Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 27_Badai Sebelum Lamaran 21+


__ADS_3

Warning ada sedikit unsur 🔞


Baca novel haruslah sampai tamat


Agar tidak penasaran akhir ceritanya


Reader, tolong berikan author semangat


Tambahkan favorit, vote, jempol, hadiah dan komentarnya


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia.


.........


Ting...


Suara ponsel Aryan berbunyi tanda ada pesan masuk. Aryan melihat pop up pesan dan ternyata pesan itu dari Tara. Aryan buru-buru membuka pesan itu.


"Selamat siang, mas. Tolong acara lamarannya dibatalkan atau ditunda dulu. Ada masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu, tapi aku belum bisa cerita sekarang. Tolong ijinkan aku menenangkan diri dan jangan menghubungi aku dulu. Terima kasih atas pengertiannya."


Aryan bingung, sedih dan frustasi kenapa Tara meminta lamaran batal atau mundur lagi. Kata-kata "BATAL" benar-benar memporak-porandakan hati Aryan. Dia khwatir jika Tara berubah pikiran dan tidak akan memilih Aryan.


Aryan tidak menghiraukan pesan Tara bahwa dia tidak mau dihubungi. Aryan berulang kali menelepon Tara, namun Tara sama sekali tidak merespon.


Anand menulis pesan pada Tara.


"Katakan jika aku ada salah. Aku akan selalu menunggumu, mencintaimu tanpa batas, hanya kamu satu-satunya wanita yang ku cintai. Jika ada masalah, tolong jangan pergi dariku. Kita akan menghadapinya bersama-sama."


"Aku akan selalu menjadi pendukungmu. Aku akan selalu membelamu, meski harus menghadapi seluruh dunia. Aku mencintaimu, Tara. Jika bukan kamu, maka aku tidak menginginkan yang lain. Tolong jangan pernah katakan jika kamu ingin membatalkan lamaran ataupun perjodohan ini. Jika kamu ingin aku menunggu, aku akan menunggu sampai kamu bersedia."


Aryan mengirim pesan 2 kali pada Tara. Sudah 3 jam Aryan menunggu pesan balasan dari Tara. Namun pesan yang ditunggu juga tak kunjung datang. Aryan pun sudah tak fokus bekerja.


Aryan menangis sedih, hatinya teriris pedih karena kata-kata "BATAL" dari Tara. Bahkan sekarang wanita yang dicintainya tidak mau menjawab telepon atau pesannya.


Ting...


Suara pesan masuk pada ponsel Aryan. Dengan tergesa-gesa dia membuka pesan itu, namun ternyata itu pesan dari mamanya.


"Temui mama di rumah malam ini. Ada yang ingin mama tanyakan padamu. Ini sangat penting menyangkut Anand dan perjodohan kalian dengan Tara." Pesan dari Nyonyo Gita.


Pikiran Aryan menerawang jauh, menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. Aryan mengira masalah dengan Tara ada hubungannya dengan Anand dan mamanya.


Ting...

__ADS_1


Ponsel Aryan berbunyi lagi tanda pesan masuk. Dari pop up pesan Aryan dapat melihat, akhirnya Tara membalas pesannya.


"Mas Aryan tidak salah dan belum pernah berbuat salah padaku selama ini. Selesaikan masalah keluarga mas Aryan terlebih dahulu. Sudah cukup aku dipermalukan oleh mas Anand waktu itu. Sungguh aku tidak menyangka akan dipermalukan lagi oleh keluarga mas Aryan. Tanyakan saja pada mama tercintamu." Pesan dari Tara.


Tara pun mengirimkan foto dan video Anand dan pacarnya yang dulu pernah Tara rekam tanpa sengaja. Tara tidak bilang darimana asal rekaman itu. Tara hanya ingin tahu, apakah keluarga Cakra Wangsa akan bertindak ceroboh dan menuduhnya macam-macam lagi.


.........


Di suatu kostan yang terletak tidak cukup jauh dari salah satu toko kain Cakra Wangsa. Ada dua insan yang sedang memadu kasih tanpa tahu hubungan gelap mereka telah diketahui orang lain.


Indi mende...sah karena servis dari Anand di bibir goanya. "Mas Anaaand, jangan siksa akuuu!" Teriak Indi.


Anand tidak menyahut dan tetap melanjutkan aksinya.


"Maass, cepaaat..." Pinta Indi.


Anand yang sudah tidak mampu bertahan lagi akhirnya menghunuskan pedangnya. Dengan cepat Anand menusuk-nusukkan pedangnya pada goa Indi, hingga kamar kost itu penuh dengan suara desa...han Anand dan Indi.


"Cepaaat, maaass!" Hanya itu yang diucapkan Indi.


Anand terus memerah dan minum dua susu murni bagaikan orang yang kehausan. Nafas Anand dan Indi begitu memburu dan saling berebut oksigen, hingga keduanya menyelesaikan pertempuran hebat setelah siang tadi sempat bertengkar.


Kostan itu memanglah kostan yang bebas dan tidak dijaga oleh pemiliknya, hingga para penghuni kost bisa membawa siapa saja seenaknya. Mereka berdua tidak menyadari bahwa ada orang yang telah mengintai gerak-gerik mereka sedari tadi.


