
Tikus diam-diam mengambil kekayaan
Menggerogoti hingga mengerat sampai ke urat
Reader berikanlah author dukungan
Agar menghalu dan menulisnya lebih semangat
Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.
Jangan lupa bahagia.
.........
Gala ingin sekali memeluk dan menenangkan Tara, namun Tara menolak.
"Gala, tolong tenangkan para karyawan! Aku tidak mau mereka mengatakan yang tidak-tidak. Pasti mereka mendengar keributan tadi." Pinta Tara.
"Tapi, bagaimana dengan kamu?" Gala mengkhawatirkan Tara.
"Selama kamu ada, aku pasti baik-baik saja 'kan?"
"Baiklah, aku akan membereskan urusan di bawah. Kalau ada apa-apa segera panggil aku."
Tara hanya menganggukkan kepalanya. Pikiran Tara masih mengembara dan seakan tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dia alami. Bagaimana bisa sepagi ini dan di butiknya sendiri, Anand dengan beraninya datang membuat keributan.
Gala mengumpulkan semua karyawan yang ada di depan. Dia pun memberi peringatan pada semuanya, apa yang baru saja terjadi tidak boleh terdengar sampai ke luar. Jika ada yang berani menyebarkan berita atau sekedar membicarakannya di dalam butik, mereka akan mendapatkan hukuman yang berat.
Gala merasa tak berguna, team keamanannya telah kecolongan. Orang lain pun tidak akan menyangka bahwa yang datang adalah Anand bukan Aryan. Bahkan Gala sempat salah mengenalinya. Kini Gala standby di depan menunggu kedatangan Aryan.
"Gala, bagaimana keadaan Tara?" Aryan datang dengan berlari.
Bukannya mengijinkannya masuk, Gala meneliti Aryan terlebih dahulu. Setelah dipastikan dia benar Aryan, Gala baru berbicara.
"Aku tadi telah beberapa kali memukul Aryan palsu. Berarti kamu yang asli." Ucap Gala.
"Omong kosong apa ini, Gala? Kamu mengecek diriku seperti aku ini penjahat. Padahal aku mau menemui istriku sendiri." Aryan tidak terima.
"Apa kamu lupa? Yang berbuat jahat adalah saudara kembar mu, jadi wajar saja aku waspada." Papar Gala.
Aryan tak lagi menanggapi ucapan Gala, dia berlari menaiki tangga menuju ruangan Tara dan Gala pun mengikutinya. Gala benar-benar takut salah mengenali orang. Namun jika dipikir-pikir lagi, tidak mungkin Anand kembali kesini lagi setelah apa yang dia lakukan.
"Tara..."
Aryan datang dan ingin memeluk Tara, namun tangan Tara memberikan kode penolakan.
"Sayang, ini aku mas ganteng mu." Mencoba meyakinkan bahwa dirinya benar-benar Aryan yang asli.
__ADS_1
"Jangan sentuh, mas! Ada bekas tangan dan bibir mas Anand." Tara masih shock.
"Aku juga tahu kamu mas Aryan, aku bisa membedakan kalian." Jelas Tara.
Tara tahu dia bukanlah wanita yang benar-benar suci karena dia pernah berpelukan dan berciuman dengan Gala. Namun kelakuan Anand benar-benar membuat Tara merasa dilecehkan.
Aryan tidak menghiraukan penolakan Tara, dia pun memaksa dan membawa Tara ke dalam pelukannya. Meskipun pikirannya terbang jauh memikirkan apa yang akan dia lakukan pada Anand, namun tugas utamanya sekarang adalah menenangkan dan melindungi istrinya terlebih dahulu.
"Kamu hebat sekali berani melawan, Tara. Aku akan menghapus bekas tangan dan bibir Anand. Jika kamu mengijinkan akan ku gantikan dengan tangan dan bibirku sekarang juga." Hibur Aryan.
Aryan menyingkirkan jaket Gala. "Apa boleh aku hapus jejaknya sekarang?" Sambil mengerlingkan mata.
Tara menyembunyikan dirinya dalam pelukan Aryan, dia tidak menyadari bahwa Gala melihat kemesraan mereka berdua.
"Maaas... Ini bukan di rumah, kenapa kamu malah menggodaku?" Tara merajuk.
"Kalau begitu kita kunci pintunya, aku yakin tidak ada yang keberatan. Gimana?"
"Lebih baik kalian bermesraan di rumah saja!" Gala menginterupsi.
"Ah… Kenapa kamu masih mengikuti aku? Bukankah tadi kamu sudah mengecek aku? Apa masih kurang?" Gerutu Aryan.
"Aku hanya ingin memastikan keselamatan Tara." Tegas Gala.
"Perlu kamu ingat! Saudara kembar mu yang melukai Tara, jika kamu tidak mampu membereskannya, biar aku yang akan membereskannya." Jelas Gala.
"Apa kamu khawatir aku melukainya? Apa kamu tidak terima jika aku memberinya pelajaran? Dia layak untuk dihabisi, jika tidak segera dibereskan dia hanya akan menjadi ancaman untuk Tara." Ancam Gala.
"Aku akan membereskan masalah ini dengan caraku sendiri, bagaimanapun juga dia adalah saudaraku." Cegah Aryan.
