
Mahi pun memanggil perawat Dita dan dokter kepala untuk membantunya melakukan tes DNA pada istrinya malam itu juga.
tapi Mahi tak bodoh, dia meminta bantuan dari Farhan secara rahasia untuk melakukan hal yang sama pada tiga rumah sakit, karena Mahi takut jika hasilnya akan di rekayasa.
Husna bukannya tak senang kakak perempuannya kembali, tapi dia yang awalnya merencanakan untuk menikah dengan Mahi agar tak di ketahui orang jika dia sudah tak virgin.
kini gagal total, pasalnya jika dia tidak menikah dengan Mahi dan menikahi orang lain, maka itu bisa jadi aib terbesar untuk keluarganya.
terlebih pria yang merenggut kesuciannya pun juga sudah tiada di dunia ini.
Husna sekarang benar-benar frustrasi, dia mengemban aib yang dia lakukan karena kebodohannya sendiri.
hasil tes DNA akan keluar setelah tiga hari, sebelum itu Mahi dan Fatin melakukan pernikahan secara agama untuk memperbaharui pernikahan mereka yang sudah terpisah selama tiga bulan ini.
dan untuk surat-surat tidak ada masalah, karena Mahi sebelumnya tidak mendaftarkan kematian Fatin.
meski di urus oleh pihak kepolisian, tapi Mahi belum pernah menandatangani surat pernyataan kematian itu.
dia bisa menuntut secara perdata untuk kelalaian yang dilakukan oleh tim forensik yang telah melakukan otopsi terhadap jenazah itu.
Gazali sekarang yang menjadi pewaris dari perusahaan Wihandoko, di bawah kepemimpinan dirinya perusahaan itu melakukan pembersihan besar-besaran.
dia juga sudah melupakan masalah Fatin dan fokus pada karirnya, dan dia juga memberikan sebuah rumah sakit yang selama ini jadi milik keluarganya.
kepada Mahi dan Fatin untuk di kelola, pasalnya dia bingung ingin meminta maaf dengan cara apa.
jadi hanya itu yang bisa dia pikirkan, sedang dia juga memastikan jika ayahnya tak akan keluar dari penjara dengan mudah.
tak terasa tiga hari telah berlalu, hasil tes DNA dari rumah sakit tempat Mahi bekerja menyatakan jika Fatin benar adalah anak biologis dari ustadz Ahmad.
begitupun dengan tiga rumah sakit lain, akhirnya semua pun merasa senang dan tenang, Fatin dan Mahi pun bisa menjalani kehidupannya dengan baik saat ini.
Mahi memeluk Fatin dari belakang, sudah tiga hari ini dia tak menyentuh istrinya itu.
"sayang malam ini bolehkah aku memintanya darimu?" bisik Mahi.
__ADS_1
"apa mas tak akan kecewa, bagaimana bisa mas percaya jika aku masih suci dan pria yang menyentuh ku hanya dirimu, kamu tak penasaran mas, bagaimana tiga bulan ini aku hidup setiap malam," kata Fatin yang membuat Mahi terdiam.
"aku tak peduli akan hal itu,bagiku kamu tetap istriku, Fatin Shidqia Sulaiman Ahmad, gadis yang aku cintai dari aku kecil," jawab Mahi yang mencium bibir Fatin.
Fatin mendorong pelan tubuh suaminya, "duduklah dulu akan ku tunjukkan bagaimana aku hidup tiga bulan ini," kata Fatin.
dia pun melepas gamis yang dia pakai, dan hanya mengenakan baju tipis yang pernah dia peroleh untuk hadiah pernikahannya.
"aku hanya mengenakan baju seperti ini di depan pria yang bukan suamiku, selama dua bulan, wajah ku penuh luka akibat operasi, tangan ku tertancap jarum infus tidak hanya di satu bagian,dari berpindah-pindah, dan kaki ku di rantai selama itu juga agar aku tak bisa lari," kata Fatin menunjukkan semua luka itu.
Mahi pun kaget mendengar itu, dia memeluk erat tubuh istrinya itu, "berapa kejamnya pria itu, tapi luka di pergelangan tangan mu?"
