Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain
Part 77_Baby Twin


__ADS_3

Like dan komentar kalian membuat author semangat nulis, apalagi kalau ditambah favorit, vote dan hadiah.


Jadi, please 🙏🏼 jangan lupa like dan komentarnya, kalau berkenan tambahkan favorit juga, terus kasih vote dan hadiah.


Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.


Jangan lupa bahagia. Terima kasih 🙏🏼


.........


Tara melewati 3 bulan ini dengan susah payah, hamil anak kembar ternyata membutuhkan tenaga dan kesabaran yang ekstra. Fisiknya lebih cepat lelah, tidur kurang nyaman dan punggung serta kaki jadi sering pegal-pegal. Tara pun butuh asupan makanan lebih banyak dan berat badannya naik lebih banyak dibandingkan ibu hamil bayi tunggal. Mengandung dua bayi memang memiliki cairan ketuban yang lebih banyak, serta membutuhkan porsi makan yang lebih banyak juga.


"Papa Gala, aku gemuk sekali... Nanti habis melahirkan masih menyu-sui dan body ku tidak akan sebagus dulu lagi. Apa kamu akan ninggalin aku?"


"Mama sayang, kalau gemuk kan enak dipeluk." Gala malah tersenyum genit.


"Ck... Aku serius! Pasti kamu nggak akan suka sama aku lagi. Apalagi masih banyak wanita single, cantik dan seksie di luar sana. Kamu pun tidak akan kesulitan mencari 1 atau 2, atau bahkan lebih."


"Ha... Ha... Ha... Aku suka kamu cemburu gitu. Itu berarti kamu beneran sayang banget sama aku. Nggak mau aku diambil orang." Gala malah tertawa girang.


"Apa aku terlihat lucu dan membuat mu tertawa?" Manyun dan ngambek.


"Kamu terlihat imut dan menggemaskan, mama sayang. Nanti kalau habis lahiran, jangan diet dulu! Ingat kesehatan kamu lebih penting dan baby masih butuh asupan makanan yang bergizi dari kamu."


"Mau gemuk, mau kurus. Asalkan itu Tara, maka Gala tetap akan mencintainya. Kamu adalah sumber kebahagiaanku setelah mama tiada. Kamu dunia ku Tara Maheswari."


"Apa aku perlu bikin tattoo lagi, ya? Aku ukir namamu di da-daku atau di lenganku biar orang-orang tahu kalau aku adalah milikmu." Usul Gala.


"Jangan bikin tattoo lagi! Tidak baik bikin tattoo, kalau bisa hapus saja tattoo mu itu!" Tara tidak setuju.


"Okay, mama sayang. Namanya cinta kadang ada pasang surutnya, jadi kita harus berjuang bersama." Mengenggam tangan Tara.


Gala benar-benar membuktikan bahwa dia bisa menjadi suami siaga, meskipun statusnya belum suami sah. Beban yang berat jadi terasa lebih ringan karena ada Gala yang selalu mensupport Tara. Tiga bulan tidak terasa telah terlewati dengan cepat. Tara telah mengalami kontraksi meskipun HPL masih kurang 2 minggu, sepertinya baby Aryan sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia. Kini Tara dan Gala sudah berada di rumah sakit di ruangan VVIP menunggu pembukaan untuk persalinan. Mama Lita dan papa Yoga segera bergegas menyusul ke rumah sakit, begitu juga papa Indra dan ayah Raji.


Semenjak sampai rumah sakit Tara mulai merasakan sakit di panggul dan punggungnya. Tara menahan rasa sakit dan terus saja megenggam erat tangan Gala dengan erat. Peluh bercucuran dari pelipis Tara, jantungnya dag-dig-dug berdebar kencang menghadapi persalinan pertamanya.


"Mama sayang, demi keselamatan kamu dan baby twin sebaiknya operasi caesar aja ya!" Gala memberi saran, dia tidak tahan melihat Tara kesakitan.


"Tapi nanti aku dibilang bukan ibu sungguhan." Tara merengek.


"Mama sayang, normal atau operasi itu adalah perjuangan yang sama demi melahirkan anak ke dunia. Tidak ada bedanya! Jangan terlalu mendengarkan kata-kata orang lain yang suka julid!"