"Dan Tara adalah istrimu! Apa kamu tidak memikirkan perasaan Tara?" Cemooh Gala.
"Gala, aku tahu kamu ingin melindungiku, tapi untuk kali ini biar mas Aryan yang selesaikan. Jangan sampai hubungan keluarga menjadi rusak!" Tara menengahi.
"Baiklah, tenangkan dirimu, Tara." Gala menurut pada Tara.
"Sebaiknya kamu ganti gaya rambutmu itu! Atau aku akan salah mengenalimu sebagai Anand." Perintah Gala pada Aryan.
"Maksudmu?" Aryan masih bingung karena dia belum mengerti kronologi detail kejadian tadi.
"Semua mengira yang datang tadi adalah dirimu, hanya Tara yang tahu jika yang tadi adalah si kepa…t Anand." Gala masih emosi.
"Jadi Anand merubah dirinya menjadi seperti diriku hingga kamu dan yang lain jadi tidak waspada. Kenapa kamu bisa dikelabui?"
"Jangan melempar kesalahan saudaramu padaku! Kamu sendiri juga tidak becus mengawasi saudaramu itu." Sarkas Gala.
"Pastikan team keamanan selalu waspada, mereka juga harus hafal dengan mobil yang aku gunakan. Jangan sampai salah mengenali lagi!" Titah Aryan.
__ADS_1
"Aku bukan anak buah mu! Hanya Tara yang berhak memerintahku." Gala kesal diperintah oleh Aryan.
"Gala, lakukan saja apa yang mas Aryan minta." Tara bersuara, meskipun sedari tadi dia masih sembunyi dalam pelukan Aryan.
"Gala, tolong kamu keluar dulu saja." Pinta Aryan.
"Kamu mengusirku?" Gala makin kesal pada Aryan, namun dia juga langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Gala pov: Sekarang kamu memilih dalam pelukan Aryan, padahal dulu hanya pelukanku 'lah yang mampu menenangkan kamu. Perlahan posisiku telah ditempati Aryan, lama kelamaan kamu akan benar-benar melupakan perasaan yang pernah ada di antara kita.
"Masih tertinggal bayanganmu yang telah membekas di relung hatiku. Hujan tanpa henti seolah pertanda cinta tak di sini lagi, kau t'lah berpaling. Biarkan aku menjaga perasaan ini. Menjaga segenap cinta yang telah kau beri. Engkau pergi, aku takkan pergi. Kau menjauh, aku takkan jauh. Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu."
Anand tidak pulang ke rumah dan memutuskan tinggal di apartemennya yang dulu dia tempati semasa kuliah. Pikirannya kacau karena semuanya di luar rencana, dia tidak menyangka rencananya gagal dan membuat Tara akan semakin membencinya. Entah apa yang akan dia katakan pada kedua orang tuanya nanti, berharap orang tuanya tidak tahu akan masalah baru yang telah dia buat.
Anand pov: Maafkan aku Tara. Aku sungguh tidak menyangka akan berbuat senekat itu padamu. Bukannya mendapatkan cintamu, justru hanya kebencian yang ku dapatkan. Aku sendiri tidak mau jika perasaanku dipaksakan, namun aku malah memaksamu seperti Indi yang memaksaku kembali.
Aryan berusaha menghubungi Anand, namun tidak direspon sama sekali. Ingin rasanya Aryan mengumpat dan menghajar Anand dengan membabi buta. Meskipun dia saudara kembarnya, bukan berarti dia akan membagi istrinya untuk saudaranya itu.
Anand menghubungi mamanya yang ada di rumah. "Halllo, ma. Apa Anand ada di rumah?"
"Anand sudah pergi kerja sejak tadi pagi. Ada apa kamu mencarinya?" Jawab Nyonya Gita.
"Anand telah berpura-pura menjadi diriku dan telah melukai Tara. Tolong kabari aku jika Anand pulang."
"Apa…? Melukai Tara?" Nyonya Gita kaget dibuatnya.
"Apa Tara sekarang baik-baik saja?"
"Tenanglah, ma! Sekarang Tara baik-baik saja, sebaiknya mama nasehati Anand. Jika dia berbuat nekat lagi, aku tidak tahu apa yang akan keluarga Maheswari lakukan padanya."
"Baiklah, mama akan berusaha menasehati dia. Jangan sampai hubungan dengan keluarga Maheswari jadi buruk lagi." Nyonya Gita khawatir.
"Andai saja papa tidak membuat sayembara, pasti semua ini tidak akan terjadi. Aku tidak butuh saham dan harta kekayaan papa, yang ku butuhkan sekarang hanya Tara." Tegas Aryan.
"Kamu tidak bisa begitu Aryan! Jangan egois! Cakra Wangsa juga membutuhkanmu, sebaiknya nanti kamu bicarakan baik-baik dengan papamu." Jelas Nyonya Gita.
Aryan menutup teleponnya. Aryan sadar Anand hanya akan semakin membencinya karena Aryan selalu mendapatkan yang lebih baik dari pada dia.
"Ck… Kemana Anand pergi? Aku harus memberinya pelajaran, sebelum Gala akan benar-benar menghajarnya sampai habis."
...………....
Apa yang akan dilakukan Aryan pada Anand?
Ikuti terus ceritanya ya...
Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.
__ADS_1