"itu di borgol saat aku mencoba bunuh diri dengan minum cairan pembersih lantai, dan berkat itu juga aku bisa melarikan diri darinya," jawab Fatin.
Mahi mengendong istrinya itu, dan menidurkannya di tengah ranjang.
Mahi merobek baju yang di kenakan istrinya itu, "aku akan menghapus jejak burik itu, dan kamu harus tetap membuka mata dan lihat siapa yang menyentuh mu," kata Mahi yang juga sudah bertelanjang dada.
Mahi mulai menciumi semua berkas luka di tangan dan lengan Fatin. dia pun hanya bisa merasakan sentuhan lembut suaminya.
Fatin tak mengira suaminya mau mencium miliknya, dan akhirnya malam yang panjang dan penuh keringat di tempuh Keduanya.
Mahi bahkan tak mengira jika istrinya mau memimpin, "kamu... hebat sayang," bisik Mahi.
"aku di ajari oleh Feby... dia bilang istri harus rela jadi pelacur demi suaminya, baru bisa membahagiakan suami," kata Fatin.
Mahi pun tak bisa menahannya lagi dan keduanya berpelukan dengan erat, "aku tak menyangka akhirnya istriku kembali,"
"aku juga mas," jawab Fatin.
keesokan harinya, Mahi tak mendapati istrinya di sampingnya, dia kaget karena dia takut jika semuanya mimpi.
"pagi mas, ayo lekas mandi kita sholat berjamaah yuk,sudah telat kalau mau ke masjid," kata Fatin.
"ya Allah sayang,aku kira mimpi, saat aku bangun kamu menghilang," bisik Mahi yang memangku istrinya itu.
__ADS_1
"lekas mandi, ih... masak dokter Mahi bau asem ih," goda Fatin.
Mahi pun tertawa, dia pun bergegas untuk mandi dan sholat bersama istri tercintanya itu.
setelah selesai dan merapikan mukenanya, Mahi kembali mengendong Fatin dan membawanya ke area meja dapur.
"tolong jangan melakukannya di sini, takut ada yang datang, mas tau jika adik-adik ku kebiasaan masuk tanpa permisi," kata Fatin yang menahan tangan Mahi.
"tidak mungkin, aku sudah meminta kunci duplikat rumah ini dan sempat menggantinya, dan sekarang jika mereka mau datang, mereka harus menekan bel pintu," jawab Mahi yang sudah melancarkan aksinya.
Fatin pun tak berdaya menghadapi suaminya itu, akhirnya mereka pun kembali melakukannya beberapa kali.
Mahi pun mengecup kening istrinya saat beristirahat di sofa ruang keluarga, "terima kasih sayang,"
"emm... aku tak tau jika suamiku Monster," bisik Fatin lemas.
Mahi pun hanya tertawa saja, bukan apa karena memang dia tak bisa berhenti melihat istri cantiknya itu.
siang hari sebelum ke rumah sakit, Mahi mengantar dan menunggui Fatin ke kampus guna menyelesaikan sidang skripsi.
sebenarnya tinggal wisuda saja,karena skripsi sudah di terima waktu itu, tapi karena kejadian terakhir akhirnya dia harus mengulanginya.
tapi beruntung karena Fatin yang memang pintar jadi dia tak melupakan apa yang menjadi topik skripsinya.
"bagaimana istriku sudah selesai?" tanya Mahi yang melihat wanita cantiknya itu datang.
"iya mas, sekarang tinggal mas berangkat ke rumah sakit, dan aku akan di rumah Abi sampai mas pulang," kata Fatin.
"tidak boleh, khusus hari ini aku ingin kamu menemaniku ke rumah sakit,karena aku tak mau jauh darimu," bisik Mahi.
"baiklah mas, ayo kita berangkat," jawab Fatin.
mereka pun berangkat ke rumah sakit, dan Husna juga melakukan hal yang sama, dia akan jujur pada Mahi, dan berharap pria itu mau menikahinya, agar tak menjadi bahan olok-olokan orang nantinya.
terlebih dia tak ingin mencoreng wajah Abi-nya yang seorang ustadz besar dan terkenal.
__ADS_1