"Kita konsultasikan pada dokter aja, baiknya gimana ya, pa?" Mencari jalan tengah.


"Kalau operasi caesar, nanti kita harus nunggu 5 tahun dulu kalau mau punya anak lagi. Aku nggak mau ngecewain papa." Menatap Gala.


"Tidak mengapa, asalkan sekarang kamu dan baby twin sehat dan selamat. Baby twin kan anakku juga, aku pernah mengunjungi mereka." Gala bercanda untuk mencairkan suasana. Gala tahu betul Tara butuh dukungan saat ini.


"Ih... Papa ini, masa malah bahas itu."


"Ya kalau operasi caesar kan ada kurang lebihnya, ma. Kalau operasi otomatis... " Gala menjeda kalimatnya.


"Otomatis apa, pa?" Tara menggoyang-goyangkan tangan Gala karena tidak sabar.

__ADS_1


"Otomatis pintu masuknya masih sempit, bikin papa klepek-klepek." Bisik Gala.


"Lalu kalau normal?" Sahut Tara.


"Gampang, mama sayang. Tinggal konsultasi ke dokter atau senam kegel biar rapet lagi pintunya."


"Ih papa! Tahu dari mana yang kaya gitu?" Tara ingin marah.


"Tahu lah, jaman udah canggih. Kalau malu bertanya pada orang lain, tinggal searching di internet." Gala memang banyak membaca tentang kehamilan dan mengurus baby.


FYI reader. Wanita yang mengalami operasi caesar juga akan merasakan sakit hanya saja baru akan dirasakan setelah melahirkan, setelah efek obat bius habis. Luka pasca operasi akan terasa sakit, tidak boleh menggerakan kepala dulu, harus belajar untuk jalan dengan menahan rasa sakit. Luka bekas operasi juga akan terasa sakit jika terlalu lelah. Oleh karena itu sebagai sesama wanita, jangan remehkan ibu yang melahirkan secara caesar ya. Karena perjuangannya pun sama dengan melahirkan normal. Semua adalah proses yang harus dinikmati.


Tara dalam kondisi sangat sehat, panggulnya pun juga cukup lebar dan memungkinkan untuk melahirkan normal. Kini Tara masuk ruang bersalin dan berjuang untuk melahirkan normal.


"Mas Aryaaan... Help me please!" Teriak Tara.


Gala yang menemani Tara terpaku mendengar teriakan Tara. Kecewa sempat terbersit di hati dan pikirannya. Namun dia segera sadar bahwa yang Tara lahirkan memang anak Aryan, jadi dia harus berbesar hati. Bukan waktunya untuk cemburu-cemburuan.


Dokter pun dalam hati bertanya-tanya, siapakah Gala ini? Kenapa dia yang menemani persalinan Tara. Padahal semua orang tahu kalau suami Tara alias Aryan Cakra Wangsa telah meninggal dunia.


"Ayo bu, semangat terus mengejan, kepala sudah terlihat. Tarik nafas, buang nafas dan tekan."


"Galaaaaaa." Tara mencekeram lengan Gala dengan kuat.


"Ayo semangat mama sayang! Jangan khawatir atau takut, aku selalu berada di sampingmu." Gala memberi semangat.


"Percayalah, mama bisa melakukan semuanya dengan baik, kamu adalah calon mama yang hebat."


Gala terus memberi semangat pada Tara. Cengkeraman tangan Tara tidak berasa baginya saat ini. Yang terlihat saat ini hanya perjuangan Tara melahirkan sang buah hati.


"Oek... Oek... Oek..."


"Sayang, kamu hebat sekali, yang pertama sudah lahir." Gala kegirangan.


"Selamat ibu, anaknya jagoan."


Sang dokter memberikan selamat. Dokter yang menangani persalinan Tara adalah dokter wanita yang sudah cukup berumur dan berpengalaman. Gala sengaja mempersiapkan semuanya, dia tidak mau jika Tara sampai ditangani dokter atau perawat pria.


"Baby Aryan pasti ganteng maksimal campuran dari papa dan mamanya." Gala semangat sekali.


"Gala, perutku mules lagi." Menarik lengan Gala yang terpaku melihat baby Aryan.


"Dokter cepat bantu istriku melahirkan lagi!" Gala menginstruksi.


