Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 57_ Pagi yang Indah 21+


__ADS_3

Reader jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya... Biar lebih semangat nulisnya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Malam hari setelah kepergian Gala. Aryan dan Tara istirahat lebih awal, namun Aryan tidak bisa memejamkan matanya dan Tara sudah tertidur sejak tadi. Tara mungkin lelah dengan dramanya tadi pagi, berlari-lari mencari Gala dan terus menangis.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun Aryan masih terjaga. Tidak sengaja pergerakan Tara membuat selimut dan gaun malamnya tersingkap, sontak menyuguhkan pemandangan indah yang tidak mungkin untuk ditolak. Aryan memandangi buah persik yang terpampang indah di depan matanya. Gaun yang Tara kenakan memang cukup menggoda dan tidak dapat menutupi bagian bawah tubuhnya dengan sempurna. Aryan berusaha menahan diri agar tidak menyerang Tara, apalagi setelah kejadian pagi ini yang membuat Tara bersedih.


"Haaahhh…" Aryan menghela nafas.


Pertahanan Aryan runtuh juga. Kini jemari tangannya telah mulai menjelajahi buah persik yang mulus, kenyal dan menggemaskan. Pergerakan jemari Aryan tak kunjung membangunkan Tara hingga jemarinya berpindah menjelajah ke depan ke area dua buah loofah yang menggantung indah. Tanpa sadar tangannya sudah aktif dan lebih agresif menyentuh buah kesukaannya itu.


"Maaasss…" Tara terbangun.


"Iya, sayang."


Aryan segera mengecup telinga Tara dan berbisik, "I love you… My princess"


Tara yang ingin protes pun mengurungkan niatnya untuk protes. Karena tidak ada penolakan dari Tara, Aryan pun menci*m bibir Tara dengan lembut. Tara menyambutnya dengan tak kalah agresif. Ci*man yang lembut berubah menjadi lum*tan yang mengg*irahkan.


"Maaasss… Nakal banget sih bangunin orang tidur!" Ucap Tara di sela-sela kegiatan mereka yang semakin menaikan suhu normal menjadi panas.


"Padahal aku nungguin dari tadi, aku kira mas Aryan nggak jadi minta jatah."


"Takut mungkin saja kamu masih sedih dan capek." Jujur Aryan.


"Justru aku yang takut kalau mas Aryan marah."


"Aku tidak akan pernah marah padamu, sayang. I just can't stop loving you…"


"You are the one that I love, mas gantengku."


Tara merubah posisinya menjadi di atas. "Kalau gitu ijinkan aku membahagiakanmu, mas." Tersenyum menggoda.


"Let's do it… Kuda mu sudah siap dipacu, sayang."


"Mas Aryan bantu dari bawah ya… Atau aku tidak akan kuat menyelesaikannya." Pinta Tara dengan ter*ngah-*ngah.


"Si…aaap, sayang." Jawab Aryan.


"Perjuanganku ternyata tidak sia-sia." Batin Aryan.


Aryan memilih untuk tidak menunjukkan kesedihan dan kecemburuannya. Dia lebih memilih menghujani Tara dengan cinta, ternyata cara itu berhasil untuk membuat Tara nyaman bersamanya dan semakin mencintainya.


Malam yang indah bagi Aryan dan Tara, namun malam yang menyedihkan bagi Gala. Dia sendirian mencoba berjuang hidup tanpa cintanya di tempat baru. Hingga menjelang pagi Gala belum bisa memejamkan matanya, pikirannya masih menerawang jauh. Meskipun Gala sudah mempercayakan Tara pada Aryan, namun di hatinya masih ada keraguan. Gala merasa akan ada sesuatu yang tidak baik yang akan menimpa Tara.

__ADS_1


Pagi hari saat Tara terbangun, dia tidak mendapati Aryan di sampingnya. Tara pun mencari Aryan di kamar mandi dan ruang ganti, namun yang dicari tidak ada di sana. Tara pun turun ke lantai bawah dan mendengar suara dari kolam renang. Dia berjalan menuju kolam renang. Tara terdiam menatap Aryan yang keluar dari kolam.



"Oh Tuhan, terima kasih karena memberiku pemandangan yang indah sekali di pagi ini." Ucap Tara di dalam hati.


Matanya terus saja tertuju pada Aryan yang begitu maskulin. Postur tubuh yang indah semakin terlihat mempesona dalam kondisi basah sehabis berenang.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Sapaan Aryan membuyarkan lamunan Tara.


"Iya, mas. Aku mencari mu dari tadi, ternyata kamu di sini." Tara berjalan mendekati Aryan.


"Tadi kamu terlihat masih tertidur pulas, aku tidak tega membangunkan kamu. Mau berenang bareng?" Tawar Aryan sambil memegangi jemari Tara.


"Nggak mas, aku lebih suka barengan di bath up atau di bawah shower aja." Tara memeluk Aryan dan sembunyi di dadanya yang bidang karena malu.


"Kalau itu sih, aku mau banget." Aryan langsung menggendong Tara balik ke kamarnya.


"Aku jalan aja, mas. Nanti kamu capek gendong aku naik tangga." Protes Tara.


"Nggak akan capek, sayang."