Informan itu menelepon bosnya. "Selamat malam, nyonya." Sapa orang itu ketika teleponnya sudah dijawab.


Panggillan diakhiri oleh si bos. Informan itu mengirim video yang memperlihatkan pintu kost dan suara *******. Tidak lupa juga informan itu mengirim foto Anand saat akan masuk ke kamar kost itu.


...............


Aryan sedang disidang oleh kedua orang tuanya. Tuan dan Nyonya Cakra Wangsa menginterogasi Aryan perihal Anand. Aryan masih belum mau buka suara dan mengatakan yang dia ketahui tentang Anand, hingga Nyonya Gita mendapatkan informasi dari informannya. Ya, informan yang mengintai Anand adalah suruhan mamanya.


Nyonya Gita yang marah segera menelepon Anand, namun tak kunjung dijawab. Akhirnya Nyonya Gita hanya bisa mengirim pesan pada Anand.


"Segeralah pulang ke kediaman Cakra Wangsa saat ini juga. Mama sedang sakit dan ingin bertemu denganmu." Nyonya Gita membohongi Anand agar dia cepat datang.


"Aryan! Apa kamu masih menghormati mama dan papa? Jika masih, cepat ceritakan apa yang terjadi antara Anand, Tara dan Gala tepat sebelum kita datang ke kediaman Maheswari untuk pertama kalinya." Teriak Nyonya Gita.


"Mama... Jangan emosi! Nanti darah tinggi kamu kambuh." Tuan Indra mengingatkan.


"Ceritakan, Aryan! Kamu tidak ingin mama sakit 'kan?" Pinta Nyonya Gita.


Aryan pun akhirnya menceritakan bagaimana Anand menghina Tara di kampusnya, hingga Anand tanpa sengaja memukul Tara dan membuatnya terjatuh. Bahkan tidak sampai disitu, Anand terus menghina Tara saat sampai di kediaman Maheswari waktu itu.


Nyonya Gita jatuh terduduk, dia mengingat semua kata-kata Tara di kafe tadi siang. Semuanya salah Anand dan dirinya yang terlalu gegabah menilai orang.

__ADS_1


"Habis sudah, pa... " Gumam Nyonya Gita sedih.


"Apa maksudmu, ma?" Tuan Indra bingung.


"Aku bersalah pada Tara, pa. Apa mungkin dia mau memaafkan mama?" Nyonya Gita menyesali perkataannya tadi siang.


"Bersalah bagaimana? Apa yang mama lakukan pada Tara?" Tuan Indra mulai panik, takut jika hubungannya dengan Yoga Maheswari jadi rusak.


"Papa lihat foto ini!" Nyonya Gita memperlihatkan foto Anand di depan kamar hotel bersama Indi, foto yang tadi Tara kirimkan.


"Apa yang dilakukan Anand di hotel bersama wanita ini? Siapa wanita ini, ma?" Tuan Indra marah.


"Papa lihat dulu video dan foto ini!" Memperlihatkan video dan foto yang baru saja informannya kirim.


"Kurang ajar sekali anak itu! Aryan, suruh Anand cepat pulang!" Suara Tuan Indra mengema.


"Mama sudah menyuruhnya pulang, pa. Mama beralasan kalau mama sakit." Terang Nyonya Gita.


"Lalu apa yang mama lakukan pada Tara? Apa mama juga menghina Tara seperti yang Anand lakukan?" Duar... Nyonya Gita kaget, jelas saja suaminya itu tahu perangainya.


"Maafkan mama, pa." Memohon.


"Jadi mama 'lah yang membuat Tara memintaku membatalkan acara lamaran yang sudah aku siapkan." Aryan terduduk lemas.


"Lamaran? Apa maksudmu, Aryan?" Nyonya Gita khawatir.


"Sudah satu bulan aku menyiapkan rencana acara lamaran untuk Tara, ma."


"Bukankah Tara belum memilih?" Tanya Tuan Indra.


"Selama ini kami sering komunikasi, pa. Kami juga cukup dekat, namun kami berusaha tidak membuat kedekatan kami terekspos. Aku kira Tara tidak tahu Anand berpacaran, namun ternyata Tara pun mengetahuinya." Terang Aryan.


Mata Aryan berkaca-kaca. "Tidak tahu apa yang mama katakan pada Tara. Padahal selama ini Tara memilih diam dan tidak mengatakan kelakuan Anand pada mama dan papa. Tara masih menjaga nama baik keluarga kita. Jika dia mau, bisa saja dia mengekspos kelakuan buruk Anand."


"Apa yang mama katakan pada Tara? Kenapa tiba-tiba Tara memintaku membatalkan acara lamaran yang sudah kami rencanakan. Bahkan saat ini Tara tidak mau menjawab telepon dariku."


Deg...


Tuan dan Nyonya Cakra Wangsa terdiam membeku, mata berkaca-kaca merasakan sakit yang Aryan rasakan. Bagaimana tidak sakit jika diminta membatalkan acara lamaran, mungkin saja Tara juga ingin membatalkan perjodohan itu.


................


Apa Tara akan membatalkan perjodohan dan memilih Gala?


Ikuti terus ceritanya ya 👍

__ADS_1


Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.


__ADS_2