Seakan tenaga dan semangat Tara terisi kembali mendengar kata-kata Gala. Meskipun dia sempat meneriakkan nama Aryan, tapi Gala tidak sedikitpun menunjukkan rasa marah atau cemburu.


"Aku berjanji akan mencintaimu dengan lebih baik lagi, Gala. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan kamu." Janji Tara dalam hati.


"Oek... Oek... Oek..."


Anak ke-dua telah lahir dengan selamat. Yang kedua lahir lebih gampang dan lebih cepat dari yang pertama.


"Selamat ibu, anak keduanya juga jagoan lagi." Dokter sekali lagi memberikan selamat.

__ADS_1


"Keduanya akan dibersihkan oleh perawat terlebih dahulu. Nanti akan diantarkan ke ruang rawat inap." Jelas sang dokter.


"Tunggu dulu dokter! Saya akan mengikuti anak saya mau dibawa ke mana saja dan diapakan saja." Ucap Gala tegas.


Sang dokter pun kaget mendengarnya.


"Saya harap semuanya tidak keberatan, saya hanya ingin memastikan cucu Maheswari dalam keadaan aman. Apa anda mengerti?" Ucap Gala penuh penekan, namun masih sopan.


"Baik, pak. Silakan."


"Sus, bapak ini akan mengikuti kalian mengurus anak-anak ibu Tara." Titah sang dokter pada bawahannya.


"Gala, lalu siapa yang menemaniku?" Tara terlihat lemah.


"Sayang, aku panggilkan mama Lita ya. Mama sudah ada di depan kok. Aku harus mengawal anak-anak kita dulu." Gala menjelaskan dengan lembut.


"Tadi aja galak, kenapa sekarang selembut itu." Batin sang suster atau perawat.


"Baiklah, kamu jagalah anak kita dengan baik. Jangan cuma sendirian." Tara setuju.


"Siap, mama sayang." Gala mencium kening Tara.


"Kamu hebat sekali, melahirkan kembar secara normal. Jadi aku tidak harus menunggu lama." Bisik Gala pada Tara.


Gala meninggalkan Tara yang sedang diurus oleh para perawat dan dokter. Tara hanya senyum-senyum saja mengingat ucapan Gala tadi.


"Suami ibu sepertinya sangat mencintai ibu ya." Ucap sang dokter basa-basi, yang sebenarnya ingin tahu siapakah Gala.


"Baru calon suami, dokter. Dia sudah melamar saya, tapi saya memintanya menunggu sampai anak saya lahir dulu." Jawab Tara.


"Oh, maaf. Bukan maksud saya lancang dan ingin tahu." Sahut sang dokter.


"Tidak mengapa dokter. Saya hanya ingin melanjutkan hidup saya dengan baik. Saya rasa semua orang berhak melanjutkan hidupnya, meskipun orang terkasihnya telah meninggal terlebih dahulu." Tara sedikit menyindir.


"Iya betul. Semua orang berhak melanjutkan hidup dan berhak bahagia. Semoga pernikahannya dengan bapak tadi bisa berjalan lancar ya, bu."


"Aamiin.Terima kasih atas do'anya, dokter." Ucap Tara.


"Tara sayang, bagaimana keadaan kamu?" Mama Lita datang.


"Aman, ma." Sahut Tara sedikit lemah.


Dokter dan perawat segera melakukan tindakan selanjutnya pasca melahirkan. Mama Lita alias Nyonya Maheswari tetap menemani Tara di situ, tanpa ada bantahan dari sang dokter.


"Mas Aryan, terima kasih telah memberiku dua anak laki-laki. Aku akan menyayangi mereka dengan seadil mungkin seperti nasihatmu waktu itu. Gala telah memenuhi permintaan mu, mas. Tapi maaf karena dia menggantikan posisimu. Seperti katamu waktu itu, tidak ada yang pantas disampingku selain Gala jika kamu tidak ada." Ucap Tara dalam hati.



(Visual baby Aryan yang kembar ya guys, mau dikasih nama siapa ya? Ada rekomendasi reader?)


.................


Apakah mereka akan sampai ke pernikahan?

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya ya 🙏🏼👍🏼


Yuk ditunggu jempolnya👍🏼, komentarnya dan dukungannya❤. Terima kasih telah bersedia mampir membaca.


__ADS_2