"Yakin?" Tara memastikan.


"Ha… Ha… Ha… Nanti aku buktiin di bath up atau di bawah shower, pasti kamu kewalahan."


Pagi yang indah untuk yang sudah berumah tangga.


Melodrama yang menguras hati dan pikiran, kepergian Gala membuat Tara bersedih. Namun kesedihan itu tak berlangsung lama karena kasih sayang dan perhatian dari Aryan mengalihkan semua kesedihan Tara menjadi kebahagiaan. Sebenarnya Aryan tahu tentang kepergian Gala. Namun dia hanya diam saja.


Flash back on


Satu hari setelah Gala menemui Tara dan mengatakan bahwa dia akan mencari kebahagiaannya sendiri, Gala menemui Aryan secara diam-diam di kantornya.


"Gala! Angin apa yang membuat kamu ke sini mendatangi aku?" Aryan kaget melihat kedatangan Gala di kantornya.


"Kenapa?" Jawab Gala ketus.


"Apa aku tidak boleh kesini?"


"Atau kamu takut saat bertemu dengan aku?" Smirk Gala.


"Ha… Ha… Ha… Buat apa aku takut bertemu denganmu?" Aryan tertawa mendengar ledekan Gala.


"Ku pikir kamu masih takut kalau Tara akan berlari ke pelukanku." Meledek lagi.


"Ha… Ha… Ha… Ku pikir kamu lah yang sedang merasa kehilangan karena Tara telah berlari ke pelukanku." Menampar Gala dengan kenyataan.


"Bahkan kamu menguji cintaku pada Tara. Apa kamu kira aku akan meninggalkannya saat kamu bilang kalau kamu telah mengambil keper*w*nannya?"

__ADS_1


"Sayangnya kamu harus menelan kekecewaan karena aku tidak meninggalkannya. Apa kamu berharap aku meninggalkannya dan kamu akan datang menyelamatkannya? Kamu licik sekali!"


"Terserah apa penilaian mu padaku. Kalau aku mau mungkin saja aku sudah melakukannya, namun aku masih mengontrol diriku agar tidak merusak Tara karena aku mencintainya bukan sekedar nafsu." Papar Gala.


"Aku memang tidak mengambil keper*w*nannya lebih dulu, aku hanya mendapatkan first kiss-nya. Kami tinggal di kediaman Maheswari, banyak kesempatan bagiku jika aku ingin." Smirk Gala.


"Ya… Tapi itu sudah berlalu, Tara sudah menjadi nyonya di rumah ku." Sombong Aryan.


"Aku juga tidak akan membiarkan orang lain mengusik kebahagiaan kami, aku akan menjaga Tara dengan lebih baik lagi." Tegas Aryan.


"Ingat! Kemarin kamu kecolongan dan saudara kembar mu sendiri yang mengancam keselamatan Tara." Menunjuk ke arah wajah Aryan.


"Iya, aku akui kalau aku sedikit lengah, namun itu tidak akan terulang lagi. Kamu ini seperti orang tua Tara saja!" Janji Aryan.


"Seminggu lagi aku akan pergi. Aku percayakan keselamatan dan kebahagiaan Tara padamu."


"What?" Aryan kaget.


"Kamu mau pergi ke mana? Apakah kamu harus benar-benar pergi?" Sergah Aryan.


"Kenapa? Apa kamu tidak mampu seorang diri menjaga Tara? Tahu gitu, aku tidak akan mengalah dan mengikhlaskan Tara padamu." Ledek Gala.


"Tara pasti sedih kalau kamu pergi." Lirih Aryan.


"Hey… Bukankah harusnya kamu bahagia kalau aku pergi? Kenapa kamu malah sedih?" Gala heran.


"Kamu sahabat, saudara, bodyguard dan rekan kerja bagi Tara. Kamu bukan musuhku lagi karena Tara sudah syah jadi milikku."


"Kamu tidak takut aku mendekati Tara lagi dan kami berselingkuh di belakangmu?" Gala menakut-nakuti.


"Buat apa takut? Aku mempercayai kalian berdua. Jika aku tidak ada, hanya kamu yang pantas dan mampu berdiri di samping Tara."


"Kamu jangan gila! Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Tara! Atau aku akan mencari dan menghajar mu hingga kamu lupa wajahmu yang sekarang seperti apa." Ancam Gala.


"Iya, aku tahu kamu masih dan akan selalu mencintai istriku itu." Ucap Aryan penuh penekanan.


"Ck… Kamu sombong sekali setelah menikah." Balas Gala.


"Yang jelas aku menitipkan Tara padamu, jagalah dia dengan baik. Tolong jangan beri tahu Tara kalau aku akan pergi. Tugasmu hanya mencintainya dan membahagiakannya." Perintah Gala.


"Okay, tapi kamu harus kembali jika suatu saat kami membutuhkanmu." Pinta Aryan.


"Aku hanya akan kembali jika Tara yang membutuhkanku. Bye…"


Gala pergi meninggalkan kantor Aryan.


"Aku tidak tahu apakah aku akan kembali. Aku tidak kuat melihat kebahagiaan kalian berdua." Batin Gala.


................

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼


Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.


__ADS_2