
setelah pulang dari rumah Mela dan Hendra, Dila masih nampak menghela nafas panjang.
pasalnya dia tau jika suaminya serius tentang ingin memiliki anak lagi, tapi dia belum siap, terlebih dua Putranya juga baru berusia tiga bulan.
"sudah umi, tak perlu di pikirkan sampai segitunya," kata ustadz Ahmad enteng.
"huh... ini nih Abi sih, aku kan jadi kepikiran," jelas Dila.
"sudah sekarang kita beli cemilan dulu, kan tau sendiri putri mu itu suka sekali nyemil malem," kata ustadz Ahmad mengalihkan percakapan itu.
mereka pun menuju ke sebuah minimarket yang baru buka di daerah disana.
Dila mengambil beberapa mie instan dan makanan Frozen, sedang ustadz Ahmad yang bersama Fatin memilih es krim.
tak lupa Dila juga mengambil susu formula untuk kedua putranya yang kadang kurang kenyang kalau hanya minum asi.
setelah puas belanja, mereka pun pulang. sesampainya di rumah tenyata keluarga dari pakde gun datang juga.
mereka pun saling melepaskan kangen, Dila berpelukan dengan bude Susi.
sedang pakde Gun juga memeluk ustadz Ahmad, keluarga mereka nampak bahagia saat bersama.
terlihat Seno masih sedih setelah kejadian terakhir, pria itu harus kehilangan istri dan putranya yang ada di dalam kandungan.
__ADS_1
pasalnya istri Seno meninggal dunia saat hamil tujuh bulan karena asma yang kambuh.
keluarga mereka awalnya tidak terima, pasalnya kematian istri Seno sedikit aneh, tapi karena kurang bukti terpaksa seni mengikhlaskan saja.
"aduh mas ganteng ini jangan sedih lah, sini main sama ponakannya," panggil Dila.
"iya mbak, wah rumah ini ramai ya, terlebih ada begitu banyak bocah, apa lagi dua bayi ini yang gemuk dan mengemaskan," kata Seno yang mengendong Hasan.
"om .. ain sama Fatin ya," mohon gadis kecil itu.
"boleh dong, neng mau main apa?" tanya seno yang langsung mengendong Fatin.
"putal-putal," jawab gadis kecil itu.
keduanya nampak akrab, tak terasa liburan telah usai, dan mereka pun kembali ke aktifitas masing-masing.
tak terasa kedua bayi Hasan dan Husain sudah tumbuh dengan sangat baik.
Keduanya kini sudah berusia tujuh bulan, dan sangat aktif merangkak dan belajar berdiri.
umi Chasanah dan ibu Wati tetap menjadi pengasuh untuk kedua bayi itu.
karena Dila sedang tak enak badan, entahlah beberapa waktu ini Dila terus merasa lemah.
__ADS_1
kadang muntah dan sering sakit kepala, pagi ini ustadz Ahmad mengajak istrinya itu ke dokter.
tapi saat di dokter umum, keduanya di arahkan untuk ke dokter kandungan.
"wah sepertinya akan ada Anggota baru ya umi," kata ustadz Ahmad.
"semoga ya Abi, ini adalah rezeki dan titipan dari Allah," kata Dila menghela nafas.
keduanya pun masuk dan bertemu dokter kandungan perempuan yang selama ini jadi langganan mereka.
Dila di minta untuk berbaring untuk melakukan USG, dan benar saat di USG ternyata Dila sudah hamil tiga bulan.
ustadz Ahmad begitu bahagia, sedang Dila tak menyangka akan mendapatkan kepercayaan secepat ini lagi.
terlebih dia selalu minum jamu dan juga menyusui, tapi dia memang tak KB akibat permintaan ustadz Ahmad.
"selamat ya Bu, janin di kandungan ibu berkembang dengan sempurna dan usia kandungannya sudah dua belas Minggu," kata dokter itu.
"terima kasih dokter," jawab Dila yang kini berjalan menuju ke area adminitrasi untuk membayar semuanya tagihan.
mereka pun tak sabar ingin membagikan kabar berita ini, pasalnya Dila hamil anak ketiga.
"terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup dan kebahagiaan ku, aku mencintaimu istriku," kata ustadz Ahmad.
__ADS_1
"aku juga mencintaimu Abi," jawab Dila