkhawatirkan Tara. Begitu pula dengan Aryan yang langsung menghampiri Tara.


“Tara, kamu sakit? Lebih baik kamu istirahat dulu, ayo aku antar!” Gala khawatir.


Tara lebih mendekat ke Gala. "Lapar, lupa belum makan," Tara memasang wajah imutnya.


Gala menggandeng Tara dan menyuruhnya duduk, sementara dia akan mengambilkan Tara makanan.


"Aku ini sudah seperti paket komplit, jadi teman, bodyguard, saudara, baby sitter atau pacar kamu Tara. Kamu selalu membuatku cemas." cerocos Gala.


"Ha…ha…ha… Jadi kamu akan membiarkanku kelaparan dan terus mengomel atau mau mengambilkan makanan untukku?" Protes Tara dengan memasang tampang cemberut.


"Iya, iya… Baby gedhe, tunggu disini jangan kemana-mana!" Gala pun pergi mengambilkan makanan untuk Tara.


Di sela-sela waktu Tara menikmati makanannya, lusa dia berencana mengajak Gala liburan ke pantai untuk refreshing sejenak setelah perjuangan meraih gelar magister. Anand dan Aryan yang mendengar rencana itu tak mau tinggal diam, mereka tak akan membiarkan Tara dan Gala berduaan. Aryan dan Anand hanya seperti obat nyamuk dihadapan keakraban Tara dan Gala. Si kembar melawan sang bodyguard ganteng, entahlah apakah mereka bisa.


Para tamu dan wartawan yang melihat kejadian itu merasa kecewa, karena tidak ada spoiler, kira-kira siapa yang akan dipilih Tara. Acara syukuran wisuda sekaligus pengumuman perjodohan diakhiri jam 11 malam. Para tamu undangan satu per satu pergi meninggalkan kediaman Maheswari.

__ADS_1


Dari sudut lain, ada kemarahan di mata Rani. Selalu saja, Tara yang menjadi pusat perhatian. Kebencian di hatinya semakin membuncah karena Gala selalu memprioritaskan Tara. Rani juga bisa melihat jika Gala sangat mencintai Tara, tapi kedua orang itu terlalu bodoh untuk menyadari perasaan mereka berdua.


Tara pov: Yeah, kenapa dari tadi tidak terpikir untuk pura-pura sakit saja, jadi aku tidak perlu berdansa lama-lama dengan Anand. Hampir saja, jika aku tak gerak cepat maka orang akan mengira aku memilih Anand. Tapi mengapa dadaku sesak ketika melihat Gala dan Rani, atau kah mungkin karena aku tak pernah melihat Gala bersama wanita lain selain aku. Perasaan ini susah ditebak, apakah mungkin perasaanku berubah, atau aku yang terlalu serakah. Semoga mas Aryan dan Gala tidak salah paham dengan kejadian tadi, aku benar-benar tak ingin bersama Anand.


Gala pov: Mungkin benar apa yang dikatakan orang-orang bahwa pria dan wanita tidaklah mungkin jika hanya bersahabat, pasti akan muncul perasaan ingin memiliki. Aku sudah terbiasa berada di dekat Tara, memanjakannya, melindunginya, memperhatikannya dan selalu ada untuknya.


"Pyaar kaise hota hai? Ye pyaar kaise hota hai? Aankhen khuli ho ya ho ban. Deedar unka hota hai kaise kahoon main? O yaara, yeh pyaar kaise jota hai?"


Terjemahan lagu. "Bagaimana cinta ini terjadi! Ya, bagaimana cinta ini terjadi? Walaupun mata terbuka atau tertutup, hanya dia yang terlihat. Bagaimana ku katakan? Oh teman, bagaimana rasanya jatuh cinta?"


...…...


Pagi ini matahari bersemangat muncul dari peraduan, rintik embun mulai memudar, dedaunan pun kian berkilau diterpa sinar mentari pagi. Gala dan Tara mulai ribut bersiap-siap untuk berangkat ke pantai. Nyonya Lita sibuk berceramah pada Gala, mengingatkan ini itu terutama untuk selalu menjaga putri kesayangannya. Jika bisa memilih, mungkin nyonya Lita akan memilih Gala menjadi calon suami Tara. Namun nasi sudah menjadi bubur, jadi harus tetap dinikmati. Tuan Yoga hanya tersenyum melihat keributan Tara, Gala dan nyonya Lita, bagi tuan Yoga itu semua adalah kebahagiaan.


"Kalian hanya pergi berdua?" Nyonya Lita bertanya.


"Kamu nggak senang ditemani Anand sama Aryan?" Tuan Yoga melirik ke arah Tara.


"Bukan begitu, pa, Tara malas aja kalau nanti jadi bahan berita. Tara nggak mungkin menanggapi keduanya." Tara beralasan.


"Kalau begitu langsung pilih salah satu aja, 'kan beres urusannya!" Tuan Yoga menyarankan.


"No! Papa, Tara belum memantapkan hati untuk memilih, sekarang Tara pilih Gala aja deh." Canda Tara sambil mengandeng lengan Gala.


"Tara, kamu memang dari dulu dekat dengan Gala, tapi apa kata orang nanti?" Tuan Yoga memperingatkan.

__ADS_1


"Kamu sudah menerima perjodohan dengan salah satu dari putra Cakra Wangsa, tapi masih saja berduaan dengan Gala terus." Tuan Yoga protes.


"Iya, pa, Tara paham kok. Tara cuma lebih nyaman dekat Gala dulu, sebelum memilih antara mas Aryan dan mas Anand." Tara membela diri.


"Papa jangan marah ya, toh media juga sudah tahu kedekatan Tara dengan Gala dari dulu, pasti mereka biasa aja." Tara membela diri.


"Ya sudah, yang penting kamu dan Gala tahu batasan," Tuan Yoga mengalah.


Tara memeluk papanya. "Iya, papaku yang ganteng baik hati dan tidak sombong."


"Begini kalau ada maunya, siap-siap sana, nanti keburu Anand dan Aryan datang."


"Siap, papa," Tara memberi hormat pada papanya.


...…...


Jam 7 pagi Anand dan Aryan sampai di kediaman keluarga Maheswari. Mereka kaget saat melihat Gala dan Tara yang menggunakan baju yang sama, orang pasti akan mengira mereka adalah pasangan yang serasi. Aryan yang merasa cemburu menyarankan untuk  berangkat dengan menggunakan satu mobil saja. Namun Tara tidak mau kerena dia lebih suka satu mobil dengan Gala, tentu saja sekalian menjauh dari Anand. Dengan sedikit diskusi akhirnya mereka mengalah dan menuruti Tara, kalau saja tidak dituruti, bisa-bisa acaranya dibatalkan. Tara pun tersenyum penuh kemenangan melihat Gala sudah mengeluarkan mobilnya.



Gala terlihat tampan dan maskulin meskipun cuma mengenakan celana ripped jeans (model celana jeans yang sengaja diberi robekan) dan kaos putih. Tara memang sengaja janjian mengenakan baju yang sama, apalagi mereka sudah bersama sejak kecil, selera fashionnya hampir sama dan pasti terlihat serasi. Ya, Tara mengenakan kemeja crop top lengan pendek warna putih dipadukan dengan celana jeans warna biru, tak lupa mengenakan topi sama seperti Gala.


................


Bagaimana tampilan Gala dan Tara yang sudah seperti couple?

__ADS_1


Check next episode...


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.


__ADS_2